Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
" sangat serasi cantik dan ganteng" ujar Tante rose kepada Kiara dan Bryan yang sedang di depan cermin
" Kamu beruntung Lo Bry, memiliki istri cantik mulus begini" sambung nya kemudian
" Iya Tante, tapi kiranya yang kasihan karena memiliki suami seperti saya " ujar Bryan kepada rose yang membuat Astrid tertawa
" Hahah haha ngak ngak , kedua dua nya beruntung" ujar Rose kemudian
Setelah berbasa basi Bryan kembali ke kantornya dan Kiara menuju kediaman nya bersama Astrid .
***
" Halooo sepupu lama sudah tidak bertemu " Bryan di kejutkan oleh Alex yang tengah duduk di ruang tunggu
" Sekretaris dan asisten mu memiliki attitude yang jelek, saya di larang mereka untuk menunggu mu di dalam . Saya kan bukan pencuri yang akan mengambil barang berharga yang ada di ruangan mu " sambung alex yang masih di dengarkan oleh Bryan
" Maaf, itu memang perintah saya tidak ada yang biasa memasuki ruangan saya tanpa izin dari pemiliknya, kamu tahu sendiri siapa pemilik nya bukan?" Ujar Bryan tersenyum kecut
" Hmm baiklah, sekarang kau sudah datang, tidak kah kau ingin membawa saya ke dalam ruangan itu " tunjuk Alex ke ruangan kerja Bryan
" Mari jika kamu mau " Bryan mendahului langkah kaki nya Alex
" Wah wah tidak banyak yang berubah di ruangan ini, masih sama seperti dulu hmmm" Alex mengedarkan pandangan nya ke keliling ruangan Tersebut
" Tentu Mana mungkin ada yang berubah kecuali kemajuan yang pesat di perusahan ini " jawab Bryan tidak terlalu respect dengan kehadiran nya Alex
"Hmmmm kau sungguh menikmati semua ini YoBryan meskipun kau tahu saya juga berhak untuk itu " ujar Alex dengan masih melihat sekeliling ruangan
" Apa kau lupa Alex jika kakek telah membaginya? Lagi pula perusahaan ini sudah sangat maju sekarang. Sekarang giliran kamu untuk memajukan perusahaan yang kamu peroleh dari kakek. Kamu ini sangat aneh malah tertarik dengan perusahaan yang saya pegang, tapi perusahaan milik kalian sendiri kenapa tidak diurus dan di majukan hingga berjaya" ujar Bryan kepada Alex
" Kamu menghina saya Bryan " ujar Alex tidak terima dengan ucapan Bryan
" Apa guna nya untuk kami perusahaan kecil bahkan jauh di bawah cabang Wijaya grup " ujar Alex membanding kan apa yang dia punya Dengan milik Bryan
" Seperti nya kau perlu di ingatkan kembali Alex . Apa kau lupa jika kau dan om Beni lah yang meminta perusahaan yang kalian kelola sekarang. Dangan alasan pada saat itu perusahaan tersebut melejit pesat namun tidak dengan perusahaan ini sekarang yang sedang dalam masalah tapi kalian berdua meminta perusahaan yang kalian pimpin sekarang " ujar Bryan mengingat kan sepupunya atas kejadian beberapa tahun yang lalu
" Ya meskipun masalah perusahaan ini direncanakan oleh kakek bukan? Alias Masalah rekayasa " Jawab alex
" Kalian sangat licik " sambungan Alex kemudian
" hmmm kata itu sangat cocok untuk kamu dan papa mu Alex. Bukan salah saya dan papa saya jika kami mau menerima perusahaan ini saat itu Kakek bilang jika perusahaan dan semua cabang nya hampir bangkrut. Sedangkan kalian , kalian berdua tidak mau tahu dengan kondisi perusahaan ini waktu itu meskipun hanya rekayasa. Yang kalian tahu hanya lah perusak yang maju yang kalian pegang saat ini . Ketika kalian tahu jika ternyata masalah nya hanya rekayasa kalian ingin merebut paksa apa yang telah menjadi hal kami , apa itu bukan licik?" Ujar Bryan dengan tegas kepada Alex
" Alah saya tidak peduli lagi dengan hal tersebut, yang saya mau sebagian saham perusahaan ini menjadi milik kami, apa hal tersebut sangat berat bagi kalian?" Ujar Alex tidak tahu malu
" Kau masih mengingat arah pintu keluar bukan? Pergilah dari sini sekarang juga sebelum saya panggil security, cepat " ujar Bryan karena sudah terlalu malas melayani saudara yang serakah atas harta dan kekayaan
" Beraninya kau mengusir saya "
" Kenapa saya tidak berani? Siapa kamu ? Dan yah ini perusahaan saya , saya berhak mengusir siapa saja yang saya mau, keluar lah " Teriak Bryan yang pada akhir nya di dengar oleh Alex yang melangkah kan kaki nya menuju pintu
" Kau akan mengalami hal lebih dari ini, tunggu dan nantilah " ujar Alex sebelum benar benar keluar dari ruangan tersebut
Bryan menghirup dan melepas kan nafas kasar lalu mendudukkan bokong nya di kursi kebesaran nya
" Kenapa dia harus kembali lagi pembuat onar ' ujar Bryan sambil memejamkan mata nya . Namun seketika bayangan Kiara memakai gaun pengantin putih malah bergoyang goyang di depan mata Bryan
" Kenapa ada Kiara di dalam ingatan saya " ujar Bryan memejamkan matanya kembali sambil meninju ninji kening nya . Kali ini bukan Wajah Kiara yang ada di pikiran nya melainkan bayangan punggung mulus milik Kiara
" Auuu kenapa saya semesum ini? Aaaaa" Bryan berdiri lalu berjalan menuju balkon ruangan nya sambil memegang ponsel di tangan nya
" Kenapa saya kepikiran terus dengan Kiara ya? Apa saya hubungi saja dia?" Bryan galau dengan pikiranya sendiri
" Apa nanti dia tidak kegeeran ?" Sambung nya kemudian
" Aahh masa bodoh dari pada saya mati penasaran lebih baik berkirim pesan " Bryan memutuskan untuk mengirim pesan kepada Kiara
[ Halo ki, apa kamu sudah sampai rumah] klik terkirim namun belum di baca
" Apa itu tidak terlalu berlebihan" ujar Bryan Mamandang pesan yang sudah terkirim
" Kenapa ngak di baca? Apa sesibuk itu?" Sambung nya dengan mata fokus ke mata
" Yess biru bertanda sudah di baca " ada kebahagiaan yang tergambar di wajahnya Bryan karena pesan nya di baca oleh Kiara
Namun sayang satu detik dua detik bahkan dia menit kemudian belum ada balasan dari Kiara itu membuat Bryan sedikit kecewa
" Apa susah nya membalas pesan saya? Apa jangan jangan sekarang dia jual mahal " Bryan berbicara sendiri
" Heiiii kenapa kau tidak membalas pesan saya? " Teriak Bryan ke ponsel nya sendiri
" Kau mengirim pesan kepada siapa?" Ujar suara yang ada di belakang Bryan
" Kau ?" Dengan cepat Bryan membalikan badan nya seperti ketahuan maling Bryan sedikit malu
" Ha' siapa yang tidak membalas pesan mu?" Ujar bara yang baru saja sampai di ruangan Bryan
" Tidak ada, lagi pula apa kau tidak bisa mengetuk terlebih dahulu sebelum masuk " jawab Bryan mengalihkan pembicaraan karena ia akan sangat malu jika Bara mengetahui yang sebenarnya terjadi
" Ckk aku sudah mengetuk tapi tidak ada respon ternyata kau terlalu sibuk dengan pikiran dan berbicara sendiri kepada ponsel mu itu " jawab Bara menunjuk ponsel yang ada di tangan Bryan
" Hmmm apa kau tahu Alex baru saja datang kemari dengan songong nya dia meminta saham BAW grup " ujar Bryan kepada Bara
" Hmm aku bertemu dengan nya di bawah , dak sempat mengancam akan merebut semua ini dari kita hahaah " Ujar bara menggeleng kan kepala
" Dia gila "
" Hmmmm yah kita harus waspada dengan apa yang akan mereka lakukan. Kita sama sama ragu jika mereka begitu licik dan cerdik " jawab Bara
" Ya tentu kita harus....."
Ting bunyi pesan masuk ke ponsel Bryan dengan cepat Bryan mengambil ponsel nya dan tidak melanjutkan pembicaraannya dan ini membuat bara bingung karena tidak biasanya Bryan seperti ini
[Maaf baru balas, karena Alana pup ]
[ Aku dan mama sudah sampai rumah dari tadi ] pesan dari Kiara yang membuat Bryan tersenyum dan itu terlihat jelas oleh bara yang sedang mengernyitkan matanya
[Ooh oke , Alana mana] balas Bryan kemudian
[Picture Alana ]
[Ini putri ku yang cantik] Kiara mengirim photo Alana yang sedang tidur cantik
[Oo oke jangan lupa makan siang ] klik terkirim
" Kenapa kau malah bahagia ketika di ancam oleh Alex? Apa kau sedang berkirim pesan dengan Kaka ipar sehingga kamu bahagia seperti ini?" Ujar Bara membuat Bryan salah Tingkah dan meletakkan ponselnya
" Iya , ehh tidak aku sedang..."
" Ya ya ya lanjutkan lah , saya hanya ingin bertanya kepada pak CEO , dimanakah ruangan saya? Karena mulai besok saya akan membantu anda di kantor ini, karena jika saya satu ruangan dengan anda seperti nya anda akan sedikit terganggu oleh kehadiran saya " uajr Bara dengan ekspresi meledek Bryan
" Kau..."
" Hehehe aku hanya bercanda mas wkwkkw aku akan ke ruangan Andre dan secepatnya siapkan ruang untuk ku " teriak Bara sebelum menutup pintu
[Ini sudah hampir sore, memang nya mas belum makan siang] pesan Kiara yang membuat Bryan semakin senyum senyum tidak menentu