Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.
Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.
Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.
Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.
Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.14 - Terobosan Beruntun!
Yan Xuanlei merenung hati-hati. Jika dia terlalu dini bertemu dengan kultivator, maka tak terelakkan kemajuan kultivasinya dapat diperhatikan oleh mereka. Dia tidak mungkin cuma sekali bertemu dengan mereka.
Namun jika dia memilih bersembunyi dan meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu, maka dia tidak akan memperlihatkan apa pun mengenai kejanggalan kecepatan kultivasinya.
Lagipula mereka tidak tahu sejak kapan dia mulai berkultivasi, dan bahkan penduduk di kota Qinghe pun tidak tahu sejak kapan dia menjadi Dewa Abadi.
Yan Xuanlei bisa saja mengarang untuk hal itu.
Adapun mengapa ia tidak sekalian menunggu hingga mencapai Pemurnian Qi tingkat 9 sekaligus, ia menganggapnya tidak layak. Klan tidak punya sumber daya kultivasi apa pun, mereka tidak bisa menunggu selama itu.
Mereka bahkan tidak punya sejengkal pun Ladang Spiritual untuk sedikitnya menanam Tanaman Spiritual. Bagaimana bisa yang lain berkultivasi kalau begitu?
Dan begitu saja, tiga tahun berlalu dengan damai. Dengan bantuan dua tetes Air Qi Asal setiap bulan, Yan Xuanlei mencetak rekor di dunia kultivasi. Kemajuan-nya sangat cepat!
Saat itu ia mengonsumsi setetes Air Qi Asal dan langsung menerobos tingkat 2, dan kemudian mengonsumsi empat tetes dari tingkat 2 ke tingkat 3.
Butuh delapan tetes untuk menerobos dari tingkat 3 ke tingkat 4. Yan Xuanlei praktis melewati hambatan pertama kultivasi dengan sangat mulus berkat kelembutan dan kemurnian energi Qi Asal.
Di sela-sela waktu itu, dia selalu menggunakan ruang pencerahan untuk mempelajari lima mantra yang disertakan di buku Sutra Aliran Sunyi.
Mantra bukanlah perkara yang mudah. Butuh bertahun-tahun latihan dan kerja keras untuk menguasai satu mantra.
Tapi Yan Xuanlei hanya butuh waktu dua tahun sembilan bulan untuk menguasai kelima mantra tersebut. Mantra-mantra itu antara lain: empat mantra elemen; Mantra Sulur Duri Beracun, Mantra Kabut Penutup, Mantra Tirai Bumi, Mantra Awan Hujan Roh dan satu mantra non elemen yaitu Langkah Awan.
Dan Mantra tidak punya tingkatan penguasaan.
Setelah itu, dia kembali ke rutinitas awal, menjalani hidup dengan tenang, dan mengonsumsi 16 tetes Air Qi Asal untuk mencapai Pemurnian Qi tingkat 5.
Dan setelah ragu-ragu mempertimbangkannya, dia memutuskan untuk tetap menunggu hingga mencapai Pemurnian Qi tingkat 6, menghabiskan 32 tetes untuk sampai di tingkat tersebut.
Hanya butuh dua setengah tahun baginya untuk berubah dari manusia biasa hingga mencapai Pemurnian Qi tingkat 6.
Kemajuan kultivasinya bahkan dua kali lebih cepat dibandingkan dengan para jenius Akar Roh Surgawi itu!
“Akhirnya selesai...” Yan Xuanlei perlahan-lahan keluar dari kondisi meditasinya, setelah baru saja mengonsumsi setetes Air Qi Asal. Tatapannya berbinar-binar dan cerah. Kini ia berumur 20 tahun, namun wajahnya masih semuda saat ia berusia 17 tahun.
Umur panjang yang ia peroleh setelah memasuki Alam Pemurnian Qi mulai terlihat dengan sendirinya. Dan dengan karakteristik umur panjang dari elemen kayu, umurnya melebihi rata-rata kultivator tanpa elemen kayu.
Tepat dua tahun yang lalu, setelah setahun kultivasi, keempat saudara-saudarinya sudah di ambang terobosan menuju Alam Pemurnian Qi. Sayangnya tidak ada teknik kultivasi yang tersedia untuk Akar Roh mereka, sehingga kemajuan mereka terhenti hingga sekarang.
“Tiga tahun berlalu..” gumam Yan Xuanlei sambil membuka pintu, dan menatap kota Qinghe melalui sela-sela pepohonan lebat yang kini semakin ramai dan makmur.
Karena dia semakin terkenal sebagai Dewa Abadi, maka dia memutuskan untuk menunjukkan citra Sang Abadi.
Yan Xuanlei meninggalkan rumah dan memilih salah satu gunung di dekat desa sebagai tempat persemayaman. Membangun gubuk kecil sederhana dan beberapa kolam ikan untuk bersantai.
Gunung itu kini menjadi tempat terlarang yang tak boleh dilintasi, hanya saudara-saudarinya yang dapat keluar masuk dengan mudah.
Setiap kali penduduk menengadah ke gunung tersebut, mereka akan selalu menunduk untuk menunjukkan rasa hormat. Itulah tempat tinggal Yang Abadi!
“Qinghe semakin hari semakin layak disebut sebuah kota.” Dia memperhatikan rombongan pelancong dan pedagang yang keluar masuk gerbang dan mau tidak mau merasakan sedikit pencapaian.
Qinghe sudah banyak berubah, dan bahkan jumlah anggota klan kini sudah mencapai belasan ribu!
Yan Xuanlei berlalu lalang sesaat di sekitar tempat itu, sebelum merenung dan mulai memikirkan tindakan selanjutnya.
Dua bulan yang lalu, seorang kultivator Pemurnian Qi tingkat 3 dari Klan Sue mengunjungi gunung itu dan membawa sebuah undangan.
Dia datang dengan sangat sopan, tapi Yan Xuanlei sedikit melihat harga diri di matanya. Lagipula bagi para kultivator dari suatu klan, Yan Xuanlei hanyalah seorang kultivator lepas yang miskin sumber daya. Kekuatannya pasti lemah.
Yan Xuanlei lalu dengan sengaja menunjukkan tingkat kultivasinya yang berada di tingkat 6, dan seketika sikap pembawa pesan tersebut berubah.
Bahkan di klan mereka, kekuatan itu sudah termasuk para elit. Jelas, klan Sue hanyalah klan Pemurnian Qi, dengan yang tertinggi di klan mereka masih berada di tingkat 9 Pemurnian Qi.
Pembawa pesan itu lalu dengan hormat menyebut bahwa klan Sue, bersama dengan tiga klan Pemurnian Qi yang lain baru-baru ini menciptakan sebuah pasar kultivator di sebuah lembah dan mengundang setiap kultivator lepas di sekitar untuk mengunjungi pasar tersebut.
Yan Xuanlei tentu saja tidak menolak.
Sebelum pembawa pesan itu pergi, Yan Xuanlei menahannya dan bertanya mengenai situasi umum di sekitar. Pembawa pesan itu sempat bingung, tetapi dia tetap menjawab setiap pertanyaan Xuanlei dengan jujur.
Dari informasinya,Yan Xuanlei kemudian memahami situasi terkini di kabupaten Canghe. Ada tiga kekuatan Pembentukan Fondasi di kabupaten tersebut, yang terdiri dari satu sekte dan dua klan. Mereka adalah kekuatan terkuat di kabupaten Canghe.
Selain itu terdapat belasan klan Pemurnian Qi dan beberapa sekte kecil Pemurnian Qi dengan masing-masing memiliki konflik-nya tersendiri.
Dan setiap kekuatan Pemurnian Qi masing-masing menguasai wilayah seluas ribuan mil persegi.
Yang terdekat adalah Klan Sue, yang menguasai wilayah seluas hampir tiga ribu persegi, yang terletak 60 mil di utara kota Qinghe. Wilayah klan mereka berada di sebuah gunung, berdiri tepat di atas Urat Nadi Spiritual Kelas Satu Tingkat Tinggi.
Melalui orang itu juga Yan Xuanlei mengetahui jumlah kultivator di Klan Sue berjumlah sekitar 30-an orang. Informasi seperti itu bukanlah hal yang rahasia di dunia kultivasi sehingga pembawa pesan tersebut membicarakannya dengan begitu lugas.
“Sudah saatnya memulai rencana..”
Setelah malam tiba, tanpa memberi tahu siapa pun, Yan Xuanlei meninggalkan gunung dan menuju utara.
Dia menggunakan mantra Langkah Awan dan kakinya segera terasa seringan awan; berlari di antara dedaunan pepohonan dan rumput dengan begitu bebas, melewati pegunungan dan sungai dengan cepat.
Kecepatannya sungguh luar biasa, hanya memperlihatkan bayangan yang samar. Beberapa penebang kayu dari desa lain yang tanpa sengaja ia lewati menunduk kaget dan memberi hormat pada Dewa Abadi.
Rencana saya update 2 chapter/hari.
Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.
Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.
Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.