NovelToon NovelToon
Jejak Sang Raja Legenda Prabu Munding

Jejak Sang Raja Legenda Prabu Munding

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Action / Spiritual
Popularitas:977
Nilai: 5
Nama Author: lintang88

Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.

Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.

Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.

Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,

Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.

Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.

Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.

Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.

Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;

Tahta berdarah sang pangeran

Pendekar mesum berambut perak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lautan tak bertepi

"kenapa aku merasa malam disini lama banget ...

Jika di hitung, seharus nya ini sudah pagi, sudah berganti hari..

apa mungkin dewa ketiduran ? atau ada perubahan jadwal??

Prabu munding membuka mata, menyudahi semadi nya, dia heran ketika menemukan suasana yang tidak berubah.

Tempat ini masih gelap malam...

 Waktu seolah berhenti, malam tak kunjung pergi.. bagaimana dia tidak heran..

Matanya memandang langit , memperhatikan dengan seksama.

" loh...di sana langit nya terang.. kenapa disini masih gelap??

" wah...ngak beres nih ..."

Prabu munding berdiri , perlahan berjalan menuju tepi laut.

Laut nya tenang, malah terlalu tenang, tidak ada riak gelombang apalagi ombak, bahkan tidak ada desiran angin...

Sesuatu yang mustahil...tau sendiri, daerah pantai adalah tempatnya angin.

Dia jongkok, menyentuh air laut..

" tidak basah....!! lautan ini hanya ilusi..!! parah...aku telah tertipu..!!

waduh..gawat.. bukankah ini berarti Martapura benar benar dalam bahaya , nasib Nawang bagaimana??

prabu munding berdiri lalu berjalan masuk laut ..

" splash..."

air laut tersibak ketika kaki sang prabu masuk laut dan berjalan pelan pelan ke tengah.

  Air tersibak, tapi air nya tidak benar benar ada, jelas saja tidak menyebabkan basah,

Hal ini sama seperti kita berjalan menembus kabut atau gumpalan asap, saat tertabrak tubuh kita, asap akan buyar tak lama asap akan kembali menyatu, sedangkan tubuh kita tidak kenapa napa..

Sambil geleng geleng kepala prabu munding terus melangkah..lalu mulai berlari cepat..

" ini gila !!

...makin kesini makin aneh saja .aku tidak menyentuh dasar tapi aku tidak tenggelam..

aku sampai tidak tau saat ini aku sedang berjalan atau melayang..??

Meski terkejut,Prabu munding memutuskan untuk terus berjalan menuju tempat dimana langit nya terang.

Sebentar dia berlari, sebentar kemudian dia berjalan.

Ketika menengok kebelakang, dia sudah tidak melihat tepian pantai..

Sekarang sekeliling nya benar benar gelap akibat ilusi laut yang di buat gelap seperti malam.

Sementara langit yang terlihat terang tidak kunjung dekat ..

" gawat aku terjebak ... berjalan sejauh ini..tak ada ujungnya juga.."

apa yang harus ku lakukan?? jika begini terus cari perkara namanya..

apa harus terbang ?

tapi ..Jika terbang apa bisa kembali? Takut nya malah terperangkap di udara..!

Meraga Sukma?? tempat ini aneh, tidak aman meninggalkan ragaku..!

waduh...apa harus Tiwikrama??

Aiss...jangan...jangan sampai..aku tidak tau situasi nya, bagaimana jika lautan ilusi ini sebenarnya kota Martapura , bagaimana jika aku salah injak.. ??

prabu munding dalam dilema, sampai selama ini dia masih tidak tau harus berbuat apa.

Lautan ini tak bertepi..

Langit yang terang seperti dekat , tetapi begitu didekati malah semakin jauh.

Di Rumah penjara..

Hari telah berganti siang, semua menarik nafas lega, walau ada banyak yang terluka tapi tak ada korban jiwa.

' kurang... kurang...lepaskan baju mu..!"

anak kunci ada di luar sel ,tepat di tengah ruangan, yang di dalam penjara sedang berusaha mengambil kunci itu untuk keluar.

" iyak... tarik..pelan ..pelan.. dapat...!! "

Dengan mengikat beberapa baju jadi seperti tali, kemudian melemparkan nya ke arah kunci akhirnya salah satu orang di dalam penjara berhasil meraih kunci itu.

Satu bisa keluar, semua jadi mudah ...

sekarang semua orang kembali berkumpul di pendopo, membicarakan peristiwa semalam.

Sungguh...sehebat hebat nya suatu ilmu, tetap ada lemah nya juga.

Dari pembicaraan ini terbukalah rahasia nya.

" anak anak tidak diserang..apakah itu kebetulan atau memang sihir tak mampu menyerang mereka??"

" semalam siapa yang berhasil lolos dari serangan selain anak anak..??"

" saya...saya tuan guru.."

Seorang pemuda berkata, di susul beberapa orang yang ikutan bersuara

" kami juga...walau sempat terserang,entah kenapa tiba tiba saja kami sadar..

" kalian satu sel..?"

" benar tuan guru.."

lalu kamu apakah kamu sempat terserang?

" tidak tuan guru..saya sadar sepanjang malam..!"

"sadar sepanjang malam??.bagaimana caramu..??"

" entahlah tuan guru...ketika itu ,saking takut dan panik nya, saya sampai....

pemuda itu berhenti bicara, mukanya memerah...

mpu Gambir Anom tak sabar .

" sampai apa..??.cepatlah katakan..jangan ragu..! "

" anu ...anu tuan guru...saya kencing di celana..!"

" buset...pantas sel.kita bau Pesing... rupanya kamu yang ngompol...!"

" hahaha..."

semua tertawa, si pemuda merah mukanya menahan malu..

Kening mpu Gambir Anom berkerut, dia nampak berpikir keras..

" berapa umurmu sekarang Jang..?"

" 19 tahun tuan guru..?"

" kamu masih perjaka? maksud ku ting ting... ngerti kan maksud ku ting ting..?

" perjaka tulen tuan guru..saya tidak pernah macam macam..!"

" hmppp... begitu ya...lepas dari kejadian ini..kamu ikut aku..jadi murid ku..kamu mau?

" dengan senang hati tuan guru... terimakasih

baiklah...kita masih terjebak, untung persediaan makanan kita cukup, entah untuk berapa lama..

Kita pecahkan masalah satu satu, sementara kita terpaksa bertahan lagi malam ini..

Sekarang begini rencananya..

" anak anak tetap dalam satu sel, kunci berikan pada mereka, kalian semua tetap seperti semalam tapi...

hei jang...siapa namamu??.

" jati..tuan guru.."

". iya jati..mendekat kesini..

mpu Gambir Anom berkata pelan pada pemuda bernama jati..tapi semua orang dapat mendengar apa yang dikatakan mpu Gambir Anom.

" waduh ??..haruskah begitu tuan, guru?.apakah cara itu manjur??"

'manjur atau tidak nya aku tidak tahu , kita coba saja...

oh iya, bagi pemuda yang merasa masih perjaka Ting Ting..boleh pakai air seni nya sendiri.."

begitu saja ..kalian atur sendiri...

Di pemukiman penduduk kota

Diluar dugaan ternyata Situasi disini baik baik saja ..

Malam Ketika terjadi chaos...

..seorang lelaki tua tiba tiba datang..

Lelaki tua itu resi Pangarep..

 Panggilan prabu munding sebenarnya sampai , hanya saja mereka juga mengalami kejadian yang sama persis dengan apa yang terjadi pada prabu munding

Mereka pergi ke arah aura prabu munding berada, akan tetapi begitu sampai mereka terjebak ilusi

Beruntung nya kota Martapura, resi Pangarep ternyata masuk tengah kota terjebak di sini bersama warga kota

Pengaruh roh roh jahat itu tak berarti apa apa bagi sang penguasa dua alam.

Meski begitu,resi Pangarep tak mampu menembus ilusi ini.

Berkat kehadiran resi Pangarep warga kota Martapura selamat dari bencana genosida.

Nasib sama di alami sahabat sahabat prabu munding lainnya.

 Umbara dan aki Welang ,satu tempat dengan prabu munding, terjebak di lautan tak bertepi

Sementara, Ki wanara dan prabu buhulkasa terjebak di sudut kota yang telah mati.

Sedangkan, nyi gendis, pengawal setia Nawang ,yang datang duluan malah terjebak di luar istana,

 Jika bisa dilihat, dia dan Nawang itu hanya terpisah tembok saja.

Mpu Gambir Anom dan orang orang nya telah siap ketika malam ketiga kembali datang.

Kali ini tidak ada ketakutan berlebihan walau masih ada rasa cemas.

Di luar tiap sel, ada setumpuk kain basah bau Pesing..

Entah cara ini bisa berhasil atau tidak..yang jelas rumah tahanan sekarang seperti WC umum yang tak terurus .

" bau Pesing menusuk hidung !! "

saat lewat sel penahanan Nawang mpu Gambir Anom merasa kurang yakin

...hmpp.. mumpung anak anak masih jauh..harus cepat nih .

sambil tersenyum dia berkata dalam hatinya

" aku juga masih perjaka Ting.ting .tak ada salah nya mencoba..jadi jomblo sejati sebenarnya tidak salah ..masih ada untungnya..hahaha.."

" ser....aih... nikmat...!!

sang guru bangsa yang terhormat, kencing , di tembok sel penahanan Nawang dengan bangga..

" huek...huek..!! "

Sementara Nawang nyaris muntah di tempat nya , saking kuat nya aroma herbal sang perjaka..!!

1
anggita
saran saja, tiap awal paragraf/alinea sebaiknya pakai huruf besar🙏
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan👍💪🙏
Batsa Pamungkas Surya
lnjiuuut
Lintang88: 👍 siappp..
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
siapakah yg akan menyelesaikan kekacauan ini..?
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....
Lintang88: 😄😄..sabar ya .👍
total 1 replies
Rhaka Kelana
nah gitu dong jadi pemimpin harus tegas, berwibawa dan bijaksana jangan lembek serta mudah terpengaruh 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!