NovelToon NovelToon
GERBANG COSMIC

GERBANG COSMIC

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: EsyTamp

akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 – Persiapan yang Matang

Malam itu di kota yang hancur, reruntuhan bergelimpangan di setiap sudut. Jalanan retak, gedung-gedung roboh, dan asap tebal menutupi langit, Di tengah kegelapan itu, suara alarm dan sirine terdengar samar, diiringi gemuruh langkah pasukan yang masih mencari jejak Rey dan timnya.

Di ruang kontrol rahasia pemerintah, Kolonel Armand duduk dengan tangan terlipat, menatap layar yang menunjukkan reruntuhan kota. Wajahnya dingin, namun matanya menyala dengan kemarahan yang membara.

“Rey… kau pikir bisa lolos begitu saja?” gumamnya sambil menekan meja dengan keras, membuat perangkat komunikasi bergetar.

Dia menekan tombol komunikasi. “Pasukan elit! Lacak mereka di semua jalur keluar kota! Aku ingin setiap sudut diawasi! Kali ini, tidak ada kompromi!” Suaranya tegas, nyaris tanpa emosi, tapi setiap kata mengandung ancaman.

Namun di sisi lain kota, di sebuah lorong gelap yang tersisa dari reruntuhan, Rey menatap Deva. Anak itu berdiri di sampingnya, wajahnya masih pucat akibat pelatihan yang sangat keras sebelumnya, namun matanya menyala dengan tekad.

“Kita harus cepat,” kata Sila sambil memantau lingkungan sekitar. “Armand pasti mengirim unit pengejar yang lebih kuat.”

Rey menatap langit malam sejenak, pikirannya bergerak cepat.

“Ayo kita kembali masuk ke ruang dimensiku,” kata Rey dengan suara rendah tapi mantap. “Disana kita istirahat sebentar dan lanjutkan latihan kita”

Secepat kilat, cahaya putih muncul di belakang mereka, memancar lembut namun menakjubkan. Ruang dimensi terbuka, sebuah portal bercahaya di sudut lorong kota. Energi dari portal itu bergetar, seperti dunia itu sendiri bernafas.

“Ini… aku suka tempat ini” Deva segera masuk ke ruang dimensi itu.

“Ruang dimensi ini memang yang terbaik,” jawab Rey sambil melangkah masuk. “Ini adalah ruang dimensi—dunia lain di mana Pemerintah tidak bisa menjangkau kita. Sekarang, tempat ini adalah markas rahasia kita.”

Sungai berkilau mengalir lembut di antara bebatuan, dan angin membawa aliran energi murni yang terasa hidup. Dibeberapa tempat mulai terlihat hamparan ladang yang mereka tanami berbagai buah dan sayuran.

“Energiku perlahan pulih, ” kata Deva sambil menghirup udara murni disekitar. “Sangat indah, kenapa tidak membawa semua orang kedalam sini?.”

Rey menatap anak itu dengan mata lembut namun tegas. “Kita tidak bisa sembarang memasukkan orang kedalam dimensi ini, tidak semua bisa dipercaya namun di tempat ini kita bisa memulihkan diri dan melatih kekuatan kita.”

"Aku mau rebahan sebentar" Boy merentangkan kakinya diantara rerumputan.

"Aku mandi dulu" Sila menjauh dari mereka disusul Leoni dibelakangnya yang juga ingin mandi.

Tim Rey beristirahat sejenak lalu lanjut latihan, masing-masing mengambil peran mereka.

Leoni duduk di atas tebing energi, menembakkan sniper otomatis dengan pengaturan kekuatan dan jarak. Mata dan tangannya fokus, mengamati seluruh area “Jarak jauh? Aku bisa menembak tanpa henti. Kalau ada yang mencoba mendekat, mereka tidak akan sempat berlari.”

Sila menyalurkan listrik ke tanah dan pepohonan mulai bercahaya, membentuk jalur untuk menyerang dan bertahan. Kilatan biru putih memantul di udara.

Boy menyalakan api di tangannya, menciptakan bola api biru sebesar 1 gedung.

Leo membuka tas energi dan memeriksa tim satu per satu. Dia mengeluarkan peralatan medis khusus dan bahan alami dari dimensi untuk membuat ramuan penyembuh. “Kita harus tetap sehat. Latihan dan persiapan itu penting, tapi jika salah satu dari kita cedera parah, kita bisa kalah.”

Deva menutup mata dan merasakan energi di sekitarnya. Perlahan, waktu di ruang latihan menjadi lambat di sekitarnya—bola energi bergerak seperti melayang, air sungai berputar lebih lambat, bahkan angin seakan menahan langkahnya. “Aku bisa merasakannya… aku bisa mengontrol waktu lebih lama dan lebih luas,” gumamnya. “Aku tidak merasa lelah disini”

Rey menepuk bahu Deva, memberikan dorongan. “Bagus. Latih terus, Deva. Kekuatanmu pasti akan berkembang dengan lebih kuat…”

Sementara tim berlatih, Armand duduk di ruang kontrol pemerintah, menatap layar yang menunjukkan reruntuhan kota.

Matanya menyala, penuh amarah dan kebencian. “Ruang dimensi…? Tidak mungkin, ternyata Rey memiliki rahasia sebesar ini! Aktifkan unit spesialis dimensi! Aku ingin mereka ditemukan, bahkan jika mereka bersembunyi di dunia lain!”

Namun di ruang dimensi, Rey menatap timnya yang penuh semangat. “Kita akan membangun markas disini dan menjadi pusat operasi. Di sini kita bisa berlatih, menyusun strategi, dan mempersiapkan diri. Tidak ada yang bisa menyerang kita secara langsung di tempat ini….”

Leoni mengangguk, matanya memperhatikan sekitar.

Boy tampak serius melanjutkan kontrol apinya.

Leo menyiapkan area medis dan pusat penelitian energi alami, selain itu dia juga menanam beberapa tanaman herbal yang pernah diberikan Rey.

Deva menatap tangan dan energi di sekitarnya, matanya berbinar. “Sekarang aku juga sudah semakin kuat. Aku ingin bisa melindungi semua orang… termasuk kota yang hancur itu.”

Rey menatap seluruh timnya, suara tegas tapi penuh harapan. “Armand menjadikan kita musuh pemerintah… tapi kita tidak bisa membiarkan ini menjadi masalah utama sekarang. Yang penting adalah melindungi orang-orang, dan mempersiapkan diri untuk pertempuran yang akan datang.”

Angin bertiup di antara pepohonan. Sungai mengaliri air jernih dan murni, menciptakan harmonisasi yang sempurna. Tim Rey berlatih terus, dari koordinasi serangan hingga latihan bertahan, memanfaatkan kekuatan masing-masing.

Di ruang kontrol pemerintah, Armand menepuk meja frustrasi. “Mereka mungkin bersembunyi… tapi itu tidak akan lama. Aku akan menemukan mereka, bahkan jika aku harus merusak dimensi itu sendiri!”

Di ruang dimensi, Rey menatap langit yang mulai redup. “Kita punya waktu… tapi latihan ini harus maksimal. Saat dunia diluar sana membutuhkan kita, kita harus siap menghadapi segala ancaman.”

Deva tersenyum tipis, matanya menyala penuh semangat. “Aku… aku siap, Paman Rey”

Rey menepuk bahu Deva lagi. “Aku tahu. Tapi sekarang… kita belajar mengendalikan kekuatan kita. Karena saat waktunya tiba, kita tidak bisa gagal.”

Malam itu, tim Rey berlatih tanpa henti, membangun markas rahasia di ruang dimensi yang penuh energi dan kehidupan natural. Sementara di dunia nyata, Armand mulai merencanakan balas dendamnya. Pertarungan yang lebih besar sedang menunggu—dan tim Rey tahu bahwa latihan mereka di ruang dimensi adalah satu-satunya cara untuk bertahan.

1
Mahlubin Ali
itu itu aja dialognya🤣🤣🤣. Bab lalu sama bab sekarang dialog hampir sama. novel aneh
EsyTamp: thanks bang koreksi ny, akan lebih sy perhatikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!