Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Begitu Nekat
Walaupun hatinya perih dan tubuhnya belum pulih, sebuah keputusan sudah Ezra ambil. Di mana dia menyuruh sang asisten untuk mencari tiket pesawat paling cepat untuk ke Sydney. Ingin memastikan benarkah Nika ada di sana atau tidak. Sebenarnya dia tak perlu repot, tinggal suruh seseorang untuk mencari tahu. Namun, untuk masalah ini lelaki itu yang bersikukuh untuk turun secara langsung. Padahal, cairan infusan belum habis dan terus memaksa untuk segera terbang ke Australia.
Asisten yang terus berada di sampingnya merasakan kekhawatiran yang tak terkira. Wajah Ezra yang masih pucat, serta pikirannya yang pastinya sedang kacau balau. Foto yang dia tunjukkan pasti berdampak kepada kondisi hati sang atasan.
Alamat keberadaan Nika sudah didapat. Mereka tak lantas beristirahat setibanya di Sydney. Langsung menuju tempat tersebut. Semua atas perintah Ezra Naradipta. Lelaki yang sekuat tenaga menahan sakit demi untuk melihat gadis cantik.
Dan benar, tibanya di alamat yang dituju dia melihat Nika dengan wajah sendu. Di sampingnya ada lelaki yang sama dengan postingan Nika kemarin. Lelaki tinggi yang kini tengah memeluk tubuh mungil Nika.
"Boss--"
Tak ada jawaban apapun. Matanya terus tertuju pada dua insan yang begitu erat memeluk. Mukanya semakin datar dan hatinya sedikit bergetar, tapi sekuat tenaga dia tahan.
"Ke depannya saya yang akan selalu memeluk kamu lebih erat daripada dia. Tunggu saya."
Puas melihat dua anak manusia berpelukan, Ezra pun menyuruh sopir yang membawanya kembali ke Bandara.
"Langsung pulang, Bos?" Anggukan kecil menjadi jawaban.
Untungnya tiket pesawat yang didapat cukup memberi waktu untuk mereka beristirahat sesaat. Namun, apa yang dilakukan lelaki itu? Tak memejamkan mata sama sekali. Malah terus berkutat dengan ponsel. Makanan yang sudah tersedia di atas meja tak disentuh pun.
"Informasi tentang Nika yang mudah sekali ditemukan begitu janggal," gumamnya begitu kecil. Sudah pasti ada campur tangan para ahli dari semua kejadian ini.
"Sedangkan pas kepergiannya itu sangat sulit diretas." Ezra mulai berpikir di tengah kepalanya yang begitu pusing. Apalagi data tentang lelaki yang memeluk Nika sulit sekali untuk dicari.
"Dan informasi lelaki ini sama seperti Anggasta. Sulit sekali untuk dicari."
Hembusan napas kasar pun dibuang. Ezra meraih ponsel dan melihat foto gadis cantik yang dia ambil dari media sosial.
"Dia bukan gadis sembarangan yang boleh dekat dengan seseorang," gumamnya lagi dengan sorot penuh rindu.
Kembali ke Beijing dengan penerbangan yang cukup panjang dan melelahkan. Kondisi Ezra pun semakin memburuk. Baru saja tiba di Bandara tubuhnya sudah tak mampu untuk berdiri dan alhasil dilarikan ke rumah sakit.
Sudah satu hari lelaki itu tak jua membuka mata. Semua yang menjaganya begitu panik tak terkira. Suara pintu ruang perawatan terbuka dan seseorang yang berperawakan tinggi tiba.
"Apa yang sudah terjadi?" tanya Axel dengan wajah penuh kekhawatiran.
Asisten Ezra di dunia pengawalan menceritakan semuanya. Axel cukup tercengang mendengar penjelasan dari asisten adik sepupunya itu perihal Nika yang pergi.
"Jepang?" ulangnya ketika mendengar negara itu disebut.
Otaknya mulai bekerja. Mulai berpikir siapa yang ada di negeri sakura. Matanya pun melebar ketika ada salah satu keluarga Nika yang berkuliah serta memiliki hunian di sana.
Asisten itu menunjukkan sosial media Nika di mana ada foto Nika dengan seorang lelaki. Juga ada lokasi terkini gadis itu berada. Axel tak asing dengan wajah lelaki yang bersama Nika. Apalagi melihat hashtag yang Elang berikan. Dia pun tersenyum.
Kembali Axel berpikir perihal lokasi yang dituliskan. Setelah menemukan jawaban, dia meraih ponsel. Melihat tanggal yang ada di layar ponsel.
"Tanggal untuk memperingati kepergian--" gumamannya tak dilanjutkan. Malah menggelengkan kepalanya dengan pelan.
Ditatapnya Ezra dengan sangat dalam. Selama yang dia tahu, Ezra tak pernah segila dan senekat ini kepada siapapun. Tapi, kepada Nika dia benar-benar mengeluarkan effort-nya. Rela pergi ke dua negara di waktu yang sangat berdekatan hanya untuk merubah Nayanika dari jauh.
Atensi Axel beralih ketika sebuah undangan berwarna navy diberikan. Dahi Axel seketika mengkerut.
"Undangan tunangan?" Asisten itupun mengangguk.
"Bermula dari sini. Dan pada akhirnya Nona pergi."
Axel langsung berkacak pinggang. Sungguh dia tak menyangka Ezra akan bersikap nekat seperti ini.
"Gila! Gila lu, Zra!" umpat Axel dengan penuh emosi.
Perlahan mata lelaki yang diumpat oleh Axel terbuka. Asistennya begitu bahagia, tapi tidak dengan Axel yang sudah menatapnya dengan sangat tajam. Dan dilempar undangan itu ke tubuh Ezra yang masih begitu lemah.
"BODOH!" umpat Axel lagi.
Ezra mencoba untuk duduk dan dibantu oleh sang asisten. Menatap kakak sepupu yang sudah dipenuhi emosi.
"Kak, sudah dua tahun ini aku nyebar kail. Dan sekarang kail itu dimakan oleh ikan yang sedang aku buru. Aku ingin menangkapnya, Kak."
"Tidak dengan cara ini, EZRA!!" balas Axel begitu murka.
Ezra tersenyum. Menatap Axel dengan sangat teduh. Dia tahu apa yang tengah Axel pikirkan dan khawatirkan.
"Kak, aku cuma butuh dukungan Kak Axel. Tolong untuk kali ini dukung aku. Aku janji, aku enggak akan minta apa-apa lagi."
Axel terdiam. Dia yang menjadi saksi bagaimana penderitaan Ezra sedari remaja. Tapi, keputusan yang diambilnya ini malah akan semakin menyiksa.
"Sebegitu istimewanyakah perempuan masa lalu ini? Sampe lu rela lepasin kebahagiaan yang hampir lu genggam?" Ezra hanya terdiam dengan senyum tipis yang diukirkan.
"Sangat istimewa. Sampai aku ingin membalaskan dendam dan membinasakan mereka semua."
...**** BERSAMBUNG ****...
Penasaran enggak nih? Kalo penasaran coba atuh dikomen. Siapa tahu entar ada double up
lnjut trus Thor
semangat
tenang Nika.... para singa jantan dan opa Aksa serta kakek Aska di serang sama Ezra bukan di serang yang dalam kekerasan tapi minta restu buat mencintai dan menikahi kamu .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Semangat Ezra💪💪...semoga cepat dapet restu dari para singa...
salut sama keberanian dan percaya diri Ezra , sampai-sampai si mulut setan cs kicep dan gak bisa ngoceh dan melawan lagi 🤭🤣🤣🤣
semangat Ezra.... semoga bang Rio memberi restu dan tidak menghalangi hubungan kalian .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍