NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Lama

Kembalinya Cinta Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Cintapertama
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tika Despita

Setelah enam tahun tak bertemu, Senja kembali bertemu mantan kekasihnya Arsean.
Pertemuan kembali mereka, mengingatkan luka dan rasa sakit pada dirinya Senja.
Karena di saat itu dia tengah hamil anaknya Sean, namun Sean tak tau. Kedua orang tua Sean pun seolah bungkam dan menginginkan anak dalam kandungannya Senja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Despita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka yang Kembali Menganga

"Tante.." rengek Rea pada Tamara yang sedang sibuk memasak.

Tumbennya Rea hari ini datang ke rumah Sean. Apalagi hubungannya akhir-akhir ini dengan Sean menjadi dingin.

"Kenapa sayang," Jawab Tamara.

"Kayaknya Sean lagi ngambek sama aku, Tante. Dia gak ada hubungi aku, bahkan chat aku di abaikan."

"Kalian berantem?" Tamara menatap Rea.

"Gak kok Tante, tapi ini salah aku. Aku sembarangan bicara hingga membuat Sean tersinggung." Rea menunduk.

"Kamu jangan khawatir, Sean bukan tipe orang pemarah. Kamu bujuk dikit aja, pasti dia luluh kok!" Jawab Tamara meyakinkan Rea.

"Caranya?"

"Ini Tante lagi masak masakan kesukaan Sean. Nanti kita anterin aja buat makan siangnya . Nanti kamu bicara baik-baik sama dia!"

"Ok Tante. Tante memang mengerti aku." Rea memeluk Tamara senang.

***

Senja sedang sibuk menyiapkan laporan baru yang diberikan pak Rudi. Meski ada beberapa hal yang dia tak mengerti,dia cukup segan bertanya pada yang lain, apalagi semuanya terlihat sibuk.

Sean yang memperhatikan Senja dari dalam ruangannya,cukup paham ekspresi Senja saat ini. Ekspresinya masih sama ketika mereka masih remaja. Ketika Senja tak mengerti dengan tugas sekolahnya dan kebingungan sendiri.

Sean memutuskan keluar dari ruangannya, berpura-pura melihat beberapa karyawannya yang sedang sibuk, sehingga beberapa karyawannya terlihat tak nyaman.

Sean kemudian berhenti di meja kerjanya Senja.

"Bagian yang ini kenapa belum di isi?" Tanya Sean menunjuk bagian yang kosong di layar komputer."

" Oh ya pak.."Angguk Senja mengetik lagi.

" Ini salah Senja!"

Senja menatap dirinya.

" Bagian ini,seperti ini cara mengisi dan mengambil datanya..." ucap Sean yang refleks mengetik membantu Senja. Bahkan jarak diantara mereka begitu dekat saat ini.

" Kamu sudah paham belum?"Sean menatap Senja. Mata mereka bertemu sekian detik.

" Maaf.."Sean langsung menarik diri dan sedikit menjauh.

" Terimakasih pak sudah membantu saya. Saya sudah paham sekarang."Jawab Senja dengan nada dingin.

" Hmmm..."Angguk Sean merasa sedikit tak nyaman di dalam hatinya ketika berdekatan tadi dengan Senja. Cukup diakui, perasaan itu masih sama seperti dulu. Mungkin karena dia pernah memiliki dan sedekat itu dengan Senja.

Sean kemudian kembali ke ruangannya dengan tersenyum. Setidaknya dia sudah membantu Senja dengan bantuan kecil tadi. Di dalam ruangannya dia terus mencuri pandang ke Senja. Sayangnya Senja tak begitu peduli,meski dia sadari Sean terus menatapnya dari dalam ruangannya.

***

"Tante..yakin nih Sean gak marah kalau aku menemuinya di kantor?" Rea yang berjalan di samping Tamara sedikit khawatir.

"Gak apa-apa sayang!" Jawab Tamara meyakinkan Rea.

"Sekarang kamu bawa rantang ini ke ruangan Sean. Tante mau ke ruangan om, nganterin makan siangnya juga."

"Baik Tante," Angguk Rea tersenyum dan masuk ke lift menuju lantai ruangan Sean.

Baru saja dia masuk ke ruangan tersebut.Matanya tertuju ke arah Senja yang duduk di meja kerja yang sedang fokus.

"Senja?" Lirihnya dalam hati tak percaya. Ada rasa kecewa di hati Rea,karena Sean tak memberitahu kalau Senja kerja di kantornya.

" Mbak Rea.."Ucap Pak Rudi menyambutnya.

" Pak Sean sedang ke luar,Mbak Rea tunggu di ruangannya saja!"Lanjut pak Rudi.

Senja langsung menoleh,saat tau yang datang itu Rea,dia sedikit merasa tak tenang. Takut Rea salah paham karena dia bekerja di sini.

Senja berusaha tersenyum ramah ke arah Rea. Rea membalas senyum Senja,namun ekspresi Rea jelas tak tenang.

Rea memutuskan langsung masuk ke ruangan Sean dan duduk di sofa dalam ruangan tersebut. Ada begitu banyak pertanyaan dalam otaknya saat ini. Seperti apakah sebenarnya hubungan Sean dan Senja dulu.

Tak lama kemudian Sean datang dan cukup terkejut dengan kehadiran Rea.

"Beb.." Rea langsung berdiri saat Sean masuk. Bahkan dia tetap tersenyum ramah,meski sedikit di paksakan.

"Rea.. Kamu kok gak ngasih kabar ke sini?" Balasan Sean yang biasa-biasa saja,seolah pertengkaran mereka yang lalu tak pernah terjadi.

"Aku ke sini sama Tante Tamara tadi. Sekalian aku bawain makan siang untuk kamu." Ucap Rea menghampiri Sean menggandeng tangan Sean untuk duduk di sofa.

"Mama juga ke sini?"

"Iya.." Angguk Rea.

"Gawat..kalau sampai mama bertemu dengan Senja." Gumam Sean dalam hati tak tenang.

"Beb ayo kita makan!" Ajak Rea yang sudah membuka rantang dan menyiapkan makanan untuk Sean.

"Baiklah." Angguk Sean berusaha setenang mungkin. Dia juga yakin Rea akan bertanya perihal Senja yang kerja di sini,jadi dia memilih menenangkan hati Rea dulu.

"Senja,kamu antarkan berkas ini ke Pak Ridwan di lantai empat,ya!" Suruh pak Rudi.

" Baik pak!"Jawab Senja menerima berkas tersebut dan langsung menuju lantai empat.

Namun baru saja dia berjalan menuju lift,dia malah bertemu Tamara.

" Senja?" Wajah Tamara langsung pucat melihat sosok di depannya. Sosok yang ia usir. Sosok yang ia abaikan,saat sosok itu dulu memohon kepadanya.

Tamara menarik tangan Senja, membawanya ke tangga darurat.

" Kamu ngapain di sini?"Tanya Tamara kesal.

"Kerja!" Jawab Senja singkat.

"Kerja? Jangan bohong kamu! Pasti kamu sengaja kan,agar mendekati Sean lagi!" Tuduh Tamara lagi.

Senja hanya diam dan menatap tajam Tamara. Luka yang sudah mulai ia lupakan kembali terasa menganga saat melihat wajah wanita paruh baya di depannya ini.

"Jawab aku Senja! Apa tujuan kamu kerja di sini?" Tamara memegang kasar bahu Senja.

"Buat apalagi kalau bukan mencari uang. Uang untuk memenuhi kebutuhan diriku dan cucu anda yang anda abaikan kehadirannya!" tegas Senja. Senja tak lagi lemah dan menangis seperti enam tahun lalu.

" Cucu?" Tamara tertawa terbahak.

" Jangan harap kamu anak itu akan akui sebagai cucu. Belum tentu itu anak Sean!"

" Oh ya? Anda tidak tau kah,wajahnya begitu mirip dengan putra anda?" Balas Senja tak gentar.

"Dan satu hal yang harus anda ketahui, bahwa Sean sudah bertemu anak itu!" Bisik Senja ke telinga Tamara membuat Tamara membulatkan matanya tak percaya.

" Jika saya mau,saya bisa bersama Sean lagi. Karena saya yakin,dia masih punya perasaan kepada saya. Apalagi dia tau ada anak diantara kami. Tapi anda tenang saja! Saya gak akan lakukan itu." Sambung Senja dengan senyum kemarahan.

"Anda tau alasannya?"

Tamara menatap Senja lagi.

" Karena saya tak mau ada ikatan dengan manusia yang tak punya perasaan seperti anda. Saya dan anak saya tak sudi sedikit pun punya ikatan apapun dengan anda!" Ucap Senja tegas kemudian pergi meninggalkan Tamara.

Tamara berdiri terpaku sambil mengepalkan tangannya. Dia tak percaya dengan ucapan Senja barusan yang sudah seperti hinaan untuk dirinya. Dia bahkan tak menyangka Senja sudah berubah sekarang. Dari sorot mata Senja,sudah di pastikan ada amarah yang begitu besar.

Tamara semakin tak tenang. Hatinya getar getir, takut Sean benar-benar akan kembali dengan Senja.

Senja yang baru turun beberapa anak tangga,merasa sedikit lemah karena bertemu Tamara tadi.Bahkan tubuhnya hampir limbung dan hampir jatuh,untung saja Sean yang datang sigap menangkap tubuhnya.

"Kamu gak apa-apa?" Sean terlihat khawatir.

Senja melepas kasar tangan Sean dan ingin pergi begitu saja.

"Senja,maafkan mama aku!" Ucap Sean membuat langkah senja terhenti.

"Maaf kata kamu!" Senja berbalik menatapnya dengan tersenyum miris.

"Kamu gak akan mengerti Sean bagaimana jadi aku! Jadi jangan berani menyuruh aku memaafkan semuanya!" Ucap Senja dengan mata berkaca-kaca.

"Senja..aku tau,kamu sangat terluka. Aku mengerti."

"Kamu gak akan mengerti Sean,karena kamu bukan aku!" Tanpa di sadari air mata Senja jatuh. Saat melihat mamanya Sean,dia kembali merasakan lukanya menganga.

"Senja.." Lirih Sean yang selalu tak bisa melihat Senja menangis. Hatinya juga terasa sakit saat melihat Senja menangis seperti ini.

Sean ingin memeluk Senja, namun dia sadar Senja tak akan suka. Jadi dia hanya bisa menatap Senja yang pergi sambil menangis. Dia harus menerima,kalau dirinya tak bisa lagi menghapus setiap air mata yang jatuh dari mata Senja,tak bisa lagi memeluk Senja yang sedang rapuh,dan tak bisa menemani Senja yang lagi seperti dulu.

1
olyv
cepat sehat y thor 🙏
Qhaqha: aamiin
total 1 replies
Nesya
astagaah semoga lekas sembuh ya thor kasihan tak tunggu pokoknya sembuh dulu sehat dulu baru nulis lagi 👍🏻❤️
Qhaqha: aamiin.. Makaci atas support nya😊
total 1 replies
Qhaqha
Maaf jarang update.. Author siap kecelakaan motor, lagi masa pemulihan. Doain cepat sembuh ya.. 😊😊🙏🙏
sunaryati jarum
Sean jika jadi menikah dengan Rea tidak akan bahagia karena selalu dirundung rasa bersalah seumur hidup,selama mereka tidak bersatu. Beda dengan Senja mungkin Nadia bisa bahagia dengan pria lain, karena Sean hanya memberikan luka
Nesya
jadi ikutan nangis, lanjut thor
Qhaqha: Ditunggu ya.. maklum othor lagi puasa dan sibuk persiapan lebaran.. 😊😊
total 1 replies
olyv
lanjut thor
sunaryati jarum
Semoga tidak parah dan segera tertolong
Nesya
lanjut kak othor 💪🏻💪🏻💪🏻
sunaryati jarum
Ternyata keluarga Sean , keluarga yang buruk.Terutama orang tua Sean,dan mereka juga menamkan kebencian Sean terhadap Dirgantara
sunaryati jarum
Lebih baik jujur Senja pada Angkasa,dan Sean juga sebelum terlanjur menikah Jujur pada Rea , tentang hubungan kalian kamu dan Senja .
Nesya
semoga angkasa ada bersama digantara
Soraya
lanjut
sunaryati jarum
Jika kamu tidak rela Senja menjadi milik orang lain lepaskan Rea dan kejar Senja,namun kau harus bisa mendapatkan restu kedua orang tuamu.Namun emak kok cenderung ke Dirgantara karena ibunya sepertinya tidak memandang derajad seseorang namun entah jika status
falea sezi
angka cari ayah lain aja jangan Sean dia bangsattt /Shame/
Qhaqha: Waduh.... 🤭🤭🤭
total 1 replies
JasmineA
gue ini serba salah mau dukung sean apa dirgantara😂 kalo dukung si sean bakalan buka luka senja...kalo dukung dirgantara bakalan nambah Luka senja kalo benaran dirgantara gunain senja Dan angkasa sbg alat balas dendam💆🏻‍♀️
Qhaqha: Sama.. aku juga puyeng sebenarnya 🤭🤭
total 1 replies
Soraya
lanjut
Qhaqha: Ditunggu nanti malam ya KK.. 😊😊
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan ayah Sean Angkasa,kasihan ibumu.Dia akan disebut pelakor lagian kakek nenekmu dan Sean tidak suka kamu dan ibumu.
Qhaqha: Betul..... 😊
total 2 replies
sunaryati jarum
Seharusnya Sean tidak membatasi hubungan Senja dan Dirgantara,karena dialah penolong Senja dan Angkasa,jika tidak tahu hubungan sebenarnya.
Nesya
lanjut thour
Qhaqha: Di tunggu ya.. 😊😊
total 1 replies
Qhaqha
ok... Terimakasih sarannya😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!