NovelToon NovelToon
REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Dulu aku membangun tahtamu dengan cinta, sekarang akan kuruntuhkan kerajaanmu dengan sisa tenaga sebagai tukang sapu!"
Clarissa mati sebagai istri yang dikhianati. Namun, dia bangun kembali sebagai Lestari, seorang cleaning service yang dianggap sampah oleh mantan suaminya, Kenzo, dan adiknya yang licik, Angelica.
Rencananya sederhana: Menyusup, sabotase, dan hancurkan!
Tapi rencana itu kacau saat Devan Mahendra—CEO tampan yang merupakan musuh bebuyutan suaminya—tiba-tiba menarik kerah seragamnya.
"Gadis pelayan sepertimu tahu apa soal pencucian uang pajak? Ikut aku!" seru Devan angkuh.
Kini, Clarissa terjebak di antara misi balas dendam yang membara dan bos baru yang sangat menyebalkan tapi selalu pasang badan untuknya. Bagaimana jadinya jika sang rival jatuh cinta pada "si tukang sapu" yang ternyata adalah otak jenius yang pernah mengalahkannya dulu?
"Kenzo, selamat menikmati hari-harimu di puncak. Karena aku sedang menyiapkan jurang terdalam untukmu... dibantu oleh musuh terbesarmu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Terjebak di Apartemen Iblis

​Malam semakin larut saat Rolls-Royce milik Devan berhenti di depan lobi apartemen mewah The Penthouse Royale. Suasana di dalam mobil masih sedingin es. Clarissa membuang muka ke jendela, sementara Devan mencengkeram kemudi dengan buku-buku jari yang memutih.

​"Turun," perintah Devan singkat.

​"Aku mau pulang ke kontrakanku," balas Clarissa tanpa menoleh.

​Devan tertawa sinis, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam. "Kontrakan kumuh yang pintunya bisa didobrak hanya dengan satu tendangan? Kau pikir Hendrawan akan melepaskanmu setelah kau memamerkan kunci perak itu? Jangan bermimpi, Lestari... atau siapa pun kau di dalam tubuh itu."

​Clarissa akhirnya menoleh, matanya berkilat marah. "Lalu apa? Kau mau mengurungku di sini? Di tempat tinggalmu yang baunya seperti ego pria sombong ini?"

​Devan tidak menjawab. Ia keluar dari mobil, memutar ke pintu penumpang, dan sebelum Clarissa sempat protes, pria itu sudah menariknya keluar.

​"Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri, Tuan Mahendra yang Terhormat!" Clarissa mencoba menghentakkan tangannya, tapi tenaga Devan seperti baja.

​"Kau tidak bisa dipercaya kalau dibiarkan jalan sendiri. Kau itu magnet masalah," gumam Devan sambil menyeretnya menuju lift pribadi.

​Begitu pintu apartemen terbuka, Clarissa tertegun. Tempat itu luas sekali, hampir separuh dari lantai paling atas. Interiornya sangat minimalis, didominasi warna hitam dan marmer abu-abu. Sangat... membosankan, persis seperti pemiliknya.

​"Hanya ada satu kamar utama di sini," ucap Devan sambil melempar kunci mobilnya ke meja. "Kau tidur di sana."

​"Dan kau?" tanya Clarissa curiga.

​"Aku akan tidur di sofa ruang kerja. Kenapa? Kau berharap aku tidur bersamamu agar kau bisa mencuri kartu kreditku lagi?" Devan menyeringai nakal, mengingatkan Clarissa pada insiden di butik kemarin.

​Clarissa mendengus. "Bahkan jika kau memberikannya secara gratis, aku akan berpikir dua kali. Aku tidak mau tertular penyakit sombongmu."

​Clarissa berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Namun, saat ia melewati meja kerja Devan, matanya menangkap sesuatu yang tidak asing. Sebuah foto lama yang diletakkan terbalik. Dengan rasa penasaran yang membuncah, ia membalik foto itu.

​Jantungnya seolah berhenti berdetak. Itu adalah foto lama keluarga Wijaya. Ada ayahnya, ibunya, dirinya yang masih remaja, dan Angelica. Tapi di sisi kiri foto itu, ada sosok anak laki-laki yang wajahnya dicoret kasar dengan tinta hitam.

​Siapa anak ini? Kenapa Devan memilikinya?

​"Sudah kubilang, jangan menyentuh barang-barangku," suara Devan terdengar tepat di belakang telinga Clarissa.

​Clarissa tersentak, hampir menjatuhkan foto itu. Ia berbalik dan mendapati Devan sudah berdiri sangat dekat. Begitu dekat hingga Clarissa bisa mencium aroma sandalwood dan sedikit aroma wiski dari napas Devan.

​"Siapa anak ini, Devan? Kenapa kau punya foto keluargaku?" tanya Clarissa dengan nada menuntut, mencoba menyembunyikan getaran di suaranya.

​Devan mengambil foto itu dari tangan Clarissa dan memasukkannya ke dalam laci, lalu menguncinya. "Itu bukan urusanmu. Sekarang, mandi dan tidurlah. Kau bau asap ledakan."

​"Urusanku! Itu keluargaku!" Clarissa mendorong dada Devan, tapi pria itu tidak bergeming sedikit pun. "Apa kau ada hubungannya dengan anak laki-laki yang dicoret ini? Apa dia alasan kau mendekatiku?"

​Devan tiba-tiba mencengkeram kedua tangan Clarissa dan menguncinya di atas kepala, menyudutkan gadis itu ke pinggiran meja kerja. Matanya yang biasanya dingin kini membara oleh emosi yang sulit dibaca.

​"Kau mau tahu siapa dia?" bisik Devan, suaranya parau. "Dia adalah alasan kenapa aku membenci keluarga Wijaya, tapi juga alasan kenapa aku tidak bisa membiarkanmu mati begitu saja. Jadi, tutup mulutmu sebelum aku melakukan sesuatu yang akan kita sesali berdua."

​Clarissa menelan ludah. Posisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan jantungnya. "Lakukan saja kalau berani! Kau pikir aku takut?"

​Devan menatap bibir Clarissa sejenak. Ketegangan di antara mereka hampir bisa meledak. Namun, tiba-tiba perut Clarissa berbunyi sangat nyaring.

​Kruuukkk...

​Suasana dramatis itu seketika hancur berkeping-keping. Devan terdiam, lalu perlahan ia melepaskan tangan Clarissa. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman yang sangat menjengkelkan.

​"Ternyata 'Ratu' kita bisa lapar juga setelah pamer kunci perak ya?" ejek Devan.

​Wajah Clarissa memerah sampai ke telinga. "Wajar saja! Aku tidak sempat makan steak mahal itu karena kalian sibuk berantem!"

​Devan terkekeh—tawa tulus pertama yang Clarissa dengar. "Duduklah. Aku akan buatkan sesuatu. Tapi jangan protes kalau rasanya lebih enak dari masakan koki bintang limamu dulu."

​"Cih, paling-paling cuma mi instan," gumam Clarissa sambil duduk di kursi bar dapur.

​Ternyata, Devan Mahendra benar-benar penuh kejutan. Sepuluh menit kemudian, sepiring Pasta Aglio e Olio yang harum sudah tersaji di depan Clarissa.

​"Makanlah. Setelah itu kita harus memeriksa isi flashdisk yang kau dapatkan dari pria bermuka terbakar itu," ucap Devan sambil menyodorkan garpu.

​Clarissa memakan pastanya dengan lahap. "Enak juga. Ternyata selain jadi iblis kapitalis, kau berbakat jadi pembantu rumah tangga."

​"Makan atau aku akan menyuapimu dengan cara yang tidak sopan?" ancam Devan, yang langsung membuat Clarissa bungkam dan fokus pada makanannya.

​Setelah makan, mereka duduk di sofa ruang tamu dengan sebuah laptop di depan mereka. Clarissa memasukkan flashdisk tersebut. Isinya adalah sebuah folder terenkripsi berjudul “Project X-Wijaya”.

​Saat Clarissa memasukkan kode yang ia ingat dari memori ayahnya, sebuah dokumen PDF terbuka. Isinya adalah catatan transaksi rahasia. Mata Clarissa membelalak saat membaca baris demi baris.

​"Ini bukan cuma soal penyelundupan," bisik Clarissa. "Ini adalah rencana akuisisi paksa Mahendra Group oleh keluarga Wijaya lima tahun lalu... menggunakan dana hitam hasil pencucian uang."

​"Apa?" Devan ikut membaca. "Tapi keluargaku tidak pernah merasa diakuisisi."

​"Karena ayahku membatalkannya di detik terakhir. Dia sadar bahwa Hendrawan telah memalsukan tanda tangannya," Clarissa menunjuk sebuah lampiran foto. "Lihat ini. Ayahku mencoba menghentikan Hendrawan, dan sebagai balasannya, Hendrawan menggunakan sopir dari Mahendra Group untuk menabrak ayahku agar kalian yang disalahkan!"

​Devan mengepalkan tangannya. "Jadi selama ini paman-pamanku di Mahendra Group juga dikambinghitamkan oleh Hendrawan?"

​"Tunggu, lihat bagian bawah ini," Clarissa menunjuk sebuah nama di daftar penerima dana hitam. Nama itu bukan Hendrawan, bukan pula Kenzo.

​Nama itu adalah: Lestari Putri Wijaya.

​Clarissa membeku. "Lestari? Kenapa nama pemilik tubuh ini ada di daftar penerima dana dari ayahku?"

​"Lestari Putri Wijaya..." Devan menggumamkan nama itu dengan nada aneh. "Clarissa, apakah kau pernah terpikir... kenapa wajah Lestari ini terasa sangat familiar bagi keluargamu?"

​Clarissa menatap Devan dengan bingung. "Maksudmu?"

​"Bagaimana jika aku katakan bahwa Lestari bukan sekadar anak satpam? Bagaimana jika dia adalah anak haram ayahmu yang sengaja disembunyikan?" Devan menatap Clarissa dengan serius.

​Clarissa merasa dunianya berputar. Jika itu benar, berarti dia dan Lestari adalah... saudara tiri? Dan anak laki-laki di foto yang wajahnya dicoret itu...

​Tiba-tiba, suara alarm apartemen berbunyi nyaring. Di layar monitor keamanan, terlihat sekelompok orang berpakaian hitam sedang mencoba meretas pintu depan.

​"Mereka cepat sekali," desis Devan. Ia segera menarik Clarissa berdiri. "Bawa flashdisk-nya. Kita harus pergi lewat jalur evakuasi helipad!"

​"Tapi Devan, bagaimana dengan bukti-bukti ini?"

​"Akan kita simpan! Sekarang yang penting kau tetap hidup untuk melihatku menghancurkan mereka!" Devan menarik tangan Clarissa, tapi kali ini ia berhenti sejenak, menangkup wajah Clarissa, dan mencium keningnya dengan cepat. "Ingat, kau masih berutang penjelasan padaku soal kenapa kau bisa masuk ke tubuh ini."

​"Kalau kita selamat, aku akan ceritakan semuanya, Iblis Posesif!" balas Clarissa sambil berlari mengikuti Devan.

​Di tengah pelarian menuju atap gedung, Clarissa sempat-sempatnya mengeluh, "Kenapa hidupku sekarang jadi seperti film aksi? Aku merindukan hari-hari saat satu-satunya masalahku hanyalah memilih warna tas Hermes!"

​"Diam dan lari, Ratu Manja!" sahut Devan sambil menariknya masuk ke dalam lift darurat.

1
Mommy Ayu
masak iya secepat itu bakal terungkap siapa lestari sebenarnya
Mommy Ayu
sepertinya insting Devan lebih tajam dari pada mantan suami Clarissa
Mommy Ayu
aku mampir Thor ..
Leebit
hehe.. nggak apa-apa.. makasih ya udah berkunjung ke novel ku, masih juga untuk komentarnya😁
shabiru Al
apa anak kecil yang dcoret itu adalah pria dengan wajah yang terbakar ? bara... adik dari clarissa... ? benar2 membingungkan,, dan organisasi naga hitam,, apa sebelumnya lestari membuat perjanjian ya...
shabiru Al
hadeuh perebutan harta dan kekuasaan yang bikin pusing
shabiru Al
dan laki2 misterius itu adalah anak yang wajahnya dcoret dala foto lama,, ya kaan
shabiru Al
ceritanya bagus,, sayang belum bisa ngasih poin,, ntar ya thor besok ta kasih vote
shabiru Al
nah ini baru ceweknya badas gak menye menye gak selalu berlindung d bawah ketiak laki2
Leebit
Makasih.. jangan hanya mampir, singgah juga boleh, hehe😁😊
shabiru Al
mampir ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!