NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 1

...Kedatangan Para Raja dari Hampa...

Benua Roh Abadi - Wilayah Gersang Selatan. Hutan Tulang Naga (Dragon Bone Forest).

Di dunia ini, matahari tidak berwarna kuning pucat, melainkan emas menyala yang memancarkan Qi Yang murni. Pohon-pohon di sini menjulang setinggi ratusan tombak, dengan kulit kayu sekeras besi hitam dan daun-daun yang setajam pedang.

Hutan ini adalah wilayah terlarang bagi manusia biasa. Hanya kultivator ranah Inti Emas yang berani melangkah masuk, itu pun dengan penuh kehati-hatian.

Namun hari ini, ketenangan hutan purba itu terusik.

Langit di atas Lembah Angin Merah tiba-tiba berubah warna. Awan-awan kumulus yang tenang bergolak menjadi pusaran merah darah. Petir ungu bukan petir alam, melainkan Petir Turbulensi Dimensi menari-nari liar, merobek kain realitas.

Binatang-binatang buas di hutan itu, mulai dari Macan Tutul Angin hingga Beruang Bumi tingkat tinggi, lari ketakutan dengan ekor di antara kaki mereka. Insting purba mereka menjerit: Raja sedang turun.

KRAAAAAAAAK!

Suara seperti langit yang runtuh bergema sejauh ribuan li.

Sebuah celah hitam raksasa, menganga seperti mata iblis, terbuka di angkasa. Dari dalam kegelapan ketiadaan itu, sebuah bola energi ungu melesat turun.

BOOOOOOOOM!

Bola itu menghantam dasar lembah. Tanah berguncang hebat, menciptakan kawah sedalam lima puluh tombak. Debu, batu, dan pepohonan hancur menjadi partikel halus yang melayang di udara.

Hening sejenak.

Lalu, dari dalam kabut debu itu, terdengar langkah kaki.

Tap. Tap. Tap.

Sesosok pemuda berjubah hitam melangkah keluar. Rambutnya hitam panjang terurai hingga pinggang, dengan ujung-ujungnya yang berwarna ungu gelap. Wajahnya tampan, namun pucat dan dingin seperti giok es. Di dadanya, berdenyut aura yang membuat ruang di sekitarnya sedikit terdistorsi.

Shen Yu. Ranah: Nascent Soul Puncak (Peak Nascent Soul).

Dia menarik napas dalam-dalam.

"Qi di sini..." Shen Yu membuka matanya satu hitam kelam, satu merah darah. "...Sepuluh kali lebih padat daripada kampung halaman kita. Hukum alamnya kokoh, sulit digoyahkan."

Di belakangnya, empat sosok lain muncul dari balik debu.

Seorang pria dengan peti pedang di punggungnya, yang auranya setajam silet (Ye Qing). Seorang wanita cantik berjubah ungu dengan mata mistis yang bersinar (Su Ling). Seorang gadis yang dikelilingi hawa panas tak kasat mata (Feng Jiu). Dan seorang pria kekar bersisik abu-abu dengan aura tirani (Long Tu).

"Tiga tahun..." gumam Ye Qing, menyentuh gagang pedangnya. "Rasanya seperti tiga abad kita terombang-ambing dalam kegelapan itu. Akhirnya, matahari."

"Jangan lengah," suara Su Ling terdengar merdu namun waspada. Mata Iblis Surgawi-nya (kiri ungu, kanan hitam) memindai sekeliling. "Tempat ini berbahaya. Tanah ini... basah oleh darah jutaan tahun. Ini adalah bekas medan perang kuno."

Long Tu mengendus udara, hidungnya berkedut.

"Darah," geram Long Tu. "Ada yang mati di dekat sini. Banyak."

Shen Yu menyipitkan mata. Dia merasakan getaran Qi di kejauhan.

"Bagus," kata Shen Yu datar. "Kita butuh informasi tentang dunia ini. Mari kita temui penduduk lokal."

Mereka tidak terbang, melainkan menggunakan teknik Langkah Menyusutkan Bumi. Dalam satu langkah, mereka melintasi jarak seratus tombak, menghilang menuju sumber bau darah.

Perbatasan Lembah.

Pertempuran sengit sedang terjadi di jalan setapak ngarai.

Sebuah iring-iringan kereta pedagang yang membawa bendera Klan Mu sedang dikepung rapat. Kereta-kereta itu terbakar. Mayat-mayat pengawal bergelimpangan.

Penyerangnya adalah ratusan kultivator berjubah merah darah, mengenakan topeng tulang berbentuk kalajengking.

Sekte Kalajengking Darah (Blood Scorpion Sect). Penguasa lokal wilayah ini yang terkenal kejam dan mempraktikkan kultivasi ganda dengan racun.

"Serahkan Buah Roh Sembilan Kelopak itu, Nona Mu!" teriak pemimpin bandit, seorang pria botak dengan tato kalajengking hidup di wajahnya. Aura Inti Emas Puncak memancar darinya, menekan para pengawal yang tersisa.

Di tengah lingkaran pengawal yang terluka, seorang gadis muda berbaju hijau Mu Qingyu memeluk sebuah kotak giok erat-erat. Wajah cantiknya pucat pasi.

"Paman Li..." bisik Mu Qingyu pada pengawal tua di sebelahnya.

"Nona, lari!" teriak pengawal tua itu (Inti Emas Menengah), mulutnya berdarah. "Orang tua ini akan meledakkan Inti Emas-nya untuk membuka jalan!"

"Meledakkan diri? Di hadapanku?" Pemimpin bandit itu tertawa meremehkan. "Mimpi!"

Bandit itu mengayunkan Golok Kepala Hantu-nya. Golok itu dilapisi racun hijau yang bisa melarutkan tulang.

SWUSH!

Serangan itu mengarah ke leher pengawal tua itu. Mu Qingyu memejamkan mata, menjerit putus asa.

Namun, suara tebasan daging tidak terdengar.

TING!

Bunyi berdenting tajam bergema.

Mu Qingyu membuka matanya. Dia ternganga.

Di antara pemimpin bandit dan Paman Li, tiba-tiba berdiri seorang pemuda berjubah hitam.

Pemuda itu (Shen Yu) tidak menghunus senjata. Dia hanya berdiri di sana dengan tangan di belakang punggung.

Golok beracun sang bandit berhenti tepat tiga inci dari leher Shen Yu, tertahan oleh lapisan pelindung Qi tipis yang tak terlihat.

"Si... Siapa kau?!" Bandit itu terbelalak. Dia mencoba menekan goloknya, tapi rasanya seperti memukul gunung besi. Dia mencoba menariknya, tapi golok itu tidak bergerak.

Shen Yu menatap bandit itu. Tatapan yang kosong, seolah melihat semut.

"Berisik," kata Shen Yu.

"Kau cari mati!" Bandit itu meraung, mengerahkan seluruh Qi-nya. "Serang dia! Bunuh mereka semua!"

Ratusan anak buahnya bersorak dan menerjang maju dengan senjata beracun.

Shen Yu tidak bergerak. Dia hanya menoleh sedikit ke arah pohon di samping jalan.

"Ye Qing. Bersihkan."

Di dahan pohon tertinggi, Ye Qing sedang bersandar santai sambil memetik sehelai daun hijau.

"Merepotkan sekali," keluh Ye Qing. "Padahal aku baru ingin menikmati pemandangan."

Ye Qing menjentikkan daun di tangannya.

"Seni Pedang: Satu Daun, Seribu Nyawa."

Daun hijau itu melesat dari jarinya. Di udara, daun itu membelah diri. Satu menjadi sepuluh. Sepuluh menjadi seratus. Seratus menjadi seribu.

SWUSH! SWUSH! SWUSH! SWUSH!

Ribuan bayangan daun itu melesat lebih cepat dari anak panah, membawa Niat Pedang Bintang tingkat Nascent Soul.

Tidak ada jeritan. Hanya suara thud-thud-thud saat tubuh berjatuhan.

Dalam satu kedipan mata, ratusan murid Sekte Kalajengking Darah itu jatuh ke tanah. Masing-masing memiliki lubang halus di tengah dahi mereka, menembus otak dan menghancurkan jiwa.

Mati seketika.

Hening.

Angin berhembus, membawa bau amis darah yang segar.

Pemimpin bandit itu gemetar hebat. Goloknya jatuh dari tangannya yang lemas. Dia melihat sekeliling. Seluruh pasukannya... musnah oleh sehelai daun?

Dia menatap Ye Qing di atas pohon, lalu menatap Shen Yu di depannya. Lututnya membentur tanah.

"Na... Nascent Soul..." suaranya serak karena horor. "Leluhur Nascent Soul?!"

Di wilayah gersang ini, Nascent Soul adalah eksistensi legendaris yang bisa mendirikan sekte tingkat menengah. Kenapa ada dua monster seperti ini muncul di tengah hutan?!

Shen Yu melangkah maju. Dia tidak memancarkan aura membunuh, tapi tekanan alaminya membuat jantung bandit itu serasa diremas tangan tak terlihat.

"Aku orang baru di sini," kata Shen Yu tenang.

"Aku butuh peta. Aku butuh informasi tentang kekuatan di wilayah ini. Dan aku butuh tempat tinggal sementara."

Shen Yu menunjuk Mu Qingyu yang masih mematung kaget.

"Nona dari Klan Mu. Apakah kotamu menerima tamu?"

Mu Qingyu tersentak sadar. Dia buru-buru membungkuk dalam-dalam, gemetar antara rasa takut dan rasa syukur.

"T-Tuan Senior... Klan Mu di Kota Batu Putih akan... akan sangat terhormat menerima kedatangan Anda!"

Shen Yu mengangguk. Dia kembali menatap pemimpin bandit yang berlutut.

"Dan kau..."

Mata Shen Yu berubah menjadi pusaran ungu.

Teknik Pencarian Jiwa.

Shen Yu meletakkan tangannya di kepala bandit itu. Bandit itu mengejang, matanya memutih, mulutnya berbusa. Shen Yu menarik paksa ingatan tentang geografi, bahasa, dan struktur kekuatan dunia ini langsung dari otaknya.

Tiga detik kemudian, bandit itu ambruk, menjadi idiot permanen.

Shen Yu menyeka tangannya dengan sapu tangan sutra, lalu membuangnya.

"Ayo," kata Shen Yu pada timnya. "Kita ke Kota Batu Putih."

Ye Qing melompat turun dari pohon. Su Ling, Feng Jiu, dan Long Tu muncul dari bayang-bayang hutan, mengikuti langkah Shen Yu.

Iring-iringan Klan Mu yang tersisa menatap punggung lima orang itu dengan tatapan memuja sekaligus ngeri.

Mereka tidak tahu bahwa hari ini, mereka tidak sekadar mengundang tamu. Mereka mengundang Bencana yang akan mengubah tatanan Benua Roh Abadi selamanya.

......TINGKATAN KULTIVASI ......

......1.Pemurnian Qi (Qi Condensation)......

...2.Pembentukan Pondasi (Foundation Establishment)...

...3.Inti Emas (Golden Core)...

...4.Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)...

...5.Transformasi Dewa (Soul Transformation)...

...6.Ascendant...

...7.Nirvana...

...8.Raja Abadi (Immortal King)...

...9.Kaisar Dewa (God Emperor)...

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!