NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyeberangan Dunia Lain / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16. Pelaksanaan

Sesuai perintah, setelah mengirimkan surat balasan, Sebastian segera menuju markas Crimson Guard, pasukan pribadi milik Arthur sekaligus kekuatan militer utama Vancroft.

Komandan Cassian, yang telah menerima kabar mengenai kedatangan Sebastian, segera menyambutnya di halaman markas. Ia membungkuk hormat.

“Selamat datang, Penasihat Utama. Ada yang bisa saya bantu?”

Sebastian segera mengangkat tangan, mencegahnya melakukan penghormatan lebih lanjut.

“Tidak perlu bersikap terlalu formal, Cassian.”

Cassian tersenyum tipis dan menegakkan tubuhnya.

“Terima kasih, Guru.”

Sebastian memang pernah menjadi mentornya dalam strategi dan etika militer.

“Aku datang untuk menyampaikan titah Archduke.”

Mendengar nama Arthur disebut, Cassian langsung berdiri tegak dengan ekspresi serius.

“Kirim Infantry Section 1, ‘Iron Grads’, ke Riverdale dan Greenfields. Terdapat sejumlah pasukan Duke Torrhen di sana. Karena mereka telah memasuki wilayah Vancroft tanpa izin resmi dari Archduke, lakukan pengawasan ketat. Jika mereka melakukan pelanggaran sekecil apa pun, laksanakan hukuman sesuai dengan aturan militer Vancroft.”

“Siap. Perintah akan segera dilaksanakan,” jawab Cassian tegas.

Tanpa menunda waktu, ia berbalik dan mulai mengatur mobilisasi pasukan menuju Riverdale dan Greenfields.

...***...

Di sisi lain.

Kepercayaan Duke Torrhen bergegas memasuki ruang kerja sang Duke sambil membawa sepucuk surat bersegel merah.

“Yang Mulia Duke, ada surat balasan dari Archduke.”

Duke Willy Torrhen mengerutkan kening, lalu menerima surat itu dan mulai membacanya.

...----------------...

Dari: Arthurian Vancroft, Archduke Valcrest

Kepada: Yang Mulia Duke Willy Torrhen

Yang Mulia Duke Torrhen,

Terima kasih atas surat penuh perhatian mengenai kondisi kesehatan saya. Saya sungguh tersentuh oleh kepedulian Yang Mulia—terutama mengingat betapa sibuknya Yang Mulia mengurus wilayah sendiri.

Pertama tama saya berharap Yang Mulia segera menarik kembali pasukan yang saat ini berada di wilayah Vancroft. Pasukan saya telah dikirim untuk memastikan stabilitas daerah tersebut. Seperti yang tentu telah Yang Mulia ketahui, disiplin pasukan Vancroft sangat ketat. Saya khawatir kehadiran pasukan Yang Mulia di sana justru akan menimbulkan situasi yang tidak nyaman apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan militer kami.

Saya juga menerima laporan bahwa Northern Highlands baru-baru ini mengalami beberapa insiden kecil di perbatasan barat—tiga serangan demon minor dalam satu bulan terakhir, jika laporan intelijen saya akurat. Tentu saja, bagi seorang veteran dengan empat puluh tahun pengalaman seperti Yang Mulia, hal tersebut hanyalah gangguan kecil. Saya yakin semuanya telah ditangani dengan kompetensi seperti biasa.

Lalu personel Crimson Guard yang saat ini terlibat dalam “operasi bersama” di Northern Highlands seharusnya telah kembali. Saya yakin keterlambatan tersebut hanyalah kekeliruan administratif. Saya mengharapkan mereka kembali ke Fortress dalam waktu tujuh hari.

Apabila hal tersebut tidak terjadi, saya akan terpaksa berasumsi bahwa kondisi Northern Highlands jauh lebih genting dari yang dilaporkan. Dan tentu saja, itu akan menjadi perhatian langsung Kekaisaran. Saya yakin Yang Mulia tidak ingin Kaisar mempertanyakan kemampuan pertahanan wilayah Yang Mulia.

Oh, satu hal lagi—saya mendengar bahwa putra Yang Mulia, Victor, akhir-akhir ini cukup sering mengunjungi Golden Rose Casino di Ibu Kota. Tempat yang… menarik. Saya harap beliau menikmati waktu luangnya dengan penuh tanggung jawab.

Sekali lagi, terima kasih atas perhatian Yang Mulia. Saya menantikan pertemuan kita dalam rapat Dewan Kekaisaran mendatang. Banyak hal yang dapat kita diskusikan secara lebih mendalam.

Hormat saya,

Arthurian Vancroft

The Crimson Aegis

...----------------...

Setelah membaca surat itu, Duke Willy Torrhen tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan. Wajahnya mengeras.

“Segera tarik kembali pasukan yang berada di Riverdale dan Greenfields. Sekarang juga!”

Perintah itu baru saja keluar dari mulutnya ketika pintu ruang kerja terbuka dengan tergesa. Komandan militernya masuk dengan wajah tegang.

“Yang Mulia… pasukan kita di Riverdale dan Greenfields saat ini sedang dihantam habis-habisan oleh Iron Grads.”

Willy terdiam sesaat.

Kemudian, dengan gerakan kasar, ia menyapu seluruh isi meja kerjanya hingga berjatuhan ke lantai.

“Sialan!”

Ia sudah menduga ini akan terjadi. Arthur tidak pernah memberi ruang bagi lawan untuk bernapas. Setiap langkah yang tampak sopan dalam surat itu hanyalah hitungan waktu sebelum palu dijatuhkan.

Dan sekarang, jika ia mengirim bala bantuan, itu akan dianggap sebagai eskalasi terbuka. Jika ia melawan, Arthur akan punya alasan sah untuk menghancurkannya secara resmi di hadapan Kekaisaran.

Sedikit saja ia salah langkah… Arthur bisa menghabisinya.

Maka, dengan amarah yang dipendam, Willy terpaksa membiarkan pasukannya dihajar tanpa bisa berbuat apa-apa.

...***...

Tak jauh berbeda, Marquis Berto juga tengah berada dalam kondisi yang sama—atau bahkan lebih buruk.

Di ruang pribadinya yang mewah, ia menghancurkan apa pun yang berada dalam jangkauan tangannya.

“Sialan! Arthur sialan! Brengsek!”

Teriakannya membuat para wanita yang sebelumnya menemaninya gemetar ketakutan. Beberapa saat lalu ia masih menikmati hiburan malamnya, merasa aman dan tak tersentuh.

Namun dalam satu hari, dua pukulan telak menghantamnya sekaligus.

Pertama, surat dari Arthur—yang dibungkus dengan bahasa sopan, namun jelas berisi ejekan dan ancaman terselubung.

Kedua, kondisi di Pelabuhan Crimsonvale.

Selama dua bulan terakhir, penjagaan di pelabuhan itu memang tampak lebih longgar. Merasa situasi aman, sejak minggu lalu ia mulai mengirimkan lebih banyak barang dari biasanya.

Hari ini semuanya berubah.

Setiap kontainer miliknya diperiksa secara menyeluruh, dokumen diverifikasi dengan ketelitian ekstrem bahkan transaksinya diaudit tanpa toleransi.

Dalam satu hari saja, ia kehilangan dua ratus ribu koin emas—baik dari denda, penyitaan, maupun biaya tambahan untuk menutup berbagai celah yang kini tidak lagi bisa disembunyikan.

...***...

Sementara namanya sedang dimaki-maki, Arthur justru berjalan santai di taman istana sambil menikmati ubi bakar hangat di tangannya.

Langkahnya ringan. Ekspresinya tenang. Seolah tidak ada badai politik yang baru saja ia lepaskan.

Saat menyusuri jalan di taman kediaman vancroft, pandangannya tertuju pada gazebo di tengah taman. Di sana, Valerine duduk dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya.

Namun jika diperhatikan lebih saksama, tatapannya tidak benar-benar membaca. Matanya kosong, fokusnya entah melayang ke mana.

Arthur mendekat tanpa suara.

Ia berdiri tepat di belakangnya.

Namun valerine masih tetap tidak menyadari keberadaan Arthur.

Tanpa berpikir panjang—atau mungkin justru karena iseng—Arthur sedikit membungkuk, mendekatkan wajahnya ke sisi Valerine, lalu berbisik pelan di dekat telinganya,

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

Valerine terlonjak kaget.

Ia langsung menoleh dengan cepat dan—

Plak!

Suara tamparan menggema kecil di gazebo.

Kepala Arthur otomatis tertoleh ke samping. Ubi bakar di tangannya hampir saja terjatuh.

Beberapa detik tempat itu hening.

Arthur perlahan menyentuh pipinya yang mulai terasa panas.

“Kenapa kau menamparku?”

Valerine yang baru sadar sepenuhnya dari keterkejutannya langsung membelalakkan mata.

“Eh—maaf! Aku benar-benar tidak sengaja! Itu refleks!”

Namun setelah sepersekian detik, ekspresinya berubah defensif.

“Tapi itu juga salahmu! Kenapa tiba-tiba muncul begitu? Dan wajahmu tadi juga sangat dekat, jelaslah aku kaget!”

Arthur mengerutkan kening.

Ia tidak membalas.

Bukan karena tidak punya jawaban.

Tapi karena pipinya benar-benar sakit.

Tamparan tadi… sama sekali tidak setengah-setengah.

Melihat Arthur memegang pipinya dengan ekspresi menahan sakit, rasa bersalah langsung menyelimuti hati Valerine.

Baru sekarang ia benar-benar sadar—tamparannya tadi tidak ringan. Terlebih lagi, kondisi Arthur bisa dibilang sedang tidak baik baik saja.

Ia menggigit bibirnya pelan, lalu berdiri.

Tanpa banyak kata, Valerine mendekat dan meraih kerah kemeja Arthur. Ia menariknya perlahan ke bawah. Karena perbedaan tinggi mereka cukup jauh, Arthur otomatis sedikit menunduk mengikuti tarikan itu.

Valerine mengangkat tangannya dan mengusap lembut pipi yang tadi ia tampar.

“Maaf… aku benar-benar tidak sengaja. Kau tidak apa-apa, kan?”

Arthur terdiam sejenak.

Ia jelas terkejut. Perhatian tiba-tiba seperti ini dari istrinya bukan sesuatu yang bisa ia dapatkan.

“Aku baik-baik saja,” jawabnya pelan. “Tidak perlu minta maaf. Lagi pula… ini memang salahku juga.”

Valerine menatapnya beberapa detik, memastikan ia tidak berbohong. Setelah itu, ia mendorong dada Arthur pelan.

“Baguslah kalau kau menyadarinya." Kemudian ia menatap Arthur dengan tatapan galak." Lalu apa yang kamu lakukan disini?”

Arthur mengangkat alis. “Kenapa? Aku tidak boleh ke sini?”

“Ya boleh saja.”

“Kalau begitu kenapa bertanya?”

Valerine menyipitkan mata. “Tidak boleh bertanya?”

Arthur langsung terdiam.

Ia tahu, jika dilanjutkan, percakapan mereka akan berputar tanpa akhir.

Akhirnya, tanpa berkata apa-apa lagi, Arthur duduk di samping Valerine di bangku gazebo.

Valerine sempat meliriknya kesal.

“Aku sedang membaca.”

“Yasudah baca saja. Aku tidak akan mengganggu.”

“Kehadiranmu saja sudah mengganggu.”

Arthur tetap diam.

Beberapa kali Valerine mencoba mengusirnya dengan kalimat kasar, tapi Arthur tidak bergeming. Ia hanya duduk di sana, sesekali memakan sisa ubi bakarnya, sesekali melirik halaman buku yang sedang dibaca Valerine.

Lama-lama, Valerine menghela napas.

Jengkel, tapi pada akhirnya ia tidak berusaha lagi untuk mengusirnya pergi. Dan memilih untuk kembali fokus membaca, sementara Arthur tetap duduk di sampingnya.

...***...

1
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Satu banget nih Thor?/Grievance/
blueberry
semangat thor up nya
Fel N: makasih kak 🥰🥰☺️☺️☺️
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Suka banget sama ceritanya, semangat!!/Smile/
Fel N: makasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Lanjut Kak Othor~!💪💪
Fel N: siap🥰🥰🥰☺️
total 1 replies
Jack Strom
Mantap... 😁
anak panda
🔥🔥🔥
Jack Strom
Keren... 😁
anak panda
gasss up 2-3 bab🔥🔥🔥
🤭🤭
Fel N: Semoga bisa yah kak🥰
total 1 replies
anak panda
lanjutt
Jack Strom
Wow... Keren... 😁😁😛😛😛
Jack Strom
Bikin Penasaran... 😁😛😛😛
Fel N: makacih 🥰
total 1 replies
Jack Strom
Mantap!!! 😁😛😛😛
Jack Strom
Eh... Tubuh Arturian itu biologis apa cyborg kah... 🤔🤔🤔...😛😛😛😛
Fel N: biologis kak😭. Nanti bakal ada penjelasan tentang world building nya. jadi bersabarlah kak Jack .🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!