NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia, Johan kah

Setelah urusan selesai dengan mereka Seam mendapatkan informasi jika Serman dan Demon adalah orang suruhan dari Johan.

"Siapa Johan?" Tanya Javier yang sudah duduk bersandar pada mobil memejamkan matanya.

"Johan adalah tunangan dari Putri Elisa.. Dan dia juga pernah memiliki hubungan dengan Nyonya Nella waktu kuliah dulu, teman seangkatan tapi, karena suatu hal nyonya selalu memanggilnya senior, dulunya kakak kelas."

"Lalu?" Tanya Javier lagi.

"Dia mewarisi perusahaan asuransi di kota Utara dan mewariskan beberapa usaha di bidang kuliner milik nenek dan kakeknya."

Javier membuka matanya menatap keluar jendela.

"Cari penginapan, aku lapar." Seam melirik sopir yang langsung mengarah ke penginapan terdekat.

Hotel yang terkenal dengan pelayanan terbaik Javier memilih kamar yang luas dan membawa semua bawahannya kesana lalu Seam tak lupa membawa tas bekal dari nyonya nya.

"Tuan lupa makan siang, sial basi tidak ya?"

Javier yang sibuk sendiri Seam yang mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk menghangatkan semua masakan nyonya.

Untungnya Nyonya penuh persiapan lauknya sama sekali tak basi dan nasinya juga.

Hotel ini juga termasuk salah satu bisnis Nona Kanaya yang beda kota.

Seam tak bisa memanaskan lauknya, berakhir menghubungi manager hotel.

Di dapur sekarang.

Seam dan manager Thalia berdua memanaskan makanan milik Nyonya nya.

"Tuan Javier sudah menikah? Itu benar?" Bisiknya menatap Seam yang tak mau bicara banyak.

"Berisik! Kau membuat situasi ku kacau, suara mu itu!" Gemas Seam.

Thalia menjauh memundurkan dirinya selangkah. Seam menoleh menatap geli.

"Kau tidak waras?"

"Kau bilang aku mengganggu sekarang kau mengataiku gila."

Seketika keduanya sadar sedang ada dimana dan salah satu staf dapur menahan tawa melihat kedua asisten bos mereka saling berkelahi pendapat.

"Kau!"

"Yakkk!"

Segera pergi Seam dari sana membawa semua makanan yang sudah di hangatkan.

"Bawa itu!"

"Apa ini kau mengatai juga memerintahku!"

Masuk kedalam ruangan Javier bersama membawa makanan yang sudah di hangatkan juga menambahkan lauk takut jika kurang. Javier sudah menunggunya.

Thalia langsung pamit dan menutup pintu tanpa suara keras.

"Kau bicara apa?"

"Tidak ada Tuan, saya akan mengambil gambar kalo masakan nyonya anda makan."

Mengangguk Javier memperlihatkan ia memakannya dengan lahap.

Nella belum juga pulang, sebenarnya ia keluar dari matahari terbenam.

Tempat yang ia kunjungi adalah museum.

Merasa ponselnya bergetar Nella membukanya.

Keduanya berdiri di belakang Nella kurang dari lima langkah ke belakang.

Daman dan Shinta saling menghela nafasnya.

"Kau terus melaporkannya?"

"Iyaa aman... Kau juga kenapa? Tiba-tiba disini kau seharunya tak perlu menyusul!"

"Kau pikir aku mau mati cepat apa, matahari terbenam itu tidak akan kubiarkan kau membawanya keluar sendirian, aku bisa ikutan tewas karena kecerobohan mu lagi!"

Mendecih, Shinta Thu kalo Daman khawatir Nella akan mengulanginya lagi pula Shinta tak merasa ada niatan Nella akan kabur.

Kalo kemarin ia jelas curiga dan terus tak tenang sekarang sepertinya Nella akan tetap disini di sisi Tuannya, ada perubahan aneh dalam diri nyonya nya yang Shinta rasa cukup kuat tapi, tetap ragu-ragu.

Lorong yang jarang orang lalui dan Nella duduk sebentar untuk menghilangkan stresnya.

Seketika melihat Shinta dan Daman berdiri disana memanggil mereka, dengan isyarat tangannya.

"Duduk lah."

Shinta duduk dekat Nella dan Daman berjarak.

"Aku memakai model rambut berbeda seharian ini, lebih bagus bergelombang atau seperti ini Shinta ?"

Shinta melotot heran sedikit loading pikirannya, ini pertanyaan mudah jawabannya yang sesuka hati lah .

"Anda lebih nyaman yang mana Nyonya, saya tidak tahu karena seleranya ?"

Nella mengangguk.

"Menurutmu aku terlalu lama tak bekerja kalo aku kembali bekerja masih bisa tidak ya?"

"Memangnya nyonya mau bekerja lagi? Dimana?"

"Aku ingin sibuk saja sepertinya terlalu sering senggang membuatku bingung aku ingin sibuk tapi, Javier tak mengizinkanku."

"Nyonya anda bisa melakukan apapun dengan kekuasaan Tuan, Anda tinggal minta saja tapi, saya sarankan anda harus merayu hatinya dengan baik, saya tahu Nyonya dan Tuan sangat mencintai kan?"

Nella menatap keheranan.

"Ah, oh yaa kamu benar, iya ya." Shinta kaget karena Nella bingung dan jawaban ini seperti memaksa untuk mengiyakan saja, tidak mungkin mereka sudah satu ranjang tapi, tidak ada cinta padahal saling menikmati bahkan Nyonya menjalankan tugas istri dan menyiapkan makan dengan perasaan tulus, apa itu bukan cinta? Apa itu beda lagi?

"Saya tak terlalu paham dengan situasi anda tapi, saya rasa tak ada salahnya anda berdua bicara lebih baik dan Anda juga bisa membuat Tuan paham maksud anda."

Nella tersenyum tapi, itu canggung. Shinta tahu itu bukan senyuman puas, menyebalkan percintaan orang kaya ternyata sama ribetnya dengan rakyat biasa seperti Shinta.

Shinta sebenarnya benci dengan kisah cinta dirinya orang lain di sekitarnya atau kenyataan, hanya kisah cinta fiksi yang ia suka.

"Aku akan berjalan lagi lalu kita pulang."

Shinta mengangguk bangkit ikut Nella yang juga berdiri.

Berjalan Nella lebih dulu dan Shinta mengikutinya di belakang. Daman menepuk bahunya.

"Aku benci dengan ketidak jujurlah mereka, sebenarnya Tuan terlalu sering mengutarakan perasaan, itu baik tapi, nyonya dingin cuek, sebenarnya yang tidak cinta siapa atau hanya tipuan."

Jitakan di dahinya dari Daman.

"AW ssstt, Sakit idiot!"

Terkekeh kecil merasa jika ini menyenangkan.

"Kenapa kau pusing, hubungan mereka biar mereka jalani kenapa kau harus tau mereka saling mencintai atau tidak, bahkan berhubungan tanpa cinta, gilanya kau!"

"Lahh Gak gitu idiot! Kan aku cuman penasaran kenapa Nyonya tanya gitu kenapa gak tanya langsung ke suaminya, berartikan dia udah mentok banget gak bisa negosiasi Ama suaminya berakhir curhat ama aku, Paham!"

"Enggak dan akutidak mau paham maksudmu ya, sana kejar, nyonya hilang lagi kau tumbalnya ke Tuan!"

"Yeuh Kau itu ku tumbalkan, sialan juga!" Mengejek Nella juga Shinta tapi, saat sampai didekat Nella yang mau menuruni tangga pemandangan yang tidak akan pernah mereka temui, kini mereka berdua melihatnya.

"Sialan!" Desisi Daman.

"Tarik nyonya dan ajak pulang apapun alasannya jangan mengajak keluarga kerajaan bicara!" Peringatan Daman pada Shinta yang langsung bergegas setelah Daman selesai bicara tanpa babibu lagi.

"Permisi, maaf Tuan Pangeran.... Ehm Nyonya mari kita harus pulang." Nella terdiam agak kaget kalo ia salah melangkah.

"Eh iyaa, ayo." Segera pergi dari sana Nella dan Shinta, Daman bergegas mengambil mobil.

"Nella!" Panggil pria tampan yang baru saja selesai di wawancara wartawan bahakan para pengawalnya pun terus menatap sinis.

"Nell!" Panggilnya lagi tapi salah satu pengawal juga asistennya berdiri menghalangi nya.

"Tuan, anda harus masuk mobil, tidak bisa anda memanggil warga sipil sembarangan." Peringatan pria itu saat ia menurut masuk dan duduk tenang dalam mobil dua pengawalnya juga masuk dan duduk di depan satu mengemudi satunya adalah asistennya.

"Kau merusak momenku."

"Maafkan saya Tuan, Anda harus tahu batasan anda dengan warga sipil tak seperti sebelumnya karena gelar pangeran hampir berada dekat dengan nama anda, Putri Elisa juga sangat tidak suka perempuan lain selain ibu anda."

"Lagi-lagi perempuan itu, aku benci membahasnya, ini hanya pernikahan politik dan bisnis yang jadi satu baru tunangan saja sudah banyak peraturannya."

Terkekeh asistennya.

"Sejak awal anda melangkah saya peringatkan sekarang anda mengoceh itu tak berguna Tuan, karena Nenek anda sudah menetapkan tanggal pernikahan anda dengan sangat putri."

Nella yang diam menatap keluar jendela memikirkan panggilan Shinta tadi.

"Kamu kenal Shin?" Tiba-tiba Nella bersuara bertanya.

"Iyaa Nyonya dia pangeran tunangan putri Elisa."

"Oh... Bener berarti tapi, kenapa dia kenal ya... Padahal orang yang dulu aku tahu dia udah meninggal."

Daman menoleh menatap Shinta yang menatap Daman juga, tatapan mereka berartikan, gimana sekarang? Sudah diam saja banyak bicara lebih cepat memperpendek umurmu! Sialan!

"Brengsek kau Daman!" Kesal Shinta Nella kaget karena teriakan Shinta.

"Kenapa Shinta?"

"Eh maaf Nyonya... Daman ini...

"Maaf Nyonya dia gak suka dimsum udang saya mau ajak dia nyicipin malah di katain."

Nella mengangguk.

Lempar tatapan sinisnya lagi. Shinta lebih konyol lagi ekspresinya saking jengkel.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!