Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. aroma bunga melati
Lutfi mengusap hidung beberapa kali karena sejak tadi dia mencium aroma bunga melati yang begitu kuat, dia sudah berusaha untuk berpikir positif bahwa mungkin saja itu dari kuburan milik Sintia ini karena mereka memang membuat tenda dan mengurung kuburan Sintia di dalam tenda agar tetap aman dan terjaga ketika mereka sedang tertidur.
Namun bila dilihat sekali lagi maka Lutfi tidak menemukan bunga melati di atas kuburan itu, hanya ada mawar dan bunga kantil saja sejak tadi namun entah kenapa dia mencium aroma melatih yang sangat kuat walau terkadang aroma itu bisa timbul dan tenggelam secara bergantian di hidung pria ini.
Sudah berusaha untuk diabaikan begitu saja namun ternyata bunga itu tetap mencari perhatian Lutfi sehingga mau tidak mau maka pria ini memiliki kecemasan tersendiri tentang aroma tersebut, ketika dia menoleh kepada Ahmad dan juga Yose kedua temannya itu terlihat biasa saja seolah tidak mencium aroma tersebut dan justru mereka tambah larut dalam kesedihan.
Mungkin karena mereka merasa nasib yang sama sehingga ketika sedang curhat menjadi nyambung satu sama lain, Lutfi juga tidak mengatakan mereka lebay karena kehilangan sosok yang sangat di cintai tentu saja menjadi pukulan yang begitu berat dan tidak semua orang bisa menerima itu semua dengan hati lapang.
Salah satu contoh adalah teman mereka yang sekarang sudah meninggal dunia yaitu Hendra, dulu Hendra begitu berduka setelah kematian Andini dan ternyata memang dia tidak bisa hidup tanpa Andini sehingga Hendra pun menyusul meninggal dunia dan itu adalah salah satu contoh bahwa cinta sejati itu memang ada di dunia ini.
Mungkin kalau Ahmad masih berpikir bahwa ada anak di antara mereka berdua sehingga harus tetap hidup di dunia ini agar bisa menjaga dan merawat anak mereka, terbukti sampai sekarang Ahmad tidak ada niat untuk menikah lagi karena posisi Tina di hati dia tidak akan pernah bisa di ganti oleh orang lain.
"Kalian mencium bau bunga tidak?" Lutfi akhirnya tidak tahan dan bertanya kepada mereka.
"Ya kan ini bunga, pasti sudah tercium dalam hidung kita lah." Yose yang menjawab.
"Tapi di atas kuburan ini tidak ada bunga melati, dari tadi aku mencium aroma bunga melati." jelas Lutfi dengan nada hati-hati agar Yose tidak tersinggung.
"Kau ini, namanya juga di kuburan jadi sudah pasti ada bau apa saja." Ahmad menatap Lutfi agar tidak meneruskan pembicaraan itu.
"Oh iya ya, karena suasana begini aku jadi lupa kalau kita sedang ada di kuburan." Lutfi tersenyum malu dan dia tidak ingin membahas hal itu lagi.
"Kenapa Davin dan Mas Arya tadi lama sekali?" Yose keluar dari tenda dan melihat keadaan yang ada di luar.
"Kan mereka bilang mau keliling tadi jadi pasti agak lama karena kuburan kita di sini juga begitu luas." jawab Lutfi sambil menatap sekitar kuburan ini.
"Itu adik Purnama juga ya?" Yose bertanya ketika melihat kedatangan Nolan.
Lutfi mengangguk walau dia tidak tahu secara pasti tentang adat Purnama yang satu ini karena memang setahu dia hanya Arya saja yang menjadi adik Purnama, tapi sekarang setelah lama tidak bertemu mendadak saja Purnama memiliki adik lain dan mungkin saja memang ini adik Purnama karena wajah Nolan hampir sama dengan Arya dan juga Cakra.
"Assalamualaikum." Nolan menyapa mereka ramah.
"Walaikum sallam, mari duduk di sini Mas." ajak Yose juga.
"Nanti saja karena aku akan keliling dulu untuk melihat area kuburan ini, nanti setelah keliling baru aku akan duduk di sini." Nolan memang akan berjaga bersama dengan Arya.
"Itu Arya sedang keliling juga di kawasan yang sana, tapi kalau mau keliling aku akan menemani kamu." Ahmad menawarkan diri kepada Nolan.
"Oh tidak usah aku bisa sendiri." Nolan tersenyum dan segera pergi dari tempat itu.
"Tampan sekali dia, tapi agak kaku ya pas bicara." bisik Lutfi.
Ahmad mengangguk Karena memang tadi terlihat bahwa Nolan begitu kaku saat diajak berbicara oleh mereka, mungkin karena selama ini dia jarang berbaur dengan orang luar sehingga ketika berbicara akan ada nada seolah dia merasa tidak nyaman, dan itu bisa di rasakan oleh lawan bicara dia saat itu.
...****************...
"Desa sebelah sudah mulai heboh tentang pencurian mayat, apa Kita juga harus menunggu kuburan?" Toro bertanya pada Pak RT.
"Desa mana saja yang sudah kena?" Pak RT bertanya kepada Toro.
"Desa ujung pandang yang pertama dan yang kedua adalah desa pandan Arum." sahut Yoto cepat.
"Wah kalau sudah dua desa seperti itu maka kita juga harus bersiap untuk menjaga kuburan." Hary menjawab cepat karena takut.
"Iya kan, takut juga bila nanti desa kita akan terkena tentang pencurian mayat itu." Toro berkata dengan nada sangat cemas.
"Ya sudah nanti kita sekalian ronda di area kuburan juga, tidak ada salah nya kita berjaga agar menghindari hal seperti itu." Pak RT setuju dengan usul Toro.
Memang mungkin lebih baik bila mereka waspada terlebih dahulu sebelum mendapat kejadian seperti itu, dia sama mereka ada di pertengahan dan tidak mustahil juga akan kenal karena pelaku juga masih belum di ketahui itu berasal dari mana dan tujuan dia untuk apa.
Mungkin bila masih satu desa yang terkena masalah seperti itu maka mereka masih bisa sedikit santai, tapi ini sudah dua desa yang terkena pencurian mayat sehingga mereka memiliki rasa takut juga di dalam hati ini, mana desa pandan Arum adalah desa yang paling menonjol karena mereka memiliki seseorang yang sangat pintar.
Bila desa yang menonjol saja sampai kebobolan seperti itu maka tidak mustahil desa mereka juga akan terkena masalah tersebut, ini dulunya adalah desa mati karena sempat tidak ada penduduk setelah pembantaian besar oleh seorang iblis namun sekarang sudah mulai berkembang kembali dan para penduduk juga mulai tinggal di sana.
"Ayo kita keliling lah kalau begitu." ajak Toro mengambil senter.
"Cuma berdua saja kita? jangan gitu dong, Ro!" Hary memang agak penakut.
"Lah terus mau berapa banyak, masa satu kampung mau di bawa." seru Toro.
"Setidak nya lima atau empat lah, cuma kita berdua juga lelah mengelilingi kuburan yang sangat luas." Hary memberikan alasan.
Toro berpikir sejenak dan benar apa yang di katakan oleh teman dia saat ini, bukan karena alasan takut saja tapi karena kawasan kuburan itu begitu luas dan cukup memakan waktu ketika mereka berjalan kaki untuk mengelilingi area perkuburan di desa mati ini.
Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu
Ayo Bara ,tunjukkan kemampuannmu
Buktikan berguna