NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:470.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peluang Datang

Sesuai dengan janji yang sudah dibuat, hari ini Qing Lizi akan mengunjungi kediaman kepala menteri hukum Bai.

Lizi pergi ditemani Huang Feng dan tabib Tan. Sementara Jang Jiayi bertugas menjual tanghulu bersama Su Yoran dan Qing Jian.

Sambutan ramah penuh kehangatan didapatkan ketiga orang itu.

Tuan muda Bai Yulin yang sepertinya sudah pulih bugar, turut menyambut.

Aneka panekuk dan kue manis serta teh tersaji melimpah dimeja paviliun tamu.

Qing Lizi mengeluarkan dua paket skincare, dua toples masker, sebotol body lotion dan pil vitamin C serta setoples minuman kolagen.

"Untuk pil ini diminum sebelum tidur, serbuk kolagennya diseduh pagi hari sebelum sarapan-----

Qing Lizi menjelaskan tahapan dalam pemakaian skincare dengan jelas sembari menunjuk tulisan yang ia tempel dibagian tutupnya.

"Untuk masker ini gunakan dua kali dalam sepekan, waktunya boleh kapan saja."

Senyum manis mengembang Bai Rong torehkan, begitu juga dengan tuan dan nyonya Bai serta Bai Yulin.

Qing Lizi menyodorkan prodak perawatan dengan komposisi dan kandungan nutrisi berbeda pada nyonya Bai.

Qing Lizi memberitahu fungsi manfaatnya, untuk aturan penggunaan sama saja dengan Bai Rong.

"Jadi, jika nanti noda diwajahku sembuh, aku masih bisa menggunakan produk ini semua..?"

"Benar, hanya saja jenisnya berbeda, menyesuaikan masalah kulit dan usia nona muda."

Qing Lizi menunjukkan prodak bagi usia remaja hingga tiga puluh tahun, membandingkan dengan krem salep yang ada digenggaman Bai Rong.

"Skincare yang nona muda gunakan selama dua bulan kedepan khusus mengobati. Sementara produk yang ini dan milik nyonya besar diracik untuk perawatan harian agar kulit wajah tetap sehat awet muda."

Nyonya Bai dan Bai Rong terpekik senang. Impian untuk selalu tetap tampil cantik lambat menua bukan lagi angan-angan belaka.

Tak bisa dipungkiri, baik diabad batu sampai modern, momok bagi para wanita adalah jerawat, flek hitam, kulit hitam kusam, keriput, gemuk dan jelek.

Jika didunia modern perawatan tubuh sudah berkembang, tapi diabad kuno tentu terbatas.

Dengan adanya prodak perawatan dari dalam dan luar, ujung kaki hingga kepala. Akan sangat membantu bagi para kaum wanita yang menolak tua dan tampil apa adanya.

"Nona tabib, kenapa tidak kau pasarkan produk perawatan kecantikan ini..?" tanya Bai Yulin.

"Ya benar..! aku yakin jika nona tabib menjualnya kepasaran pasti akan laku keras." tambah nyonya Bai.

"Aku memiliki keinginan seperti itu, tapi tidak tahu harus memulainya dari mana. Terlebih belum ada yang membuktikan khasiat produk ini, akan sangat sulit bagiku yang seorang rakyat jelata mempromosikannya."

Tuan dan nyonya Bai saling bertukar tatapan, begitu juga kedua putra-putrinya.

"Nona tabib, aku akan membantu nanti setelah Rong'er sembuh. Lewat dirinya promosi itu kita mulai, bagaimana..?" tawar tuan Bai.

Senyum lebar sampai ketelinga Qing Lizi torehkan, dalam hati ia bersorak senang.

Andai tak mengingat etika kesopanan, Qing Lizi pasti sudah melompat riang sembari berteriak.

"Terimakasih untuk kesempatan yang tuan menteri berikan, aku akan mengingat kebaikan ini disepanjang hidupku."

"Jangan berlebihan, justru seharusnya keluarga Bai yang mengatakan itu." balas tuan Bai.

"Selain skincare, prodak yang lain bisa dipakai juga oleh para pria dari usia remaja hingga lansia." tambah Qing Lizi.

"Ah, ini bagus, sangat bagus..!" tuan Bai tergelak, bisnisnya akan merambah kesektor lain.

Keluarga Bai selain menjadi pejabat bergelar bangsawan tingkat tiga, mereka memiliki beberapa toko fashion, kain dan bahan pangan yang tersebar diseluruh kota besar negeri Hongcu.

Saat berpamitan Lizi kembali mendapat pesangon dan kali ini lebih banyak, seratus tahil perak.

Tabib Tan yang cuma mengganti perban serta membersihkan luka jahitan Bai Yulin, kebagian sepuluh tahil.

Ketika diperempatan pusat kota, Huang Feng dan Lizi berpisah dengan tabib Tan.

"Mau kemana lagi..?" tanya Huang Feng ketika tiba dilokasi dagang tanghulu, tapi Qing Jian, Su Yoran dan Jang Jiayi sudah tidak ada.

"Kepengerajin kayu untuk memesan perabotan rumah baru."

"Oke..!"

Qing Lizi merengkuh manja lengan Huang Feng, yang dibalas usapan lembut pada punggung tangannya.

Sesampainya ditoko mebel, Lizi memesan tiga set kursi tamu dan makan, dua belas tempat tidur, serta lemari pakaian juga meja rias.

Semua desainnya Qing Lizi contoh dari abad modern menggunakan material kayu full cendana.

Beraneka macam rak multi fungsi berbagai ukuran, kitchen set, meja kopi, meja laci, juga dipesan.

"Kenapa banyak sekali..?" tanya Huang Feng bersama dahi yang mengkeret kasar.

"Kan untuk tiga rumah..?"

"Lizi'er..!" delik Huang Feng termangu.

Qing Lizi tersenyum ranum "uangku juga uang kakak dan Jiayi, jangan berdebat."

"Mana bisa begitu..?"

"Tentu saja bisa..!"

"Lizi----

"Tidak ada bantahan..!" potong Qing Lizi.

"Ketika kakak menghabiskan semua uang dan makanan untukku juga ibu serta nenek, aku tidak membantah kan..?"

"Itu berbeda..?"

"Apanya yang berbeda..? intinya aku menghabiskan uangmu kan..?" Lizi menyengir kuda.

"Sudah ya, jangan banyak mengeluh." tandas Lizi.

Huang Feng menghela nafas pasrah, berdebat pun percuma sebab semua sudah dipesan.

Karena model furniture yang diorder limited edition, Lizi harus merogoh kocek sebanyak dua ratus delapan puluh tahil.

Huang Feng meringis, uang sebanyak itu cuma untuk membeli furniture yang sebenarnya bisa ia buat sendiri.

Seratus tahil panjer Lizi berikan.

Selesai dari pengerajin mebel, Lizi mengajak Huang Feng kepaviliun Nuwa.

Ginseng Tianma, akar San Qi dan biji Chuan Lian, menjadi harapan Lizi mendapatkan uang kali ini.

"Dari mana kalian mendapatkannya..?" tanya Wang Jun memicingkan mata.

"Dari hutan pegunungan." jawab Huang Feng.

Kali ini pemuda itu yang menjadi jubir transaksi.

Wang Jun mengangguk, menatap herbal berharga mahal dimeja dengan perasaan puas karena akan untung besar lagi.

"Delapan ratus tahil, harga pas dariku...!"

Huang Feng menoleh pada Lizi, yang disambut anggukan lirih.

"Baik, delapan ratus tahil." ucap Huang Feng linglung.

Lagi-lagi mereka mendapatkan uang dengan mudah.

Meski Huang Feng penasaran dari mana semua herbal berhaga itu Lizi dapat, namun cuma bisa ia pendam saja.

Sama halnya dengan Wang Jun, ia pun kepo. Obsesinya pada Qing Lizi bertambah, ia ingin secepatnya menjadikan gadis remaja cantik itu sekutu.

"Apa kalian tidak lagi membuat lilin lebah..?" tanya Wang Jun yang membuat wajah Lizi dan Feng menegang.

Wang Jun terkekeh "tenang saja, identitas kalian aman olehku."

Wajah Lizi dan Feng melunak, menatap Wang Jun sopan.

"Kami masih memilikinya dirumah, ada lima puluh batang. Apa tuan muda berminat membeli..?" kata Lizi.

Wang Jun mengangguk "bawa kemari. Aku akan membelinya dengan harga seperti tempo hari."

"Baik...!"

Karena stok bahan makanan masih banyak, Lizi dan Feng cuma membeli tahu, sayuran yang tidak mereka tanam dan pakaian untuk Qing Jian.

Sesampainya dirumah, Lizi memberikan ibu, nenek dan pamannya uang masing-masing lima puluh tahil.

Untuk Huang Feng dan Jang Jiayi juga sama.

Sisa uang Lizi yang didapat dari menjual herbal ada lima ratus tahil, sementara yang dari kepala menteri Bai habis untuk DP perabotan.

1
Memyr 67
𝗇𝖾𝗇𝖾𝗄 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝗄𝖾 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀? 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗐𝖺𝗅𝗂𝗄𝗈𝗍𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗇𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗎𝖺𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗅𝗂𝗓𝗂
Memyr 67
𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗇𝗀. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗉𝖾𝗇𝗀𝖾𝗆𝗂𝗌 𝗀𝗂𝗅𝖺
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗎 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗉𝗂𝗅 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗇𝗍𝗎𝗋 𝗅𝖾𝗆𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺. 𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗅𝗂𝗓𝗂, 𝖻𝖺𝗁𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗁𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗋𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺. 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖾𝖼𝗂𝗒𝖾 𝗉𝖽𝗄𝗍 𝗒𝗈𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖺 𝗃𝗂𝖺𝗇
Memyr 67
𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝖻𝖾𝖽𝖺 𝗃𝖺𝗎𝗁. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗃𝖺𝖽𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗋𝖺𝗍𝗎. 𝖺𝗇𝗍𝖺𝗋𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄 𝖻𝖾𝖽𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗃𝖺𝗎𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗀𝖾𝖽 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗅𝖺𝗄𝗂.
Babe Babe
sepertinya ceritanya menarik
SENJA
udah mau mati masih aja jahat astaga 😤🤮
SENJA
bener juga sih 🤣
Babe Babe
aku baru baca
SENJA
jahat perdana mentri, memang pantes disiksa 😤
Memyr 67
𝗁𝖾𝗁𝖾𝗁𝗁 𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝗄𝗂 𝖺𝗃𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗃𝖺𝗁𝖺𝗍 𝖺𝗃𝖺, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗒𝗀 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝖻𝗎 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂, 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍
Memyr 67
𝗆𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖼𝗂 𝗃𝗎𝗀𝖺, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖺𝗉𝖺? 𝖽𝗂𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗍𝖾𝗇𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗆𝗀
Memyr 67
𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺. 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗇𝗍𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝗋𝖾𝖺𝖽𝖾𝗋.
Shena R
Kerana uang ada lah segalanya 🤭🤭🤭
Memyr 67
𝗎𝗅𝖺𝗋 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗁𝗄𝗈𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁. 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝗈𝗇𝗀. 𝖻𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝖺 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Shena R
Wow💪😍🤭
Datu Zahra
Terharu, Lizi baik banget ❤️❤️❤️
Osie
lizi mau donk satu pil nya buat benerin jari tanganku yg putus pasca laka lantas
miss blue 💙💙💙
aq ampe lupa sama ibunya lizy 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!