NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30.

Tak lama kemudian, mobil mereka melambat dan berhenti di dekat pasar. Pagi baru saja naik sempurna. Aktivitas sudah ramai; para pedagang sibuk menata sayur dan buah, suara gerobak beradu dengan sapaan pagi yang saling bersahutan. Aroma tanah basah dan bumbu dapur bercampur di udara.

Rizky memarkir mobil dengan rapi di depan kios Bu Wiwid. Rolling door rumah makan dan rolling door toko roti masih tertutup. Tapi pintu keluar masuk karyawan sudah terbuka lebar.

“Bu Retno, Mas Rizky, terima kasih ya… sudah mengantar saya sampai pasar,” ucap Pak Baskoro sambil tersenyum hangat. Lalu ia menoleh ke arah Aurely yang duduk di sampingnya. “Saya titip anak saya, Aurely. Kalau dia salah, ditegur saja. Kalau perlu, boleh dijewer telinganya.”

Aurely yang sejak tadi diam langsung tersentak. Matanya melebar, lalu refleks menutup telinga dengan kedua tangan. “Yah!” protesnya pelan, wajahnya memerah. “Kok bilangnya begitu sih…”

Santi tertawa kecil melihat reaksi itu. “Nah, ketahuan. Berarti sering bikin salah ya, Rel?”

Aurely makin salah tingkah. Ia menunduk, ujung jarinya memainkan tali tas. “Bukan sering… cuma kadang,” gumamnya, hampir tak terdengar.

“Sama-sama, Pak,” jawab Bu Retno sambil turun dari mobil. “Rizky, hati-hati ya. Ini hari pertama kamu mimpin kios cabang baru.” Ia menoleh penuh makna pada putranya.

Rizky mengangguk mantap. Lalu ia menatap Pak Baskoro dan tersenyum ke arah Aurely yang masih menunduk malu. “Sama-sama, Pak. Kalau sudah diizinkan Bapak, berarti saya aman dong… nggak kena pasal kalau menjewer Mbak Aurely.”

Aurely langsung mengangkat kepala. “Mas Rizky!” serunya kaget. Pipinya makin merah. “Jewerannya jangan beneran, ya…”

Pak Baskoro tertawa kecil sambil membuka pintu mobil. “Tapi jangan keras-keras ya, Mas.”

“Iya, jeweran lembut penuh kasih sayang,” timpal Santi sambil terkikik.

Aurely mengerucutkan bibir, lalu berbisik, “Tetap aja malu…”

Pak Baskoro masih tertawa kecil, namun sebelum benar-benar turun, Rizky memanggil, “Pak, tunggu sebentar.” Ia cepat membuka pintu mobilnya dan turun.

Rizky melangkah ke belakang mobil. Aurely dan Santi yang penasaran ikut menoleh. Bagasi dibuka, dan Rizky mengeluarkan sebuah sepeda lipat berwarna abu-abu.

“Pak,” katanya sambil mendorong sepeda itu mendekat. “Ini sepeda saya. Kalau Bapak berkenan, dipakai dulu saja. Biar kalau pulang nggak jalan kaki.”

Pak Baskoro terdiam. Wajahnya jelas terkejut. “Waduh, Mas… ini terlalu baik.”

“Tidak apa-apa, Pak,” jawab Rizky tulus. “Sepedanya jarang saya pakai. Nanti kalau sudah ada kendaraan lagi, dikembalikan kapan saja.”

Pak Baskoro menatap sepeda itu lama, lalu menatap Rizky. Matanya berkaca-kaca, meski ia berusaha tersenyum. “Terima kasih, Mas. Semoga kebaikan Mas dibalas berlipat.”

“Aamiin,” jawab Rizky singkat.

Aurely menyaksikan semua itu dengan dada bergetar. Ia lupa soal jeweran, lupa rasa malunya. Pagi itu, di tengah hiruk pikuk pasar, Aurely tahu—tidak semua kebaikan datang dengan suara keras. Ada yang hadir pelan, sederhana, dan meninggalkan jejak hangat yang lama tinggal di hati.

Rizky segera kembali masuk ke dalam mobil. Mobil melaju pelan pelan meninggalkan lokasi pasar, menuju ke kios cabang baru. Aurely masih diam tertunduk.

“Rel, kamu tadi tidak pindah duduk depan, Mas Rizky jadi macam sopir saja.” ucap lirih Santi, namun didengar oleh Rizky..

“Nggak pa pa.” Ucap Rizky sambil menambah laju kecepatannya. “Kasihan Mbak Aurely kalau harus naik turun.” Lanjutnya sambil membetulkan letak spion depan untuk melihat Aurely.

“Bos merangkap sopir ya Mas.” Ucap Santi sambil tersenyum. Rizky menjawab dengan tawa kecilnya .

Aurely akhirnya mengangkat wajahnya, “Mas, Bu Retno tidak marah sepeda Mas Rizky dipinjamkan pada Ayahku?”

“Tidak. Aku sudah izin pada Mama.” Jawab Rizky menoleh sekilas, “dan sepeda itu aku beli dengan uang tabunganku.” Ucap Rizky lagi, yang sudah kembali fokus menatap jalan raya.

“Mas, kalau aku sudah gajian, tolong gaji ku dipotong untuk nyicil bayar sepeda itu ya..” ucap Aurely dengan sungguh sungguh.

Rizky terdiam sesaat. Tangannya yang memegang setir mengendur sedikit. Ia tidak langsung menjawab, hanya menghela napas pelan, seolah menimbang kata-kata yang paling tepat.

“Mbak,” ucapnya akhirnya, suaranya tetap lembut. “Nggak perlu.”

Aurely tercekat. “Tapi, Mas—”

Rizky menggeleng kecil. “Itu bukan utang. Dan bukan juga barang yang harus kamu tebus.” Ia melirik ke spion sekali lagi, memastikan tatapannya bertemu dengan mata Aurely. “Anggap saja… aku cuma nitip sepeda ke Ayahmu.”

Santi yang sejak tadi diam, ikut menoleh. “Mas Rizky serius banget ngomongnya,” katanya setengah bercanda, tapi matanya hangat. “Rel, kamu jangan keras ke diri sendiri.”

Aurely menunduk lagi. Jari-jarinya saling bertaut di pangkuan. “Aku cuma… nggak enak,” gumamnya. “Aku dan ayahku sudah terlalu sering dibantu orang.”

“Justru karena itu,” potong Rizky pelan. “Kadang yang paling kita butuhkan bukan balasan, tapi kepercayaan. Dan aku percaya Ayahmu orang yang akan jaga sepeda itu sebaik mungkin.”

Mobil melaju melewati deretan ruko yang mulai membuka pintu. Cahaya matahari pagi menembus kaca depan, jatuh ke dashboard, membuat suasana di dalam mobil terasa lebih hangat.

Aurely mengangkat wajahnya perlahan. Matanya sedikit berkaca-kaca, tapi bibirnya tersenyum kecil. “Mas Rizky… terima kasih.”

Rizky tersenyum tipis. “Sama-sama.”

Lalu, dengan nada yang lebih ringan, ia menambahkan, “Lagipula, kalau gaji kamu dipotong, nanti kamu makan apa? Masa bos cabang baru bikin karyawannya kelaparan.”

Santi langsung tertawa. “Nah itu! Baru buka cabang sudah bikin isu masalah perburuhan.”

Aurely ikut tertawa kecil, meski masih ada getar di suaranya. “Iya, Mas. Nanti ada yang demo.”

“Wah, bahaya,” Rizky terkekeh. “Baiklah, nanti kita bahas lagi pas sudah sampai kios.”

Mobil pun berbelok memasuki area kios cabang baru. Papan nama masih tampak bersih. Rolling door sudah terbuka semua. Sebagian etalase untuk makanan utama sudah terisi. Dan di etalase roti sudah terisi penuh. Bukan roti dan kue kue ukuran besar. Tapi roti roti dan kue ukuran kecil.

Dua pemuda sudah terlihat sibuk mengatur kursi kursi. Mbak Nisa tampak berjalan dari arah dapur sambil membawa satu panci besar sayur.

Rizky mematikan mesin. “Ayo, angkat sayur dan lauk itu.” katanya sambil membuka pintu. “Hari pertama. Banyak yang harus kita bereskan.”

Aurely mengangguk, lalu sebelum turun, ia sempat berbisik pada dirinya sendiri.. pagi itu terasa berbeda. Bukan karena pasar, bukan karena kios baru, tapi karena ia tahu… ada kebaikan yang tidak meminta apa-apa, kecuali untuk diteruskan suatu hari nanti.

“Hati hati Rel.” Ucap Santi sambil membawa satu box besar transparan berisi lauk pauk.

“Iya San. Semoga kita sukses.” Ucap Aurely penuh semangat.

“Aaammminnn..” ucap Santi

Namun sebelum ia melangkah.. ponsel di dalam tas kecilnya berdering.

Aurely mengabaikan dan terus melangkah ke kios. Namun dering ponselnya terus berbunyi berkali kali.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
aduh aduh ada yg kebakaran tapi bukan hutan, ada yg membara tapi bukan arang 😋 bolehnya iri, bolehnya kesal, bolehnya marah, bolehnya ngancam /NosePick//NosePick/
Siti Naimah
tantangan hidup Aurel masih berlanjut.semangat pantang menyerah Aurel.. buktikan bahwa kamu mau maju
Siti Naimah
Aurel biar bertambah pengalaman hidup.bahwa tidak semua orang seperti Bu wiwid.yg well come sama dirinya.bu Retno ibunya Rizky pribadi yg berbeda..semoga engkau lulus Aurel
Siti Naimah
ibunya Rizky Bu Retno kelihatan nya galak ya? semoga saja Aurel aman.
gak banyak drama2 yg bikin hatinya bertambah luka
Siti Naimah
penasaran banget deh...kok ada aja yang tahu kehidupan keluarga Aurel..
sampai2 ada yg dapat foto ayah Aurel pas lagi bekerja? kayaknya niat banget deh ngepoin keluarga Aurel
Siti Naimah
itulah Aurel.. biarpun hidup di desa namanya peluang untuk maju tetep saja ada.makanya harus ikhtiar dan selalu optimis 💪
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
pokok e ttp smgt mbk yu
optimis bahwa kmu bisa
suatu saat pasti menang dan karya mu jdi luar biasa
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ahhhh tepat sasaran deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahahahha hayo mulai deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha tetbawa juga hadeh rel knp suka kali gyu dikit2 mewek sih jd lebih kuat napa
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahh saiapa itu
Ranti Calvin
👍
Siti Naimah
nha..Aurel sekarang kamu dapat ilmu kan?tentang kisah hidupnya Bu Wiwid.
juga.. dapat pelajaran juga dari elang dan elin..kamu tidak sendirian...karena terlalu lama di zona nyaman🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tuuh kan... ceu @Ai Emy Ningrum bener kan.. 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha ada apa cari2 pemilik
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ehh .. ngaku juga
dan hebat aurel
harus lebih kuat dong rel
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hayao siala tuhh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
wehh lucu ini orng dia di bantu mlh ngejek pula hadeh dasar org muna wis angel
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
healah sastro2 kok ya segituya
tp tak apa ya pak bas slow aja spa tau nnti dpt yg lebih gede lagi rezekinya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
heheh mulut orang mah suka gtu rel
harus kuat dan tahan banting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!