NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara

Kultivator Pengembara

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi Timur / Balas Dendam / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

​Jian Feng, seorang anak haram dari keluarga bejat, dipaksa menikahi Lin Xue, gadis cantik namun cacat dan sekarat.

​Dipertemukan oleh takdir pahit dan dibuang oleh keluarga mereka sendiri, Jian Feng menemukan satu-satunya alasan untuk hidup: menyelamatkan Lin Xue. Ketika penyakit istrinya memburuk, Jian Feng, yang menyimpan bakat terpendam, harus bangkit dalam kultivasi. Ia berjanji: akan menemukan obat, atau ia akan menuntut darah dari setiap orang yang telah membuang mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25- Menghadapi gadis cerewet

​Keesokan paginya, udara hutan terasa lebih dingin. Jian Feng, yang tidak tidur semalaman—hanya untuk menjaga Lin Xue dan mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan sudah merasa lebih baik.

​"Sepertinya aku sudah bisa untuk berjalan." gumam Jian Feng. Ia menatap Lin Xue yang masih tidur pulas dalam pelukannya. Wajah gadis itu tampak tenang dan damai, jauh dari rasa takut yang ia rasakan kemarin.

​Jian Feng tersenyum kecil. Senyum yang sangat langka dan cepat menghilang. "Kalau dilihat-lihat, gadis ini lucu juga saat tidur. Tidak banyak bertanya, tidak banyak mengomel."

​Namun, ia segera mengalihkan fokusnya. "Sebelum pergi, aku harus memperbaiki retakan di Dantian-ku dulu. Aku tidak bisa bergantung pada Feng lagi; kekuatan itu akan membunuhku."

​Jian Feng mulai bermeditasi, membiarkan kesadarannya masuk ke dalam tubuhnya, tepat di inti energi—Dantian yang kini retak seperti keramik tua. Di sana, Jian Feng mulai menarik sisa Qi Petir dari meridiannya untuk menambal keretakan.

​Melakukan ini bukan berarti tanpa tantangan. Setiap penambalan kecil mendatangkan rasa sakit yang luar biasa, seperti kulitnya dilebur dan dicetak ulang. Jian Feng harus dipaksa tetap fokus sambil menahan sakit. Keringat dingin membanjiri wajahnya.

​Setelah sepuluh menit yang terasa seperti sepuluh jam penyiksaan, ia akhirnya membuka mata. Ia berhasil menstabilkan keretakan, dan Dantian-nya yang malang akhirnya berhasil kembali ke ranah Arus Qi dan naik ke Level 2—ranah aslinya sebelum ia dipaksa naik oleh Feng. Kekuatannya yang sesungguhnya telah kembali.

​Jian Feng membangunkan Lin Xue yang masih tidur pulas. "Lin Xue, ayo bangun. Kita harus pergi dari sini. Kita sudah terlalu lama."

​Lin Xue membuka mata. Ia tersenyum cerah, seolah-olah mereka baru saja berkemah, bukan melarikan diri dari sekte pembunuh. Ia melihat sekeliling yang sudah disinari mentari pagi.

​"Kali ini kita akan pergi ke mana lagi? Apakah kita akan naik kuda? Atau kau akan terbang?" Lin Xue bertanya, langsung cerewet.

​Jian Feng bangkit dengan sekuat tenaga. Ia harus berjuang agar tidak jatuh terhuyung. Lalu, ia mengangkat Lin Xue, menggendongnya di depan dadanya.

​"Kita akan pergi ke kota atau desa di dekat sini. Kita harus bersembunyi. Aku takut Sekte Api Merah akan mencari kita sampai sini." jawab Jian Feng serius. Ia pun mulai berjalan dengan langkah pincang dan pelan. Tubuhnya masih lemas, dan punggungnya yang tertusuk terasa perih.

​Sambil berjalan, Lin Xue, yang kini merasa lebih baik karena aliran Qi Jian Feng semalam, terus berkata dengan riang.

​"Kalau menemukan kota atau desa, aku ingin Tanghulu! Bisakah kita mencari tukang Tanghulu yang menjual rasa baru? Kemarin kau janji akan membelikannya untukku. Atau, Jian Feng, mengapa Sekte Api Merah itu begitu bodoh, ya? Kenapa mereka tidak tahu cara bertarung dengan benar? Apakah mereka tidak pernah makan nasi? Apa kau ingat saat kau bilang aku cerewet? Lalu Tuan Qin bilang istrinya juga cerewet? Apakah semua wanita itu cerewet, Jian Feng? Kau belum menjawab itu!"

​Jian Feng hanya mengiyakan saja agar Lin Xue senang. Tanghulu... apakah dia bisa memikirkan hal lain selain itu? Telinganya seolah akan pecah mendengar Lin Xue yang sangat cerewet, ocehan yang tak ada habisnya.

​Namun, di balik iritasi yang ia tunjukkan, Jian Feng tidak mengeluh. Lin Xue yang cerewet berarti Lin Xue baik-baik saja, tidak ketakutan, dan tidak sedih.

​Lebih baik mendengar dia mengomel tentang Tanghulu daripada mendengar dia menangis.

​Jian Feng mengeratkan pelukannya, membiarkan Lin Xue terus berbicara, menyeret tubuhnya yang hancur ke dalam hutan yang semakin lebat.

1
Daniel Simamora
Puluhan ribu, enggak myngkinlah.
Jangan terlalu hiperbola.
Bucek John
harta perang dibiarkan sia sia hambar sangat...
Halloo semuanya, mohon dukungannya ke karya saya yaaa😍🙏 mampir klik aja profil terimakasih 🤗
Bucek John
sayang sekali seribu sayang harta menang perang kantong penyimpanan sia sia tdk dimanfaatkan pemenang hambar sangat...!!
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia cincin ruang tuan muda setidaknya ada 10 coin emas cukup tambahan biaya ...hambar sangat...
Luthfi Aamiin
122
Triyono
wah baru ada kultivator udah miskin udah sering bantai tetap miskin aja harusnya rampas yg di bantai
Luthfi Aamiin
111
👍👍👍👍👍
💪💪💪💪💪
y@y@
💥👍🏿🌟👍🏿💥
bob
rekomendasi novel " zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur👍👍👍
Agen One: /Doge/
total 1 replies
bob
baca juga novel " zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur 👍👍
Azka Ghazi Yansen
saya yakin pembaca akan malas kalo mc naif ,istri terlalu membebani
Azka Ghazi Yansen
picik dan bodoh ,MC Abal Abal
Andi Heryadi
MCnya msh lemah tp trus dibebani istri yg lumpuh dan skrg ditambah 10 anak2,hadeuh.....kuatkan MCnya thor💪
Agen One: pasti kuat kok
total 1 replies
Andi Heryadi
harta banditnya knp gak dikuras,pasti byk hartanya disarang bandit.
Andi Heryadi
mampus loe,mantap thor
Ilham Fuadi
terus berjuang💪
OldMan
mantapp Thor biar seru jadikan istri kedua
Herman Kleden
👍👍
Zainal Tyre
ceritax melarikan diri melulu, sampah
Agen One: di bab 50 baru gk lari. santai aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!