HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu Besan
"Hei" Bentak Sandra membuat Oma Jelita mengerutkan Keningnya dan tidak ada lagi senyum menghiasi wajahnya.
"Cucumu menghamili putriku, bagaimana kau akan bertanggung jawab ?" tanya Sandra geram.
"Ibu besan ? akhirnya aku bisa bicara denganmu, apa Kevin ada di rumah kalian ?" Oma Jelita kembali mengembangkan senyumnya setelah mengetahui bahwa ibu dari cucu menantunya yang menelfon.
"Saya jadi besanmu atau tidak, itu tergantung caramu untuk bertanggung jawab" ucap Sandra ketus.
"Tentu saja cucuku akan bertanggung jawab, lakukan saja apa yang harus dilakukan ! jangan lupa kirim alamatmu ! saya akan ke bali besok pagi, sampai jumpa calon besan." Oma Jelita memutuskan sambungan tolponnya, setelah itu ia tertawa penuh kebahagian.
"Ternyata Istri Kevin juga tinggal di bali, tadinya hanya ingin menghentikan perceraian mereka, tetapi bukannya menghentikan kita akan menikahkan mereka kembali secara agama." ucap Oma Jelita masih dengan tawa membahananya hingga ia menjadi pusat perhatian di kafe tersebut.
"Tapi Oma anda kejam sekali pada cucu sendiri." ucap seorang pria yang kini sedang menikmati malam yang indah dan membahagiakan bersama Oma Jelita.
"Kalau bersalah ya harus dihukum ! jika saja kamu tidak memberitahuku tentang pernikahan mereka, mungkin Kevin dan istrinya sudah pergi untuk mengurus perceraiannya."
"Saya hanya tidak mengerti, kenapa anda bisa tahu bahwa Elvan tidak akan mengantar dokumen itu tepat waktu ?" tanya Dilan penasaran.
"Jika Elvan yang mengerjakannya sendiri, dia pasti bisa menyelesaikannya. Akan tetapi, dibelakannya ada Ajeng, Aku sangat tahu bagaiman sifat putriku, apapun itu jika dia ikut campur pasti semua menjadi kacau" jelas Oma Jelita tertawa mengejek.
Oma Jelita menghentikan tawanya saat teringat sesuatu. "Tapi kalau sekarang Kevin ada dirumah mereka, bagaimana situasi di pabrik ?" tanya Oma Jelita menekan-nekan keningnya dengan telunjuknya.
"Coba Oma hubungi Ans !" Dilan memberi ide.
"Baiklah" Oma Jelita segera menghubungi Ans, setelah selesai mentransfer gaji karyawan yang berada di bali.
"Halo" ucap Ans setelah menjawab panggilan masuk di benda pipihnya.
"Kamu sekarang berada di pabrik kan ?" tanya Direktur
"Akhirnya Direktur mentransfer uangnya, jika tidak mungkin Saya sudah mati disini" Ans menghela nafas lega.
"Saya mentrasfer uang menggunakan akun pribadi Saya, Kamu beritahu Manajer pabrik, Besok saya akan ke Bali untuk bertemu dengannya."
"Anda pribadi akan datang kesini ? ada masalah apa ?" Ans mengerutkan keningnya, tidak biasanya Direktur turun tangan hanya karena masalah sepele seperti ini, apa lagi sudah ada Kevin, itulah yang ada dipikiran Ans sekarang ini.
"Hanya masalah membahagiakan, bekerjalah dengan baik disana !" Oma Jelita memutuskan sambungan telponnya, dan lagi-lagi senyuman bahagia menghiasi wajahnya.
"Masalah membahagiakan ?" gumam Ans.
Hari mulai gelap, akan tetapi Kevin masih setia digudang dengan ikatan di sekujur tubuhnya.
Anin yang kasihan pada Kevin, diam-diam masuk kedalam gudang membawakan selimut dan juga makan malam untuk Kevin. Karena ia juga tidak bisa berbuat apa-apa jika ibunya sudah marah.
"Maaf, karena membuatmu dalam masalah lagi" Anin membuka penyumpal mulut dan tali yang mengikat tubuh Kevin. "Apa kamu baik-baik saja ?" tanya Anin.
"Menurutmu ?" bentak Kevin
"Maaf" Anin menundukkan kepalanya
"Ibu kamu itu kenapa ? main mengikat saja tanpa mau mendengarkan penjelasan orang. Kalau kamu yang diikat seharian, bagaimana perasaanmu ?" bentak Kevin
"Maaf, maaf" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Anin untuk sakarang ini karena merasa sangat bersalah.
"Seluruh tubuh Saya sudah pegal" geram Kevin.
"Kamu pasti lapar kan ? saya bawakan makan malam untukmu. Ini makanlah !" Anin memberikan makanan yang telah ia siapakan untuk Kevin.
Kevin memakan makananan itu dengan sangat lahap karena sangat lapar, ia hanya makan saat sarapan pagi sebelum berangkat kebandara bersama Anin.
"Aku benar-benar minta maaf, ibuku melakukan itu semua hanya untuk melindungiku. Aku akan membantumu pergi dari sini besok pagi" ucap Anin sambil membersihkan kursi santai yang ada di dalam gudang tersebut.
Sementara Kevin senyam-senyum sendiri membaca buku harian Anin kecil yang tidak sengaja ia temukan di gudang tersebut.
TBC
Maaf Author nga up kemarin soalnya dapat musibah, mungkin bulan ini jarang-jarang up dulu karena mau fokus sama pengajian keluarga yang sedang berpulang kerahmatullah.
Mohon do'a nya para pembaca online.