NovelToon NovelToon
CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumahhantu / Sistem / Cintapertama / Romansa
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Elara Wynther, seorang gadis yatim dari pinggiran kota Firenze, tak pernah membayangkan hidupnya akan bersinggungan dengan dunia gemerlap kaum bangsawan. Hidupnya sederhana, penuh luka kehilangan, tapi hatinya tetap bersih.
Di sisi lain, Lucien Kaelmont, pewaris tunggal keluarga Kaelmont yang kaya raya, tumbuh dengan beban besar. Kehidupan mewahnya hanya terlihat indah dari luar, sementara di dalam dia merasa hampa dengan kehidupan yang sudah ditentukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia!

Eryn menggigit bibir, berusaha menenangkan diri, lalu menatap Elara yang kini telah melepaskan pelukannya.

Hampir tujuh tahun.

Tujuh tahun mereka tumbuh bersama. Eryn menyaksikan sendiri kehidupan Elara—bagaimana gadis itu jatuh, bangkit, lalu bertahan hidup di tengah tekanan yang tak pernah sedikit.

Setiap kali Elara berada di titik terendah, dada Eryn terasa nyeri.

Dan setiap kali Elara tersenyum bahagia—

Eryn ikut merasa bahagia.

Itu saja. Selalu begitu.

Elara tak menyadari perubahan wajah Eryn. Dia kembali fokus pada surat kabar di tangannya, matanya berbinar oleh harapan yang jarang ia miliki.

“Kalau aku menang…” gumamnya pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri. “Aku bisa melihat dunia lebih jelas.”

Eryn menelan ludah.

Ia ingin mengatakan sesuatu. Ingin menghentikan senyum itu—atau justru melindunginya selamanya. Tapi kata-kata terasa terlalu berat untuk keluar.

“Elara,” panggilnya akhirnya.

“Hm?” Elara menoleh.

“Kalau suatu hari…” Eryn terdiam. “Kalau suatu hari kau harus pergi jauh… kau akan tetap menganggapku sahabatmu, kan?”

Elara tertawa kecil. “Tentu saja. Kau bertanya aneh.”

Eryn ikut tersenyum, meski hatinya terasa kosong.

Hanya sahabat, ulangnya dalam hati.

Ia menatap Elara—gadis yang selama ini menjadi alasannya bertahan, alasan untuk peduli, alasan untuk tetap tinggal.

Dan untuk pertama kalinya, Eryn menyadari satu hal yang tak bisa lagi ia sangkal:

Perasaannya telah lama melampaui kata sahabat.

Namun seperti biasa, Eryn memilih diam.

Karena kehilangan Elara sebagai sahabat… terasa jauh lebih menakutkan daripada menyimpan perasaan sendirian.

***

Sementara itu, di rumah utama, Marquis tiba di paviliun tempat ibunya menunggu.

“Apa yang kau lakukan?”

Marquis mengangkat kedua alisnya, bingung. Namun hentakan langkah sang ibu yang mendekat dengan cepat sudah cukup menjelaskan—itu adalah kemarahan.

“Ada apa denganmu?” suara Marianne meninggi. “Apa kau tergoda dengan gadis yatim itu?”

“Maksud ibu… Elara?” tanya Marquis datar.

“Siapa pun namanya!” potong Marianne tajam. “Kau tidak boleh memiliki perasaan padanya. Kau sudah bertunangan. Pernah kau pikirkan bagaimana perasaan Lady Seraphina jika mendengar gosip memalukan ini, Lucien?”

Marianne melangkah lebih dekat.

“Kau akan mencoreng nama keluarga. Reputasimu sebagai Marquis akan hancur. Klan bangsawan kita akan dipermalukan jika semua orang tahu seorang Marquis jatuh hati pada gadis yatim—”

Marianne berhenti sejenak, lalu melontarkan kata itu tanpa ragu.

“—murahan.”

Wajah Marquis tetap datar. Tak ada perubahan ekspresi. Namun saat ia berbicara, suaranya jelas menyimpan amarah

“Namanya Elara,” ucapnya dingin. “Dan ibu tidak berhak menyebutnya gadis murahan. Terlebih jika semua ini hanya gosip.”

“Bukan hanya gosip,” balas Marianne cepat. “Eryndor Vale—kau tahu, putra keluarga Vale, pengacara Kaelmont. Gadis itu juga menggoda dia. Setiap hari anak itu membangkang pada orang tuanya hanya demi menemui gadis yatim itu.”

Marquis menatap ibunya lurus.

“Aku meragukan cerita itu. Apa ibu sudah menyelidikinya?” katanya tenang. “Menurutku justru putra Vale yang mengejar Elara.”

“Keluarga bangsawan tidak mungkin berbuat serendah itu,” jawab Marianne angkuh. “Kami keluarga terhormat.”

“Kalau begitu, mengapa ibu mencurigai aku?”

Marquis melangkah sedikit ke depan.

“Jika ibu mempercayai putra Vale hanya karena statusnya, seharusnya ibu juga mempercayai putramu sendiri.”

Marianne terdiam.

Untuk sesaat, kata-kata menghilang dari bibirnya. Pertanyaan itu—tenang namun menjebak—menelan seluruh pembelaannya.

“Kau tidak mengerti. Bangsawan tidak akan pernah bersanding dengan rakyat biasa. Apalagi gadis yatim itu.”

Marquis menatap ibunya. Datar, tajam, jelas tak setuju dengan perkataan itu. Namun Marquis memilih tidak melanjutkan obrolan tersebut.

“Aku akan mengurus semuanya sendiri. Ibu tidak perlu khawatir. Aku pamit,” katanya, lalu menunduk dan meninggalkan paviliun.

Marianne masih marah. Pandangannya menatap ke sembarang arah.

“Ini salahku. Seharusnya aku tidak membiarkan gadis itu terlalu lama di Kaelmont. Aku harus segera mengusirnya dari wilayah Kaelmont,” gumam Marianne penuh amarah.

***

Sementara di waktu yang sama, Elara berada di pondok bersama Eryn dan Alden.

“Paman, apa harus berangkat sekarang?” tanya Elara saat Paman Alden bersiap pergi mengecek perbatasan.

“Ini sudah menjadi tugas paman. Ada hal yang harus paman lakukan, dan itu perintah. Kau baik-baik saja di rumah,” jawab Alden.

“Tapi, Paman… kau akan kembali, kan?” tanya Elara lirih. Ini kali pertama Paman Alden pergi dalam waktu cukup lama—tiga hari.

“Tentu saja. Paman akan segera kembali.”

Alden memeluk Elara.

“Eryn, paman titip Elara. Tolong jaga dia selama aku tidak ada.”

Eryn tersenyum dan menjawab dengan riang, tak lupa mengangkat tangannya memberi hormat.

“Baik, Paman.”

Alden pergi meninggalkan halaman pondok. Kudanya semakin menjauh, seperti matahari yang perlahan tenggelam.

“Elara, aku harus pulang. Kau tidak apa-apa jika aku tinggal?” ucap Eryn, teringat akan acara makan keluarganya.

Elara mengangguk. “Tidak apa-apa, Eryn.”

Eryn menatapnya sejenak, seolah ingin memastikan. Namun akhirnya ia hanya mengangguk dan melangkah pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!