My Sweet Husband Season 1 dan 2
Season 2
Tentang Rafa anak dari Zhafran dan Raisya yang memiliki seorang gadis cantik yang dicintainya dari kecil hingga dewasa. Apakah Cinta Rafa dan Shila akan terus berlanjut atau sebaliknya?
Awalnya ini adalah sebuah karya yang berjudul My Little Husband kemudian diganti menjadi My Sweet Husband.
Season 1
Ini adalah kisah tentang Zhafran lelaki yang baru berusia 21tahun yang menikahi Raisya wanita yang berusia 26 tahun hanya karena sebuah alasan yang klise menurut mereka. Tapi Zhafran yang sudah lebih dahulu jatuh cinta pada Raisya tidak menolak alasan tersebut.
Bagai mana kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pregnant
Pagi ini Raisya di bangunkan oleh suara Zhafran yang muntah di dalam kamar mandi. Raisya langsung bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi.
Ia langsung mengusap tengkuk Zhafran untuk meredakan muntah nya.
Setelah mencuci wajah dan mulutnya Zhafran yang dibantu Raisya berjalan ke tempat tidur. Zhafran mendudukkan dirinya disana.
"Kita ke dokter ya," pinta Raisya yang tidak tega melihat Zhafran yang terus menerus muntah seperti ini.
"Gak usah yank, mungkin ini karena asam lambung aku aja yang naik. Kemarin kan juga udah minum obat," Zhafran menolak ajakan Raisya. ia sangat malas untuk ke rumah sakit.
"Tapi kamu gak berenti berenti muntahnya. Ntar kalo parah gimana, kita ke dokter aja ya?" bujuk Raisya lagi tidak mau kalah.
"Aku gak mau ke dokter yank!" Zhafran menjawab dengan manjanya. Lalu memeluk Raisya dengan erat.
"Ya udah, terserah kamu aja deh, kamu ke kantor gak hari ini?" jawab Raisya pasrah dengan Zhafran yang keras kepala ini.
"Iya!" jawab Zhafran singkat mengendus leher Raisya membuat yang punya tubuh menggelinjing kegelian.
"Zhafran geli!" pinta Raisya. menahan nafas.
"Tapi aku suka kayak gini," Zhafran menolak untuk berhenti mengendus aroma Raisya.
"Oke.., Tapi kamu masih sakit, gak usah ke kantor dulu ya," bujuk Raisya. Ia tidak mau kalau nanti Zhafran ke kantor dia akan muntah muntah lagi.
"Enggak, aku mau ke kantor aja," kekeuh Zhafran. Raisya terpaksa mengiyakan saja, dari pada nanti dia menolak ntar Zhafran nya menangis lagi. Nggak deh.
***
Kini di meja makan Zhafran kembali tidak sarapan. karena ia mencium bau nasi goreng dengan udang membuat perut nya kembali bergejolak. Padahal sebelumnya ia sangat suka dengan nasi goreng udang bikinan bi Lastri.
Tapi kini setiap mencium bau udang ia sudah muntah terlebih dahulu sama seperti kemarin dan juga pagi ini. Jadi lah ia sarapan hanya dengan buah saja.
***
Zhafran dan Raisya membawa mobil sendiri. Zhafran kini tidak lagi membawa motor karena di larang oleh Raisya, karena kondisi tubuhnya yang kurang fit takut nanti terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Mobil Zhafran terlebih dahulu di depan dan di ikuti oleh Raisya di belakang.
***
Zhafran berjalan terlebih dahulu didepan dengan menggunakan masker, karena ia tidak tahan dengan bau parfum yang bercampur di kantor. Tapi walaupun ia sudah memakai masker ia tetap merasa sangat mual.
Sekuat tenaga ia mencoba untuk menahan gejolak di perutnya, sampai akhirnya ia tidak tahan lagi dan berlari menuju ke toilet yang ada di lantai ruangan Raisya berada.
Di sana ia memuntahkan kembali buah yang tadi pagi ia makan.
Raisya yang sedari tadi mengikutinya di belakang langsung menyusulnya. Bahkan kini ia tidak peduli dengan para karyawan yang menatapnya penuh tanya berlari menuju ke toilet tempat Zhafran muntah.
Biar kan saja. pikir nya.
Fina yang ikut melihat Raisya berlari pun juga ikut berlari langsung menyusul ke toilet.
Saat ini Zhafran sudah keluar dari toilet di bantu oleh Raisya yang memegangnya, agar tidak tumbang.
"Pak bos kenapa," Fina bertanya dengan nada cemas, melihat atasannya itu keluar toilet dengan lemas, lesu, lunglai. Lengkap sudah penderitaan mu mas Zhafran.
"Gak tau juga nih, dari kemarin muntah muntah terus," Raisya membawa Zhafran masuk ke dalam ruangan nya. Ia mendudukkan Zhafran di sofa yang ada disana. sedangkan Fina berdiri di depannya memperhatikan ke dua sejoli itu.
"Muntah muntah gimana maksud Lo?" Fina bertambah cemas saja melihat Zhafran yang pucat. Zhafran hanya diam saja memeluk Raisya dari samping. mengacuhkan para karyawan yang berlalu lalang di sana menatap mereka heran.
~*Pak bos kenapa ya, sakit?
Kok muntah muntah.
~Pak bos kok dekat banget sama Bu Raisya.
~Apa mereka ada hubungan? mereka pacaran ya?
~Kok pakai peluk gitu?
~Cocok aja sih mereka berdua, yang satu cantik yang satu ganteng..
~Yah patah hati dong kita*.
Itu lah yang ada di dalam hati para karyawan saat ini tapi mereka tidak bisa mengeluarkan suara. Lebih baik diam, cari aman nyari kerjaan sekarang susah. begitu pikir mereka.
"Gak tau, dari kemarin muntah terus....," lalu Raisya menceritakan tentang Zhafran yang membuat Rasya bergitar sepanjang hari kemarin, Menggaruk badannya. Hingga makan mangga muda dengan lahapnya.
dan menangis seperti anak kecil.
Fina yang mendengar hal itu hanya melongo, setelah itu ia langsung tertawa. Ia seperti bisa membayangkan bagaimana wajah Rasya saat itu, bagaimana lelaki itu memberengut kesal dan menggaruk garuk badannya. Pasti sangat lucu. pikir nya.
Ia terbahak-bahak menyipitkan matanya hingga berair. Para karyawan yang ada di sana hanya menatap Fina aneh. mau bertanya pun takut.
"Bapak kayak orang ngidam tau gak pak," celetuk Fina spontan di sela tawanya, ia masih memegangi perutnya.
Zhafran yang mendengar hal itu langsung mendongak kearah Fina. membuat Fina bingung, lalu Zhafran menatap Raisya yang juga terdiam.
"Kapan kamu terakhir datang bulan yank?" tanya Zhafran langsung. Raisya terlihat berfikir sejenak.
"Seminggu sebelum kita nikah, waktu pulang joging," jelas Raisya menjawab polos.
"Nah kan benar apa gue kata," celetuk Fina langsung bersemangat mendengar jawaban Raisya.
"Kita ke dokter ya?" Zhafran menjawab tidak kalah antusias nya, sedangkan Raisya hanya diam.
"Ayo kita ke dokter yank, kita periksa kamu hamil atau enggak," pinta Zhafran lagi semangat.
"Tapi ini masih jam kerja!" saut Raisya bingung menjawabnya apa.
"Gak apa-apa, kamu izin aja, aku jamin pasti di izinin. Kan suami kamu yang punya kantor ini," jelas Zhafran dengan sedikit sombong.
"Ya udah, kalian pergi sekarang aja gih, kalian cek bener apa enggak gue mau punya ponakan, ntar langsung kasih tau ya," suruh Fina bersemangat, Zhafran hanya mengangguk bersemangat.
"Ayok yank," ajak Zhafran berdiri. Hilang sudah lemas lesu lunglai tadi berganti dengan semangat empat lima. Ia langsung menggandeng tangan Raisya berjalan melewati para karyawan nya yang sudah sangat penasaran dengan hubungan di antara mereka. Raisya yang diperlakukan seperti hanya diam dan tersenyum melihat Zhafran yang sangat antusias mendengar ia hamil.
****
Di dalam mobil Zhafran tidak henti hentinya tersenyum, setelah kembali dari dokter tadi.
Raisya di nyatakan sedang hamil tiga Minggu.
Dan kini Zhafran lah yang menanggung beban ngidam dan morning sicknes.
"Kamu ada pengen apa gitu yank?" Zhafran bertanya pada Raisya yang duduk di samping nya. Iya mereka pergi ke dokter mengunakan mobil Zhafran karena lelaki itu melarang istrinya untuk membawa mobil sendiri dengan alasan kalau Raisya beneran hamil nanti akan membuat nya kecapean. Dan ternyata benar bahwa istri nya saat ini sedang hamil.
"Enggak," jawab Raisya singkat. Karena jujur memang ia tidak menginginkan apapun saat ini. Tapi tidak tau bagaimana dengan Zhafran.
"Tapi kok aku pengen makan gulali ya," Zhafran bertanya kepada diri nya sendiri dan juga Raisya. Tuh kan bener, dia yang pengen.
"Kamu ngidam lagi?" tanya Raisya melirik Zhafran yang sedang membawa mobil.
"Iya kayaknya nih, pengen banget makan gulali, sama kayak pengen mangga muda kemarin," Zhafran sudah membayangkan bagaimana ia akan memakan gulali manis itu, membuat liur nya menetes.
"Ya udah, kita ke supermarket sekarang," ajak Raisya.
"Ayo!" Zhafran membawa mobilnya dengan semangat yang membuat Raisya tersenyum geli. Ternyata perubahan sikap Zhafran kemarin karena bawaan dari bayi mereka. Raisya masih tidak percaya bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu, dari anak pria yang kini di cintainya.
****
Zhafran berjalan ceria masuk ke dalam kantor walaupun masih menggunakan masker. Ia membawa kantong plastik besar yang berisi gulali berbagai macam bentuk untuk ia bagikan pada karyawannya dan juga untuk dirinya sendiri.
Saat mereka pergi ke supermarket tadi Zhafran langsung memborong semua gulali yang tersedia di sana sampai pegawai di sana pun melirik bingung.
Sedangkan Raisya ia tidak bisa menghentikan keinginan suami nya itu yang didasari oleh ngidam.
Kini semua orang di kantor memakan gulali yang diberikan oleh bos besar mereka itu, atas dasar apa si bos memberikan mereka juga tidak tahu.
.
.
.
.
.
Like dan vote setelah membaca ya...😘😘😘
novel kepingcut cwe dewasa
Mampir juga ya kak di karya terbaru ku, ceritanya ringan, fresh banget, dan banyak visualnya juga loh kah.
Terima kasih kak:)
tetap smgt y thor..
ditunggu lo kelanjutannya😁
eh iya bom like semua bab+ rate5 + favo❤ telah mendarat y
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
gila idemu thor😂😂😂