NovelToon NovelToon
My Lovely Husband

My Lovely Husband

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: AfkaRista

"Kita akan menikah dua bulan lagi, sampai kapan kita akan merahasiakan ini pada Raya?"

Deg

Raya mematung. Kakinya tiba - tiba melemas. Jantungnya seolah berhenti berdetak mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang sahabat. Haidar dan Sintia akan menikah? Bahkan pernikahan mereka sudah didepan mata. Bukankah itu artinya hubungan mereka sudah pasti terjalin sejak lama? Tersenyum miris, Raya merasa jadi manusia paling bodoh yang mudah dipermainkan.

Pulang dengan luka hati, siapa sangka tiba - tiba datang lamaran dari Axelio, anak sahabat lama Papanya. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan singkat, Raya memutuskan menerima pinangan Axel.

Lantas, akankah kehidupan rumah tangga Raya dan Axel bahagia? Bagaimana cara Axel membuat Raya move on dan berubah mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Hubungan Axel dan Raya semakin romantis sejak hari dimana Raya mengutarakan isi hatinya. Tidak terasa, pernikahan mereka sudah berjalan satu bulan. Axel sudah kembali bekerja. Sedangkan Raya, dia memutuskan untuk mempercayakan usahanya pada anak buahnya. Dia akan mengecek pekerjaannya dari rumah. Dan sesekali saja datang ke store miliknya. Raya benar - benar menjadi ibu rumah tangga. Menjalani kesehariannya mengurus rumah dan suami.

"Sudah, Mas. Kapan mau berangkat kalau meluk terus"

Axel masih menyandarkan dagunya di bahu Raya, "Mas malas. Boleh nggak kalau nggak usah kerja?"

"Kenapa drama banget sih setiap mau kerja. Manja banget suamiku"

"Mas lebih suka dirumah. Kekepin kamu"

"Tapi Mas harus kerja. Mas punya tanggung jawab besar loh. Banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya sama Mas"

Axel menghela nafas geli karena diceramahi sang istri, "Iya, Sayang. Mas tahu. Mas hanya nggak rela ninggalin kamu dirumah sendirian kok"

Raya tersenyum, "Aku bisa jaga diri kok. Nanti siang, aku akan ke kantor Mas untuk bawain makan siang"

"Beneran?" ucap Axel senang. Ini pertama kalinya Raya akan mengunjungi kantornya. Beberapa waktu kemarin, Raya sibuk mengurus usahanya sebelum dipercayakan pada anak buahnya.

"Iya. Mas mau dimasakin apa?"

"Apa saja asal kamu yang masak, Mas akan makan"

"Kalau gitu, sekarang Mas berangkat. Masak kalah sama Papa, Papa udah berangkat dari tadi"

"Iya Sayang. Mas berangkat dulu ya. Mas tunggu makan siangnya"

Raya mencium tangan Axel yang dibalas kecupan sekilas dibibirnya. Usai mengantar kepergian Axel, Raya kembali ke dalam. Dia akan mengecek pekerjaannya sebentar sebelum memasak makan siang nanti.

🌿🌿🌿

Pekerjaannya sudah selesai, masih jam sembilan. Raya memutuskan untuk membuat beberapa cemilan. Perempuan itu segera turun ke dapur.

"Non Raya butuh sesuatu?"

"Enggan Bi. Saya cuma mau buat cemilan. Bibi sudah selesai?"

"Sudah Non"

"Tunggu sebentar ya", Raya naik lagi ke lantai atas. Tak lama istri Axel itu sudah kembali. "Ini ada sedikit rejeki untuk Bibi"

"Loh, jangan Non. Kemarin Den Axel sudah ngasih Bibi", tolak Bi Irma saat Raya hendak memberinya uang.

"Nggak papa, Bi. Kemarin kan dari Mas Axel, sekarang dari saya. Diterima ya, Bi. Semoga bisa sedikit membantu"

"T-terima kasih banyak, Non. Semoga Non Raya sama Den Axel selalu dilimpahi keberkahan"

"Amin"

Bi Irma segera pulang. Sebenarnya Papa Brama menyuruhnya libur karena beberapa hari lalu, suaminya jatuh di kamar mandi dan sempat dirawat dirumah sakit. Namun karena segan dengan kebaikan sang majikan, Bi Irma tetap masuk kerja.

Raya mengeluarkan beberapa bahan untuk membuat cemilan kesukaan Axel. Suaminya itu menyukai stik kentang. Masih ada waktu untuk membuatnya sebelum membuat makan siang.

Terbiasa membantu Mamanya dirumah, keahlian memasak Raya tak perlu diragukan lagi. Dengan cekatan, tangan mungilnya mengolah setiap bahan menjadi masakan lezat. Selesai dengan stik kentang, Raya lanjut memasak beberapa menu makan siang. Perempuan itu tampak bersemangat. Ini pertama kalinya Raya akan ke kantor Axel.

Jam sebelas kurang sepuluh menit, Raya sudah selesai mengemas masakannya. Raya sengaja membuat dua karena yang satu akan ia kirimkan untuk Papa Brama.

Raya bergegas ke kamar untuk membersihkan diri. Ia memilih dress warna dongker lengan pendek, tak lupa mengoles make up tipis untuk mempercantik diri.

"Oke selesai"

Raya segera berangkat menuju kantor Axel, sebelumnya dia akan mampir ke kantor Papa Brama yang kebetulan searah dengan kantor suaminya.

Mengendarai mobil sendiri, Raya mengemudi dengan kecepatan sedang. Jalanan lumayan macet, dan semoga ia tidak terlambat. Sesekali ia melirik jam tangan. Hampir jam dua belas, waktu istirahat makan siang segera tiba. Begitu tiba di kantor Papa Brama, Raya menitipkan makan siangnya pada satpam, tak lupa mengirim pesan pada sang mertua. Ia melanjutkan perjalanan menuju ke kantor sang suami.

"Semoga Mas Axel sabar menunggu"

Usai memarkirkan mobilnya, Raya masuk kedalam lobi. Suasana begitu ramai karena para karyawan berlalu lalang untuk istirahat. Raya yang sudah diberi tahu dimana ruangan suaminya berada segera memasuki lift.

"Gila! Pak Axel makin keren aja ya? Habis nikah makin menarik. Jadi penasaran seperti apa istrinya"

"Bener banget. Beruntung banget sih istrinya. Definisi suami idaman ada semua sama doi. Seandainya dia buka lowongan istri kedua, gue daftar nomor satu!"

"Emangnya loe siapa? Remahan perkedel kayak loe udah pasti di sembur sama Pak Axel"

"Ye! Awas aja kalo sampai Pak Axel beneran suka sama Gue. Loe bakal gue tendang dari sini"

"Ngimpi!"

Raya tersenyum mendengar gibahan mereka. Siapa sangka, Axel begitu populer di kalangan karyawan. Jelas saja, suaminya memang paket lengkap.

Ting

Pintu lift terbuka, bukannya keluar, dua karyawan yang berada di depan Raya langsung menggeser tubuhnya. Keduanya saling sikut.

"Sayang"

Itu suara Axel, pria itu tersenyum ke arahnya. Senyum yang membuat siapa saja akan terpana. Raya belum beranjak. Dia lihat kedua karyawan di depannya saling berpadangan. Mereka senyum - senyum malu, khususnya karyawan yang tadi dengan percaya diri ingin menjadi istri kedua Axel.

"Permisi"

Tak mau suaminya lama menunggu, Raya berjalan keluar lift lebih dulu.

"Akhirnya kamu datang juga", Axel mengecup kening istrinya

Raya menatap wajah karyawan tadi. Mereka mematung. Lebih tepatnya menahan malu.

"Aku sudah menunggumu, ayo ke ruanganku"

Raya mengikuti suaminya. Meninggalkan karyawan tadi dengan wajah cengonya.

"Gila! Kita gibahin Pak Axel langsung didepan istrinya"

"Matilah aku! Semoga Bu Axel nggak ngaduin omonganku tadi sama si bos"

"Hahah. Makanya, mulutnya di jaga. Modelan kayak loe nggak bakal dilirik sama bos. Noh liat istrinya, spek bidadari. Loh mah upilnya doang!"

"Berisik!!"

🌿🌿🌿

Begitu tiba diruangan Axel, Raya tak mampu menahan tawa lagi. Perempuan itu tergelak membuat Axel bertanya - tanya.

"Sayang, apa ada yang lucu. Kenapa kamu ketawa, hm?"

"Aku hanya inget dua karyawan kamu tadi. Mereka gibahin kamu loh. Bahkan yang satunya mau daftar jadi istri kedua kamu kalau kamu buka lowongan"

"Hahah. Dia pasti kena mental lihat kamu yang sesempurna ini"

"Kamu nggak mau buka lowongan istri kedua?", goda Raya

"Jangan ngawur!! Itu tidak akan pernah terjadi!"

Raya memekik saat Axel menarik pinggangnya, "Kamu udah bikin aku kesal!"

"Loh, aku hanya menyampaikan fakta. Ternyata suamiku ini begitu populer di kalangan karyawan wanita"

"Kamu harus diberi hukuman karena sudah berani menggodaku"

Raya tertawa geli, "Makan dulu, Mas. Menghukumku butuh banyak tenaga"

Axel tergelak, "Kamu sudah mulai berani rupanya. Oke, bersiaplah untuk menerima hukumanku nanti"

Raya menata box makan diatas meja. Semua menu adalah makanan kesukaan Axel. Hal itu jelas membuatnya bersemangat. Raya menyuapi bayi besarnya dengan telaten.

"Karyawan kamu pasti nggak nyangka kalau bos mereka semanja ini"

"Manja dengan istri sendiri tidak berdosa", Raya hanya tertawa.

Usai makan siang bersama, rencananya Raya akan langsung pulang. Namun Axel melarangnya. Raya pun mengiyakan permintaan sang suami. Karena ada meeting, jadilah Raya menunggu sendirian di ruang kerja Axel.

"Ini minumannya Nona"

"Terima kasih, Do"

"Sama - sama"

"Eh, kamu tidak ikut meeting? Bukankah kamu asistennya Mas Axel?"

Edo tersenyum, "Pak Axel selalu meeting berdua saja kalau dengan Nona Regina" jawab Edo jujur

"Regina? Rekan kerjanya?"

"Selebgram yang jadi BA di B'Store"

1
Maya Djdj
waduh
Maya Djdj
ibra nih diancam papanya kali
Maya Djdj
wah apa papa axel setuju dgn hubungan ini ya kedepannya
Maya Djdj
jangan jangan ibra anak regina kalo nggak salah, wanita yg ngejar axel sewaktu muda
Maya Djdj
wah authornya pinter mengobok obok hati pembacanya
Maya Djdj
bakal terulang kisah bunda raya dan papa axel nih
Maya Djdj
ya bagus axel hrs tegas, anak satu satunya diperlakukan tdk pantas hrs dikasih pelajaran
Maya Djdj
pergi ke mana axel selama sebulan apakah lupa krn geger otak
Maya Djdj
sintia sebaiknya bawa ke psikolog terganggu jiwanya dan psikisnya
Maya Djdj
jaga sintia jangan sampai mengganggu raya haidar
Maya Djdj
makin ke sini sintia makin gila bukannya sadar malah nanti masuk rumah sakit jiwa
Maya Djdj
bagus raya...blak blak an aja jadi pelakor ciut
Maya Djdj
apa apaan bunsmda haidar ini nggak kapok kapok dan tidak bisa belajar dari kesalahan yg telah lalu, makanya nggak pernah bahagia
Maya Djdj
author dlm episode ini aku menemukan kata medit....dah lama aku nggak gunakan dan dengar...medit dalam bahasa kamj artinya pelit...ternyata sama ya....🤣
Maya Djdj
duh serba salah si raya, di satu sisi sintia telah hrs diberi pelajaran atas tindakan yg tidak terpuji, di sisi lain sintia dimohon agar diperingan hukumannya, yg jadi masalah sintia itu hrs diancam dan disadarkan agar tidak mengganggu raya lagi
Maya Djdj
pria macam apa si haidar ini....amit amit ketemu pria macam ini di dunia nyata . ...bawa bencana
Maya Djdj
menurut saya akar permasalahannya ada di haidar, sikap haidar membuat sintia sakit hati, namun kedua orang ini punya sifat kurang baik krn tidak bisa menerima takdir dan itu menandakan kurangnya iman
Niken Hapsari
memang ada cctv dlm toilet? 🤣🤭
Maya Djdj
kadang masih ada sakit hati akibat perbuatan suami namun kalo udah menjelaskan yg sebenarnya, ya udahlah damai aja, krn hrs melawan jin dasim yg memang tujuannya merusak rumah tangga orang
Maya Djdj
harus tegas krn ada batasan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!