NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 : Tujuan Louis

Gadis-gadis itu kini sedang memainkan papan catur yang baru saja dibawakan oleh seorang pelayan, sementara Serah masih memikirkan rombongan bangsawan tadi. Ia langsung curiga kalau Louis sedang mengadakan pertemuan.

Hal itu memang bukan menjadi urusannya untuk saat ini, tapi seharusnya Louis tetap memberikannya informasi bukan? Entah perasannya jadi sedikit tidak tenang.

"Yang mulia, kenapa anda terlihat gelisah?" Tanya Cristine saat mendapati sang calon Ratu seperti melamun.

"Aku memikirkan Raja Louis, rasanya ia seperti tak terlihat seharian ini," ungkapnya yang langsung dibalas dengan tatapan menggoda dari gadis-gadis di sekelilingnya.

"Anda merindukan Yang mulia Louis?" Patricia tampaknya salah sangka, tapi Serah membiarkan prasangka itu terjadi.

Serah tak menjawab. Ia hanya tersenyum kecil sambil memperhatikan respon dari para gadis yang masing-masing seperti menggodanya kecuali Helena. Gadis itu justru terlihat sedang mencibirnya diam-diam.

"Kenapa anda tidak pergi menemui Yang mulai Louis saja? Kami dengan senang hati akan mengantarkan anda!" Brigatte tampaknya sangat bersemangat memberi usulan. Gadis lain pun mengangguk setuju.

"Hah, memangnya kalian tidak tau kalau Yang mulia Louis itu tak bisa ditemui sekarang karena sedang sibuk?" Celetuk Helena secara tiba-tiba.

Semua gadis memandang Helena secara bersamaan. Mereka tidak tahu apa yang dikatakan oleh Helena itu adalah fakta atau gadis itu hanya sembarang bicara, tapi sikapnya tentu saja dianggap tidak etis dan terlalu berani.

"Memangnya kau tau apa tentang Raja Louis?" Sambar Brigatte yang sedikit terpancing.

"Lady Brigatte, tolong kontrol emosi." Cristine menatap gadis itu untuk bisa bersikap lebih tenang.

"Maaf...," balasnya langsung sadar diri.

"Tentu aku tau, karena Raja Louis yang bilang kepadaku dia akan mengadakan pertemuan penting dengan beberapa pemimpin yang akan dilaksanakan beberapa hari." Helena malah semakin pamer.

"Lady Helena, kau yakin bisa mempertanggungjawabkan semua ucapanmu?" Kali ini Cristine menatap tegas ke arah Helena.

"Ya, aku bicara yang benar, aku tidak mungkin berbohong memakai nama Raja Louis 'kan," balas Helena yang terdengar masuk akal.

Semua gadis-gadis itu terdiam termasuk Serah yang sedang berpikir kembali dan pernyataan Helena kemungkinan benar, dan menguatkan dugaannya pada pria muda yang dilihatnya barusan.

Helena yang melihat Serah terdiam langsung tersenyum licik. Ia segera berpikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Serah.

"Tapi, bukankah itu aneh? Kenapa Raja Louis sama sekali tidak memberitahukan hal ini pada Putri Serah, yang akan segera menjadi Ratu nya? Dia malah memberi informasi kepadaku, orang luar yang sekedar pelayan." Helena tersenyum penuh kemenangan. Ia merasa telah berhasil membuat Serah tampak seperti calon istri yang diabaikan.

Cristine melotot tajam melihat keberanian Helena. Dia baru saja hendak berbicara untuk membungkam Helena. Namun serah tiba-tiba mengatakan sesuatu.

"Hal yang lebih aneh kenapa Raja Louis membocorkan soal pertemuan ini kepada orang luar? Tampaknya hubungan kalian cukup akrab ya, Lady Helena...?"

Serah terlihat tenang dan tak tersinggung dengan sindiran pedas dari Helena. Ia justru dengan santai membalikkan pertanyaan kepada Helena seketika sambil tersenyum. Meski terlihat ramah namun ada ketegasan dalam setiap kata yang diucapkan seperti ancaman bahaya. Kalau sampai Serah tau, ini bisa menjadi skandal besar. Helena bisa kena hukuman oleh pihak cathedral karena berani menggoda Raja.

"A-aku sebenarnya ha-hanya tak sengaja mendengar informasi itu saat melewati ruangan Raja Louis...," ucapnya kemudian dengan gugup dan merutuki mulut besarnya sendiri. "Hish! Aku harus lebih hati-hati lain kali!" Lanjutnya dalam hati menyadari tindakannya telah salah.

.

.

Sementara itu di ruangan pertemuan rapat khusus, Louis bertemu dengan Grenseal, sang Raja dari kerajaan Duncan.

"Selamat datang, Duke of Duncan," sambutnya dengan senyuman aneh. Ia duduk di kursi paling atas, tak bergeming. "Silahkan duduk, perjalanan anda pasti sangat melelahkan." Seketika para pengawal yang berada di dalam ruangan dan berdiri di dekat kursi perjamuan segera menarik beberapa bangku di sana, seakan memaksa secara halus agar Grenseal dan orang-orang yang ia bawa segera duduk.

"Terimakasih," balas pria itu singkat.

Grenseal pun akhirnya duduk di salah satu bangku yang berada agak jauh dari Louis, sementara kursi terdekat ditempati oleh Carles, tepat di sebelah kiri Louis. Tiga orang lainnya duduk di seberang kursi Grenseal dan Carles.

"Seharusnya saya yang berterimakasih karena anda bersedia memenuhi undangan yang saya kirimkan," ucap Louis yang sama sekali lebih terlihat seperti sedang memamerkan diri ketimbang rendah hati.

"Dia..., menyebalkan...!" Ucap para pria di sana secara serempak termasuk Grenseal.

"Saya tidak akan datang kemari kalau bukan karena kepentingan untuk rakyat," balas Grenseal langsung frontal. "Bukankah anda mengatakan akan membuka jalur blokade dengan membuat surat perjanjian?" Grenseal tampaknya tak ingin berlama-lama berbasa-basi dan ingin masuk ke masalah utama yang sebenarnya.

Louis langsung menyeringai begitu melihat reaksi Grenseal. Pria itu sepertinya sangat serius dan tak ingin buang waktu. Itu menunjukkan keadaannya saat ini memang sedang terdesak dan itu sinyal bagus bagi Louis, karena itulah yang dia inginkan agar dapat menguasai Duncan beserta Grenseal dan kekuatan militernya.

"William, berikan surat itu kepada Tuan Grenseal," ujarnya kepada William sang penasehat yang berdiri dengan setia di sebelah Louis.

"Baik, Yang mulia," ucap sang penasehat yang dengan sigap ia berjalan ke arah Grenseal.

"Silahkan, Yang mulia...." Pria itu kemudian menyerahkan sebuah gulungan kertas kepada Grenseal sambil membungkuk.

"Anda bisa membaca semua poin yang sudah tertulis di sana," lanjut Louis sesaat setelah Grenseal mengambil gulungan kertas tersebut dan membukanya.

Wajah Raja muda itu berubah setelah melihat isi dari surat tersebut yang hampir semua poinnya tidak menguntungkan bagi kedaulatan Duncan. Satu hal yang ia tangkap adalah, Louis seperti ingin menguasai kekuatan Duncan untuk manfaat personal. Semuanya poin itu mengarah pada Duncan dan dirinya sebagai Raja harus tunduk di bawah Louis. Ini jelas bukan aliansi tapi perbudakan secara halus.

"Lebih baik anda pertimbangkan dulu, tak perlu terburu-buru memutuskan," ujar Louis penuh dengan kepercayaan diri, meskipun jelas dia dapat menangkap kemarahan dari ekspresi Grenseal. "Masih ada waktu, sampai tamu dari kerajaan lain tiba," pungkasnya.

"Tentu, saya akan memikirkan hal ini baik-baik. Terimakasih atas sarannya," balas Grenseal mencoba bersikap tenang meskipun tangannya sudah bergetar dan ingin sekali dia merobek surat itu di depan wajah Louis.

Grenseal mengembalikan kertas perjanjian itu kepada William.

"Tuang William, antarkan tamu kehormatan kita untuk istirahat dan siapkan makan siang," perintah Louis sambil berdiri tegak yang diikuti dengan tanda hormat pada semua pengawal yang berada di dalam ruangan. Mereka membungkuk serempak. "Tuan-tuan saya undur diri dulu, karena ada hal lain yang perlu saya kerjakan," ujarnya yang kemudian berjalan keluar ruangan.

Grenseal menatap kepergian pria itu dengan perasaan geram tertahan. Carles langsung mendekatinya hendak bertanya, tapi Grenseal sudah lebih dahulu bicara, "nanti saja, jangan sekarang," ucapnya dengan nada pelan. Carles mengangguk.

"Mari, Yang mulia saya antar ke ruangan anda." William membungkuk kepada Grenseal, lalu memberikannya jalan untuk mengikuti dirinya menuju ruangan khusus tamu.

Rombongan itu pun akhirnya pergi dari ruangan rapat tersebut.

Grenseal memikirkan isi dari perjanjian itu sambil berjalan dan memikirkan tiap konsekuensi yang akan dialaminya kalau sampai ia salah ambil keputusan. Apa yang harus dia lakukan disaat darurat seperti ini? Sementara kebebasan Duncan akan menjadi taruhan.

1
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!