ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecerobohan Ayra
Sinar matahari mulai menerpa dari balik gorden kamar Rega, yang menandakan hari sudah pagi. Dia terduduk di atas kasurnya sambil mengumpulkan nyawa
"hoam...."
Rega beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan gontai ke kamar mandi. setelah beberapa lama kemudian dia keluar kamar menuju meja makan
"eh bujang lapuk udah bangun!" sindir mamanya namun yang disindirnya hanya diam saja tanpa menjawab
"ga gmna progres project Lumière Studio? siapa yang menangin tendernya?" tanya ayah rega
"kita yah, karna berkaitan dengan desain! Rega bekerja sama dengan perusahaan perintis, ya lumayan bisa membantu meringankan"
"lohh emang kita gak punya team design atau bagaimana?" tanya ayahnya penasaran
"ada ko dan team desain yang kita punya juga cukup membuat terkesan tapi rega alihkan mereka ke project lain"
"oh ya soal perusahaan rintis itu, apa nama perusahaannya?"
"Kala Visual Lab"
"udah-udah ayah kenapa nanya terus?! inikan di meja makan waktunya makan! rega sebelum berangkat mama mau ngomong dulu sama kamu!" omelan mamanya membuat ayahnya bungkam dan rega hanya menganggukan kepalanya nurut dengan perintah mamanya
selesai makan, rega ke ruang tengah, disitu sudah ada ayahnya dan mamanya
"nanti malem kamu jangan lupa bawa calon mantu mama! mama juga undang anaknya reni! jaga jaga aja siapa tau mama kurang cocok sama pilihan kamu jd mama bawa audry juga"
"terserah mama aja!" ucap rega jengah
"udah sana berangkat! masa bos telat!!" omel mamanya lagi
"tadi kan nahan katanya mau ngobrol sekarang ngusir" gumam rega yang masih sedikit terdengar oleh mamanya
"ehhh ngomong apa tadi hah?!" tanya mamanya masih sambil ngomel, rega yang melihat mamanya sudah berdiri langsung berlari keluar rumah
"semoga punya istri ga kaya mama deh! bisa stress tiap hari ngadepin itu!" ucap rega lalu menancap gasnya menuju kantornya
***
meja yang semula rapih dalam sekejap sudah berantakan bak kapal pecah, ayra kelimpungan mencari berkasnya yang entah keselip dimana. sekarang hari pertamanya dia meeting dengan clientnya yaitu rega
"aduhhh gimana nih? masa ilang?!" tuturnya masih sambil mencari
getaran ponsel di sakunya membuyarkan semuanya, dia langsung melihat ponselnya dan ternyata personal assisten nya yg menghubunginya
"halo yura! gimana ya proposalnya hilang!"
"bukannya ada soft filenya bu?" tanya yuna
ayra menepuk jidatnya, dia lupa jika dia ada soft filenya
"iyaa yaampun saya lupa! minta tolong siapkan flashdisk nya ya!"
"iya bu sudah saya siapkan! saya mau menyampaikan sebentar lagi pak rega sampai!"
"oke saya otw" ucap ayra memutus teleponnya
30 menit berlalu, ayra sampai kantor rega. beberapa misscall dari yura membuat dirinya agak panik terburu-buru sambil berlari menuju resepsionis
"mba saya ayra boleh minta id card untuk tamu? saya mau ke lantai 25 gabisa masuk karna gak ada id cardnya!"
resepsionis itu mendelik ke arah ayra yang sedang ngos-ngosan karna lari dari parkiran.
"sudah saya cek gak ada yang namanya ayra" ucap resepsionisnya dengan sinis
"mba coba cek lagi! saya ada meeting dengan pak rega" desak ayra
"sudah saya cek! mba kalo mau caper jangan disini! udah banyak yang ngaku-ngaku sudah janji dengan pak rega tapi ujungnya cuma untuk caper!" ucap resepsionis itu
"aduh mba saya beneran sudah ada janji mau meeting! sekarang saya sudah terlambat!"
"pak coba tolong ini bawa keluar! dia ngaku-ngaku mau ketemu pak Rega!" teriak resepsionis itu ke satpam yang sedang berjaga
ayra ditarik paksa dan setelah sampai depan langsung dilepaskan dengan paksa juga oleh kedua satpam itu
getaran ponsel di sakunya membuat ayra langsung mengangkatnya, kali ini bukan yura yang menelponnya melaikan hanya nomer saja
"kamu dimana?" tanya nya dari sebrang sana
"pak rega! jangan salahin saya kalo telat! ini saya gaboleh masuk dan di usir sama resepsionis bapak yang galak itu!" omel ayra
"yaudah tunggu situ, saya jemput kamu dibawah!"
beberapa menit kemudian rega keluar dari kantornya menemui ayra yang sedang duduk di tangga depan kantornya
"kenapa lama banget pak! saya udah kaya gembel nunggu sini!" omel ayra kali ini rega hanya menghela nafasnya dan memberi kode untuk mengikutinya
mereka memasuki lobby kantor dan bertemu dengan resepsionis itu, lalu rega menghampiri resepsionis itu
"dia calon istri saya! kalo kamu berbuat seperti itu lagi langsung saya kenakan SP3! dan sekarang kamu bisa berhadapan ke HRD! saya kenakan kamu SP1!"
resepsionis itu yang mendengarnya langsung lemas, ayra yang melihat itu hanya terdiam lalu dengan spontan rega menarik lengan ayra untuk naik ke liftnya. di lift ayra masih diam dan tautan tangan mereka masih belum lepas, keduanya belum sadar
sampai di lantai 25 beberapa pasang mata melihat mereka, keduanya lalu tersadar karna tautan tangan mereka belum lepas. setelah tersadar mereka berdua langsung canggung.
memasuki ruang meeting, terlihat sudah ada beberapa orang yang menunggu termasuk yura. Ayra dengan cepat menyalin file ke flashdisknya untuk diberikan ke yang lainnya
ayra mulai menjelaskan konsepnya dan dia melihat ke arah rega yang memberi kode untuk stop dan yura terlihat panik. perlahan ayra melihat ke arah layar proyektor lalu membacanya
"Proposal wedding Rega & Ayra" ucap ayra dan masih belum sadar
rega yang melihat itu hanya menepuk jidatnya lalu menunduk malu karna kelakuan ayra yang ceroboh. ayra yang melihat rega langsung tersadar dan mencabut kabel proyektornya dari laptopnya.
"maaf sepertinya saya harus ke toilet dulu, saya permisi!" ucap ayra lalu melenggang pergi dari ruang meeting
"kalian bisa istirahat dulu sampai saya dan bu ayra kembali"
ayra membasuh mukanya lalu melihat ke arah kaca sambil menahan teriakannya dengan menggigit bibir bawahnya
"kenapa bisa itu yang muncul?" tanyanya kembali mengingat kejadian semalam
"kenapa ceroboh banget gua ya ampun!!"
setelah lumayan tenang, lalu ayra merapihkan riasannya kembali dan melenggang keluar toilet. saat keluar dia di kejutkan dengan adanya rega yang ada di luar toilet. ayra sedikit terkejut lalu mengelus dadanya
"kamu kenapa raya?" tanya rega
"ya bapak ngapain disitu? udah tau ngagetin malah nnya kenapa?!" jawab ayra sebal
"bukan itu, kamu kenapa bisa ceroboh? telat dan juga apa itu tadi proposal wedding?" tanya rega sambil mengejeknya
"ishh minggir, mau balik lagi meeting!" tutur ayra dengan muka yang blushing
rega hanya terkekeh lalu mengikuti ayra dari belakang. meeting kembali diadakan, kali ini berjalan lancar tanpa ada kendala
"yura kamu bareng saya ya! kita harus survey dulu ke studionya"
"tunggu, siapa yang suruh kamu pergi?" tanya rega yang tiba-tiba muncul
"yura kamu bisa tunggu di depan ruangan saya dan kamu raya ikut saya ke ruangan saya!" ayra malas berdebat langsung mengikuti rega dari belakang
rega menutup pintunya dan menurunkan roller blind agar jendelanya tertutup
"lohh kenapa di tutup? jangan macem-macem loh pak!" protes ayra
"silahkan duduk dulu" ucap rega lalu memberikan sebuah dokumen
"ini apa?" tanya ayra
"kamu ga lupa kan malam ini harus ikut saya ke rumah?! dan di dalam dokumen ada beberapa yang harus kamu ingat!"
ayra membolak balikan kertas itu sambil mengernyitkan dahinya
"saya ga butuh itu!" ucap ayra sambil menutup dokumen itu dan memberikan ke rega
"jangan ragu in akting saya! percaya aja pak sama saya!" lanjutnya dengan percaya diri
pria itu hanya terkekeh meremehkan ayra
"percaya? kamu aja tadi ceroboh! gimana bisa saya percaya? haha"
"udah bawa aja! oh iya nomer saya tolong di save ya!" lanjutnya
"awas aja tuh ya bujang lapuk!" gumam ayra lalu keluar dari ruangan rega