NovelToon NovelToon
Diikuti Makhluk Ghaib

Diikuti Makhluk Ghaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Supernatural
Popularitas:272.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: yuppy

Hiatus : persiapan case baru
Mereka ada dimana mana. mengintai dari balik bayangan bayang.

Bersembunyi disudut ruang gelap, dibawah tangga atau dikolong tempat tidurmu, dibawah pohon, jembatan, atau bahkan menyelinap di keramaian malam.

Kadang mereka muncul dengan rupa yang akrab untuk mendekatimu. Kadang juga dengan rupa yang menakutkan yang membuatmu bergidik ngeri.

Sekali mereka tertarik padamu, mereka akan mengikutimu, mengganggumu, kemanapun kamu pergi, sepanjang waktu, Bahkan menyelinap di balik tidurmu dan menjadi mimpi burukmu.

Kau tidak bisa lari atau sembunyi. Mereka akan terus mengkutimu sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuppy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Kecil Misterius

"Apa?? Kau memerlukanku untuk membuka ruangan yang terkunci itu? Bukan untuk menemukan anak-anak itu?" Aku memastikan kembali bahwa apa yang kudengar tidak salah.

"Benar," jawab Ello sambil tersenyum dengan tenang. Aku mencengkeram lengannya lebih kuat.

"Bagaimana bisa kau mengatakan itu sambil tersenyum sementara aku dan Alvin hampir terbunuh karena rencanamu." Ucapku geram.

"Aku tahu kau marah. Aku juga tahu banyak hal yang ingin kau tanyakan tentang yang terjadi termasuk tentang saudaramu yang datang ke sini lebih dulu. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk menjawabnya." Ujarnya sambil melepaskan tanganku darinya.

"Aku akan menjawabnya saat kita bertemu lagi. Jadi tidurlah! Semua akan membaik saat kau bangun nanti." Ucapnya kembali seraya menyentuh keningku. Sesaat aku merasa lelah dan mengantuk, lalu jatuh tertidur.

Sebelum aku kehilangan kesadaran aku mendengar dia berbicara pada seseorang.

"Bagaimana keadaannya?"

"Dia masih tak sadarkan diri. Lukanya harus segera di obati."

"Jaga mereka berdua! Sebentar lagi penduduk desa yang sedang mencari mereka akan sampai ke sini. Aku akan pergi untuk membereskan semuanya."

\* \* \*

Baru beberapa saat yang lalu dia bermain kejar-kejaran dengan kedua bocah itu. Tapi sekarang giliran dia yang kabur ketakutan. Awalnya dia pikir makhluk itu muncul untuk menyelamatkan kedua orang itu. Karena itu dia melepaskan mereka.

Tapi meski dia sudah melepaskan kedua orang itupun makhluk itu tetap mengejarnya. Tubuh besar yang dimilikinya membuatnya tidak bisa berlari dengan cepat. Akhirnya dia berhenti karena kehabisan nafas.

"Akhirnya, aku menemukanmu." Ucap anak kecil di hadapannya. Dia berlutut ketakutan di hadapan anak itu.

Penampilan seperti bocah laki-laki berumur lima tahun itu bukan wujud sebenarnya. Dia menyadarinya sosok mengerikan yang tersembunyi dibalik tubuh mungil itu.

"Sepertinya kau tidak sebodoh yang dipikirkan orang-orang, nyatanya kau menyadari siapa aku." Ucap anak kecil itu lagi. Tapi dengan suara dan nada bicara orang dewasa.

Semua yang lahir dan tumbuh di desa ini termasuk dirinya, tahu sosok makhluk halus yang sangat kuat, yang telah melindungi hutan selama beratus-ratus tahun lamanya.

Sang penjaga, yang selama ini tidak pernah ikut campur urusan manusia dan selalu mengabaikannya kenapa sekarang muncul tiba-tiba. Dia tidak pernah menginjakkan kaki di area terlarang. Tidak ada alasan makhluk ini muncul di hadapannya.

"Ini salahku. Seharusnya aku membunuhmu dari dulu. Gara-gara manusia bodoh sepertimu aku harus kehilangan dia. Kali ini akan kupastikan kau lenyap." Ucap anak kecil itu sambil berjalan menghampirinya.

"Tidak! Kau tidak bisa membunuhku! Kau tidak bisa membunuh manusia. Kau tidak bisa melukaiku karena aku manusia."

"Kau benar. Kami tidak diizinkan melukai manusia. Tapi, coba lihat dirimu sekarang! apa kau masih bisa disebut manusia?"

Kali ini dia mundur ketakutan sambil terus memohon. "Jangan bunuh aku! Aku tidak mau mati!"

"Dasar tidak tahu malu. Semua korbanmu memohon sepertimu juga 'kan? Tapi apa kau melepaskannya? Tidak kau membunuh mereka semua dengan kejam. Jadi sekarang terimalah hukumannya!" Ucap sang penjaga dalam wujud anak laki-laki.

Laki-laki berdosa itu mencoba kabur.

"Kau mau kabur ke mana? Apa kau lupa? seluruh hutan ini dalam kekuasaanku."

Sesaat kemudian seluruh tanah bergetar dan angin bertiup kencang. Tubuh anak Kecil itu menjelma menjadi pohon raksasa yang tinggi. Cabangnya menjulur seperti tangan mencengkeram tubuh laki-laki itu baik ke atas.

'Aaargghh!" Suara jerit kesakitan terdengar menggema keseluruh penjuru hutan. Jeritan kematian itu sesaat meredup lalu lenyap.

\* \* \*

Saat aku terbangun, sudah terlewat satu hari. Aku tersadar di rumah salah satu penduduk desa. Luka memar dan lecet di sekujur tubuhku sudah diobati.

"Kau sudah sadar?" Tanya sosok yang sejak tadi berdiri di dekatku, Haris. Apa dia yang menjagaku sejak kemarin?

"Apa kau yang membawa kami keluar?" Tanyaku.

"Ya, aku menemukan kalian bersama dengan penduduk desa yang mencari kalian." Jawabnya.

"Aku dengar dari ibuku kau mencariku. Dan supir itu bilang bahwa majikannya sudah masuk ke dalam hutan sejak pagi. Karena itu aku meminta bantuan penduduk desa untuk mencari kalian." Ujar Haris lagi menjelaskan.

"Aku benar-benar tidak menyangka kau akan melemparkan dirimu ke dalam bahaya hanya untuk mencari tahu. Atau itu cara baru untuk bunuh diri." Sindirnya. Aku hanya menanggapinya dengan tawa kecil.

"Alvin? Bagaimana keadaannya?" Tanyaku. Aku ingat terakhir kali dia pingsan dan diseret penjahat itu.

"Dia berhasil dibawa ke rumah sakit tepat waktu dan sudah mendapatkan perawatan intensif. Dia bahkan sadar lebih dulu darimu." Jawaban Haris membuatku lega.

"Saat ini dia sedang memimpin jalan bersama aparat kepolisian, untuk memeriksa rumah itu, dan juga membawa tulang belulang yang kami bersama kalian untuk di teliti lebih lanjut."

"Tolong antar aku ke sana." Pintaku pada Haris. Untungnya dia tidak menolak.

Hutan ini menjadi sangat ramai. Aku melihat para petugas sedang melakukan evakuasi. Mereka memasukkan tulang belulang itu ke dalam kantong jenazah lalu dibawa keluar. Alvin menyaksikan di dekatnya.

Bagaimana perasaannya saat ini, aku bertanya-tanya. Apa dia senang menemukan jasad kakaknya lagi yang sekarang hanya tinggal tulang saja? Bagaimana perasaannya mengetahui bahwa kakaknya menjadi korban pembunuhan? Bahkan dirinya sendiri nyaris dibunuh oleh penjahat yang sama.

"Alvin!" Panggilku menghampirinya.

"Mel, kamu sudah bangun?" Alvin menyambutku. Ekspresinya berubah ceria.

"Bagaimana di sini?" Tanyaku.

"Hampir semua sudah dipindahkan. Begitu selesai diperiksa tim forensik dan diselidiki identitasnya mereka akan dikembalikan ke keluarganya. Mereka yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya sudah dihubungi pihak polisi untuk tes DNA. Sebagian dari mereka juga datang ke sini."

"Polisi tidak menemukan penjahat yang menyerang kita. Penjahat itu menghilang tanpa jejak. Aneh 'kan?" Ujar Alvin lagi.

"Apa yang menyerang kita itu bukan manusia. Padahal semuanya terasa nyata bagiku. Saat dia menangkapku, melemparku, bahkan menyerang dengan kapak. "

"Bagaimana dengan kapak itu?" Tanyaku

"Kapak itu ditemukan di rumah. Di gudang bawah tanah. Bekas kapak di batang pohon itu juga tidak ada. Apa benar semua hanya halunasi saja. Aku jadi meragukan ingatanku sendiri." Ujar Alvin kebingungan.

Aku tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Aku sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya setelah aku tak sadarkan diri. Dan apa yang sudah dilakukan sosok makhluk yang meminjam wujud Ello itu. Yang telah menipuku. Apapun itu aku tak ingin menceritakannya pada Alvin. Aku tak ingin menambah beban pikirannya lagi. Cukup sampai di sini aku melibatkannya.

Haris juga ikut membantu pihak polisi karena dia yang lebih tahu mengenai hutan ini. Aku ingat sebelum pingsan Ello sempat berbicara dengan seseorang di dekatku. Dan Haris bilang dia yang menemukan kami.

'Apa dia orangnya yang berbicara dengan Ello saat itu?' pikirku curiga.

Alih-alih memikirkan Haris, mataku malah menangkap sosok yang tak asing bagiku. Dia berdiri menjauh dari kerumunan. Aku berjalan mendekatinya.

Seorang gadis kecil yang ku kejar tempo hari. Usianya mungkin sekitar sepuluh tahun atau lebih mengenakan gaun tidur selutut. Rambutnya yang lurus tergerai di bahunya. Dengan mata abu-abu nya dia terlihat cantik.

ekspresinya sedih. Butiran air mata jatuh dari matanya yang cantik. Gadis kecil itu menangis tanpa suara.

"Apa yang kau tangisi? Hidupmu yang singkat? Atau kematian tuanmu yang sudah kau layani selama ini?" Tanyaku pada gadis kecil di hadapanku.

"Tuan yang telah mengakhiri hidupmu secara paksa." Ucapku menyentuh bekas irisan benda tajam yang melingkar di lehernya. Jejak kematiannya.

1
Jonah Fernanda
aku suka ceritanya, disini banyak pertanyaan sebenarnya siapa bocah kecil misterius itu apa hubungannya dengan meneror melly
Jonah Fernanda
bagus ceritanya,seram tapi menarik
Rizki
Lumayan
Kak Ya
mantab thor , salam dr dokter indigo ya😊
Kak Ya
mantab kak , salam dr dokter indigo ka
Kak Ya
cerita nya keren kak , mampir jg ya k karya ku 😊🙏
Yuyun
ceritamu kemana2 Thor.. ngambang GK jelas.. 😜😜
tamat kah thor.
MASIH MENUNGGU.
huff.
akhir nya berakhir jga kisah pilu dan menegangkan ini.
Legaaaaa.....
maraton kejar baca.kejar napas
Sejauh ini aq baca.
Ceritany menarik,seru dan tegang.
aq suka 👍👍👍
like komen
Liana'S
Lanjut, Thor!

Selalu ditunggu.
Kartika
up lagi thor....
estycatwoman
,❣️MiITOS & FAKTA (JGN TERLALU PERCYA TPI JGAN NYEPELEIN JGA KRN KITA HIDP BRDAMPINGN DGN MG JGN LUPA BERDOA SAAT KELUAR RMH ❣️

Saya juga dianugerahi sense of horor yg peka wlau sekrng gk bisa liat lgi ,klo wktu kcl sering mreka nampk ,karna khodam warisan leluhur trlalu nyeremin mkya wlau mata batin dh kebuka max ttp aja mreka TAKUT NAMPAKIN DIRI .
Cuma kdng pas lwt t42 yg "wingit" suka panas dingn & benturan energi bkin aq gatel2 smlman biasa mlai magrib smpe subh hbis tu norml lgi , sya kdamg lngsung rukyah mandri utk netralin Alhamdulillah

Salam dari Danyang LELEMBUT 😘
estycatwoman
SERU CERITANYA DRI AWAL DH BKIN CREEPYY MAYAN UTK TMN NGUPI SMA BEGAGANG ,THANKS THOR ,😘
~N.V~
woiya dong harus itu mah, eh bentar harimau kan itu bukan singa?
senja
ku kira kucing yg diselamatkan tu Tania
senja
sayangnya keduanya gak bs ketemu lagi
senja
quotes bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!