Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
Ana berlarian menuju lapangan, nafasnya ngos-ngosan, ikut berbaris dibarisan kostum yang sama, bibirnya mengerucut kesal, karena Dewa tidak mau memberi tumpangan padahal searah, majikan pelit memang, rutuk nya dalam hati.
“Keluarkan barang yang sudah kami beri tahu kemaren di grup, jangan ada yang kurang karena akan dapat hukuman.” teriak pemuda yang tidak lain adalah Dewa, ya Dewa bangun pagi karena ia adalah salah satu panitia dan jadi kakak pembina untuk penyambutan mahasiswi baru di kampusnya. Ia melirik kearah Ana dengan senyum smrik. Mereka pun mengeluarkan barang-barang dari tas dengan semangat, sementara Ana planga-plongo bingung karena CIKI yang ada di tasnya raib entah kemana.
“Nah Loh, ngilang kemana pesawat jets ku, kok bisa gak ada padahal tadi pagi sudah aku taruh dalam tas.” gumam Ana setengah panik setengah pasrah karena jelas pasti dapat hukuman.
“Woy, kenapa loe.” tanya gadis disebelah Ana bertanya pelan.
“Ciki ku hilang, Net, padahal sudah aku taruh tas tadi pagi.” jawab Ana lesu. Gadis bernama Janet itu terkekeh.
“Kok bisa, masa iya ada hantu yang ngambil.” celetuk Janet pelan.
“Bukan hantu, tapi genderuwo.” jawab Ana menahan kesal menatap kearah Dewa yang berdiri sok tegap didepan sana sembari memasang wajah sok cool , rasanya Ana ingin menggeplak wajah yang sialnya ia akui memang tampan itu. Ana hanya bisa menghela nafas berat.
“Ayo cepat kumpulkan!” ucap Dewa sedikit berteriak. Sedangkan Aldo melirik Dewa sedikit curiga melihat wajah sahabat laknatnya itu agak lain melihat salah satu mahasiswi baru.
“Pstt..” ucap Aldo kearah Aldi yang berdiri tidak jauh dari nya. Aldi menoleh menaikkan satu alisnya seolah bertanya ada apa Aldo memberi kode kearah Dewa yang sedang berdiri dan tepat saat itu giliran Ana yang memberikan barang-barang nya.
“Kenapa kurang?” tanya Dewa sok cool.
“Diambil genderuwo kak.” jawab Ana lantang membuat semua orang tercengang dan setelahnya mereka menahan tawa. Dewa yang mendengar jawaban Ana hampir tersedak.
“Ngawur kamu ya, bilang aja kamu ceroboh, pake menyalahkan genderuwo segala, kamu tahu kan, kalau tidak lengkap mendapatkan hukuman.” ucap Dewa galak agar Ana takut.
“Tahu kak, siap melaksanakan hukuman.” jawab Ana santai tanpa takut, membuat Aldo dan Aldi sampai heran karena gadis itu sama sekali tidak takut, padahal semua orang tahu kalau Dewa adalah kakak pembina yang galak.
“Bagus. Hukumanmu lari tiga kali putaran dilapangan ini, tanpa boleh istirahat, kalau aku lihat kamu berhenti akan bertambah satu putaran lagi, apa mengerti.” ucap Dewa lantang membuat para siswa baru tercengang, bahkan Cristian sampai terkejut mendengar nya.
“Kek nya ada dendam pribadi nih aromanya, CK.. sial sekali tuh cewek sampe berurusan dengan Dewa.” gumam Cristian menggeleng pelan. Sedangkan Ana menatap Dewa dengan malas ia tahu kalau Dewa sedang balas dendam padanya, kalau tidak ingat punya hutang, sudah ia cakar wajah sok cool dihadapannya.
“Kok bengong, paham tidak!” tegur Dewa lagi yang melihat Ana bengong dihadapannya.
“Paham kak, siap laksanakan!” ucap Ana tidak kalah lantang, sampe membuat telinga Dewa seakan mau pecah. Ana pun langsung berlari rambutnya yang di kucir kuda bergerak seirama langkahnya, Dewa tersenyum puas.
“Gila loe Wa, gak kasian tuh botol Yakult loe suruh lari tiga putaran, kalau semakin pendek gimana, kan berabe.” ucap Aldo tergelak, Dewa menatap Aldo tajam.
“Elah mulut loe Do, kasian tapi ngebully, tapi lumayan juga sih cewek itu gak takut sama loe Wa.” sahut Aldi tersenyum nyengir.
“Manis sih.” tambah Cristian cengengesan.
“Dengar ya gak ada yang boleh ngebully tuh cewek selain gue, tau gak tuh cewek yang bikin gue putus sama Oliv, paham kalian.” ucap Dewa tegas.
“Haa!!” seru mereka bertiga serempak, kompak kayak paduan suara.
“Serius loe, jadi itu yang namanya Kirana, yang nabrak mobil loe.” tanya Aldo tidak percaya, Dewa hanya mengangguk sembari bersedekap dada.
“Jir.. beneran apes tuh cewek.” ucap Aldi dramatis.
“Ho Oh, dari jurusan mana tuh cewek Wa?” tanya Aldo, masih terus menatap kearah Ana yang masih terus berlari.
“Manajemen bisnis.” jawab Dewa singkat.
“Wow, calon CEO dong, lucu kali ya kalau jadi sekertaris, gak bosen kerja kita jadinya.” kekeh Cristian yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dewa. Cristian hanya nyengir tidak perduli, Dewa kembali menatap lurus kearah Ana yang berlari, ada perasaan tidak rela mendengar pujian dari Cristian. Setelah tiga putaran yang melelahkan akhirnya Ana selesai dengan nafas ngos-ngosan ia berdiri dihadapan Dewa dan gengnya.
“Hukuman sudah dilaksanakan kak.” ucap Ana dengan lesu, Cristian dengan cepat mengulur kan air mineral kearah Ana, tidak tega melihat nafas Ana yang ngos-ngosan dan juga keringat yang sudah membanjiri tubuhnya.
“Terimakasih kak.. Tian.” ucap Ana membaca name tag yang ada dalam kartu anggota yang tergantung manis didada depan Cristian.
“Sama-sama, dah sana istirahat, lain kali jangan sampai kena hukuman lagi.” peringat Cristian sembari tersenyum manis, membuat Aldo dan Aldi seketika mesem-mesem dan saling sikut.
“Terimakasih kak, asal tidak ada genderuwo yang usil lain kali pasti tidak kena hukuman, permisi.” mata Dewa seketika melotot mendengar jawaban Ana, merasa tersindir, namun Ana tidak perduli dengan tatapan Dewa dan berbalik badan dengan cuek, sementara Cristian terkekeh, namun sedetik kemudian ia meringis karena geplak kan dikepalanya.
“Apa sih Wa, sakit tahu, main geplak aja.” ucap Cristian mengusap kepalanya sementara Aldo dan Aldi sudah terkikik geli.
“Siapa suruh baik sama tuh si pendek, mau jadi penghianat loe.” tuduh Dewa dengan wajah garang.
“Etdah, gitu aja ngambek, kalau pingsan gimana tuh anak gak dikasih minum, kan kita-kita juga yang ribet, gitu aja ambekan, lagian emang lucu sih tuh anak, gak takut ama loe, heran gue.” lanjut Cristian memasang wajah sok berpikir keras.
“Lagu loe, padahal biasanya loe juga gak peduli kalau kita bully siapa aja.” sahut Aldi, dan dibenarkan oleh Aldo.
“Banyak omong, cabut.” ucap Dewa melangkah pergi, membuat ketiganya saling lirik dan mengikuti langkah Dewa. Sementara Ana yang duduk bersama dua temannya yang satu jurusan, Janet dan Mili kini terlihat sedang asik mengobrol setelah serangkaian MOS, sudah mereka lewati.
“Kalian tahu kagak," tanya Mili ambigu sembari meminum minuman dingin yang sudah ia buka.
"Kagak lah, mo ngerti darimana, loe ngomong aja belum kampret." jawab Janet sewot.
"Itu kakak pembina yang namanya Dewa Bramasta..cakep bener, tapi sayang nya galak, dan dengar-dengar suka bully anak lain.” lanjut Mili serius. Membuat Ana langsung tersedak minumannya mendengar nama Dewa disebut, terlebih Mili menyebut si anak songong itu cakep padahal kelakuan kayak dajal.
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰