NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-20

Hari hari Demian lalui dengan banyaknya diam, setelah sedikit bersitegang dengan sang ibu ia cukup menjadi pendiam tidak pernah pulang ke rumah dan memilih pulang ke apartemen pribadinya.

Bu Selyn tidak mempermasalahkan sikap putranya yang kembali dingin, itu sudah menjadi kebiasaan bagi putranya jika sudah bersitegang dengannya tentang kejadian di masa lampau.

Hari ini adalah hari di mana Indri sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit, Bu Selyn beserta pak Benedict ikut menjemput kepulangannya meskipun Indri sudah melarang nya karena sudah ada Demian yang akan mengantar nya pulang.

"Kamu beneran udah merasa baikan sayang?" tanya Bu Selyn pada putrinya seraya merapikan barang barang milik putrinya.

"Udah mah,.." jawab Indri seraya tersenyum hangat.

"Tapi kok kamu masih keliatan lemes sayang?apa sebaiknya satu hari lagi di sini? Gak papah kan pah" ucap Bu Selyn yang masih khawatir saat melihat putrinya masih lemas.

"Gak papa kok mah, Indri udah sembuh masih lemes yah wajar mah, kalo kelamaan di sini yang ada Indri malah sakit saking bosennya.." jawab Indri mencoba meyakinkan sang mamah.

"Kalo Indri mau pulang, yah gak papa, papah sih ayok ayok ajah, asal dirumah jaga kesehatan yah sayang, harus sayang sama tubuh kamu, kamu masih muda.." ucap pak Benedict yang membuat Indri tersenyum kaku.

Setelah mengurus administrasi, mereka pun pulang meninggalkan rumah sakit tempat Indri di rawat, Demian langsung menuju kantornya setelah membantu mengurus administrasi di kasir.

Klekkk

"Honey..."

Baru saja membuka pintu ruangannya Demian sudah disuguhi pemandangan yang membuat kepalanya berdenyut hebat.

"Ada apa kemari..." tanya Demian pada seorang wanita yang sudah menunggunya di atas sofa panjang.

"Honey.. I Miss you..."

Jesica Half, seorang wanita yang menjadi salah satu pacarnya di Amerika, namun hanya Jesica yang bisa menjalin hubungan paling lama dengannya, meski diacuhkan Jesica yang terobsesi dengannya akan terus mengejarnya kemanapun.

"I Miss you ..." ucap Jessica berjalan menghampiri Demian yang tengah melepas jas nya dan menggantung nya di kursi kebesaran milik nya.

"Apa kamu tidak merindukan honey?" tanya Jesica cemberut.

"Siapa yang mengizinkan mu masuk?" tanya Demian pada Jesica.

"Haris!!" jawabnya yang membuat Demian hanya mengangguk singkat seraya tersenyum.

"Kemari..." titah Demian menepuk pahanya agar Jesica duduk di atasnya.

Tentu saja Jesica tak menolak, ia sangat girang lalu duduk di atas paha pria impian nya.

"Ada apa kemari, tidak mungkin kamu kemari tanpa alasan.." ucap Demian mendongak ke atas menatap wajah Jesica yang berada tepat di atas wajahnya.

"Aku kemari karena merindukan mu, kebetulan aku ada pemotretan di Indonesia.." jawabnya, yah Jesica adalah seorang model Amerika sama seperti Indri, tentu saja paras nya begitu cantik dengan body yang tidak bisa di tolak, namun tetap saja Jesica hanya pernah satu kali tidur dengannya sama seperti wanita lainnya hanya saja Jesica diperlakukan layaknya kekasih oleh Demian.

"Aku dengar Indri pulang ke Indonesia juga, apakah kamu pulang kemari karena nya?" tanya Indri penasaran dengan alasan kepulangan kekasih nya.

"Tidak, aku memang sengaja pulang untuk mengurus langsung perusahaan milikku..." jawab Demian santai.

"Oh begitu, kupikir kamu sengaja pulang karena Simon menjadi pengedar di sini..."

"Cih... Apa urusannya Simon dengan ku..." ucap Demian berdecih sebal seraya membaca berkas berkas di tangannya.

"Karena Indri kekasih Simon, bukankah dia sama sama pengedar? Atau Indri hanya pecandu?" tanya Jesica yang langsung membuat urat urat di leher dan wajah Simon mengeras.

"Pergilah! Aku sedang tidak ingin berbicara..." usir Simon pada Jesica sebelum amarahnya membeledak.

Jesica hanya tersenyum sinis lalu berkata.

"Benar dugaan ku, kamu masih berpikir jika Indri pernah mengandung benihmu.." ucap Jesica dengan nada mengejek.

"Padahal kamu cukup Genius, tapi tentang wanita kamu yang paling bodoh, sudah jelas jelas di jebak, dan adikmu yang bontot tahu kebenarannya, dan kamu mengelak nya hanya karena kamu berpikir adik bontot mu manipulatif, dan adikmu yang jadi jadian adalah korban..."

"Diam!!! Tutup mulut mu jalang!!!" bentak Demian yang langsung membuat Jesica terhenyak dan mematung seketika.

"Jangan pernah menilai jika kamu tidak memiliki bukti yang kuat!" ucap Demian menggebu-gebu dengan wajah yang penuh amarah.

"Lalu, bagaimana dengan penilaian mu terhadap adik bontot Dem? Bukankah kamu menilai nya dengan mata tertutup?" tanya Jesica tetap melanjutkan ucapannya meskipun tubuhnya sedikit bergetar.

"Keluar! Jika tidak aku bisa melenyapkan mu saat ini juga.." titah Demian menunjuk ke arah pintu dengan mata menyalang yang membuat Jesica langsung keluar tanpa sinyal lagi.

Demian mengusap wajah nya dengan kasar, ucapan orang tuanya dan kekasih nya terus mengiang di dalam otaknya, apalagi ucapan Jesica yang tadi.

"Lalu, bagaimana dengan penilaian mu terhadap adik bontot Dem? Bukankah kamu menilai nya dengan mata tertutup?"

Benarkah ia menilai Hajeera dengan mata tertutup, namun ia pernah berkali kali memergoki jera menguci Indri di dalam kamar mandi, belum lagi mendorong Indri ke dalam kolam padahal jera tahu jika Indri tidak bisa berenang, ucapan Jera yang selalu menginjak dan menghina hina Indri yang berasal dari keluarga sederhana.

Baginya itu semua cukup membuktikan bagaimana manipulatif nya seorang Hajeera bahkan diusianya yang masih terbilang kecil.

Drttt... Drttt...

Suara ponsel miliknya bergetar, dengan tangan yang masih bergetar karena menahan amarah, ia merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya miliknya lalu menekan tombol jawab di layarnya.

"Hmm?" tanya Demian tanpa mengucapkan kata.

"Nanti malam Hadriana ke club, ada acara birthday party bersama teman-teman nya.." ucap Jack di seberang sana.

Yah, akhir akhir ini dia selalu menanyakan Hadriana yang sudah beberapa hari tidak datang ke club malam, padahal Hadriana selalu datang ke club atau jika tidak ia akan berbelanja ke sebuah mall, namun seperti hilang, Hadriana tidak bisa dihubungi apalagi di temui.

"Apa dia masih tidak mengangkat telepon mu?" tanya Jack cengengesan di seberang sana

Demian mendesis lalu menutup teleponnya, amarahnya tiba tiba saja menghilang saat mengingat dirinya akan bertemu dengan wanita yang menjadi incarannya saat ini.

Wanita pertama yang membuatnya tertarik, wanita pertama yang membuatnya penasaran dan wanita aneh yang pertama kali ia temui.

Ia membuka kembali berkas berkas di atas mejanya, membacanya dengan penuh semangat dan menelitinya dengan fokus

Jiwanya tak sabaran untuk melihat kembali wanita nya hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore dan berkas di mejanya sudah selesai ia baca dan teliti.

"Besok, atur jadwal kita dengan investor untuk proyek wahana kita di NTB.." titah Demian pada Haris

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!