Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Malam ini Luella menemui Edric di salah satu restoran di kota tersebut. Luella datang dengan menggunakan dress hitam selutut kemudian dengan rambut di jedai, yang memperlihatkan lehernya yang jenjang.
Luella menuju meja dimana Edric sudah menunggunya. Dengan langkah anggun, dia mendekati meja tersebut.
“Selamat malam Pak Edric” Sapa Luella dengan tenang.
“Malam Luella, silahkan duduk” ucap Edric.
Tatapan pria itu sudah berbeda dari tatapan sebelumnya, lebih tepatnya 1 tahun yang lalu. Saat rasa benci itu menguasi pikiran pria tersebut.
Luella duduk di hadapan Edric. Matanya menatap mata Edric dengan tatapan yang tidak berubah seperti tahun lalu, tatapan dengan disertai rasa takut.
“Apa kabar Luella?” tanya Edric dengan lembut.
“Saya baik, Pak. Pak Edric apa kabar?” tanya Luella.
“Same as you. Sudah lama kerja di kantor Pak Cal?”
“Baru tiga tahun Pak. Pak Edric perlu tambahan sesuatu untuk design saya?”
“Tidak, saya tidak ada masalah dengan design kamu”
“Baik Pak”
“Sebenarnya tujuan saya dinner sama kamu, karena saya ingin minta maaf untuk sikap saya waktu itu. Saya tahu kamu hanya korban Ibu kamu” jelas Edric.
Mata Luella berkaca-kaca. Edric berhasil menyentuh sisi sensitifnya. Karena yang mmebuat Luella hancur selama ini adalah pernikahan paksa tersebut, dan sikap Edric kepadanya.
“Saya sudah berdamai dengan masa lalu Pak. Saya bisa memaklumi itu, karena itu merupakan ketidak tahuan Pak Edric. Jadi Pak Edric tidak perlu meminta maaf, ini bukan salah Pak Edric” jawab Luella.
“Meskipun begitu, tidak seharusnya saya bersikap buruk saat itu. Saya minta maaf Luella, saya juga tidak tahu kalau kamu anak tiri dan kamu di paksa melakukan ini sebelumnya. Kalau saya tahu dari awal, saya tidak akan memperlakukan kamu dengan buruk dan saya tidak akan menceraikan kamu”
DEG!
Jantung Luella berdetak begitu kencang saat mendengar penjelasan Edric. Luella yang sejak dulu memang tidak pernah mendapat kasih sayang kecuali dari Henry, dan ketika mendengar Edric mengatakan hal yang jujur, itu mmebuat Luella merasa sesak.
Luella berfikir kenapa dunia tidak pernah berpihak kepadanya, Luella memang merasa lega karena mendengar kejujuran Edric. Tapi menurut Luella, itu semua sudah terlambat.
Nasi telah menjadi bubur, Luella sudah menjadi janda, Luella juga telah melewati hari yang sulit. Dimana seharusnya dia mendapat perlindungan dari orangtuanya, namun sedikitpun Luella tidak mendapatkan perlindungan itu.
Luella berjuang sendiri melawan ketidak adilan. Hingga Luella bisa berdiri di titik sekarang, tanpa uluran tangan dari siapapun.
“Luella?” panggil Edric dengan lembut.
“Pak Edric, terimakasih untuk kejujurannya. Itu membuat saya merasa lega sekarang. Setidaknya salah paham diantara kita sudah selesai Pak”
“Kamu benar Luella. Dan saya kembali untuk menebus semua kesalahan saya. Karena saya, kamu begitu menderita di luar sana”
“Pak Edric tidak perlu melakukan ini. Saya baik-baik saja”
“Luella, saya tahu kamu mengatakan ini untuk membuat saya tenang. Tapi sebelum hari ini, saya sudah mencari tahu kebenaran tentang kamu”
Luella hanya bisa menahan nafasnya, dia tidak benci mantan suaminya. Luella hanya berfikir ini semua sudah terlambat, dan dengan tujuan Edric, Luella semakin dibuat tidak mengerti. Namun Luella akan tetap menghargai niat baik Edric.
“Baik Pak” jawab Luella
“Terimakasih Luella”
“Sama-sama Pak”
“Permisi Pak, Bu. Bisa kami sajikan hidangannya?” ucap salah seorang karyawan restoran.
“Silahkan” jawab Edric.
Luella seakan tidak berani membalas tatapan Edric, Luella merasa salah tingkah namun Luella mampu menyembunyikannya dengan baik.
Semantara Edric, seperti dibutakan oleh pesona Luella, istri yang dulu ia sia-siakan.
Edric bahkan tidak bisa menghindari wajah Luella, begitu cantik, anggun dan sangat menarik. Entah apa yang membutakan Edric saat itu, sampai ia tidak bisa melihat wanita cantik berdiri di hadapannya.
Dan kali ini Edric bukan hanya ingin menebus kesalahannya, Edric ingin mendapatkan Luella untuk yang kedua kalinya namun dengan jalan yang benar, bukan karena paksaan atau janji yang dibuat orangtuanya.