NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perjanjian dua naga

Hening yang menyesakkan menyelimuti sel penjara bawah tanah itu setelah Jian Feng menurunkan pedangnya. Mei Lin masih terduduk lemas di lantai, matanya yang sembab menatap pria yang selama ini ia kenal hanya sebagai orang asing yang menolongnya.

​"Pangeran Alaric?" Mei Lin mengulang nama itu dengan suara bergetar. "Kau... kau adalah seorang pangeran?"

​Alaric menundukkan kepalanya sedikit, tanda hormat sekaligus permintaan maaf. "Maafkan aku, Mei Lin. Aku tidak bermaksud membohongimu sejak awal. Identitasku terlalu berbahaya untuk diungkapkan di tengah pasar Negeri Tengah yang ketat. Aku adalah Pangeran Alaric, pewaris tahta Kerajaan Barat."

​Dunia Mei Lin seolah berputar. Pria yang memberinya sedikit harapan di tengah keputusasaan ternyata adalah musuh politik dari pria yang mencap tubuhnya. Ia merasa seperti pion yang terjebak di antara dua kekuatan besar dunia.

​Jian Feng berdiri tegak, meski wajahnya masih menyimpan sisa-sisa kemarahan dan kecemburuan. Namun, sebagai seorang Kaisar, ia tahu kapan harus menggunakan pedang dan kapan harus menggunakan otak. "Negeri Barat," gumam Jian Feng dengan suara rendah. "Jika kau benar-benar pewaris tahta mereka, maka kau tahu bahwa kehadiranmu di sini adalah deklarasi perang. Tapi, jika kau menawarkan solusi untuk masalah Mei Lin, aku akan mendengarkanmu."

​Alaric melangkah maju, berdiri sejajar dengan Jian Feng. "Ibu Surimu dan adik Mei Lin telah menyebarkan racun yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan pedang. Jika kau membunuh semua orang yang memfitnahnya, rakyat hanya akan semakin percaya bahwa ia adalah penyihir yang mengendalikanmu. Satu-satunya cara adalah melalui kesaksian Petinggi Agung Gereja. Dan aku punya akses langsung untuk membawanya ke sini tanpa dicurigai oleh mata-mata ibumu."

​Jian Feng menatap Alaric dengan tajam. "Lalu apa yang kau inginkan sebagai imbalannya? Seorang pangeran tidak akan mempertaruhkan nyawanya di wilayah musuh secara cuma-cuma."

​"Sederhana," jawab Alaric dengan tegas. "Jika aku berhasil membersihkan nama Mei Lin dan menyelamatkannya dari jerat ibumu, kau harus menandatangani perjanjian damai dan membuka tali persahabatan permanen dengan Kerajaan Barat. Tidak ada lagi perang di perbatasan, dan jalur perdagangan kita akan dibuka kembali. Itu akan menguntungkan negaramu yang sedang tidak stabil karena konflik internal ini."

​Jian Feng terdiam sejenak. Menjalin persahabatan dengan musuh bebuyutan adalah langkah yang sangat berisiko, namun ia melihat Mei Lin—wanita yang baru saja meneriakkan kebencian padanya, namun tetap menjadi pusat dunianya. Tahtanya mungkin goyah, tapi kehilangan Mei Lin jauh lebih menakutkan baginya.

​"Baiklah," ucap Jian Feng akhirnya, suaranya mantap. "Aku setuju. Jika nama Mei Lin bersih dan ia bebas dari segala tuduhan sihir hitam, Kerajaan Tengah akan menjalin aliansi dengan Kerajaan Barat. Aku akan memberikan dokumen resmi yang kau butuhkan."

​Mereka berdua kemudian saling berjabat tangan—sebuah pemandangan yang mustahil terjadi jika bukan karena keberadaan Mei Lin di sana. Mei Lin hanya bisa menatap mereka dengan perasaan campur aduk. Ia merasa lega karena ada secercah harapan untuk membersihkan namanya, namun ia juga merasa takut melihat betapa ia telah menjadi pusat dari kesepakatan politik yang begitu besar.

​"Strategi dimulai malam ini," ucap Jian Feng. "Alaric, kau harus keluar dari sini dan menjemput Petinggi Agung. Aku akan menahan ibuku dan Putri Isabella agar mereka tidak melakukan langkah drastis sebelum Petinggi itu tiba. Aku akan memastikan Mei Lin dipindahkan ke ruangan yang lebih layak, meski secara resmi ia masih menjadi tahanan."

​Jian Feng menoleh ke arah Mei Lin, tatapannya melembut sesaat sebelum kembali mengeras. "Bertahanlah sedikit lagi. Aku akan membuktikan bahwa kau bukan penyihir... dan aku akan menebus setiap tetes air mata yang kau jatuhkan karena kelalaianku."

​Perjanjian dua naga telah dibuat. Di luar sana, badai politik sedang menunggu, namun di dalam sel gelap itu, benih aliansi yang tak terduga mulai tumbuh, dipicu oleh cinta yang menyimpang dan keinginan untuk menebus dosa.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!