Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.26
"Diam lah Han! Jangan ikut campur."
"Tapi nyonya".
ternyata jendral Wiliam langsung berdiri melihat pertikaian tersebut. Dia benar benar tak habis pikir dengan sikap istrinya itu. benar benar memalukan.
"Sudah cukup!" ucap jendral Wiliam dengan masih sedikit lemah menatap tajam ke arah istri nya itu.
"Suami ku, apa yang kau lakukan. Kau harus beristirahat. Agar kondisi mu cepat pulih." ucap nyonya voil yang kaget melihat suami nya berdiri menatap nya tajam.
"Berikan hak nenek itu voil! karena dia telah menyelamatkan suami mu ini. Apakah kau ingin membuat ku malu!" ucap Wiliam dengan sedikit bentakan membuat nyonya voil terdiam.
Gara gara mengikuti saran Ella, nyonya voil menjadi egois.
"Aku tak percaya dengan ucapan seorang nyonya jendral! Ini cukup membuat ku kecewa." ucap Elly dengan tatapan datar nya.
benar benar tak percaya dengan sikap ibunya itu, sangat memuakkan. Dia menjadi tak sabar untuk segera pergi dari kediaman ini.
"Baiklah suami ku, maafkan aku." ucap nyonya voil dengan penuh penyesalan. tapi di dalam hatinya, dia masih tak menerima bentakan suami nya itu. Gara gara nenek tua itu, suami nya marah besar.
"Berikan sisa nya, dan jangan membuat ku malu!" ucap jendral Wiliam yang memperingatkan nya.
Wiliam berjalan pelan ke arah Elly. tatapan nya penuh selidik entah mengapa membuat Elly sedikit gugup.
"Terima kasih nyonya tua, kalau tidak karena mu, mungkin aku tak akan selamat!" ucap nya dengan tulus. Paman Han sudah menceritakan racun berbahaya itu tadi kepada nya. Dan nenek tua itu pantas menerima hadiah yang besar.
Elly sedikit lega mendengar ucapan nya jendral besar itu, Elly mengira penyamaran nya akan terbongkar. ternyata pria itu hanya ingin mengucapkan terima kasih saja.
"Sama sama tuan jendral, anda benar benar sangat baik. aku harap kau bisa mendidik istri mu lebih baik lagi." ucap nya dengan penuh sindiran membuat nyonya voil menatap nya dengan Sinis.
Setelah di berikan sisa nya, barulah Elly keluar dengan Bergegas. dia tau di dalam hati nyonya voil, pasti merasa tak rela mengeluarkan uang sebanyak ini.
Setelah mendapatkan koin emas sekitar 120 koin emas, Elly langsung menyimpan nya di ruangan penyimpanan nya saat ini. agar lebih aman juga. setelah memastikan bahwa tak ada orang di sana, Elly juga langsung menghapus make up nya dengan air, dan langsung bergegas menuju ke kediaman nya. Dia tak ingin ada orang lain yang melihat
ternyata di ujung gerbang belakang, bibi sare menunggu nya dari tadi. tatapan wanita itu begitu cemas dan khawatir. Elly tersenyum tipis melihat bibi sare yang begitu mengkhawatirkan nya.
"Nona, akhirnya nona kembali. bagaimana, apakah nona berhasil menyembuhkan tuan jendral. Dan apakah nona tidak ketahuan dengan para penjaga?"
"Bibi tenang lah, aku baik baik saja. Dan jendral Wiliam juga sudah sadar kembali. walaupun tadi nyonya voil sedikit membuat masalah dengan ku."
"Nona muda ayo kita kembali saja ke paviliun nona, takut ada pelayan yang mendengar nya."
"Baiklah bibi."
Setelah selesai membersihkan dirinya, Elly langsung menceritakan kejadian di kediaman sang jendral tadi. Hal itu membuat bibi sare menutup mulutnya dengan tatapan tak menyangka
"Nyonya jendral sungguh keterlaluan nona. Dia benar benar egois!"
"Hmm, aku merasa dia sedikit terpengaruh dengan putri kesayangannya itu bibi."
"Nona benar, nyonya voil terlalu mengikuti saran dari lady Ella."
"Sudahlah mereka sudah tak penting bagi ku bibi, karena jendral Wiliam sudah sadar, kita harus segera pergi dari sini. Bibi tolong bantu aku berkemas ya."
"Apa!" teriak bibi sare yang kaget melihat keputusan nona nya itu.
"Apakah nona yakin"? Ucap nya dengan kaget, karena nona nya sangat sulit ditebak. Keluar dari kediaman ini juga harus dengan berhati hati, karena penjagaan di kediaman sangat ketat. Dan mereka akan pergi mendadak seperti ini.
"Iya bibi, kita harus segera pergi sekarang."
"Baiklah nona." ucap bibi sare yang akhirnya membantu nona nya itu membereskan pakaian nya.
Elly menulis beberapa kata di sebuah surat di kertas itu. dia akan meninggalkan nya, di kamar yang penuh kenangan buruk ini. Dan akan memulai hidup nya yang baru.
setelah menulis panjang lebar di sana, Elly langsung mengajak bibi sare pergi dan keluar secara diam diam. Dia juga meninggalkan beberapa barang barang yang pernah ayah nya berikan pada saat dia masih kecil. entah seperti apa reaksi Mereka nanti, saat Elly pergi dari kediaman ini.
"Nona, berhati hati lah. Biasanya para penjaga berlalu lalang.
"baik bibi, jangan lupa pakai cadar bibi." ucap Elly yang mengingatkan.
lanjut up yg banyak thor