Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GAGAL KERJASAMA
Tuan Silvester mengajak Charlotte de Fleur untuk pergi ke ruang pembuatan obat dan ramuan yang ada di tokonya itu agar ia bisa menunjukkan kemampuannya.
Saat sampai di dalam ruangan Charlotte de Fleur bertemu kembali dengan Nyonya Silvester yang sedang menatapnya dengan sinis.
"Sepertinya kehadiran saya membuat Nyonya Silvester merasa kurang nyaman.Jika memang seperti itu maka saya akan pergi sekarang juga. Kerjasama ini sepertinya tak mungkin dilanjutkan lagi. Saya akan menjual resep ini pada toko obat yang lain saja", ucap Charlotte de Fleur dengan suara yang sangat halus namun tatapan matanya sangat tajam yang mengisyaratkan jika ia tak suka dengan sikap Nyonya Silvester.
Mendengar ucapan Charlotte de Fleur, Nyonya Silvester menyipitkan satu matanya, "Resep apa yang sedang kalian bicarakan?”, tanyanya dengan ekspresi wajah penasaran.
Ia sama sekali tak percaya jika gadis bodoh tanpa kemampuan seperti Charlotte yang dianggap sebagai sampah bisa memiliki resep obat yang layak untuk dijual toko obat milik suaminya.
"Nona Charlotte de Fleur adalah orang yang membuat ramuan penyembuh level S dan A yang telah terjual beberapa waktu lalu", jawab Tuan Silvester mewakili Charlotte.
Nyonya Silvester melotot dan menatap ke arah Charlotte de Fleur dengan tatapan tak percaya.
Bagaimana bisa gadis bodoh itu menciptakan sebuah ramuan penyembuh yang sangat sempurna dan sangat dicari cari oleh para penyihir tingkat tinggi ?
Nyonya Silvester menduga jika Charlotte de Fleur pasti telah menipu suaminya. Gadis itu pasti membeli ramuan tersebut dari seorang penyihir terkenal yang tinggal di luar wilayah Kerajaan Matahari.
Setahu dirinya, putri Keluarga de Fleur yang baru ditemukan ini sebelumnya sempat tinggal di wilayah Kerajaan Cosmos dimana ramuan tingkat tinggi seperti ini pasti mudah untuk didapatkan karena disana banyak alkemis tingkat tinggi berada. Dan gadis itu pasti membawa beberapa dan dijual di toko obat milik suaminya, mengatakan jika ramuan obat itu dialah yang membuatnya.
Menyadari jika pemikirannya tampak benar, Nyonya Silvester tak bisa menyembunyikan senyum meremehkan yang sangat jelas dan di tunjukkan kepada Charlotte.
"Kau mempercayai gadis ini suamiku? seorang gadis bodoh yang dianggap aib bagi Keluarga de Fleur?”, ucap Nyonya Silvester dengan nada tinggi, mempertanyakan keputusan implusif yang suaminya ambil
“Ia pasti berniat menipumu suamiku. Gadis sampah tak berguna ini, jangankan membuat ramuan obat, membangkitkan kemampuan dalam tubuhnya saja ia tak bisa, jadi jangan pernah tertipu karena aku sangat yakin jika ia pasti membeli ramuan ini dari alkemis tingkat tinggi kemudian menjualnya kepadamu”, ucap Nyonya Silvester dengan nada sinis dan tatapan meremehkan.
Charlotte de Fleur yang kembali mendapatkan sambutan tak menyenangkan hanya bisa menahan diri untuk tak memberi pelajaran kepada Nyonya Silvester.
"Karena istri Anda sepertinya tak menyukai saya dan tak percaya kepada saya maka saya akan segera pergi. Terimakasih atas waktu Anda, Tuan Silvester”, ucap Charlotte de Fleur tajam.
Tanpa menunggu respon dari Tuan Silvester atau istrinya, Charlotte de Fleur pun segera berbalik dan pergi dengan tenang, meninggalkan Tuan Silvester yang merasa telah kehilangan kesempatan besar didepan mata akibat sikap dan ucapan pedas istrinya.
“Jika Nona Charlotte de Fleur benar-benar bekerja sama dan menjual ramuan itu di toko obat lain, apa yang akan terjadi pada toko milikku? Apa aku akan kehilangan banyak pelanggan? jika pelanggan pergi, apakah toko obatku akan bangkrut? ”, Tuan Silvester terus bergumam dalam hati dengan penuh kepanikan karena ia memiliki firasat jika hal buruk akan terjadi setelah ia lihat tatapan dingin dan senyum miring yang diberikan kepadanya sebelum berbalik badan dan pergi.
Tuan Silvester yang merasa panik ingin mengejar Charlotte de Fleur, tapi langkahnya dihentikan oleh sang istri yang tiba-tiba tiba menahannya dan meminta pria itu untuk tetap berada di dalam toko jika tidak wanita itu akan pergi dari rumah dalam jangka waktu lama.
Tak ingin membuat istrinya marah, Tuan Silvester hanya bisa menghela nafas pasrah, semua rencana kerja sama dengan Nona Charlotte de Fleur hancur begitu saja karena ulah istrinya.
Rasa takut Tuan Silvester jika resep ramuan itu jatuh ke tangan toko obat lain yang mungkin akan menjadi saingannya kembali datang menggerogoti hingga iapun tak lagi mengindahkan ucapan istrinya.
"Jika sesuatu terjadi pada toko obat kita, satu satunya pihak yang harus disalahkan adalah dirimu." ucap Tuan Silvester tajam, kemudian iapun berbalik dan pergi meninggalkan sang istri di dalam ruangan pembuatan obat sendirian.
Suasana hati Tuan Silvester benar-benar kacau. Ia tak bisa membayangkan betapa mengerikan hari-hari yang akan ia lalui nanti.
Sementara Nyonya Silvester yang ditinggalkannya sendirian di ruang pembuatan obat oleh sang suami berdecih sinis.
“Cih, memangnya apa yang harus ditakutkan oleh gadis sampah yang tak berguna seperti itu. Keluarganya sendiri saja ingin menyingkirkannya, kenapa aku harus menerimanya disini ?" ucap Nyonya Silvester dengan wajah sombong.
Saat hendak keluar dari Toko Obat Silvester, Charlotte de Fleur berpapasan dengan dua orang pemuda yang merupakan anak dari pemilik toko tersebut.
Mereka menatap kepergian Charlotte de Fleur dengan tatapan bingung, terutama Radon yang entah kenapa tiba-tiba merasa cemas setelah melihat gadis itu menunjukkan raut wajahnya yang kesal.
"Apa yang terjadi padanya?", guman Radon pelan.
Charlie sang adik yang tak tahu apa yang terjadi tadi pagi di toko obat milik keluarganya hanya menjawab dengan asal, "Mungkin ayah tak ingin menjual obat padanya sehingga ia merasa tak senang".
Radon yang sadar jika sang adik mendengar gumannya pun menoleh, "Bukan itu yang ku maksud. Hanya saja, wajah kesal Nona Muda itu, membuatku memiliki firasat buruk".
Iapun kembali menatap wajah sang adik dengan ekspresi curiga, "Apakah ibu sedang ada di toko?", tanyanya was-was.
“Ya, ibu sudah ada di toko sejak sore tadi”, jawab sang adik santai, tak tahu jika jawabannya membuat jantung sang kakak berdebar dengan kencang.
Radon menghela nafas berat, “semoga saja nona muda Charlotte de Fleur tak tersinggung dengan perkataan ibu”, batinnya sedikit khawatir karena ia sangat tahu bagaimana temperamen dan mulut pedas ibunya itu.
Charlotte de Fleur masih bersedia menjual resep ramuan penyembuh level S dan A pada toko obat yang dikelola oleh keluarganya, itu sudah cukup baik bagi Radon.
Kembali mengingat ekpresei kesal Charlotte de Fleur, Radon pun segera menarik tangan sang adik agar bisa secepatnya tiba di toko dan mencari ayahnya untuk menanyakan perihal kerjasama mereka dengan Charlotte de Fleur.
Di sisi lain saat ini Charlotte de Fleur sudah berada di luar dan gadis itu berencana akan mencari toko obat lain yang mampu memperlakukannya dengan lebih baik.
Meskipun ia dikenal sebagai sampah dari Keluarga de Fleur, tak berarti semua orang bebas memperlakukannya dengan buruk seperti itu.
Saat sedang berjalan jalan di sekitar pasar yang terlihat masih ramai pengunjung yang letaknya tak jauh dari Toko Obat Silvester, Charlotte de Fleur melihat sebuah toko obat kecil dengan pengunjung yang sangat sepi.
Karena merasa tertarik dengan toko obat tersebut akhirnya Charlotte de Fleur memutuskan untuk mampir dan melihat lihat apa saja ramuan obat yang mereka jual.
Jika memungkinkan ia akan menawari kerjasama dan kali ini Charlote de Fleur tak lagi menjual resep obat miliknya tapi akan langsung menjual ramuan jadinya saja karena hal itu menurutnya lebih menguntungkan dan juga bisa ia gunakan untuk mengasah ketrampilannya dalam membuat ramuan dan obat dari ingatan penyihir Beatrix yang telah diwariskan kepadanya.