seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Gea segera menutup tubuhnya dengan selimut tebal. Suga yang terusik akibat pergerakan Gea akhirnya membuka mata.
"Eemm kenapa aku teriak pagi-pagi begini" Ucap suga sambil mengucek ngucek matanya.
"Kenapa kita bertelan*jang badan seperti ini dan kita... " Ucap gea sambil mengingat kejadian tadi malam.
Setelah ingat seketika tubuhnya merosot ke samping kasur dengan merutuki dirinya sendiri.
"Bodoh sekali kau Gea, kenapa kau murahan sekali" Ucap Gea pelan namun suga masih bisa mendengar nya.
"Kau tak apa? "ucap suga Beranjak menghampiri Gea.
"Jangan bergerak, stop di situ, aku akan ke kamar mandi" Ucap Gea sambil berdiri dan mengambil pakaian nya yang berserakan di lantai dan langsung berlari ke arah kamar mandi dengan tubuh yang masih terlilit selimut tebal.
Suga yang melihat nya tertawa kecil karena merasa gemas.
Sudah 30 menit berlalu namun Gea masih berada di kamar mandi, ia bingung harus bagaimana atas tindakan nya semalam.
Akhirnya suga menyusul ke kamar mandi karena kwatir dengan Gea.
Tok tok tok
"Gea apa kau baik baik saja di dalam? " Ucap suga dari luar kamar mandi.
Gea membuka sedikit pintu kamar mandi.
"Tak apa aku hanya... " Belum selesai ia bicara, pintu kamar mandi di buka lebar oleh suga dan ia langsung memeluk Gea dengan erat.
"Maafkan aku, seharusnya aku bisa menahan nya" Kata suga penuh dengan keyakinan.
"Eemmm seharusnya aku yang meminta maaf, aku terlalu bodoh saat mabuk" Jawab Gea.
Spontan suga melepas pelukannya namun ia memegang kedua bahu Gea.
"Kau pasti lapar, ayo makan bersama, aku sudah memesan beberapa menu kesukaanmu" Ajak suga.
Gea hanya mengangguk kan Kepala nya.
Di meja makan sudah tersedia beberapa menu dan itu sangat menggugah selera makan Gea, sudah lama ia tak makan makanan kesukaannya itu.
"Terimakasih" Ucap Gea sambil menyodorkan nasi di atas piring untuk suga.
"Untuk apa? " Tanya suga.
"Untuk semuanya, bahkan kau masih mengingat makanan kesukaanku" Ucap Gea dengan menundukkan kepalanya.
"Aku tak akan pernah lupa dan tak akan pernah melupakan mu Gea" Ucap suga yang mampu membuat Gea berdebar debar.
Sungguh Gea rasanya ingin terbang di antara bunga-bunga, ia kira suga akan mencari pengganti Gea dan melupakan nya begitu saja ternyata tidak.
Setelah selesai makan suga mengantar Gea ke rumah sakit .
Sesampainya di rumah sakit, Gea sangat senang ibunya sudah sadar.
"mamaaaa... " Teriak Gea sambil berlari ke arah mamanya dan memeluknya erat.
"Maafkan mamaa yang sudah membuatmu khawatir Gea" Jawab hana dengan lemah.
"Tak apa ma, yang penting mama sudah membaik, jangan sakit sakit lagi ya" Ucap Gea.
"Apakah itu suga? " Tanya hana.
"Selamat pagi tante, bagaimana keadaan tante sekarang" Ucap suga.
"Sudah membaik nak, kata daddynya Gea, kamu yang sudah membawa tante ke sini, terimakasih ya nak" Ucap hana.
"Sudah sewajarnya saya membantu sesama tante, eemm kalau boleh saya permisi pamit, karena harus melapor ke kantor" Ucap suga dengan penuh rasa hormat.
"Baiklah, Hati-hati di jalan nak" Jawab hana.
" Baik tante, saya permisi om, Gea" Ucap suga sambil menunduk dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
"Dia tak berubah dari dulu ya " Ucap hana mengggoda anak gadisnya.
"Apa sih ma.. " Jawab Gea dengan malu malu kucing.
"Apa dia memang sesibuk itu dengan pekerjaannya? " Tanya hana.
"Dia seorang kapten yang di tugaskan untuk menjinakkan bom, selama tak ada tugas ia hanya melapor setiap harinya " Jelas Gea.
"Apa dia masih menjadi kekasih mu nak" Sahut tuan gerald.
Tuan gerald memang tak tahu dengan kisah cinta putrinya karena ia sering pergi keluar negeri. Tapi ia selalu mendukung keinginan putrinya asal tak melewati batas.
"Eemmm " Gea tak bisa menjawab karena hubungannya dengan suga masih belum jelas ke arah mana.
"mama harap dia bisa menjagamu nak, mama dan daddymu semakin tua, kami juga ingin segera menimang cucu dari mu tapi kami juga tak memaksa karena kamu yang menjalani sayang" Nasehat hana.
"Aku mengerti ma" Jawab Gea dengan pelan.
Beberapa hari berlalu hana sudah di perbolehkan pulang namun masih harus menjalani berobat jalan untuk memastikan kesehatan nya benar-benar pulih.
Gea juga sudah masuk ke kampus lagi, jujur saja ia sangat merindukan suasana kampus dan juga makanan di kantin.
"Aahh Gea !! aku sangat merindukan mu" Ucap yoona dengan gembiranya.
"Semoga sajaa kejadian kemarin tak terulang, jujur aku masih takut" Jawab Gea.
"Kali ini kau harus tetap bersamaku selama dikampus okay" Ucap yoona dengan penuh semangat.
"Siap boss" Jawab Gea.
Tiba-tiba dari belakang hyunjin langsung duduk di sebelah Gea.
"Hey hey hyunjin-ah bukankah tempat dudukmu di belakang sana hah" Teriak yoona.
"Kau berisik sekali yoona, kelasmu bukan di sini" Jawab hyunjin.
Gea Hanya tertawa melihat kedua orang itu selalu bertengkar jika bertemu.
"Kalau suka ngomong aja " Goda Gea.
"Aku??, suka dengan bocah tengik ini,, hah yang benar saja Gea, dekat-dekat dengannya saja aku tak sudi" Jawab yoona dengan lantang.
"Lebih baik kau pergi ,sebentar lagi kelas akan di mulai"ucap hyunjin mengUsir yoona.
Yoona segera melihat jam, ia terkejut karena kelas pertama di jurusannya sudah mulai.
" OH MY GODDD, BYE gea" Ucap yoona dengan lantang segera berlari menuju kelasnya.
Selama pelajaran nya hyunjin hanya memperhatikan raut wajahnya Gea, sesekali ia memandangnya dengan intens. Hingga akhirnya ia di sadarkan oleh teriakan dosen yang mengajar di depan.
"HYUNJIN-AAHHHH kalau ingin melamun silahkan tinggalkan kelas" Ucap dosen itu.
"Maaf Pak" Ucap hyunjin yang mengalihkan pandangan nya ke buku yang berada di depannya.
Gea menoleh ke kanan ke kiri karena heran sebenarnya hyunjin sedang melihat apa sampai seperti itu, tak biasanya begitu.
Setelah kelas selesai semua mahasiswa berhamburan keluar tersisa Gea dan hyunjin di dalam kelas, saat itu juga Gea menghampiri hyunjin.
"Yakk hyunjin-ahh , ada apa denganmu hari ini? " Tanya Gea mendekati hyunjin yang berpura-pura tidur dengan posisi merebahkan kepalanya di meja.
Di saat itu juga hyunjin bangun dan mendekati tubuh Gea. Gea yang semakin memundurkan tubuhnya semakin takut akan perlakuan hyunjin, hingga langkahnya terhenti saat menabrak tembok di belakang nya.
Namun hyunjin semakin mendekat kearahnya hingga jarak keduanya hanya beberapa senti saja.
Wajah hyunjin semakin mendekat ke arah wajah Gea, gea semakin gugup .
Ttuuukk. ...
Hyunjin malah menjitak kening Gea, ternyata ia hanya menggoda Gea.
"Lihatlah wajahmu memerah seperti ceri, kau sedang berpikir apa hah" Ucap hyunjin dengan tertawa puas karna sudah mengerjai Gea dan berlari keluar kelas.
"Yak hyunjin-aahhh aaiisss dasar bedabah sialan, aauuww jantungku,,, menyebalkan sekali bocah tengiik itu, awas saja nanti jika bertemu... " Ucap Gea dengan rasa kesalnya yang berapi api..
.
.
.
.
.
.
.
.
.BERSAMBUNG!!!!