NovelToon NovelToon
Cinta Kepada Mas Duda

Cinta Kepada Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamar Dokter Nathalia

David dan Sofi istri Nathan berusaha keras menyakinkan orangtua David agar memberi kesempatan kepada David untuk mencintai Nathalia. Alasan orangtua David, kurang begitu suka karena mereka merasa bahwa Nathalia tidak tulus mencintai David. Namun berbagai cara, dilakukan akhirnya orangtua David, terlebih khusus maminya mau membuka hatinya sedikit.

Mami Ester dan Papi Julius sudah ada di Jakarta laki, karena keluarga besar Xander Company akan melamar seorang dokter untuk anak mereka David Alexander. Disebuah hotel bintang lima dengan menggunakan ballroomnya yang besar, dengan dekorasi yang megah, acara lamaran itu akan berlangsung. Sofi walaupun sedang hamil besar dia mengkoordinir acara ini sampai dekorasinya berjalan dengan lancar. Seserahan yang dibawa David tidak tanggung - tanggung semuanya mempunyai nilai yang besar. Bahkan hampir ratusan juta.

Dokter Nathalia Anastasya berhasil dilamar oleh David ditandai dengan pemakaian kalung berlian dari mami Olive dan mami ester. Keluarga besar Dokter Nathalia tentu sangat senang, terutama mamanya yang terlihat sombong.

"Begitu Nat kalau cari suami, bukan yang kere dan duda." Mamanya Nathalia menyindir Nathan yang kebetulan lewat sambil mengendong anaknya yang menangis mau minta di gendong oleh opanya. Omongan mama Nathalia didengar langsung oleh maminya Sofi dan David. Nathalia langsung menarik mamanya ke toilet.

"Mama jaga mulutnya?? Mama tahu siapa Nathan bagi keluarga ini??? Dia itu anak mantunya keluarga ini. Istri Nathan itu adiknya David." Seketika muka mamanya Nathalia berubah pucat

Sementara di ruangan khusus keluarga, Sofi sedang menenangkan mami Olive. Yang tidak terima anak mantunya di katai begitu didepan tamu. David tidak tahu harus berbuat apa. Mami olive sudah memerintahkan semua orang kerjanya membawa semua antaran keluarga masuk kedalam ruangan khusus ini.

"Kamu tahu Vid, orangtuanya itu yang akan merusak perusahaan dan hubungan keluarga. Mami ngak setuju."

"Mami, Nathan tidak masalah di katai seperti itu. Yang penting mami, papi menerima kekurangan Nathan sudah lebih dari cukup. Sofi sayang kepadaku itu saja sudah."

"Mami tetap tidak mau."

"Mi, itukan orangtuanya, dokter Lia ngak mungkin mempunyai kelakukan yang sama. Kasihan mas David mi."

"Sekali mami bilang tidak. Tetap tidak."

"Papi tolong Sofi pi."

"Sayang, kamu tahukan gimana mamimu. Papi tidak bisa membantah." Sofi sudah merengek kepada orangtuanya.

David sudah tahu sifat maminya. Dan memang, David tahu kendala terbesar adalah bagaimana merubah sikap mertuanya. Disini ujian cinta David dan dokter Nathalia di uji.

Nathalia sudah tidak bisa berkata apa - apa ulah mamanya yang membuat semua berantakan. Sedangkan mamanya hanya tertunduk lesu dan malu. Keluarga yang banyak hadir adalah keluarga dari dokter Nathalia, bahkan saudaranya dari Sulawesi semua hadir. Perbuatan mamanya yang mengatai menantu keluarga ini, dengan suara besarnya telah memecahkan bom besar bagi keluarganya, terlebih kebahagiaan anak perempuannya.

"Vid....."

"Mungkin kita berpikir lagi, apakah tunangan ini akan berlanjut atau tidak???"

"Maksud kamu???"

"Ya kita harus berpikir jernih aku tidak mau hancur, begitu juga dengan kamu kan???"

"Vid..... Nanti kita berbicara lagi." David mengantar Nathalia dan keluarganya pulang. Kali ini David tidak mengantar melainkan dia meminta tolong supir kantor mengantar Nathalia dan keluarganya pulang.

"Mama terlalu gegabah, apa gunanya sih ngomong begitu??? Sekarang coba, keluarga mas David menjadi tidak suka buat kakak." Mamanya hanya tertunduk lemas, sedangkan Nathalia sudah menangis.

"Vid, mas mohon maaf dek??"

"Mas Nathan tidak salah, memang mamanya Lia keterlaluan."

Sudah sangat malam sekali, Nathan menemani adiknya David, duduk di balkon apartemen sambil menikmati wine. David menceritakan semua termasuk Nathan juga. Mereka membahas tentang sosok Nathalia.

"Dek, aku bersyukur punya Sofi, kalau soal harta dia punya banyak sekali bahkan berlebihan, namun dia tidak perna sombong, dia menghargai mas dan terlebih orang tua mas."

"Aku tahu mas, adek ku itu. Bahkan sekolah dan kuliah teman - temannya tidak tahu kalau dia itu konglomerat. Namun ini mas, belum jadi mertua saja sudah sombong."

"Benar kata mami, calon mertuaku itu yang akan menghancurkan kehidupanku bahkan bisa usahaku."

"Terus bagaimana keputusanmu???"

"Aku tidak akan memaksa diri, jika keluargaku tidak setuju."

Satu minggu David merenung tentang kelanjutan hubungannya dengan dokter Nathalia dan selama seminggu itu David tidak perna bertemu dengan Dokter Lia.

"Bro, kalau aku jadi kamu. Aku lebih memilih kebahagiaan keluargaku."

"Aku juga berpikir demikian. Aku ngak bisa kehilang mami dan papiku, juga keluarga adikku."

"Bagus, dari awal bertemu dengan mamanya dokter Lia, sudah terlihat matrenya."

"Kenapa ngak ngomong."

"Takut bos marah."

Hari ini disebuh restoran mewah diruang khusus, David mengundang Nathalia untuk makan malam bersama. Disana sudah ada sepatu dan satu set makeup permintaan Nathalia. Sofi sendiri yang meminta David memberikan ini kepada Nathalia, walaupun mami tidak menyetujui.

"Sori Vid menunggu lama."

"Its oke, baru selesai praktek ya. Silahkan duduk. Ayo makan. Aku sudah lapar nih."

Mereka pun makan bersama. David sengaja memesan semua makanan favorite kesukaan dokter Lia. Selesai makan David pun menyampaikan isi hatinya. Nathalia sudah pasrah apapun keputusan dari David.

"Seperti memang kita tidak berjodoh Lia. Dari awal aku terlalu memaksakan diri, mohon maaf."

"Aku mengerti Vid, ini berat buat kamu. Keluarga adalah yang pertama. Maafkan aku, yang tidak tulus dan maafkan orangtuaku yang keterlaluan. Ini juga pelajaran buat mamaku, dia kira suaminya masih hidup dan masih jaya - jayanya."

Selesai makan dan berbincang - bincang. Mereka berdua memilih keputusan untuk berpisah baik - baik. David memberikan sepatu dan satu set makeup kesukaan Lia.

"Ini semua cocok buat kamu, aku beri tulus."

"Baru kalung berliannya."

"Itu juga punya kamu. Kalau kamu tidak suka bisa kamu jual. Semua terserah kamu."

"Terima kasih Vid." David langsung mencium kening Nathalia sangat lama, sebagai tanda perpisahan mereka. David sudah pamit duluan sedang dokter Lia, sedang bersedih.

Sampai di rumah kediamnya dia langsung menuju ke kamarnya. Adiknya yang melihat kakak perempuannya bersedih langsung mengikutinya dan memeluknya erat.

"Peluk mba kuat dek. Mba butuh kekuatan darimu."

"Mba, tante dan om - ommu mau kembali ke Sulawesi?? Tolong hubungi David mba biar siapkan tiketnya."

"Mama jual kalung ini dan beli tiket buat tante dan om agar mereka bisa pulang ke sulawesi."

"Maksud mba??? Ini kan kalung pertunanganmu."

"Aku dan David sudah putus. Jadi mama bisa menjual ini buat beli tiket tante dan om."

Mamanya langsung pingsan. Dia begitu syok karena tidak menyangka perbuatannya berdampak seperti ini bagi kebahagian anak perempuannya.

1
Riskazputri
maksud nya
Ceisye: Briel mau menjelaskan jika mukanya sama seperti omanya yang sudah dari kecil dia panggil mama. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lisa
Lebih baik Sofie sama dokter Nathan aj drpd sama si David tuh yg jelas² selingkuh 🤭
Lisa: oke Kak Ceisye..aku baca dulu ya
total 4 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: sama² Kak Ceisye
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!