NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Malam yang Tak Terkendali

​Setelah ketegangan di Gunung Merapi Tua mereda, ketiganya memutuskan untuk bermalam di sebuah penginapan kecil di desa terdekat sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju laut.

Ling'er, yang masih merasa lelah setelah proses asimilasi energi Kristal Api Langit yang luar biasa besar, segera masuk ke kamar untuk beristirahat.

Raga fisiknya yang baru masih membutuhkan banyak waktu tidur untuk stabil.

​"Aku akan tidur. Jangan berani-berani menggangguku, Jian Yi! Ingat perjanjian kita!" ancam Ling'er sambil menggembungkan pipinya yang imut sebelum membanting pintu kamar.

​Di ruang tengah, Jian Yi dan Lu Feng saling pandang.

Keheningan itu hanya bertahan tiga detik sebelum Lu Feng mengeluarkan lima kendi arak kualitas tinggi yang ia curi—maksudnya, ia "amankan"—dari tenda Pangeran Ketiga.

​"Yi, malam ini kita berpesta! Tidak ada naga, tidak ada pangeran sombong, hanya kita dan air surga ini!" seru Lu Feng.

​Jian Yi, yang merasa bebas dari pengawasan "bakpao perak"-nya, langsung menyambut tantangan itu. Mereka mulai minum dengan liar.

Gelas demi gelas berganti menjadi kendi demi kendi. Suasana menjadi absurd; Lu Feng mulai menari di atas kursi sambil menceritakan kisah cintanya yang gagal dengan seorang putri duyung palsu, sementara Jian Yi tertawa terbahak-bahak hingga tersedak.

​Menjelang tengah malam, Lu Feng sudah mencapai batasnya. "Yi... aku... aku harus... hic... tidur di awan..." Lu Feng mencoba berjalan menuju kamarnya, namun baru dua langkah, kakinya tersangkut kaki meja.

BRAKK!

Ia jatuh tersungkur dan langsung pingsan dengan suara dengkur yang mirip suara mesin pecah.

​Jian Yi, yang sebenarnya sudah mabuk berat hingga pandangannya berbayang, berdiri dengan sempoyongan. "Lemah... Lu Feng lemah..."

​Dengan langkah yang tidak stabil, Jian Yi berjalan menuju kamarnya sendiri—yang ternyata satu ruangan dengan Ling'er karena keterbatasan kamar di penginapan kecil itu.

Pikirannya sudah kabur. Logika Grand Master-nya telah tenggelam dalam lautan arak.

​Ia melihat sosok mungil yang meringkuk di bawah selimut. Dalam penglihatan Jian Yi yang kabur, Ling'er terlihat seperti bantal guling yang sangat besar, empuk, dan hangat.

​"Guling... bakpao..." gumam Jian Yi.

​Ia merangkak naik ke atas ranjang. Alih-alih tidur di sisi lain, ia justru mendekat dan memeluk Ling'er dari belakang.

Ling'er, yang sedang dalam tidur lelap meditasi, tidak terbangun sepenuhnya, hanya bergumam kecil dalam mimpinya.

​Namun, insting meremas Jian Yi yang sudah menjadi kebiasaan saat mabuk kembali muncul.

Tangannya yang besar menyelinap masuk ke dalam pakaian Ling'er yang longgar.

Karena raga Ling'er kini lebih padat dan berisi berkat Kristal Api Langit, Jian Yi menemukan objek yang jauh lebih empuk dan kenyal dari sebelumnya.

​Jian Yi menggenggam dan meremas dada Ling'er dengan penuh perasaan, menganggapnya sebagai adonan roti yang sangat lembut. "Kenapa... hic... bantal ini jadi lebih besar..."

​Sepanjang malam, di bawah pengaruh arak yang kuat, Jian Yi tidak melepaskan genggamannya.

Ia terus memainkan dan meremas bagian sensitif Ling'er dengan ritme yang konstan.

​Bagi Ling'er, yang jiwanya sedang menyatu dengan raganya, rangsangan fisik yang terus-menerus itu mulai merembes ke dalam alam bawah sadarnya.

Dalam tidurnya, napas Ling'er mulai memburu. Suhu tubuhnya yang berasal dari api kristal kini bercampur dengan gejolak aneh yang belum pernah ia rasakan selama ribuan tahun menjadi pedang.

​Sentuhan tangan Jian Yi yang kasar namun hangat menciptakan sensasi kesemutan yang menjalar ke seluruh tubuh mungilnya.

Tanpa sadar, Ling'er justru semakin merapatkan tubuhnya ke pelukan Jian Yi, mengeluarkan rintihan halus yang tertahan di tenggorokan.

Ia merasa sangat panas, sangat terangsang oleh perlakuan tuannya yang mabuk itu, namun ia terjebak dalam kondisi antara sadar dan mimpi yang nikmat.

​Matahari mulai mengintip dari ufuk timur, namun "badai" di atas ranjang itu belum berakhir.

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!