Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Fondasi Teratai Es dan Runtuhnya Makam
Pendaran cahaya biru kosmik dari tubuh ilusi Yueyin mulai meredup, berkedip seperti nyala lilin yang tertiup angin. Mempertahankan wujud fisik di luar giok hitam menghabiskan energi spiritual dengan kecepatan yang mengerikan, bahkan untuk sosok sekelas Kaisar Es.
Yueyin menoleh menatap Li Jian dari balik cadarnya. Angin dingin yang mengiringi kehadirannya perlahan mereda.
"Waktuku di luar sudah habis, bocah," bisiknya, suaranya mulai terdengar menggema kembali ke dalam ruang kesadaran. "Pastikan kau menyerap Inti Netherworld itu sampai tetes terakhir. Jangan biarkan pengorbanan tenagaku sia-sia."
Tanpa menunggu jawaban Li Jian, tubuh anggun nan tiranik itu pecah menjadi ribuan butiran cahaya perak yang melesat masuk kembali ke dalam giok hitam di dada Li Jian. Suhu di dasar jurang perlahan kembali normal, meski masih cukup dingin untuk membekukan air biasa.
Li Jian menghela napas panjang. Ia menoleh ke sudut gua kristal, tempat Xiao Ling masih terduduk lemas dengan mata terbelalak ngeri. Gadis liar yang terbiasa menghadapi monster buas itu kini tampak seperti anak kecil yang baru saja melihat dewa kematian.
Li Jian berjalan menghampirinya, langkahnya pelan namun memancarkan tekanan yang jauh lebih berat dari sebelumnya. Ia merogoh cincin penyimpanannya dan mengeluarkan sebotol pil penyembuh luka dalam yang ia rampas dari Unit Bayangan sekte.
Ia melemparkan botol itu ke pangkuan Xiao Ling. "Makan dua butir. Jaga napasmu."
Xiao Ling tersentak, buru-buru menangkap botol tersebut. Tangannya masih gemetar. "Li Jian... wanita tadi... dewi es itu... siapa dia? Auranya... auranya bahkan membuat Niat Pedang di makam ini tunduk."
"Dia bukan seseorang yang perlu kau ketahui," jawab Li Jian datar, memotong rasa penasaran gadis itu. "Pulihkan dirimu. Kita belum selesai di sini."
Meninggalkan Xiao Ling yang menelan pil dengan patuh, Li Jian berjalan menuju gunungan debu tulang sang naga raksasa. Meski telah hancur menjadi serpihan, insting Li Jian mengatakan monster purba sekelas Bina Pondasi tingkat menengah pasti menyisakan pusaka.
Ia mengibaskan tangannya. Hembusan angin Qi menyapu debu tulang dan rongsokan pedang berkarat. Di dasar reruntuhan itu, memancarkan pendaran biru yang sangat pekat, tergeletak sebuah tulang seukuran lengan manusia yang bening seperti kristal.
"Tulang Sumsum Naga Netherworld," suara Yueyin kembali terdengar di kepalanya, kini dengan nada puas. "Bahan material tingkat bumi. Simpan itu. Di masa depan, kau bisa menggunakannya untuk memperkuat tubuh fisikmu atau menempa ulang pelindung."
Li Jian menyunggingkan senyum tipis dan langsung memasukkan tulang berharga itu ke dalam cincin spasialnya. Kini, pandangannya sepenuhnya terkunci pada hadiah utama: Inti Netherworld.
Bola cairan biru kehitaman itu melayang tenang di tengah gua, memancarkan energi Yin kuno yang luar biasa murni. Dibandingkan dengan Mata Air Es Sejati di Lembah Tanpa Nama, energi inti ini ibarat lautan raksasa dibandingkan dengan genangan air hujan.
Li Jian melangkah mendekat dan duduk bersila tepat di bawah bola cairan tersebut. Ia meletakkan Gerhana di pangkuannya, membiarkan pedang itu ikut beresonansi.
"Kita mulai, Senior," batin Li Jian.
Ia mengangkat kedua tangannya, membentuk segel tangan Seni Bintang Pemakan Langit. Pusaran hisap seketika meledak dari Dantian-nya dan giok hitam di dadanya secara bersamaan.
WUSSS!
Inti Netherworld itu merespons tarikan tersebut. Cairan biru kehitaman itu berputar deras, membentuk sebuah pusaran air raksasa yang mengalir turun dan menembus ubun-ubun Li Jian.
Rasa dingin yang melampaui logika alam fana langsung menyergap meridiannya. Namun kali ini, cairan Qi raksa Tingkat Tujuh miliknya tidak goyah. Qi raksa itu menyambut energi Netherworld dengan rakus, menelannya, dan memurnikannya.
Enam puluh persen energi Inti Netherworld mengalir langsung ke dalam giok hitam, memperbaiki jiwa Yueyin yang terluka dan mengisi kembali kekuatannya. Sementara empat puluh persen sisanya mengalir deras membanjiri Dantian Li Jian.
Dantian Li Jian, yang sudah terisi penuh oleh cairan Qi, kini dipaksa untuk berekspansi. Cairan raksa perak kebiruan itu mulai mendidih karena kompresi energi yang ekstrem.
Tahap Kondensasi Qi adalah tentang mengumpulkan energi dari alam. Namun tahap Bina Pondasi (Foundation Establishment) adalah tentang mengubah energi yang mengalir itu menjadi fondasi padat—sebuah altar kekuasaan di dalam tubuh yang akan menjadi dasar bagi jiwa dan raga untuk menembus batas manusia fana.
Kratak! Kratak!
Suara retakan terdengar dari dalam tubuh Li Jian. Dantian-nya meledak dalam cahaya perak yang menyilaukan. Cairan Qi raksa itu berhenti mengalir, dan perlahan-lahan mulai mengeras. Molekul demi molekul menyatu, membentuk sebuah platform kristal padat berwarna perak kehitaman.
Kristal itu mekar inci demi inci, membentuk kelopak-kelopak bunga yang luar biasa indah namun memancarkan niat membunuh yang absolut.
Sebuah Fondasi Teratai Bintang Es!
BOOOOOM!
Gelombang kejut kultivasi meledak dari tubuh Li Jian, menyapu seluruh dasar jurang Makam Pedang. Aura fana sepenuhnya terlepas dari tubuhnya. Tulang-tulangnya menjadi sekeras berlian, dan meridiannya selebar sungai deras. Umur panjangnya kini melonjak melampaui dua ratus tahun.
Ia telah resmi melangkah ke ranah kultivator sejati: Bina Pondasi Tahap Awal!
Li Jian membuka matanya. Sepasang pupil peraknya kini memiliki corak bunga teratai hitam di tengahnya. Ia perlahan melayang naik dari posisi duduknya—bukan melompat, melainkan melayang murni menggunakan Qi, sebuah kemampuan ikonik dari ahli Bina Pondasi.
Kekuatannya sekarang puluhan kali lipat lebih dahsyat dibandingkan saat ia membantai Zhao Tian di arena sekte.
Namun, sebelum Li Jian sempat menikmati kekuatan barunya, seluruh Makam Pedang Terlarang tiba-tiba bergetar luar biasa hebat.
KRAAAAK... GRUMUUUR!
Dinding jurang mulai retak panjang. Jutaan pedang patah berjatuhan dari tebing seperti hujan besi. Inti Netherworld yang baru saja Li Jian serap adalah pilar penyangga dimensi makam ini. Tanpanya, ruang kuno ini mulai runtuh ke dalam dirinya sendiri.
"Li Jian! Gua ini runtuh!" jerit Xiao Ling, merayap mundur menghindari bongkahan batu kristal raksasa yang jatuh dari langit-langit.
Li Jian mendarat di samping Xiao Ling, menyambar pinggang gadis itu dengan satu tangan, sementara tangan kanannya menggenggam gagang Gerhana.
"Pintu masuk di atas kita sudah tertutup puing," kata Li Jian cepat, matanya memindai kekacauan.
"Ke arah dinding di balik posisi naga tadi!" suara Yueyin memandu dengan cepat. "Ada riak spasial di sana. Naga itu pasti menjaga sebuah formasi teleportasi kuno!"
"Pegang erat!" perintah Li Jian pada Xiao Ling.
Dengan kultivasi Bina Pondasi-nya, Li Jian melesat menembus hujan batu dan besi bagai kilatan cahaya perak, langsung menuju bagian belakang gua yang mulai tertimbun reruntuhan.
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
semangat & lanjuuuut thor
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏