NovelToon NovelToon
The Big Families 2

The Big Families 2

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:814.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Sekuel ke empat Terra The Best Mother, sekuel ke tiga Sang Pewaris, dan sekuel ke dua The Big Families.

Bagaimana kisah kelanjutan keluarga Dougher Young, Triatmodjo, Hovert Pratama, Sanz dan Dewangga.
Saksikan keseruan kisah pasukan berpopok dari new generasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MUSIM HUJAN

Pagi hari, masih di kediaman Andoro. Hujan mewarnai hari semenjak subuh. Anak-anak sudah berangkat berkegiatan, ada yang sekolah, kuliah dan bekerja.

Terra nampak malas-malasan di ruang keluarga. Ia sudah rindu rumahnya. Sesekali ia menghela nafas panjang.

"Sayang," Haidar, suaminya memanggil.

"Ya, Mas?" sahut Terra malas.

"Eh ... Ada apa?" tanya Haidar duduk di sisi istrinya.

"Pengen pulang," jawab Terra lirih.

"Sayang," Haidar menatap istrinya yang tak betah.

"Nggak boleh gitu. Kamu nggak boleh egois," tegur Haidar pelan.

"Gimana kalau, besan, Ayah, Papa dan semua nggak betah di rumah kita. Apa kamu mau?" Terra langsung menggeleng cepat.

"Nggak gitu, Mas!"

"Makanya biasakan. Ini juga rumah kita, mereka adalah keluarga kita sayang!" nasihat Haidar.

"Tapi, Te takut merusak barang-barang mereka. Kalau di rumah Te, Babies bolak-balik pecahin pot, guci atau keramik, ya Nggak apa-apa," aku Terra memberi alasannya.

"Sayang, mereka juga nggak akan masalah. Lihat kemarin. Besan Andoro tidak masalah Baby Issa lebih dulu bernyanyi lalu Baby Naka yang tiup lilinnya. Bahkan Besan makan sisa Baby Ali!" ujar Haidar mengingatkan.

"Iya sih," sahut Terra setuju.

"Udah ya, kamu harus anggap semua orang itu sama baiknya seperti kamu!" ucap Haidar mengingatkan.

Terra mengangguk, semua ibu ada di dapur. Sementara di meja, Aquila, Jamila, Khadijah dan Mala sibuk menuang tepung dan gula.

"Subhanallah, Babies?" geleng Khasya.

"Yeyan Butli, Tila wawu basat judha!" sahut Aquila semangat.

"Tapi nggak dituang semua gula sama tepung di atas meja, Baby. Nanti semut-semut datang gigit kalian loh!' ujar Khasya.

"Handayani, Sista ... tolong bawa mereka!" suruhnya kemudian.

Sista dan Handayani datang, empat bayi digendong. Sista menggendong Jamila dan Mala, Sementara Handayani menggendong Khadijah dan Aquila.

Andromeda sudah kembali bertugas, ia menjaga Ali, Putra dan Hamzah bersama Deri. Tiga batita itu sedang sibuk mencoba permainan lempar dart. Sebuah senjata berbentuk panah.

"Harus fokus Baby," suruh Andromeda membetulkan bahu, lengan dan kaki Ali ketika melempar benda itu.

Shut! Dart dilempar, tapi tidak tepat sasaran. Benda itu menancap di bilah angka tujuh.

"Wah ... Hebat, sedikit lagi, Baby!" puji Andromeda.

"Dililan Atuh!" sahut Hamzah lalu langsung melempar panah itu.

Tentu saja panah itu melesat jauh dari target. Benda itu menancap di tembok.

"Yaaah!" seru Hamzah kecewa.

Lalu kegiatan itu terhenti karena bau pasta panggang yang dibuat Seruni. Semua bayi langsung duduk rapi.

"Ada apa ini?" goda Seruni menatap wajah-wajah para bayi.

"Matan!" seru semua bayi kompak.

"Loh, memang Mami tadi buat apa?" goda Seruni lagi bertanya.

"Amih ... janan dandutin tamih! Talaw pidat, tamih atan pilanin mama Onty Zaa!" ancam Ajeng putri bungsunya.

Seruni akhirnya membagikan pasta pada anak-anak. Tentu saja mereka menang, Seruni akan diceramahi oleh Zaa jika pasukan berpopok itu mengadu.

Hujan makin deras, sebagian anak sudah pulang dari sekolah. Baju mereka basah karena atap kelas mereka ada yang bocor.

"Kok bisa bocor?" tanya Maria.

"Sepertinya genting sekolah banyak yang turun karena beberapa hari ini hujan disertai angin kencang, Nyonya Maria," jawab Daniyah.

'Sayang, kapan kamu panggil aku Kakak. Aku bukan majikanmu!' protes Maria kesal.

"Ah, maaf ... Kak!" ralat Daniyah.

Bart menyalakan televisi, berita hujan ada di mana-mana. Genangan air mulai muncul di beberapa ruas jalan ibukota. Bahaya banjir di depan mata.

"Sepertinya, kita harus waspada demam berdarah," sahut Bart yang menonton berita.

"Pastinya, anak-anak nggak boleh main di halaman sembarangan. Di sana pasti ada nyamuk!" sahut Bram yang ikut menonton.

Daud menelepon ibunya, ia tidak pulang karena tiba-tiba ada banyak pasien datang dengan ciri-ciri kena DBD.

"Sayang, kamu itu dokter jantung!" protes Terra.

"Ma, pasien Daud yang jantung ada kena DBD. Ini masalah serius!" seru Daud di seberang telepon.

"Baiklah!" sahut Terra pasrah.

Bukan hanya Daud, Arimbi, Nai dan Saf juga harus menginap di rumah sakit. Pasien dengan gejala sama datang berbondong-bondong.

Bart sampai kesal, ia sangat menyayangkan orang-orang yang abai dengan kesehatan.

"Mestinya mereka tau. Kalau tiap tahun akan ada hujan terus-menerus! Jadi mestinya mereka sudah menyiapkan dan antisipasi!" teriaknya kesal.

"Dad jangan teriak-teriak!' peringat Bram.

Bart mendengkus kesal. Sementara di tempat lain. Seroja baru saja menolak ajakan beberapa advokat dan firma untuk bermitra. Namanya langsung naik daun setelah memenangkan kasus.

"Tapi kemarin karena KPK bertindak cepat. Jika enggak, aku masih ada di pengadilan!" gumamnya lirih.

Seroja telah selesai dengan semua berkas, beberapa media dan podcast ingin mewawancarainya, tapi ia menolak. Bukan apa-apa, Bart telah mewanti-wanti dirinya agar tak terlalu mencolok.

Seroja keluar ruangan bilik pengacara. Membawa satu kotak berkas yang sudah tutup. Dagunya sedikit terangkat ketika banyak pujian didengar olehnya.

"Eh ... Itu dia pengacara yang kemarin. Gila, dia bisa loh bawa bukti lain ke meja hijau dan mematahkan bukti-bukti yang ternyata palsu. Sampai-sampai, penuntut ketangkep karena mau suap jaksa!"

Salah seorang pengawal mengambil kotak yang dibawa Seroja. Gadis itu berjalan melewati ruangan. Ia melihat pemandangan lain, seorang wanita hamil memakai toga keluar dari sana.

"Selamat siang Mba Pengacara. Mari" sapa wanita itu ramah sambil mengelus perutnya.

"Selamat siang! Silahkan!" angguk Seroja balas menyapa.

Sebuah angkutan umum warna biru masuk halaman dan berhenti tepat di depan wanita hamil tersebut.

"Sudah beres sayang?' tanya seorang pria yang turun dari kemudi angkutan itu.

Sudah Pak!' angguk wanita hamil itu lalu ia naik di bangku depan.

dengan hati-hati, pria itu memasang sabuk pengaman ke istrinya. Ia berlari memutar angkot dan naik ke belakang kemudi. Kendaraan itu pun pergi dari sana.

Seroja tercenung lama, ada yang mengganggu pikirannya setelah melihat itu semua.

"Ya, Allah ... Apa yang aku cari?" tanyanya lirih.

"Nona, mobil sudah siap!" Seroja terkejut.

Ia mengangguk dan naik ke kendaraan itu. Sepanjang perjalanan otaknya terus memikirkan wanita hamil itu.

"Sepertinya, jadi seorang istri tidak menghentikan apapun," gumamnya lirih.

Kendaraan sesekali berhenti akibat kemacetan akibat hujan yang belum reda dari subuh. Seroja menatap jendela mobil yang berembun. Tangannya terangkat, jarinya menulis sesuatu di kaca berembun itu.

Sebuah gambar hati dengan nama Dimas di tengah-tengahnya. Wajah Seroja memerah seketika. Ia gegas menghapusnya. Menggeleng pelan.

"Kak Dimas belum bicara lagi setelah hari itu," gumamnya lagi dalam hati.

Di tempat lain, Dimas baru saja membereskan semua berkas data. Ia telah menutup pengajuan pertolongan periksa data akuntansi. Sebentar lagi akhir tahun. Dimas tak mau direcoki dengan para pengusaha yang tak mau ambil pusing dan melempar semua pembukuan akhir tahun ke perusahaannya.

"Ayo semangat ... Biar tahun depan bisa nikah!" serunya semangat.

Bersambung.

ayo Patlet ... memamat!

Next?

1
Sugiharti Rusli
anak" Terra yang sudah dewasa yang belum menikah Daud dan Sean kan yah,,,
Sugiharti Rusli
ko kenapa bukan si Daud yah yang jatuh cinta sama Renita, kan potensi mereka berjumpa di rumah sakit sangat besar,,,
Sugiharti Rusli
hadeh kalo sudah ada yang jatuh cinta, urusan jadi panjang pasti nih nanti, apalagi kalo sampai terdengar wuyuy Bart, karena Renita salah satu anak angkatnya kan,,,
Sugiharti Rusli
sebenarnya Setya itu anaknya Karina atau cucunya yang berarti anaknya Raka yah🤔
Hasna Nursyafah
next part ka...
Dandelion
next ka
Wiwuk Putri
anak² papa gom ini hanya ganti huruf dpn aja ya, kecuali si kembar
Dee
next kakkkk
Atik Marwati
semoga Karina bisa menerima baby Renita kasihan sekali kalo harus terpisah...
evvylamora
Karina itu spt Mama Kanya, cm mama Kanya krn setiap hari gabung sm yg lain, jd nya udh mulai bs nerima dan menyatu, tp kadang2 kan msh suka keluar sifatnya yg dulu.. Nah Karina ini jarang2 ngumpul, jd jiwanya msh spt org kaya yg ga mo kumpul sm org yg level nya dibawah.. Pd hal kan dulu udh sempat jatuh kan, ditolong sm Virgou, tp msh aja sifatnya spt dulu
Rokhyati Mamih
mamah biarkan cucumu bahagia status, harta bukan segalanya soal hati biar Satya yang menentukan
Zay Zay
woh.amah kalina,janan halangin wowan zatuh zinta za.🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sulfia Nuriawati
ni bayi² puasa jg ttp cr bahan gosip🤣🤣🤣🤣
Oktavia Ariani
ah,CC tv berpopok dapat informasi baru ini,siap kasih info ke aunty baby zaa
Tia Restiana Utami
Karina ga semuanya harus sempurna di matamu
Nengs
bener2 dh keturunan opa bart masih polos2🤣🤣
nurry
lanjutkan kak Maya 🙏💪❤️
nurry
wah mana Karina kayanya gak suka tuh, kasihan baby Setya
Cindy
lanjut kak
nurry
satu lagi remaja polos 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!