Risti adalah anak yang dikucilkan di keluarganya, hanya ada ayah dan satu saudara laki-laki yang menganggapnya. Risti adalah anak pertama ibunya yang merupakan istri kedua ayahnya. Sedangkan ibu tiri Risti memiliki 4 orang anak.
Indriana yaitu ibu Risti sudah meninggal saat melahirkan Risti, Risti pun dibesarkan oleh seorang pembantu karena ibu tirinya yang bernama Bu Dewi tidak sudi membesarkan Risti.
***
Suatu hari,
Windi yang merupakan anak sulung Bu Dewi dijodohkan oleh seorang laki-laki yang kabarnya sudah tua, penyakitan dan juga tidak bisa diandalkan. Akhirnya saat hari pernikahan Windi kabur dari rumah, tanpa sepengetahuan Risti tiba-tiba dia yang menggantikan pernikahan kakaknya itu.
Dan ternyata pria yang dinikahkan dengannya adalah seorang mafia
Apakah mereka akan berakhir bahagia?
Simak terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 26
Saat sampai di dalam Risti dan Jesi sempat bingung, bagaimana cara membawa mereka berdua ke kamar masing-masing sedangkan kamar mereka berada di lantai 2,
“Gimana ini Jes? Kakak jadi bingung cara bawa kursi roda sampai ke atas,” tanya Risti kepada Jesi
“Lah malah tanya aku, masa aku harus terbang ke atas? dikira superhero gitu?” jawab Jesi
“Ya nggak gitu tol*l, kamar lo kan dibawah Jes, jadi nitip dulu di bawah sampai sembuh dulu, lu bisa pake kamar gue atau kak Rama terserah,” sahut Leon
“Bagus juga idenya Leon,” sahut Rama.
“Eit, yaudah deh gapapa, tapi aku nggak mau tidur di kamar si Leon, spreinya bau pesing dia kan masih suka ngompol apalagi Leon jarang bersih-bersih kamar pasti kamarnya berantakan kaya kapal pecah, mending tidur di kamar kak Rama aja,” jawab Jesi, hal itu membuat Rama dan Risti menahan tawa
“Cerewet, udah sana ganti sprei dulu, aku nggak mau pake sprei warna merah muda apalagi motifnya bunga-bunga,” cibir Leon
“Ganti sendiri! udah bagus dipinjami kamar malah ngelunjak,” tolak Jesi
“Ishh, udah kalian nggak usah ribut, biar kakak aja yang gantiin,” Risti akhirnya mengalah untuk mengganti sprei karena kalau diteruskan pasti akan lama apalagi kak Rama udah keliatan lelah duduk di kursi roda
“Wuuu...pemalas,” teriak Jesi ke telinga Leon
“Awas lu kalau gue dah sembuh bakal gue berantakin kamar lu,” jawab Leon kesal
“Udah, udah, berisik tau nggak?” sahut Rama yang mulai kesal melihat tingkah adiknya yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua langsung diam karena takut dengan kak Rama apalagi saat kak Rama marah, mengerikan.
15 menit kemudian,
“Nah udah, ayo masuk,” kata Risti saat keluar dari kamar Jesi.
Jesi dan Risti segera mendorong mereka berdua ke dalam kamar Jesi,
“Loh? memangnya satu kamar berdua?” tanya Leon kaget.
“Lah iya lah, apa kamu mau ditempatin di kamar pembantu?” tanya kak Rama.
“Ya nggak gitu juga kak, yaudahlah sekamar berdua pun gapapa daripada harus tidur di kamar pembantu,” jawab Leon dengan pasrah.
“Pfffttt...makanya jangan suka aneh-aneh, gue dorong lu ke kamar pembantu bau tau rasa,” kata Jesi.
“Apa-apaan lu mau gua pukul?” tanya Leon.
“Mulai-mulai,” kata Risti sembari memegang penebah kasur, mereka berdua langsung diam takut penebahnya melayang.
“Tapi kan mereka berdua berat? gimana caranya mengangkat mereka berdua ke kasur?” tanya Jesi bingung.
“Hmm, pertanyaan bagus Jes, untung kakak bawa bodyguard.” Risti segera keluar dari rumah memanggil bodyguardnya untuk mengangkat kak Rama dan Leon.
“Kalian kesini.” Risti melambaikan tangannya ke arah bodyguard yang sedang berjalan melihat-lihat tanaman, mereka berdua segera menghampiri Risti.
“Iya nyonya? apa perlu bantuan atau sudah ingin pulang?” tanya bodyguardnya.
“Belum mau pulang sih tapi saya perlu bantuan kalian untuk mengangkat kakak saya ke kasur, saya dan Jesi tidak kuat soalnya, ayo.” Risti berjalan ke dalam sambil melambaikan tangannya, kedua bodyguardnya langsung mengikuti dari belakang.
***
Sementara itu...
Vino duduk sambil membaca kertas-kertas yang sebelumnya dia ambil dari map coklat yang berada di atas meja, Vino terlihat sangat serius saat dia membaca, saat sudah selesai membaca dia mengecap kertas tersebut dengan cap perusahaan,
“Adu duh, tiba-tiba pengen pup,” gumam Vino, dia pun bejalan ke arah kamar mandi.
15 menit kemudian,
Vino kini sudah selesai pup, saat dia ingin mengambil tisu toilet ternyata dia baru sadar kalau tisunya habis,
“Aduh, pake abis lagi tisunya, gimana ini?” saking kebeletnya tadi dia sampai lupa mengecek apa tisu toilet masih ada atau sudah habis. Vino juga baru ingat kalau dia meninggalkan ponselnya di atas meja tadi.
“Haduh, gimana iniiiii,” Vino mulai panik.
“Tolongggg!!! siapapun yang mendengar tolong sayaa!!!!” teriak Vino dari dalam kamar mandi. Vino terus berteriak meminta tolong tanpa memperhatikan suaranya yang sudah agak serak karena sudah berteriak selama kurang lebih 10 menit tapi sama sekali tidak ada yang mendengar.
Wajar sih, soalnya lokasi kamar mandi yang dipakai Vino jauh dari ruang karyawan, apalagi Vino sengaja memakai toilet yang tidak terlalu ramai penggunanya, alasannya ada agar lebih tenang saat pup.
3 menit kemudian,
Untungnya ada seorang cleaning service yang masuk ke dalam toilet untuk membersihkan toilet tersebut, Vino segera meminta tolong untuk mengambilkan tisu toilet,
Tidak lama kemudian cleaning service tersebut kembali untuk memberikan Vino segulung tisu toilet baru. Saat sudah selesai Vino pun keluar.
“Terima kasih, kamu adalah penyelamat hidupku, mulai hari ini gaji kamu akan saya naikkan,” kata Vino sambil memegang bahu cleaning service dengan mata yang berkaca-kaca seolah sedang berbicara dengan seorang superhero.
“Sama-sama pak, terima kasih,” kata cleaning service tersebut, matanya ikut berkaca-kaca terharu karena segulung tisu toilet dia bisa mendapatkan kenaikan gaji.
“Oh iya, nama kamu siapa?” tanya Vino.
“Nama saya Agung pak,” jawab cleaning service tersebut.
“Oh oke, Agung, saya sudah tau nama kamu sekarang. Yasudah saya kembali ke ruangan saya, sampai jumpa.” Vino melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan toilet cleaning service tersebut pun keluar dengan senyum semringah,
“Alhamdulillah akhirnyaaaaa setelah sekian lama saya bisa naik gaji, terima kasih Ya Allah,” kata cleaning service tersebut sembari sujud syukur. Dia baru saja melakukan sujud syukur karena tadi sedang berada di toilet.
.
.
.
.
Huhuhu lama nggak up, kalian kangen nggak nih sama Vino & Risti? T_T
Author baru pulang PKL nihh monmaaf jadi lama up
Terima kasih sudah membaca 🌺
Jangan lupa tap favorite agar tidak ketinggalan setiap uldate bab baru.
ありがとうございました,じゃあまたね♡
(Arigato gozaimasta, Ja matane♡)