Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan sama
Pukul 23:22 aku baru sampai dirumah, Josua sudah memasak kan air panas untuk ku. Bahkan sudah ada teh, sudah ada lauk yang dimasak. Sementara dia tidur di atas kasur ku, aku lihat dia lelah banget, wajah dan dengkuran itu. Bahkan ketika air guyuran mandi ku terdengar jelas dia tidak menggubris apalagi terbangun, Lucunya aku memakai body care dan juga bersiap-siap dekat dengan nya tidak kedengaran juga.
"Jo," ku pegang pipi nya untuk membangunkan, dia terkejut. Seperti ada rasa ingin memeluk tapi tidak bisa sekarang, aku tersenyum penuh semangat kemudian menundukkan pandangan ku darinya— Ia demikian mengikuti caraku bertindak, "Maaf ya aku ketiduran, lupa aku kunci pintu."
"Enggak apa-apa, bukan ada apa juga," aku mengeringkan rambut, sementara dia membuka handphone memberi kabar ke seseorang, ketika handphone nya berbunyi ia meraih hairdryer dari tanganku.Mematikan mesin pengering rambut dan lanjut bicara dengan siapa di balik telepon itu, dia duduk didepan ku, kami sama-sama berada di ujung tempat tidur. "Abang gak langsung transit?" Kata wanita itu penuh perhatian pada Josua.
"Enggak dek, ini Abang lagi di hotel dekat bandara. Enggak dapat tiketnya tadi, besok siang Abang berangkat ke Kalimantan ya."
"Ya udah, hati-hati Abang disana na... Jangan lain-lain tingkah nya." Josua tertawa menanggapi nya. "Iya, Abang tidur dulu ya, capek banget."
Astaga Tuhan ini salah, apa yang kami lakukan ini salah. Walaupun kami enggak melakukan perbuatan terhina itu tapi ada penilaian buruk bagiku atas keputusan ini.
"Kau udah makan?" Josua membawa ku ke dapur, ia mendorong badanku dan meletakkan aku pada meja makan tanpa kursi karena memang itu fungsinya hanya sebagai tempat penyimpanan lauk. "Belum."
Kami menikmati kebersamaan ini,"Ini ada daging kuda, masakan bou ni" Maksudnya masakan ibunya Josua. "Pasti untuk cewek mu kian kan!" Josua tertawa. "Sudah ada untuk dia, untuk mu kan dibuatkan spesial." Jahat kali enggak sih, tapi aku masih nyaman diperhatikan Josua seperti ini. "bagi dua aja untuk dia," red flag nya Josua atas pasangan hidupnya.
"Ini apa? " Sambal ikan teri juga dibagi, bahkan dia enggak lupa makanan kesukaan ku dari tanah Karo, cimpa. Senang kali Josua masih bisa memanjakan aku begini. "Makan yang banyak, ngomong-ngomong udah lama aku enggak kau suap." Permintaan nya langsung ku kabulkan, kami saling suap-suapan,dua piring habis dengan cara begitu aja.
"Kau pergi nya cepat banget, kalau enggak bisa ketemu ijonk sama Lista dulu kan." Kataku seolah Josua masih jadi pasangan ku.
"Ijonk sama Lista masih lanjut,awet ya." Anggukan ku menikmati suapan tangan Josua, "kita ajanya hasian," ia tersenyum sendu.
"Apa pun itu, itulah takdir Tuhan yang baik untuk mu. Entah apa yang terjadi kalau kita berjodoh, cuman aku bodoh juga ya. Cara mu pergi kemarin tiba-tiba menghilang, terus kau datang aku masih menyambut hangat dirimu..." Lagi-lagi muka polos tak berdosa itu membuat ku tak sanggup memarahi nya lebih lanjut.
"Itu hak mu, aku enggak bisa bikin pembelaan. Bukan tipikal ku begitu."
Ya sedikit ada jarak ketika masalah itu ku angkat kembali, aku yakin keluarga Josua lebih tau cerita tentang hidup ketimbang aku sendiri, itu kenapa orang tuanya memohon supaya jangan memilih aku sebagai pasangan anaknya. "Bikin kan aku teh manis dong." Permintaan ku langsung dilaksanakan Josua, hubungan seperti ini dimana lagi ku temui.
"Kau sudah kuliah?" katanya sembari memberikan segelas teh manis hangat untuk ku, malam pukul 2 subuh malah berasa makan pagi ini mah. "Belum kemungkinan dua Minggu lagi, kan aku Maba hitungan nya." Josua mengangguk.
"Sebenarnya bisnis juga pernikahan ku ini Mi, ya kalau bisa aku menikah sama dia agak terangkat lah ekonomi, Mamak bapak lagi gak bagus ekonomi nya..."
"Udah lah enggak usah bahas-bahas kesana, intinya kau kesini kan mau ketemu terakhir sama aku. Ya puas-puaskan lah, cuman kalau minta jatah atau apa segala macam... Jangan harap ya Jo! Selama pacaran juga kau enggak pernah ngerusak aku," kata ku menegaskan suatu aturan lama.
"Kau pikir aku laki-laki apa? lebih main logika ku ketimbang syahwat ku."
Benar adanya, kami tidur di ranjang yang sama, usai sibuk dengan handphone masing-masing, kami tidur dengan berurutan, Josua hanya merangkul ku dalam tidurnya. Ini pertama kali kami bersama dalam keadaan tidur bareng tidak lebih, pagi harinya aku harus bersiap kerja.
"Besok lah kau pulang, alasan apa gitu." Pinta ku layaknya seorang pelakor. Cuman aku memang enggak bersedia Josua pergi secepat itu dari ku, "Nanti malam ada kumpulan komunitas. Aku sudah minta Ijonk sama Lista datang, Masak kau enggak hargai itu." Kataku sembari memanaskan motor.
"Ya habis lah oleh-oleh ini," katanya menunjukkan beberapa makanan. "Ya pande-pande kau lah buat alasan, kalau soal daging nanti ku pesan kan di Lapo tempat kami makan itu, enak-enak disitu masakan nya."
Aku meninggal kan Josua untuk berpikir bagaimana ia bisa memperpanjang waktu untuk kami bersama, nanti nya aku ingin Ijonk dan Lista bertemu dengan Josua walaupun dalam kegiatan komunitas. Hari Jumat tidak begitu banyak pekerjaan jadi bisa santai, sebelum nya aku mau izin untuk pulang lebih awal karena ya Josua belum kasih keputusan juga.
Josua:[ jam 5 subuh aku harus berangkat besok ya] Aku tersenyum bahagia akhirnya Josua bisa memperpanjang waktu nya bersama ku.
Miwa:[woke]
Aku meminta kakak komunitas agar memberikan nomor telepon owner Lapo atau rumah makan khas makanan Batak kepada ku, segera sesuai janji aku pesan kan daging untuk pengganti oleh-oleh yang ku makan kepada gadis itu, dan nanti malam akan ku bawa bersama Josua.
Rasa gembira membawa ku pulang lebih awal, aku melihat Josua sudah masak untuk ku. Sudah mencuci pakaiannya dan juga pakaian ku, sungguh pekerjaan yang mulia. Laki-laki Batak anti patriarki memang dirimu, aku melihat Josua segera mandi padahal ia belum.
Selagi aku berdandan, Josua mandi selesai dengan urusan kebersihan dirinya,aku memberikan padanya sebuah parfum dan tas wanita berbungkus totabag kepadanya. Supaya diberikan untuk wanita itu, aku tidak mau ada pandangan cacat dari wanita itu dalam menilai Josua. "Koper mu mana? Masukkan ini! " kataku melempar totabag itu kepada dia, dia cek dan langsung memasukkan kedalam koper nya. "Bilang aja kau yang beli, daripada enggak ke pake sama aku. Mahal juga itu ku beli," Josua langsung mencium keningku.
"Yakin kau belum ada pengganti ku dihati mu."
Kok ada rasa jijik ya, apa hati ku mulai berteman dengan logika ku.
Kami bersiap-siap sehabis adzan magrib mulai jalan ketempat tujuan, mengenakan kaos yang senada sudah membuktikan bahwa aku dan Josua adalah pasangan yang tak dapat di pisahkan, si hitam perdana di naiki laki-laki yaitu Josua, Josua amat tampan mengenakan kaos navy polo dan jeans berteman jaket parasut namun tidak kelihatan untuk bapak-bapak banget.
"pegangan" kami lanjut jalan, disuruh pegangan kok malah di peluk. Dasar Miwa ! Please jiwa jalang mu jangan berlaku lagi untuk Josua.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰