Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Di kantor, Luella sudah mendapat tatapan yang sulit diartikan dari Sarah. Sementara Luella hanya menggelengkan kepalanya menandakan jika saat ini bukan saat yang tepat untuk membahasnya.
Sarah yang memahami itu seketika tersenyum lebar kearah Luella dengan mengangkat kedua ibu jarinya.
Keduanya terlihat sibuk dengan desain masing-masing. Hingga mereka hampir melewatkan waktu makan siang.
“Wih, jam 12 lewat nih. Kita harus makan” ucap Sarah yang seketika berdiri dan memperhatikan seisi ruangan telah kosong, dan hanya tersisa Luella dan Sarah.
“Mau makan apa?” tanya Luella
“Tempat makan samping coffee shop gimana?”
“Boleh, kita jalan sekarang Sar?”
“Besok, nunggu Pak Cal”
Sarah mendahului Luella, kemudian Luella hanya tertawa dan mengikuti Sarah di belakangnya.
Keduanya sampai di lobby, kemudian mereka segera menuju ke tempat makan yang sudah di tentukan oleh Luella.
“Ramenya, ada apa ini?” Tanya Sarah
“Gak tahu, ya sudah ayo makan. Jam istirahat sudah hampir habis” jawab Luella.
Restoran tersebut begitu ramai, terlihat ada keributan yang terjadi namun Luella dan Sarah tidak perduli, karena tujuan mereka datang untuk makan.
Hingga keduanya mendengar obrolan dari beberapa orang yang sedang makan. Mereka membahas Cal, selaku CEO dari perusahaannya.
Mata Luella, dan sarah saling menatap seketika, kemudian Luella ikut mendengarkan apa yang di bicarakan oleh beberapa orang.
“Maksud kalian, Pak Cal bertengkar sama siapa?” tanya Sarah.
“Gak tahu sih, tapi bukan dari kantor kita. Pak Cal tadi lagi makan, tiba-tiba datang temannya, mereka langsung bertengkar” jelas salah seorang wanita yang juga karyawan Cal.
“Waduh” jawab Sarah.
Luella hanya diam, dia tidak merespon apapun. Tapi Luella segera menghubungi Cal dengan pesan singkat untuk memastikan Cal baik-baik saja.
Hinga makanan datang, Cal juga belum membalas pesan Luella. Karena waktu istirahat hampir selesai, Luella dan sarah segera menyelesaikan makan dan kembali ke kantor.
Begitu sampai diruangannya, ponsel Luella berdering. Dia menatap ponselnya dan melihat nama Cal tertera pada layar ponselnya.
“Halo Pak” – Luella
“Luella, bisa ke ruangan saya?” – Cal
“Baik Pak” – Luella
Telepon dimatikan, Luella segera meninggalkan meja dan menuju ruangan Cal. Sarah hanya tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu Luella kembali.
“Pak Cal” sapa Luella
“Duduk Luella” ucap Cal.
“Pak Cal baik-baik saja?”
“Saya baik, jangan hawatir. Saya tahu kamu pasti ingin tahu siapa yang memukul saya. Dia adalah Henry”
Deg!
“Henry? Kenapa Pak?”
“Dia cemburu karena saya dekat dengan kamu”
“Tapi dia punya pacar Pak, dan saya dengan Pak Cal juga tidak terlibat apapun dalam urusan pribadi”
“Saya sudah mengatakan itu, dia tidak peduli. Dia tetap marah dan meminta saya untuk menjauhi kamu, sangat lucu sekali”
“Saya bertemu Henry kemarin Pak, dia memang marah, dia bahkan mengatakan kalau dia ingin kembali bersama saya”
“Saya tahu memang itu hanya perjodohan, tapi Grace juga bukan perempuan baik-baik. Kalau Grace tahu, Henry mendekati kamu, Grace akan mengejar kamu sampai ujung dunia, Luella”
“Pak Cal kenal dengan Grace?” tanya Luella.
“Hanya sebatas kenal, dan saya tahu Grace sedikit gila”
“Oh… lalu saya harus bagaimana Pak. Saya sudah mengatakan hal yang sama seperti yang Pak Cal katakana, tapi sepertinya Henry tidak peduli”
“Kalau tetap seperti ini, kamu harus siap menghadapi Grace suatu hari nanti”
Luella hanya diam, dia tidak mengerti kenapa dia harus terlibat sejauh ini. Dan Luella berfikir, satu tahun benar-benar telah merubah Henry, Henry yang sekarang bukanlah Henry yang dulu, yang pernah Luella kenal.
“Kalau begitu, saya permisi dulu Pak. Saya kembali bekerja” ucap Luella
“Kalau ada apa-apa, hubungi saya Luella. Saya tidak akan membiarkan kamu berurusan dengan Grace” ucap Cal.
“Baik Pak, terimakasih. Dan lekas sembuh untuk Pak Cal”
“Thank you, Luella”
Luella meninggalkan ruangan Cal, kemudian kembali menuju ruangannya. Suasana hati Luella benar-benar tidak baik saat ini. Dia tidak mengira hal ini akan terjadi.
Begitu sampai di mejanya, Sarah segera mendekat dan bertanya tentang apa yang sedang terjadi.
Luella menceritakan dengan nada yang sangat pelan, agar tidak terdengar oleh siapapun. Sarah yang mengetahui hanya bisa menutup mulutnya karena ia juga tidak kalah terkejutnya dari Luella.
“Kenapa dia jadi gila?” tanya Sarah
“Aku gak tahu Sar”
“Oke, lebih baik kamu hindari Henry mulai sekarang. Dan kalau ada yang datang, pastikan kamu mengintip lewat jendela, sebelum kamu buka pintu”
“Iya Sar”
Sarah yang penasaran, seketika membuka media sosialnya untuk mencari informasi tentang Grace.
Dan saat ia tahu, Sarah berfikir jika yang bisa menyelamatkan Luella hanya Edric. Karena perusahaan Grace, berada dibawah naungan perusahaan Edric.
Sarah seketika menunjukan apa yang telah ia lihat, kemudian ia mengatakan kepada Luella apa saja yang harus di lakukan saat ia menghadapi Grace.
Hal itu memang belum terjadi, tapi dengan melihat kegilaan Henry, cepat atau lambat Grace akan mendengarnya, dan akan segera mencari Luella.