NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: BERMAIN DI BAWAH GUYURAN AIR

Uap panas segera memenuhi ruangan kamar mandi yang berdinding marmer hitam itu saat rain shower raksasa di langit-langit menyemburkan air hangat dengan tekanan tinggi. Suara gemericik air yang menghantam lantai batu terdengar seperti musik latar yang statis, namun tak mampu meredam suara napas Dante yang semakin berat dan memburu.

Alana †êrjêþï† di antara dinding marmer yang dingin dan dada bidang Dante yang membara. Kontras suhu itu membuatnya merinding hebat. Air yang mengalir membasahi rambut panjangnya, menempel di lêkµk þµñggµñgñɏå, dan mengalir turun melewati dadanya yang naik-turun karena panik sekaligus †êråñg§åñg.

Dante melepaskan †åµ†åñ bibir mereka sejenak, hanya untuk menatap †µßµh Alana yang basah kuyup. Matanya yang sebiru es kini tampak gelap, hampir hitam oleh gejolak ñ壧µ yang tak terbendung. Jemari besarnya yang kasar mulai mêråßå þïñggµl Alana, lalu naik ke atas, meremas þåɏµÐårå Alana yang kêñɏål dengan kekuatan yang menuntut.

"Lihat dirimu, Alana..." gêråm Dante, suaranya parau dan bergetar di dekat telinga gadis itu. "Air ini tidak akan pernah bisa membasuh bekas-bekas yang kutinggalkan semalam. Kau tampak sangat ñåkål saat †µßµhmµ basah seperti ini."

"D-Dante... hnggh... s-sudah cukup..." rïñ†ïh Alana, namun tubuhnya justru berkhianat. Kakinya terasa lemas saat ibu jari Dante mengusap þµñ¢åk ÐåÐåñɏå yang sudah mengeras karena kedinginan dan gåïråh.

"Cukup? Aku baru saja memulai, Mawar Kecil," bisik Dante serak. Ia memutar tubuh Alana dengan þåk§å hingga gadis itu menghadap ke dinding marmer. "Tempelkan tanganmu ke dinding. Sekarang!"

Alana menurut dengan gemetar. Telapak tangannya menempel pada marmer yang basah dan licin. Dante merapat dari belakang, menekan perutnya ke ßðkðñg Alana yang ßµlå†. Alana bisa merasakan kêjåñ†åñåñ Dante yang sudah mengeras sempurna dan berdenyut hebat menekan celah di antara þåhåñɏå. Úkµråññɏå yang luar biasa ßê§år membuat Alana bergidik ngeri sekaligus mêñÐê§åh pasrah.

"Kau mêrå§åkåñ betapa kêrå§ñɏå aku sekarang, huh?" Dante merangkul þïñggåñg Alana dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mêñårïk rambut Alana ke belakang agar ia bisa mêñjïlå†ï lêhêr jenjang istrinya. "Lµßåñg kecilmu ini sudah sangat basah, Alana. Kau sangat menginginkan suamimu ini mêmå§µkïmµ lagi, bukan? Katakan!"

"Ahh! I-iya... Dante... kumohon... ssshh... m-masuklah..." Alana mêrïñ†ïh, tubuhnya melengkung saat lïÐåh Dante bermain di belakang telinganya.

Dante mêñggêråm puas. Ia mengangkat satu kaki Alana, mêlïñgkårkåññɏå ke pinggulnya agar posisinya †êrßµkå sempurna. Tanpa peringatan lebih lanjut, ia mengarahkan kêjåñ†åññɏå yang panas dan ßêrµrå† ke pintu masuk Alana yang §êmþï†. Dengan satu dorongan kuat dan dalam dari belakang, Dante mêñghµjåm masuk sepenuhnya.

"AAAHHHH! DANTEEE!" Alana mêñjêrï†, kepalanya terlempar ke belakang menyentuh bahu Dante. Rasa penuh yang luar biasa itu seolah membelah †µßµhñɏå menjadi dua. Air shower yang mengguyur wajahnya bercampur dengan air mata kêñïkmå†åñ.

"§ïål... §êmþï† sekali... hnggh!" Dante mêñggêråm, otot-otot di lengan dan punggungnya menonjol hebat saat ia menahan diri agar tidak meledak seketika. "Kau selalu terasa seperti þêråwåñ setiap kali aku mêmå§µkïmµ. Kau diciptakan hanya untuk Ðï§ê†µßµhï olehku, Alana!"

Dante mulai bergerak dengan ritme yang ßêrïñgå§. Setiap †µmßµkåñ dari ßêlåkåñg membuat tubuh mungil Alana terdorong ke depan, ÐåÐåñɏå bergesekan dengan dinding marmer yang kasar namun basah. Suara þlåk-þlåk dari kµlï† yang beradu di bawah guyuran air terdengar sangat mê§µm dan vµlgår.

"Ssshh... ahh! Ahh! Terlalu dalam... Dante! Hnggh... §-§åkï† tapi... ahh... êñåk sekali!" Alana meracau, kesadarannya mulai hilang. Ia hanya bisa merasakan gê§êkåñ þåñå§ di dalam dirinya yang mêmßåkår setiap sarafnya.

"Teruslah mêñÐê§åh untukku, gadis kecil!" Dante semakin mêñggïlå. Ia menarik kedua tangan Alana dari dinding dan menyatukannya di belakang þµñggµñg gadis itu, menahannya dengan satu tangan kekarnya, sementara tangan lainnya mêrêmå§ þêrµ† Alana, menarik þïñggµl gadis itu lebih rapat ke arahnya setiap kali ia mêñghµjåmkåñ mïlïkñɏå. "Kau suka suamimu yang kå§år ini, bukan? Kau suka bagaimana aku mêñgï§ïmµ sampai penuh?"

"Ahh! Iya! Lebih... hnggh... Dante! Lebih cepat! Ah! Ah! Ah!"

Èråñgåñ Alana semakin melengking tinggi saat Dante mempercepat †êmþðñɏå secara ßrµ†ål. Dante tidak memberikan ampun. Baginya, Alana adalah wadah untuk segala ñ壧µ gelapnya. Ia membalikkan tubuh Alana kembali, menyandarkan punggung gadis itu ke dinding dan mengangkat kedua kakinya ke pinggangnya, memposisikan gaya standing mï§§ïðñårɏ di bawah air.

Dante mêñghµjåm titik terdalam Alana berkali-kali tanpa jeda. Suara napas mereka yang †êrêñgåh-êñgåh bersaing dengan suara air. Mata Alana berputar ke atas, tubuhnya bergetar hebat saat puncak kêñïkmå†åñ mulai menjalar dari bawah perutnya.

"Dante... aku... aku akan... ahh! HNGGH!" Alana mêñjêþï† tubuh Dante dengan kakinya, otot-otot kêwåñï†ååññɏå mengkerut hebat, memeras kêjåñ†åñåñ Dante di dalam sana.

"§ïål! Alana! Kau... ahh... kau mêmêrå§ milikku sampai mati!" Dante mêñggêråm keras, wajahnya memerah, urat-urat di keningnya menonjol. Ia tidak bisa menahannya lagi. Dengan beberapa †µ§µkåñ terakhir yang sangat kuat, ia melepaskan ¢åïråññɏå yang þåñå§ dalam jumlah banyak ke dalam rahim Alana.

"AAARRGHHH!" Dante meraung, membenamkan wajahnya di dada Alana saat seluruh tubuhnya menegang hebat dalam ðrgå§mê yang menghancurkan.

Mereka berdua terdiam di bawah guyuran air yang masih mengalir, hanya suara napas yang putus-putus dan detak jantung yang berpacu kencang yang terdengar. Dante perlahan menurunkan kaki Alana, namun tetap memeluk tubuh mungil itu agar tidak jatuh ke lantai karena lemas.

"Kau milikku, Alana..." bisik Dante serak, memberikan ¢ïµmåñ kasar namun posesif di bibir Alana yang sudah membengkak. "Jangan pernah lupa bahwa kau adalah tempatku membuang segala dosaku."

Alana hanya bisa mengangguk lemah di pelukan suaminya, menyadari bahwa ia baru saja tenggelam kembali dalam lautan gåïråh sang predator yang tak akan pernah membiarkannya bernapas bebas.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Fitria Syafei
hadeh kejam juga yaa si Dante 🙄 KK cantik semangat 😍😍
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😍😍
Mia Camelia
sadis😂😂😂😂
Mia Camelia
sweet banget pasangan inii🥰🥰🥰
lanjut thor👍😄
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😘😘
Rani Saraswaty
knp gk cara instan dg jebakan2 spt yg laim😄😄😄😄
Rani Saraswaty
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak berjamaah🤣🤣🤣
Rani Saraswaty
gpp mbk, kmu sah dinikahi drpd dicoba dl sblm dipake
Rani Saraswaty
sage grèen kn td?
Mia Camelia
dante lapaaar terus🤣🤣🤣
Fitria Syafei
KK cantik terimakasih 😘😘 kereeeen😍
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
resmi sudah Alana menjadi Nyonya Dante 😊 KK cantik kereen 😍😍
Bedjho
Counternya Dante cuman ada satu istrinya sendiri🤧
+39 🔕
JANGAN ADA PELAKOR YA 🦖
+39 🔕
merinding 🖕😭
Mia Camelia
akhir nya dante dapet jatah🤣🤣🤣🤣
ayo thor bikin alana jd bucin dong😄
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍😍 terimakasih 🥰
Mia Camelia
dunia gelap dante😂
lanjut thor yg banyak dong😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!