NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi lain darinya

Mentari memancarkan cahaya indahnya. Sesuai dengan suasana hati Cassandra yang teramat baik karena akan bertemu suaminya. Siang ini Cassandra mengendarai mobilnya menuju kantor Georgio, dia akan membawakan sendiri makan siang untuk suaminya. Cassandra melangkah hendak menuju ruangan Georgio, namun pergerakannya terhenti karena sekretaris Georgio menghalangi nya.

"Maaf bu, pak Gio lagi ada tamu."ujar Albert.

"Siapa?"

"Saya tidak tau bu, mohon ibu tunggu sebentar."Cassandra tersenyum kecil.

"Kamu tidak perlu cemas, saya tidak akan bikin keributan."ucap Cassandra saat melihat wajah panik Albert.

Albert menggeleng. "Bukan begitu bu. Saya hanya menjalankan tugas."

Cassandra menepuk pelan bahu Albert. "Kamu sudah menjalankan tugas dengan baik, bulan besok minta Gio naik gaji ya."ucapnya dan tanpa persetujuan Albert langsung berjalan mendekati pintu ruangan Georgio. Cassandra membukanya pelan, terlihat disana Georgio duduk di kursinya dan seorang wanita yang sangat Cassandra kenali berdiri disisi Georgio.

Georgio sibuk dengan berkas dihadapannya sedangkan wanita itu sibuk mengajak Georgio berbicara, namun terlihat tidak di tanggapi.

Cassandra tersenyum miring, mau bagaimana pun wanita itu berusaha, Georgio sudah jatuh ke tangannya jadi pasti akan sia-sia.

"Aduh!"Cassandra menaikkan sebelah alisnya saat wanita itu terjatuh ke pangkuan Georgio, Georgio yang terkejut berusaha membuat wanita menyingkir darinya, tapi wanita itu terus berusaha agar tetap disana.

"Maaf, Gio. aku minta maaf dulu pernah ninggalin kamu."ucapnya membuat Georgio memalingkan pandangannya jengah. "Aku tau, pasti dihati kamu masih ada aku kan?"

Georgio yang kesal memaksa wanita itu berdiri, Georgio ikut berdiri dari duduknya dan menatap tajam wanita itu.

"Dengar Anna. Aku sudah punya istri, hubungan kita itu cuma masa lalu, aku sudah melupakan semua itu, jadi mohon jangan ganggu aku lagi." Annabella menggeleng.

"Tidak! Kamu tidak mungkin melupakan aku secepat itu."

"Kamu juga pernah melupakan aku secepat itu kan? Kamu sendiri yang bilang dulu."sarkas Georgio tajam.

"Dulu aku terpaksa, Jordan yang buat aku kayak gitu. Aku tidak pernah benar-benar melupakan kamu."Georgio menatap tajam Annabella.

"Cukup Anna! Aku sudah melupakan semuanya, baik kenangan indah mau pun kenangan buruk. Aku sudah punya seseorang di hatiku, tapi bukan kamu."Annabella menggeleng, tidak terima dengan kenyataan ini.

"Siapa? Cassandra? Tidak mungkin dia kan? dia bahkan tidak sesuai tipe mu, dia manipulatif, licik, dia bahkan jauh berbeda dari aku, Gio."Georgio berdecih.

"Justru karena dia berbeda dengan mu aku mencintainya."

Annabella mundur beberapa langkah sembari menggeleng, tidak terima dengan kenyataan ini. "Tidak Gio, kamu hanya marah padaku kan?"

"Cukup Annabella, aku bilang cukup! Aku sudah menjelaskan dari tadi kalau aku sudah tidak mencintaimu, kenapa kamu tidak mengerti?"

"Karena aku masih mencintaimu, Gio. Aku cuma mau minta satu kesempatan, apakah sudah tidak ada kesempatan itu?"Georgio menggeleng.

"Sejak kamu meninggalkan aku, kesempatan itu sudah tidak ada, Annabella."ucap Georgio dan kembali duduk di kursinya.

"Tidak mungkin, aku tau kamu masih membantu ku selama ini. Kamu selalu mengawasi aku, menjaga aku dari jauh, itu yang kamu bilang sudah tidak ada kesempatan buat aku?"Georgio tersenyum tipis menatap Annabella.

"Kalau aku masih berharap denganmu, aku bisa saja langsung mengambil mu dari Jordan. Aku tidak pernah takut dengannya, tapi aku tidak berniat melakukan itu, kamu tau kenapa?"Annabella diam menunggu ucapan Georgio selanjutnya.

"Karena sebelum bertemu kamu aku sudah mencintai Cassandra, kamu hanya pelarian Annabella." Kaki Annabella lemas seketika, Annabella bertopang di meja kerja Georgio untuk menjaga keseimbangannya.

Sama halnya dengan Cassandra yang syok mendengar ucapan Georgio. Bukannya Annabella cinta pertama Georgio? Kenapa bisa jadi Cassandra?

"Gak mungkin! Kamu bohong kan? Kamu pernah mencintaiku kan?"Georgio tergelak. Dia berdiri dari duduknya dan mendekati Annabella, menatapnya tajam.

"Dulu aku memang mencintaimu, aku berniat melupakan Cassandra karena dia tidak mencintaiku. Tapi setelah semua rasa sakit yang kamu berikan, aku dijodohkan dengannya. Kamu tau?"Georgio menyeringai tipis. "Aku suka dengan takdir ini, aku suka dijodohkan dengan dia, walaupun hatinya tidak bisa aku genggam, setidaknya dia ada bersama ku."Annabella menunduk, matanya berkaca-kaca, Georgio nya sudah berubah. Bukan lagi orang yang dia kenal dulu. Ternyata semuanya palsu cinta Georgio juga palsu, tidak setulus yang dia pikirkan.

"Jadi semuanya yang kamu lakukan, biaya pengobatan aku, orang suruhan kamu buat jaga aku itu apa?"mendengar itu Georgio kembali tersenyum miring.

"Tanpa kamu tau, orang yang bikin kamu masuk rumah sakit jiwa itu aku. Jordan yang sering mukulin kamu itu karena aku bayar orang buat cuci otak dia. Aku yang bikin kamu mengingat terus dengan kesalahan kamu karena ninggalin aku."Georgio tertawa lantang. "Semua itu ulah aku, Annabella. Orang suruhan aku bukan aku tugaskan buat menjaga kamu, tapi buat memata-matai kamu, biaya pengobatan itu bonus karena aku berhasil membuat kamu masuk rumah sakit jiwa." Ucapnya tertawa kemenanganAnnabella menunduk, syok dengan kenyataan ini, nafas Annabella memburu antara takut dan marah.

Georgio membelai wajah Annabella yang kini terlihat ketakutan, "Jadi jangan pernah berharap aku akan seperti dulu. Karena orang seperti kamu tidak layak mendapatkan cintaku, Annabella."

"Kamu gila Gio! Aku tidak pernah mengenal Georgio yang seperti ini!"Georgio menjauh dari hadapan Annabella tapi tidak memutuskan pandangannya.

"Bukan hanya sekarang, dari dulu juga kamu tidak pernah benar-benar mengenal aku. Inilah aku Annabella, aku tidak sebaik yang kamu kenal. bahkan mungkin Jordan lebih baik dari pada aku."Annabella menghapus jejak air matanya, tangganya bahkan bergetar hebat. Tidak menyangka bahwa Georgio akan sejahat itu.

"Kamu benar, bahkan Jordan yang kasar pun tidak pernah memiliki wanita lain dihatinya, tidak ada aku, tidak ada siapa pun. Kamu tau, dia terluka karena ulah ibumu, Gio."sarkas Annabella menatap tajam Georgio. "Ibu mu perebut, Gio. PEREBUT!"

"DIAM!"bentak Georgio dan hendak melayang kan pukulan, tapi tangannya menggantung di udara, mengurungkan niat kasarnya.

Annabella menutup kedua telinganya dengan terisak kecil. Dia memberanikan dirinya menatap Georgio meskipun keberanian itu hanya kecil.

"Kenapa? Apa yang aku bilang benar kan? Kalau bukan karena ulah ibumu, kita tidak akan berakhir seperti ini. Jordan tidak akan dendam denganmu. Kamu juga tidak akan dendam dengan ku sampai sejauh ini. Aku tidak menyangka orang yang aku cintai ternyata dia lah yang sudah menghancurkan hidup ku."Georgio menatap tajam Annabella.

"Jangan salahkan ibuku, Annabella. Kamu tidak tau apa-apa."ujar Georgio pelan, terkesan mengancam.

"Aku memang tidak tau apa-apa, tapi kamu harus ingat. Jordan seperti itu pasti ada sebabnya, dia baik kok. Yang jahat itu kamu."Annabella mengambil tasnya yang ada di atas meja Georgio.

"Kamu hanya bisa melihat kesalahan orang lain, tapi kamu tidak bisa intropeksi diri."ucap Annabella, lalu pergi dari hadapan Georgio.

Cassandra yang melihat itu berangsur mundur, dia menghela nafas panjang dan memberikan kotak makan yang dia bawa kepada Albert.

"Bilang sama dia jangan lupa makan."ucap Cassandra dan pergi dari sana, sebelum Annabella keluar dari ruangan Georgio.

Cassandra tidak marah dengan Georgio, tapi dia hanya takut melihat sisi lain dari Georgio hari ini. Semua kejadian ini membuat Cassandra kebingungan. Ternyata benar, masalah ini tidak semudah itu.

★★★

Cassandra melangkah masuk kedalam rumah mewah dengan pandangan kosong, dirinya masih terperangkap pada saat melihat Georgio dan Annabella tadi. Sepertinya Cassandra tidak ingin bertemu Georgio untuk saat ini, hari ini dia begitu berbeda, terlihat menakutkan. Cassandra tidak pernah merasa setakut ini dengan Georgio.

Ternyata semua yang dia pikirkan salah. Ternyata bukan Georgio yang menolong Annabella, malahan dia yang menjerumuskan Annabella ke jurang ke hancuran. Cassandra memang tidak habis fikir dengan semua ini. Ternyata Georgio sangat sulit di tebak, jangan-jangan cintanya untuk Cassandra juga palsu. Annabella saja bisa tertipu, Cassandra tidak bisa ditipu, dia harus pastikan lebih jelasnya.

Cassandra memandangi rumahnya, banyak pelayanan yang menyambut kedatangan Cassandra, hari ini Casandra memilih menginap dirumah ayahnya. Sudah lama dia tidak melihat ayah kandung Cassandra. Tapi kalau masih siang seperti ini jelas ayah Cassandra masih di kantor.

"Sandra? Kapan datang sayang?"terlihat wanita paruh baya yang berjalan dari arah tangga menghampiri Cassandra. Wanita itu masih terlihat cantik di usia nya yang tidak lagi muda.

Cassandra tersenyum kecil. "Baru aja, ma."

Wanita paruh baya itu tersenyum, dan membimbing Cassandra duduk di sofa. "Kenapa gak bilang-bilang dulu kalau kesini. Tau gitu mama akan siapin makan siang buat kamu."

"Gak perlu repot-repot, ma. Aku sudah makan kok."mendengar itu wanita paruh baya yang diketahui ibu tiri Cassandra mengangguk mengerti.

"Kamu nginap disini kan? Biar nanti mama minta bibi beresin kamar kamu."Cassandra mengangguk.

"Iya ma, aku mau nginap buat malam ini aja disini."wanita itu tersenyum kecil.

"Kalau kamu mau nginap sampai seterusnya gak papa kok, mama malah seneng."Cassandra hanya tersenyum sambil mengisap lembut lengan wanita paruh baya itu.

Bahkan ibu orang lain lebih baik dari pada ibu kandung Cassandra sendiri. Cassandra ingat, papanya menikah dengan janda anak satu. Dia juga memiliki anak laki-laki yang umurnya tidak jauh beda dengan Cassandra.

"Oh iya, Bara mana ma?"tanyanya celingak celinguk mencari keberadaan saudara tirinya itu.

"Masih siang, bara dikantor pasti."Cassandra mengangguk. Benar juga.

"Yaudah kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma, kalau nanti, Gio dateng bilang aja aku gak mau pulang."wanita itu mengangguk.

"Lagi marahan ya?"

"Gak marahan kok ma, aku yang lagi males ketemu dia. Pokoknya mama bilang aja aku lagi gak mau diganggu."ucapnya yang hanya di turuti wanita paruh baya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!