dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.
kandungan ku semakin hari semakin besar, Tan tambah begah saja Karan sekarang kandunganku sudah tujuh bulan, dua bulan lagi aku akan melahirkan,
dan kecurigaan ku pada suami ku waktu itu reda karna tak lama dari itu sikap nya kembali normal, tapi hari ini sikap itu muncul lagi dia lebih sering murung dan sekarang jarang keluar desa, dan banyak tawaran pekerjaan yang dia tolak dengan alasan tidak ingin meninggalkan ku Karan perut ku sudah semakin besar,
aku senang aja selalu di temani tapi ya itu raga nya ada di sini tapi entah jiwa nya, bilang mau menemani tapi melamun terus asik di dunia nya sendiri.
" bang kenapa sih akhir akhir ini selalu saja murung, melamun terus, cerita dong kalo ada masalh jangan di pendam sendiri ya?"
" iya dek, Abang gak kenapa kenapa kok sayang" jawab nya sambil tersenyum tapi senyum.nya tidak sampe mata.
aku makin curiga, ada apa ini biarlah waktu akan menjawab.
pagi ini aku berniat akan bersih rumah, jika waktu melahirkan nanti rumah tidak berantakan, kan biasa nya kalo abis melahirkan banyak tamu yang akan menjenguk bayi.
aku bereskan semua nya termasuk lemari tempat Anita menaruh pakaian nya, tak sengaja aku menemukan sebuah surat di selipan baju nya, aku baca tulisan yang ada di amplop tersebut ternyata dari uwak nya yang waktu itu yang membawa Aska bekerja di perkebunan, tapi aneh nya di situ tertulis untuk Aska bukan untuk Anita, "tapi kenapa sama Anita ya"
dan amplop nya juga sudah terbuka berarti sudah di baca, Karena aku penasaran aku pun dengan lancang membaca nya, dan itu membuatku runtuh seketika, setelah membaca isi surat itu, ternyata ini lah jawaban yang aku cari kenapa sikap suami ku yang selalu murung itu.
isi surat
aska uwak tidak mau tau pokok nya kamu harus menikah dengan Sintia dia sangat cinta sama kamu ya walupun dia agak bodoh tapi tidak masalah dia mau kok jadi istri kedua kamu, dan juragan Wawan juga bersedia kasih kamu perkebunan kopi dua hektar, dia anak perempuan satu satu nya juragan Wawan jadi apapun yang kamu mau pasti di kabulkan asalkan kamu bersedia menikahi putri nya, dan uwak juga sudah menyetujui nya bulan depan kalian akan menikah, uwak juga kata nya mau dikasih kebun durian , kan lumayan Aska. jadi tolong lah Aska kamu bersedia ya Jagan bikin malu uwak.
tertanda Wak Sabeni.
gemetar tangan ku membaca surat ini dan kenapa bang Aska tidak cerita kalo dia suruh nikah lagi sama uwak nya, apa dia bersedia, ah biarlah nanti ku tanya kan,
ya Allah kenapa ujian ku di saat hamil selalu sama, yaitu orang ke tiga, apakah rumah tanggaku selamat kali ini, " ya Allah apakah aska selalu bersama ku selama nya atau berakhir sampai disini.
.
.
menjelang makan siang bang Aska pulang dari ladang, terlihat lelah,
" bang makan dulu yuk, udah itu ada yang mau bicarakan"!
" bicara apa sayang"
" adalah penting!" sekarang Abang makan dulu"
Taka lama setelah makan siang usai Rana memberikan surat itu
" nih bang aku nemuin surat ini di lemari pakaian anita, apa abang sudah membacanya?"
Aska sangat terkejut melihat surat yang aku sodorkan, dia buru berlutut, menggenggam tangan ku erat sambil berurai air mata Aska menjelaskan
" maaf kan aku dek, aku sayang sama kamu aku tidak mau adek kepikiran adek lagi hamil maka nya Abang pendam sendiri, dan ini kah alasan nya Abang tidak ingin keluar desa Abang takut ketemu uwak dan juragan Wawan Abang tidak mau menikah lagi Abang tidak mau menghianatin kamu sayang, Abang tidak mau kehilangan mu, Abang cinta sa kamu dek Abang tidak bisa mencintai wanita lain bagi Abang apa yang abang cari dari wanita semua nya sudah adek miliki, dan abang juga tidak mau ingkar janji lagi, tolong percaya sama Abang ya,"?
Abang selama ini merenung sedang mencari jalan keluar nya sayang, Abang tidak mau menyakitimu untuk kedua kali nya, kali ini Abang akan buktikan kalo Abang setia cinta sama kamu sayang, kamu satu satunya yang aku cintai " ucap Aska sambil memeluk pinggang ku dan membenam kan wajah nya ke perut buncit ku
semangat