NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata Yang Terbuka

Setelah menemukan informasi mengenai siapa pemilik makam itu. Mereka pun memutuskan untuk tidak tidur malam ini. Mereka memutuskan untuk begadang malam ini, karena mereka telah sadar… ketika mereka tidur mereka akan bermimpi. Dan mimpi itu terasa sangat nyata.Mereka menyiapkan film yang akan mereka tonton dan mereka juga menyiapkan cemilan untuk modal mereka agar tidak mengantuk.

“Satu film udah selesai, mau nonton film apa lagi?”

“Coba nonton Blood of Youth,ada gege kesayangan aku disana.”

“Siapa?”

“Li Hong Yi, hehehe.”

“Boleh lah…”

Mia mencari videonya di aplikasi IQIYI.

“Eh, ada Ao Ruipeng ya!”

Dania menunjuk ke foto Ao Ruipeng pada poster film Blood of Youth.

“Yoi, ada Ruipeng.Si ganteng tapi rada sengklek hahaha.”

“Iya woi! Dia ganteng, tapi tingkahnya kaya bocil!”

“Hahaha, memang gitu Ruipeng itu tapi dia itu actingnya bagus loh.”

“Itu yang botak itu siapa?”

Dania menunjuk ke arah biksu botak.

“Itu Wuxin nama aslinya Ye Anshi di film itu.Itu yang meranin nya om tampan Liu Xueyi.”

“Itu asli botak kah?”

“Asli tuh!Keren kan, totalitas dia. Tapi walaupun botak masih ganteng ‘kan?”

“Iya woi!”

Mereka pun menonton dari awal film Blood of Youth. Dari awal episode film itu memang dipenuhi dengan candaan, belum lagi karakter Lei Wujie yang diperankan oleh Ao Ruipeng itu sangat membuat siapa saja yang melihatnya tertawa terpingkal-pingkal.

Mereka berdua streaming film itu sampai jam 2 dini hari.Mereka sudah mulai mengantuk, tapi mereka memaksakan untuk tetap terjaga.Saking mengantuknya mereka, adegan lucu pun mereka sudah tak sanggup tertawa.Karena menghargai sebuah seni, mereka tidak akan menonton film itu ketika mengantuk. Mereka menutup laptop dan berbaring terlentang.

“Jangan tidur…”

Suara samar itu keluar dari mulut Dania.

“Kau juga jangan tidur…”

Perlahan mata mereka tertutup.Namun, mereka membukanya lagi… dan tertutup lagi… mereka membuka mata mereka lagi… dan tertutup lagi… dan mereka membuka matanya lagi.

“Gawat!”

Mia…Mia membuka matanya dan menemui dirinya tengah berada di medan perang.Suara pedang beradu membuatnya menghela nafas sedalam mungkin dan menghembuskannya.

“Huuuh… baru saja menutup mata, eh sudah pindah saja…”

Mia mengeluh, dia melipat kedua tangannya.

“Ee! Eee! Eeeeee!”

Dari depan ada seorang prajurit dengan wajah sangar dan badan kekar mengangkat tombak dan berlari ke arahnya.

“Bapak!!!”

Dia menutup matanya.

*srasss

Suara pedang yang menebas sesuatu itu membuatnya membuka matanya.

Di depannya berdiri seorang pemuda gagah yang tengah melindunginya,pemuda itu terlihat sangat keren.Sampai Mia terpana dan bengong untuk beberapa detik.Siapa yang tidak terpana saat melihat seorang pemuda menggunakan baju zirah dengan pedang di tangan kanannya, busur dan anak panah di punggungnya.

“Mengapa kau bengong!Cepat lari!”

Pemuda itu menoleh pada Mia,dia memarahi Mia yang malah diam termenung bukannya lari. Setelah dimarah, dia baru sadar kalau dia berada dalam bahaya.

“Mengapa aku tidak terbangun?”

Mia lari mencari tempat aman sambil bertanya mengapa dia belum terbangun dari tidurnya.

Dia bingung harus pergi kemana, dia menoleh ke kanan dan kirinya. Semua orang tengah bertarung satu sama lain.

“Mia! Kemari!”

Dania memanggilnya dari kejauhan. Mia langsung lari menemui Dania.

“Dania! Dania! Ini benar-benar kau ‘kan?!”

Dengan nafas yang terengah Mia bertanya pada Dania.

“Tentu saja ini aku!Bagaimana ini?!Kita terjebak dalam mimpi!”

“Gawat! Padahal tadi aku hanya memejamkan mata sebentar,malah sudah pindah kemari!”

“Aku juga sama!Memang kurang ajar! Mengapa tiba-tiba begini! Aku tidak ada persiapan! Bahkan tadi ada laki-laki yang berbicara padaku aku tidak mengerti!”

“Mereka berbicara dengan bahasa China! Bahasa Mandarin!”

“Pantas saja! Sudahlah ayo kita pergi dari sini! Disini berbahaya!”

Suara benda tajam saling beradu itu membuat mereka harus menaikkan volume suara mereka.

Mereka lari menjauh dari medan perang.Langkah mereka benar-benar tergopoh, apa saja yang ada di hadapan mereka… mereka tabrak tanpa peduli dengan apapun. Setelah berlari di daerah hutan, kini mereka menemukan jalan utama.

“Kita lewat mana?”

“Yo ndak tau, kok tanya saya?”

“Kita istirahat dulu, aku capek…”

“Jangan! Lokasi perang di dekat sini! Kita tidak dapat menunggu,itu hal yang akan membahayakan kita!”

“Kau benar!Ayo, lewat sini saja!”

Mereka memilih berjalan ke sebelah kiri. Mereka berlari, kali ini lari mereka lebih cepat dibandingkan saat dikejar anjing beberapa waktu lalu.

*srettt

Mereka menghentikan langkah mereka secara tiba-tiba.

Mia menarik Dania ke semak-semak.

“Ada pasukan!”

Tenyata ada pasukan entah dari kubu mana pasukan itu. Yang jelas jumlahnya sekitar seribu orang lebih.

“Bagaimana ini?”

“Mereka masih jauh, kita masuk dulu ke dalam hutan agar tetap aman.”

“Baiklah!”

Mereka berdua berlari ke arah hutan dengan cepat. Mereka khawatir pasukan itu akan mengira mereka sebagai musuh dan asal menembakkan anak panah pada mereka. Maka dari itu, mereka lebih memilih untuk bersembunyi.

Setelah bersembunyi mereka memutuskan untuk kembali ke jalan utama,mereka ingin melihat apakah pasukan itu telah lewat atau belum. Namun, mereka malah tersesat,mereka lupa jalan mana yang mereka lewati untuk memasuki hutan itu.

“Haduh…”

Mia mengeluh.

“Kita tersesat, bagaimana ini?”

“Kita usaha saja…kita jalan terus…mana tau ketemu jalan keluar.”

Mereka berjalan menerobos semak-semak.Apapun mereka terobos.

“Aduh!kakiku!”

Dania melihat kakinya, kakinya tertusuk duri dan mengeluarkan darah.

“Sini,biar ku tarik durinya.”

“Biar ak- Aaaaa!”

Belum selesai Dania berbicara, Mia telah mencabut duri di kaki Dania itu tanpa aba-aba. Dania memukul pundak Mia.

“Kau ini! Asal-asalan saja!”

“Hehehe…”

Mereka melanjutkan perjalanan mereka.Hari mulai gelap dan mereka masih berada di hutan itu.Namun, mereka tak menyerah. Mereka terus berjalan, dengan kaki telanjang mereka melewati pepohonan yang rimbun, kaki mereka terasa sejuk saat menginjak lumut dan juga rerumputan serta semak-semak yang mereka pijaki.

“Apa-apaan ini?!Mengirim kita kemari dengan baju tidur dan tanpa alas kaki!”

Mia mengeluh.

“Lihat saja, ketika aku bertemu dengan mereka, akan ku pukul mereka!”

Dania kesal.

Mereka kini menemukan hutan bambu,hutan bambu itu sangat luas dan juga indah.

“Wah! Cantiknyo!”

Mia mengadahkan kepalanya ke arah dedaunan bambu itu.

“Asli woi! Ini sih kaya di film-film yang ku tonton! Kaya gini hutan bambunya!”

Mereka kegirangan saat bertemu dengan hutan bambu itu.Mereka berdua memeluk bambu yang indah itu.

“Bambu disini ndak ada bulunya! Ndak gatal kalau di pegang!”

Mia mengelus pohon bambu itu dengan telapak tangannya.

“Asli woi, ini kalau dipake untuk ajir nanam timun kuat pasti ni!”

“Iya, ya!Untuk tempat labu menjalar juga bagus ni!”

Mereka berdua sempat-sempatnya memikirkan tentang ajir dan juga tempat rambatan. Seketika mereka lupa, mereka tengah terjebak dalam mimpi yang tidak bisa mereka kuasai itu.

“Mia! Rebung!”

Dania menunjuk banyak rebung dengan ukuran besar pada Mia.

“Rebung!!”

Mia berlari ke arah rebung itu dan memeluk rebung sebesar guling itu, dia bahkan menciumnya.

Di tempat mereka tinggal,hanya ada rebung dengan ukuran kecil itupun dipenuhi bulu-bulu yang membuat tangan gatal jika menyentuh secara langsung.Mia jatuh cinta dengan rebung itu. Saat mengelilingi rumpun bambu itu mereka melihat banyak rebung disana.Mereka histeris, mereka kalap. Mereka mematahkan semua rebung yang dapat mereka patahkan. Mereka tidak suka makan rebung, namun… mereka suka sensasi saat mematahkan rebung itu.

Mereka tertawa bahagia saat bertemu dengan rebung ukuran besar itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!