NovelToon NovelToon
Gue Jadi Figuran?

Gue Jadi Figuran?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Angst / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Seyra Avalen, gadis bar-bar yang hobi balapan liar tak pernah menyangka jika kejadian konyol di hidupnya justru membuat dia meninggal dan terjebak di tubuh orang lain.

Seyra menjadi salah satu karakter tidak penting di dalam novel yang di beli sahabatnya, sialnya dia yang ingin hidup tenang justru terseret ke dalam konflik para pemeran utamanya.

Bagaimana Seyra menghadapi kehidupan barunya yang begitu menguras emosi, mampukah Seyra menemukan happy ending dalam situasinya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Seyra menatap tangan mereka yang saling terhubung, merasa sedikit kikuk dengan suasana tersebut. "Tapi, Ar. Mungkin aja nanti lo menyukai orang lain, semua bisa terjadi. Nggak ada yang tahu masa depan seperti apa."

Seyra hanya tidak ingin memberi hatinya harapan palsu, dia tak mau memberikan perasaannya pada Arthur terlebih dia yakin Arthur tidak benar-benar mencintainya.

Ketakutan akan di campakkan membuatnya selalu waspada, kehidupannya yang dulu sudah membuatnya hampir kehilangan kewarasan. Dia tak mau jika kali ini nasibnya sama seperti kehidupan sebelumnya, dia tak pernah mempercayai cinta atau kasih sayang karena semua itu bisa berakhir bahkan sebelum dia bisa mengatakan apa-apa.

"Jangan mulai deh, itu nggak mungkin terjadi!" Arthur memperingatkan dengan nada serius.

Seyra terkekeh, "Lo sombong banget, awas jilat ludah sendiri loh." Seyra menyentuh pipi Arthur lembut. "Kadang, harapan nggak selalu berakhir sama dengan realita. Sering kali harapan itu membunuh karakter diri kita yang asli dan menggantinya dengan topeng untuk menutupi karakter kita yang rusak."

Perasaan Arthur semakin buruk, dia merasa pacarnya itu seakan sedang meramal masa depan mereka. Dimana masa depan itu tidak ada nama Seyra di dalam hubungan tersebut, dan itu membuatnya benar-benar kesal setengah mati.

Arthur menarik pinggang Seyra, jarak di antara mereka hanya tinggal satu jengkal. Seyra bisa melihat jelas wajah Arthur yang murung, secara tiba-tiba pemuda itu menjatuhkan kepalanya di ceruk leher gadis itu.

"Jangan bicara hal menakutkan seperti itu, gue nggak mau bersama orang lain kecuali lo. Meski sekarang lo belum bisa suka sama gue, tapi jangan pernah berpikir lo bisa lari dari gue, Seyra." Bisik Arthur, hembusan napas hangat menerpa leher jenjang Seyra.

Seketika bulu kuduk gadis itu berdiri, dia ingat jelas tidak ada ucapan seperti ini dalam novel yang dia baca.

'Kenapa jadi gini dialognya? apa Kana lagi revisi?' batin Seyra bingung.

"Seyra, lo mungkin nggak tahu. Tapi..."

"Tapi?" Seyra menunggu kelanjutan ucapan itu, namun Arthur tak melanjutkan sama sekali.

Dia akhirnya melepaskan cengkeramannya pada pinggang Seyra, dan menurunkan gadis itu. Lalu mengambil helm dan memasangnya pada kepala gadis tersebut.

"Ayo pulang, gue anterin lo sampai rumah." Usul Arthur.

"Eh, nggak perlu. Gue bisa pulang sendi-"

"Gue anterin, atau mau gue cium lo di sini?!" ancam Arthur menyeringai.

Arthur terdiam sejenak, otaknya berusaha memproses apa yang baru saja di ucapkan oleh pemuda itu. Jantungnya mendadak berdegup kencang, dan perasaannya campur aduk. Di satu sisi, ada rasa takut akan ancaman itu, tetapi di sisi lain, ada sedikit rasa geli yang tak bisa dia pungkiri.

"Oke, ayo pulang!" Seyra akhirnya mengalah.

Arthur tertawa kecil, senyumnya lebar dan menawan. "Lo tahu, kadang gue merasa seperti pahlawan dalam cerita. Selalu ada konflik sebelum bisa mendapatkan apa yang gue inginkan, termasuk mendapatkan lo."

"Ya, nggak ada yang mudah di dunia ini. Lo harus berusaha lebih keras kalo mau luluhin gue," Jawab Seyra seadanya.

Dia menyalakan mesin motor dan keluar dari halaman sekolah bersama Arthur meski dia berusaha fokus pada jalanan, pikirannya melayang memikirkan apa yang telah terjadi.

Dialog yang tidak seharusnya ada, ketegangan yang aneh di antara mereka, dan perasaan yang sulit untuk di ungkapkan ini sangat jauh dari novel aslinya.

"Gue nggak bercanda, Sey. Gue serius tentang apa yang gue katakan barusan." Suara Arthur memecah lamunannya, kendaraan mereka melaju dengan pelan jadi Seyra bisa mendengar jelas suara Arthur di samping motornya.

"Gue juga nggak bercanda."

Arthur tersenyum tipis di balik helm full face-nya. "Gue nggak akan biarin lo pergi begitu aja, kalau lo lari gue bakal kejar terus sampai dapat bahkan sampai ke ujung dunia sekali pun."

Seyra menoleh, mencari kejelasan dalam tatapan mata cokelatnya. "Ya, ya. Kita lihat, apa ucapan lo barusan akan bertahan lama."

Seyra merasa seolah terjebak dalam kebingungan, di mana karakternya tidak bisa lepas dari takdir yang telah di tentukan. Namun, ada sesuatu dalam diri Arthur yang membuatnya ingin bertahan dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Motor berbelok ke jalanan sepi, dan dalam keheningan, Seyra merasakan ketegangan yang aneh. Apakah dia siap menghadapi takdir yang akan datang kedepannya?

1
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut Thor, seru and Semangat 💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
lanjut Thor, seru and semangat 💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
lanjut thor, and semangat
Wahyuningsih
q mampir thor, mga2 critanya bagus bla perlu dot bonus ruang dimensi atau sistem buar mkin sru
Zee✨: bsk deh kalo udah bisa wkwk harus belajar cara nulisnya dulu klo sistem kak wkwk
total 1 replies
Aria Sabila
hadir
Mey Abimanyu
sering typo penyebutan nama ya kak .. Nino jadi nini😂
Zee✨: wkwk iya kak, padahal udh bolak balik revisi masih aja typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!