Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kok Bisa ??
" Lesi , Lesi "
Ketukan pintu membuat Lesi yang sedang berganti baju sesudah mandi, terburu buru, karena ketukan yang tidak santai, Ia berlari kecil menuju pintu utama, kebetulan bu Arumi dan Pak Warto sedang keluar saat itu, di rumah hanya ada Lesi seorang.
" iya sebentar " teriaknya, dengan bersusah payah membuka kunci.
pintu pun terbuka lebar, terlihat Ratna dengan mimik muka yang tidak bersahabat, dan tangan yang berkecak pinggang.
" kalo kamu gak ngasih pinjam motor mu, bilang ke aku, jangan suruh aku tunggu, mungkin aku bisa cari ojek atau apa disana, ini malah harus nunggu jemputan yang tak kunjung datang, pelit amat jadi orang " bentak Ratna membuat Lesi menyinyitkan dahinya.
"gak di kasih pinjam gimana mbak ?" Tanyanya heran.
" aku kasih pinjam, tapi Riza yang malah marah sama aku, perihal keberadaan mbak dimana, dia malah bentak aku mbak, bukan aku yang pelit ngasih pinjam, toh mbak juga sering kan pinjam motorku, meski gak di isikan bensin, aku fine fine aja kok " Jelas Lesi pelan tapi menekan.
" perhitungan ya kamu, gak ada sedekah sedekahnya sama orang susah kayak aku, jadi selama ini kamu berharap di isikan bensin ?" Tanya Ratna yang terus melotot ke arah Lesi sambil menunjuk nunjuk.
Lesi memalingkan wajah nya , dia sudah muak sekali berdebat dengan orang yang flayingViktim ini gak pernah mau kalah, pengen nya menang sendiri.
" Aku gak minta ya, tapi setidaknya mbak paham lah, Tuh motor kalo gak di kasih bensin, mbak gak bisa jalan kan ?" Tegas Lesi dan ia munduk beberapa langkah, dan meraih gagang pintu untuk menutup nya, karena sudah jengah sekali berdebat dengan Ratna, tapi seketika ia teringat sesuatu.
" Oh iya, Itu rice cooker kemarin yang di pinjam, siniin mau aku pake " Pintanya sambil menutup pintu dan kembali mengunci nya, Di depan terdengar Ratna mencaci makinya.
"Duhh gimana ini ?" Gumam Ratna sambil berjalan menuju rumah nya.
rumah yang jauh dari kata rapih itu terdapat Seorang suami yang sedang leha leha di kasur yang di gelar di ruang tamu, Kaki yang masih kotor, baju bekas kerja yang belum ia ganti, dan terlihat pula di samping nya terdapat tumpukan baju yang sudah menggunung, entah mana cucian dan entab mana baju bersih.
" Mandi sana yah, sekalian tuh cuci baju sama cuci piring, Bukan nya sebelum aku pulang rumah sudah rapih, masih aja berantakan " Omel Ratna kepada Andri yang sedang rebahan.
" gak kebalik ?, kamu kan yang setiap hari di rumah ?, kenapa harus aku yang mengerjakan tugas rumah juga ?, sudah mah nyari duit malah di suruh beberes rumah , kamu jadi istri kerjanya apa ?" Timbal Andri yang sudah duduk.
" aku istrimu, bukan pembantu, wajar lah kamu bantuin aku ngerjain rumah, cari uang juga aku bisa, tapi kan gak di bolehin sama kamu, alasan nya karena anak " Ratna bukan nya sadar diri malah melawan suaminya.
Andri hanya mengelus dada nya sabar.
" Terus itu gimana masalah Ricecooker Bu Arumi, Di tanyain Lesi tadi pagi, katanya mau dia pakai " Andri mencoba mengganti topik pembicaraan.
Ratna gelagapan saat ia juga baru ingat bahwa Lesi menanyakan Rice cooker itu tadi.
" Kamu aja yang ngembaliin ke dia, kan kamu juga yang pinjam, aku gak mau " Putus Ratna lalu dia pergi dari hadapan Andri, Ratna kembali ke kamar nya dan merebahkan tubuhnya sambil bermain ponsel.
ia tidak menghiraukan pekerjaan rumah nya yang menumpuk sudah tiga hari tidak di cuci, bahkan gelas dan piring pun tidak ada yang bersih.
Alhasil dengan sisa tenaga yang Andri punya, Andri membereskan rumah nya, mulai dari cucian baju, Cucian piring, dan Melipat baju. sampai tengah malam Andri mengerjakan itu.
Andri memang tidak berpuasa, Jadi ia tidak ikut berbuka puasa dengan Istri dan juga anak nya Riza, Bahkan makanan yang dia beli pun ia tidak ikut makan, Ia hanya di sisakan Nasi kosong sepiring untuk Andri makan saja.
Saat lapar menyerang, dan tugas di rumah nya sudah selesai Andri pun meng-goreng nasi yang di sisakan oleh Ratna , dengan bumbu seadanya saja, hanya Bawang merah satu siung,dan juga garam.
Ratna terbilang istri yang di ratukan oleh Andri, tapi Ratna malah menilai jika dirinya bisa seenak nya terhadap Andri sampai ia tidak segan segan menyuruh Andri untuk memberekan rumah sampai bersih dan rapih, Ratna hayang ongkang ongkang kaki saja, sama rebahan , Ratna tidak pernah menyetuh cucian bahkan sapu pun dia tidak pernah, Semua tugas Rumah Andri kerjakan, Meski pun begitu Andri tetap setia kepada Ratna, dia rela di caci maki oleh istrinya bahkan kerjaan nya pun di hina tidak bersih dan kurang rapih, tapi Andri ikhlas menerimanya, Karena mungkin hanya tenaga saja yang Andri bisa kasih terhadap Istrinya , Mengingat perhasilan nya tidak seberapa, mungkin Ratna akan bahagia jika bekerjaan rumah nya Andri yang kerjakan.
Orang tua Andri pun tidak begitu Akrab dengan Ratna, mungkin mereka sudah tau tabiat Ratna jika di rumah dan memperlakukan Andri sebagai suami seperti apa , Bahkan Andri pernah di suruh pulang ke orang tuanya, dan bercerai dengan Ratna tapi Tidak pernah ia Turuti, Mungkin di hatinya Andri hanya ada Ratna selamanya, Cinta matinya , Cinta terakhirnya. meski dia di tus*k pun Andri akan terus menerima Ratna.
****
Dengan Ragu Andri membawa RiceCooker itu kembal kepada sang pemiliknya.
ia berjalan perlahan ke depan rumah Bu Arumi, Baru saja ia mengangkat sebelah tangan nya untuk mengetuk pintu, Pintu terlebih dahulu terbuka.
" Eh Andri, gak kerja kamu ?" Tanya Bu Arumi yang kaget melihat Andri sudah di depan pintu.
" E-eh iya nih bu, Sengaja libur, pengen istirahat aja " Jawabnya Gugup.
Bu Arumi melihat Ricecooker miliknya yang berada di pelukan Andri .
" Ouh iya, itu mau saya pake , Soalnya yang itu udah mulai rusak, masak masak nasi aja sampe sejam " Tuturnya.
Andri hanya tersenyum kecil sambil sesekali menunduk, Dengan Ragu ia menyerahkan Ricecooker nya kepada Bu Arumi.
betapa Syok nya Bu Arumi ketika ia meraba bagian bawah Ricecooker nya.
" Kok Bolong ?" Tanya nya panik, dan sesekali melihat ke arah Andri yang hanya cengar cengir saja.
" Hehe itu bu, Ratna kalo abis masak nasi, nasinya udah habis pun masih di colokin bu, Terakhir mau masak nasi malah bocor bu dan bau angus" jelas Andri dengan pelan pelan.
Bu Arumi berusaha mencerna penjelasan Andri.
" Andri ini kan Ricecooker yang lampunya cuma satu, Gak kayak Yang ibu pake, meski pun sudah matang tetap panas, tapi kan ini kalo udah matang, meski di diamkan terus akan Dingin kan ?, gak mungkin akan panas bawahnya kalo gak di cetrekin ke atas ( Mode masak ) " Tanya Bu Arumi dengan terheran heran terus memandangi Barangnya yang kini sudah menjadi rongsokan.
" sampe bolong gede gini loh, gimana sih pake nya?, pake barang orang kok sembarangan, bukan nya hati hati , kalo begini mau kamu ganti ?" Tegas bu Arumi membuat Andri semakin gelagapan, apa lagi mendengar kata ganti.
" saya ada uang dari mana bu, Buat beli beras seliter aja gak ada kalo gak kerja " Tutur Andri malah adu nasib.
Bu Arumi yang sudah lelah, dan menahan amarahnya pun mengusir Andri dengan gerakan tangan yang menyuruhnya menjauh, Andri mengerti dan ia segera pergi dari hadapan bu Arumi.
" Di aku Lima tahun loh ini, baik baik aja, aku pun gitu kalo nasinya sudah habis pun masih aku Colokin karena pernah kesetrum pas abis cuci beras terus nyolokin, tapi gak sampe boleh begini ?, gimana sih pake nya tuh orang ?" Bu Arumi masih mengoceh seraya ia membanting Ricecooker itu ke Karung rongsokan di belakang rumah nya.
" Giliran minta ganti rugi, malah adu nasib, orang serakah emang gak bakalan ada rezekinya" Ujar Bu Arumi ia masih kesal dengan apa yang terjadi.
padahal RiceCooker itu dalam keadaan baik baik saja sewaktu di pinjam Andri, ini baru beberapa minggu saja kenapa keadaan nya tidak sama seperti waktu pinjam , Dongkol iya di dalam Hati Bu Arumi, tapi bagaimana ia akan berbicara kepada Ratna yang selalu merasa tersakiti ketika di minta pengertian.
alasan nya hanya satu tidak ada uang, kita orang susah.
Iya Sudah susah Rezeki , Susah Meminta maaf pula.
setidaknya jika miskin harta, Tapi Kaya Adab.