lanjutan novel "CINTA YG SALAH"
hanya saja disini lebih banyak bercerita tentang kehidupan pernikahan roman dan
tania..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
Roman memberikan obat sakit kepala untuk istrinya, dan langsung diminum oleh Tania tanpa bertanya lagi..
"nanti kalo misalkan kamu hamil nggak kerja lagi kan? " membuka percakapan dengan Tania diatas ranjang ,sangat ingin tahu apakah istrinya akan berhenti bekerja saat mengetahui dirinya hamil, karena jika begitu ia tak perlu meminta Aditya untuk memecat sang istri
"tetap kerja lah A, nggak bisa aku main keluar begitu aja" menjawab seraya membaringkan badan di sisi suaminya
"oh" kandas sudah harapannya, jalan satu-satunya ia akan tetap memakai jasa Aditya juga johan untuk membantunya
"kenapa? " bertanya pada sang suami yang hanya mengeluarkan kata oh dari mulutnya
Roman malah tertawa aneh, membuat Tania mengernyit bingung
"udah tidur kamu " menghentikan tawa yang tiba-tiba keluar dari mulutnya seraya menepuk-nepuk punggung Tania yang berada di dekapannya, lalu diam-diam mengeluarkan ponsel dari saku celana pendeknya dan mengirimkan pesan pada Aditya dengan cepat agar tidak diketahui oleh sang istri yang mulai memejamkan mata
Selesai mengirim pesan pada Aditya Roman juga ikut tidur menyusul istrinya ke alam mimpi, meski mereka belum tentu akan bertemu di dalam mimpi, meninggalkan Aditya yang kini kelimpungan saat membaca pesan dari Roman
Aditya yang memang sudah berada di ranjang bersama istrinya gegas turun dan memilih keluar kamar.
diruang tamu Aditya menghubungi johan dan memintanya untuk segera membuat surat pemecatan terhadap Tania
"alasannya apa pak? " johan bertanya bingung, semalam ini bosnya menelepon dan memintanya untuk membuat surat PHK padahal ia juga mengantuk dan ingin tidur
"terserah kamu lah, saya nggak mau tahu yang jelas besok itu surat harus sudah ada " perintahnya yang memang tidak bisa dibantah oleh johan
"baik Pak" menuruti saja daripada dia harus mendengar omongan bosnya yang pasti akan terus memaksanya melakukan keinginan temannya sang dokter Roman yang memang sangat ingin istrinya untuk berhenti bekerja
"hem" mendehem saja tanpa memberikan ide apapun pada johan yang kini sedang pusing memikirkan alasan yang tepat untuk memecat Tania juga pusing karena harus menahan kantuk nya dan terpaksa dia mesti menunda untuk tidur karena harus menyelesaikan tugas dadakan dari bosnya itu
"tapi bapak besok masuk kantor kan? " bertanya memastikan karena akhir-akhir ini Aditya memang jarang masuk kantor sekaligus mencari teman untuk menghadapi Tania besok
"tergantung mood" memberikan jawaban yang sama seperti yang ia katakan pada Roman tempo hari
"udah jangan banyak tanya kamu kerjain tugas kamu sekarang dan saya mau melanjutkan tidur yang terganggu karena Roman " menutup ponsel tanpa ada kata perpisahan terlebih dulu
Dan kini Johan yang kelimpungan mengerjakan tugas yang ia dapat di malam hari sedang Aditya kembali naik keranjangnya dan membetulkan baju milik istrinya yang menyingkap dibagian dada setelah menyusui Daren,
Aditya menelusup kedalam selimut seraya memeluk tubuh Rianti yang tertidur lumayan pulas mungkin terlalu lelah mengurus dua anak juga suami yang terlihat sangat manja padanya..
****
Pagi hari Roman baru saja bangun ketika mendengar kesibukan istrinya di dapur
Roman menuju dapur dan mendapati sang istri sedang menata masakannya diatas meja dengan pakaian yang sudah sangat tapi menandakan istrinya itu akan pergi kekantor
"kamu masuk kerja? emang udah nggak pusing? " bertanya seraya duduk di kursi meja makan
"masih pusing sih sedikit, semoga aja nanti pusingnya hilang" kembali sibuk menyiapkan piring
"kamu kok belum siap-siap" meletakkan piring di depan sang suami
"jadwal aku siang" meminum teh yang baru saja di berikan Tania
"terus kamu mau dirumah aja sampai siang? " bertanya lagi
"yaiyalah nanti setelah anter kamu aku mau lanjut tidur lagi" menjawab santai
"kamu nggak boleh dirumah kalo nggak ada aku"
"loh biasanya juga aku dirumah kok kalo kamu pergi kerja" masih tidak mengerti
"iissh disini kan ada selfi, kamu nggak boleh berduaan nanti ada tragedi" berbisik di telinga suaminya mengutarakan kekhawatirannya apalagi dulu ia sering membaca novel yang menceritakan tentang suami yang berselingkuh dengan adik iparnya sendiri, ia tidak mau itu sampai terjadi, jadi sebisa mungkin ia mencegah suaminya untuk berduaan dengan selfi dirumah selama selfi belum mendapat pekerjaan
apalagi ia sangat tahu cara berpakaian selfi yang amat sangat kekurangan bahan seperti memancing lawan jenis untuk mendekat
"yaudah kalo gitu kamu berhenti kerja aja biar aku nggak berduaan sama selfi" mulai melancarkan aksi tawar menawar nya untuk membujuk Tania agar mengikuti keinginannya
"nggak" masih tetap tidak mau untuk berhenti bekerja
Roman menarik napas nya
"susah amat ya ngebajak permpuan buat diem dirumah aja juga" membatin dongkol
"yaudah aku mandi dulu" memilih untuk mandi mengikuti permintaan istrinya agar tidak dirumah saat sang istri tak ada
Tak berapa lama Roman sudah keluar kamar dan berpakaian rapi dengan tas berisi peralatan kerjanya
"aku nggak dikasih sarapan? " tanyanya ketika Tania mengajaknya untuk segera pergi sebelum selfi keluar kamar dengan pakaian tidur yang pasti kekurangan bahan juga
"nanti aja dimobil, aku suapin" menunjukkan kotak bekal untuk suaminya
"ini gue mesti ngungsi kemana coba" membatin seraya masuk kedalam mobil
Tania duduk di kursi penumpang dengan memangku kotak makanan yang ia siapkan sebelumnya
"kamu udah testpack belum?" mulai menjalankan mobilnya keluar dari halaman
"udah" menyuapkan sendok makan kemulut sang suami
"hasilnya gimana? " melihat Tania dengan antusias
"belum tahu, masih dikamar mandi aku lupa liat tadi " tersenyum kecil melihat suaminya bengong
"kamu taruh dimana emang, waktu mandi aku nggak liat testpack? " mengerutkan kening seraya mengingat dirinya memang tak melihat benda itu didalam kamar mandi
"aku taruh di atas lemari sabun di paling pojok" kembali menyuapi suaminya
"yaelah pantesan aja gue nggak liat nyimpen gituan udah kayak nyimpen harta karun, padahal di taro di wastafel juga kaga bakal ilang " ngedumel dalam hati mengenai kerapian istrinya jika menyimpan barang apapun
mungkin jika barang antik disimpan juga oleh istrinya sudah dipastikan tidak akan ada yang bisa menemukannya sampai kapanpun.
"nggak apa-apa kan aku simpen di sana? " bertanya khawatir ketika melihat perubahan wajah suaminya yang menjadi sangat kecut, takut suaminya marah dan akan membentaknya lagi
mengeleng-geleng "nggak apa-apa sayank, kamu mau simpen di kulkas juga nggak apa, suka-suka kamu lah pokoknya" memfokuskan matanya melihat jalanan..
akhirnya sepasang suami-istri itu sudah sampai dikantor milik Aditya, Tania turun sedang Roman kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit, walaupun jadwalnya masih 2jam setengah lagi
lebih baik dirumah sakit daripada dirumah harus meladeni adik iparnya yang semalam pulang tengah malam tanpa dia dan Tania tahu kemana perginya..
*****.