NovelToon NovelToon
LINTAS DIMENSI

LINTAS DIMENSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Di tahun 3000 terjadi kekacaun dunia. Banyak orang berpendapat itu adalah akhir zaman, bencana alam yang mengguncang dunia, Gempa bumi, lonsor, hujan yang disertai badai..

Saat mata mereka terbuka, dunia sudah berubah. Banyak orang yang tewas akibat tertimpa bangunan yang roboh dan juga tertimbun akibat tanah longsor.

Tapi, ada yang berbeda dengan Orang yang terkena air hujan. Mereka tiba-tiba menjadi linglung, bergerak dengan lambat, meraung saat mencium bauh darah.

Yah, itu Virus Zombie. Semua orang harus bertahan hidup dengan saling membunuh. Kekuatan yang muncul sedikit membantu mereka untuk melawan ribuan Zombie.

Lima tahun berlalu, Dunia benar-benar hancur.. Tidak ada lagi harapan untuk hidup. Sumber makanan sudah habis, semua tanaman juga bermutasi menjadi tanaman yang mengerikan.

Aruna Zabire, memasuki hutan yang dipenuhi hewan dan tumbuhan mutasi. Dia sudah bosan untuk bertahan, tidak ada lagi keluarga dan kerabat. Mereka semua tumbang satu persatu ditahun ketiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Kabut Hitam

Suara serangga terdengar di hutan yang sunyi, daun bergoyang saling bergesekan menciptakan nada simfoni yang indah. Sunyi, sepi, bukan berarti tidak ada bahaya di dalamnya.

Aruna yang sudah bergabung dengan rombongan Yuan Zhi sudah berada di hutan dalam, Aruna merasakan aura kegelapan di area sekitar, dia meminta untuk berhenti dan memperhatikan dua pohon besar yang dikelilingi tumbuhan merambat.

"Apakah ada sesuatu?" tanya Ozian dengan pandangan berputar mencari sesuatu yang aneh, tapi dia tidak merasakan apapun.

Tentu mereka tidak bisa melihatnya, jika Aruna tidak memiliki kekuatan mental, dia juga tidak akan bisa merasakannya, Namun Aura ini sangat asing, pohon besar itu dikelilingi kabut hitam yang tebal.

"Ya, ada yang aneh di pohon besar itu!" Jelas Aruna dengan yakin, pasti ada kaitannya dengan para Bandit itu.

Mereka melihat dua pohon besar yang tampak sudah sangat tua, namun masih berdiri dengan kokoh, tidak ada sesuatu yang aneh. Yuan Zhi dan dua pengawalnya masih sedikit ragu, tapi tidak dengan Ozian dan dua kawanya, mereka sudah mengetahui jika Aruna memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

"Nona, apakah mereka meninggalkan jejak di pohon itu?" tanya Xiao Ting dengan harap.

Jejak di pohon? Aruna merasa mendapat jawabannya. "Ternyata kau cukup pintar!"

Yuan Zhi melirik tajam pengawalnya yang sedang bangga karena dipuji Aruna, "Apakah benar ada bukti di pohon itu?"

"Kalian akan tau nanti." Setelah mengatakan itu Aruna memejamkan matanya untuk fokus, karena dirinya sadar, untuk mengalahkan aura hitam membutuhkan banyak tenaga dalam, untung saja kekuatannya meningkat dengan pesat. Jika tidak ada aura gelap, Aruna hanya perlu sedetik saja untuk menghancurkannya.

Kedua tangan Aruna menjulur kedepan dengan posisi mengepal, setelah merasakan waktunya pas dia membuka kepalan tangannya dan,

Duuuaarr...

Duuuaaarr...

Kedua pohon besar itu meledak dan hancur berkeping-keping, bahkan kabut hitam yang tebal sudah menipis seperti asap.

Tindakan Aruna membuat yang lainnya terkejut, mengerikan tapi juga mengagumkan. Jika bukan dalam penyelidikan, mereka sudah mencerca Aruna dengan banyak pertanyaan, bahkan Yuan Zhi yang pendiam pun sangat ingin bertanya, apakah kekuatan itu hanya mengandalkan tenaga dalam?

"Bersiaplah, mereka datang!" Aruna akhirnya bisa merasakan keberadaan seseorang, ternyata benar, kabut hitam itu yang melindungi jejak mereka.

Sebelumnya dia berpikir, ada sesuatu yang disembunyikan di dalam batang pohon besar. Namun, tak disangka kedua pohon besar itu adalah pintu masuk para Bandit menuju markas. Ya, markas mereka berada di bawah tanah.

Dan benar saja, tak butuh waktu lama orang-orang yang ada di bawah tanah naik ke atas, mereka berjumlah sekitar 20 orang. Namun, Bandit ini sedikit berbeda dengan Bandit sebelumnya yang pernah Aruna bantai.

Mereka bertubuh tegap sempurna, seperti seorang Prajurit Militer. Wajah mereka bersih, putih dan tampan, Tapi tetap saja mereka berhati jahat.

"Siapa kalian?" tanya salah satu dari mereka, dia terkejut luar biasa, ternyata ada seseorang yang bisa menemukan markas mereka, bahkan menghancurkan pohon besar itu.

"Ketua, tidak perlu basa basi! Kita bunuh Mereka sekarang, berani-beraninya memasuki wilayah kekuasaan kita!" ujarnya dengan marah, ternyata orang itu ada Ketua mereka.

Sang Ketua Tidak menghiraukannya, dia hanya fokus dengan orang-orang yang ada di depan mereka, terutama Yuan Zhi yang memiliki aura yang tidak biasa, mungkin kah dia yang menghancurkan kedua pohon besar itu? Jika benar, mereka bukan lawan yang mudah dihadapi.

"Kau tidak perlu tau! Hanya ada dua pilihan, menyerah atau bertarung sampai mati" Yuan Zhi sangat marah dibuatnya, bagaimana tidak?. Mereka semua memiliki kekuatan yang setara dengan para pengawalnya. Kenapa mereka tidak memilih untuk menjadi prajurit dan pergi di medan perang untuk berperang? Tapi malah menjadi Bandit.

Ketua Bandit mulai terpancing emosinya, dia sangat tidak suka jika ada yang meremehkannya, "Cih, jangan terlalu sombong! Meski kekuatanmu lebih tinggi, kau tidak akan mudah untuk mengalahkan kami."

"Ya, seharusnya kau yang memilih! Menyerah atau mati di tangan kami?" tanya salah satu dari mereka dengan nada meremehkan.

"Hei tidak perlu sampai mati, mereka juga bisa dijadikan budak!"

"Hahahahaha..." Mereka semua tertawa terbahak-bahak, karena buruan itu sendiri yang memilih masuk perangkap.

"Hahahah, benar. Lihat dua orang itu! Dari badanya saja kita sudah tau jika dia seorang wanita!" dia menebaknya tanpa ragu.

"Waahh benarkah,, ternyata matamu sangat tajam jika menyangkut wanita."

"Hahaha, aku tidur dengan wanita yang berbeda setiap malam. Jadi begitulah...!" balasnya sambil menatap Aruna dan Chen dengan nafsu, meskipun wajah mereka tertutup dia bisa melihat kecantikan dan keindahan di sana.

Tangan Yuan Zhi terkepal dengan erat, beraninya orang itu melecehkan Aruna langsung dihadapannya, dia menarik pedangnya untuk membunuhnya, tapi sayang sekali sebuah belati lebih cepat darinya.

Jleebbb..

Aaaarrghhh..

"Matakuuu,, Aargghh..Tidaaaak matuku. Beraninya kau!" Teriaknya dengan marah sambil menahan rasa sakit. Dia mengira Yuan Zhi yang melakukannya.

Bukan cuman Yuan Zhi yang terkejut, para Bandit itu juga dibuat syok melihat mata rekan mereka tiba-tiba tertusuk sebuah belati, siapa yang melakukannya? Mungkinkah itu Yuan Zhi, tapi Yuan Zhi hanya menarik pedangnya.

"Bagaimana? Apakah kau masih mau melihatku?" Suara Aruna yang dingin terdengar di kesunyian.

Yuan Zhi melihat Aruna berjalan menuju pria yang masih menahan sakit, dia ingin menghentikannya tapi badannya tidak bisa di gerakkan. Dia sangat khawatir Aruna celaka, mau bagaimanapun mereka kalah jumlah.

Aruna berjalan dengan mata berkilat tajam, dia membuka penutup wajahnya membiarkan para Bandit itu melihat rupanya, semakin banyak mata yang memandangnya, maka semakin banyak juga mata yang akan menjadi makanan bagi belatinya.

Dan ya, para Bandit itu menatap Aruna dengan penuh nafsu seperti para Bandit sebelumnya. Mereka tak menyangka, gadis itu benar-benar cantik, tidak ada tandingannya dengan gadis yang selama ini yang sudah mereka rawat dari ujung kepala sampa ujung kaki.

Sang ketua ingin berjalan mendekat ke Arah Aruna, tapi badannya juga tidak bisa bergerak. Tiba-tiba hatinya mulai gelisah. "Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa bergerak?"

Mendengar pertanyaan itu, anak buahnya ingin datang membantu, tapi ternyata mereka juga sama. Badan mereka kaku, hanya kepala mereka yang bisa menoleh kanan kiri.

"Aku yang melakukannya, Kalian tenang saja itu hanya sementara!" ucap Aruna yang sudah berdiri di depan Bandit yang menatapnya pertama kali.

"Kau, kau yang menusuk mataku?" dia bertanya dengan rasa tak percaya.

"Ya, kalian harus melihat bagaimana cara belatiku membalas orang yang telah melecehkanku." suaranya pelan tapi terdengar jelas di telinga mereka.

"Tidaaakk, kau tidak boleh membunuhku! Aku tidak melecehkanmu.. Aku, aku hanya menatapmu" Dia mencari alasan untuk menghindar, dia tidak tau kenapa rasanya sangat menakutkan.

"Aku tidak buta!" setelah mangatakan itu Aruna manarik belatinya membuat darah mengalir keluar dengan deras.

"Aaarrgg tidaakkk, mataku.. Tolong hentikan!" Sakitnya luar biasa, dia sudah pasrah jika dia tidak bisa melihat lagi, tapi dia masih tetap ingin hidup untuk membalas semuanya.

"Heeh, sayang sekali, belatiku tidak akan berhenti sebelum dia kenyang! Oh aku hampir lupa mengatakannya, tadi tidak sengaja terkena racun!"

"Tolong lepaskan aku! Aku mohon.." dia tidak takut dengan racun, ada seseorang yang mereka kenal sangat ahli tentang racun, pasti dia juga bisa membuat penawarnya.

"Cih, kau sudah membuang waktu begitu lama." Dan!

Jleeebbb

Aruna menusuk mata yang satunya lagi dan langsung menariknya kembali. Mencongkel kedua bola mata itu keluar dan membiarkannya menggelinding di tanah.

Krraaasss

Kraaassss...

Aruna menginjak bola mata itu hingga hancur. "Bagaimana? Apakah kalian sudah puas menonton? Jika belum aku akan melanjutkannya."

Semua mata yang memandang begitu syok dengan kekejaman Aruna, Mereka ingin kabur tapi tidak bisa bergerak, sudah terlambat, mereka benar-benar menyesal. Siapa sangka gadis kecil inilah yang paling berbahaya diantara Yuan Zhi dan yang lainnya.

Aruna mengeluarkan kapak untuk memberi mereka tontonan selanjutnya, dia menarik pria yang sudah tidak bernyawa itu dan mengikatnya di batang pohon.

Aruna bersiap untuk memotongnya seperti daging, tapi seseorang menahan tangannya. Dia berbalik dan melihat Yuan Zhi yang sudah bisa bergerak. "Kamu, bagaimana bisa lepas?" Aruna heran, karena dia menggunakan kekuatan mentalnya untuk menahan mereka semua.

"Berikan padaku!" Yuan Zhi tidak menjawab pertanyaan itu, dia mengambil kapak di tangan Aruna. "Jangan lakukan!"

"Tapi dia melecehkanku!" Dia sedikit kesel karena Yuan Zhi melarangnya, dia tidak bisa berhenti jika balas dendamnya belum tuntas.

"Ya, biarkan aku yang melakukannya!" Dia juga sangat marah dengan bandit itu, maka dia juga ingin membantu Aruna.

Aruna tertegun, baru kali ini ada seseorang yang ingin ikut membantunya balas dendam, dia tau caranya itu sangat kejam, tapi dia tidak peduli, dan orang lain juga tidak berani mengikuti caranya.

"Benarkah?" tanya Aruna sambil menatap Yuan Zhi dengan rasa tak percaya.

"Hmm, anggap saja kamu meminjam tanganku!" balasnya dengan lirih, tapi Aruna masih bisa mendengarnya.

Yuan Zhi meminta Aruna untuk mundur, agar dia tidak terkena cipratan darah. Dia memulai dari atas ke bawah, mencincang seperti memotong daging, semua organ dalam dikeluarkan dan di tumpuk menjadi satu.

Takk...

Takkk..

Takkk..

Suara kapak menggema di dalam hutan, banyak diantara para Bandit memuntahkan isi perut mereka, bahkan ada yang sudah jatuh pingsan, sungguh kejam. Mereka yang Bandit saja tidak pernah membunuh dengan cara itu.

Aruna sangat puas, ternyata Yuan Zhi memiliki cara kerja yang sama dengannya, dan Yuan Zhi membakarnya dengan Elemen api yang dimilikinya, tapi masi ada tulang yang tersisa.

Kedua pengawalnya menatap Yuan Zhi dengan raut wajah tak percaya. Mereka sudah bersama bertahun-tahun, tapi belum pernah melihat Tuan mereka semarah ini. Ya, keduanya tau jika Yuan Zhi saat ini sedang marah, karena Yuan Zhi hanya akan menggunakan Elemennya di saat amarahnya tidak bisa dibendung lagi.

1
Srie Ncii Herdiansyah
sering2 up yaa
Srie Ncii Herdiansyah
1 lg thorr🤭
Srie Ncii Herdiansyah: haha iyaa🤣
total 2 replies
Fii
Selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya😊🙏
RA
crazy up💪
Srie Ncii Herdiansyah
kapan double up nya Thor??berasa kurang muluuu..aku klik akunya ternyata ini novel pertama ya .
Fii: Makasih kk atas sportnya.
Belum bisa crazy up,. ada toddler🤭

Sebenarnya sudah nulis sejak tahun 2022. tapi hpnya rusak, dan lupa akun😭 jadi baru sekarang ada kemauan lagi🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt
Srie Ncii Herdiansyah
mna lagi thor
Chen Nadari
bikin kepooo thor🤭
Narina
lanjut thor....mkin penasaran
Fii
Hey, komen dong kalau ada typo.🙏
Author baca berulang-ulang kok sebelum up.😁 Tapi kadang masih ada yang nyelip.🤭
RA
huhu Thor crazy up
Lina Octavianti
never give up, thor 👍👍👍
Lina Octavianti
semangat, thor 👍👍👍
Lina Octavianti
keren thor, semangat 👍👍👍
Lina Octavianti
fighting, thor 👍👍👍
Lina Octavianti
semangat, thor 👍
ceritanya keren banget 🫰🙆‍♀️😊
Lina Octavianti
mantap aruna, u keren banget 👍👍👍😊😊😊
Srie Ncii Herdiansyah
kok habiss ??lg dong kk
Narina
up thor
Andira Rahmawati
💪💪💪💪..lanjooottt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!