Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30~ Pemotongan Poin
624
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
"Wah, parah nih, ini tidak bisa di biar nih, ini adalah prilaku kejahatan, kita harus mencari tahu masalah ini," kata Lino setuju dengan pemikiran Dodi.
Gunakan poin untuk melihat sekumpulan ikan.
[Poin di potong 500 poin]
[Sisa poin 1000 poin]
Alga melihat ada sekelompok ikan yang sedang bergerombol, ia melihat di sistemnya, sekitar 17 ekor sedang berenang.
"Bang, aku mau pergi ke arah sana ya," kata Alga.
"Ya udah, kami naik kapal mu pun anggap saja sedang liburan," kata Lehan menggangguk sambil menikmati pemandangan di atas kapal.
Setelah sampai di titik segerombolan ikan itu, Alga menyebarkan jaringnya, saat di tarik, 1 ekor ikan lepas, dan ia hanya menangkap 16 ekor.
"Wah, besar-besar ikan yang kau dapatkan Alga," ucap Yanto terkagum-kagum.
"Ha ha ha, iya Bang. Aku hanya menangkap ikan besar saja, ikan kecil bisanya ku lepasin, biar dia besar dulu," kata Alga.
"Wah, pemikiran yang mantap sekali, andai aja semua nelayan berpikiran seperti mu, mungkin ikan di laut ini tidak akan punah," puji Arkan.
"Mau bagaimana lagi, kalo hanya menunggu iwan besar kita tangkap, kita tidak akan bisa menangkap ikan setiap harinya," kata Lehan.
"Ya, setiap orang beda-beda, dan kita harus menghargai orang-orang," kata Alga tersenyum.
"Baiklah, kota pergi ke tempat selanjutnya," kata Alga lagi.
[Gunakan poin untuk melihat segerombolan ikan]
[Poin di gunakan 500 poin]
[Sisa Poin 500 poin]
Alga melihat lagi segerombolan ikan, ia melanjutkan lagi kapalnya dan menyebarkan jaringnya lagi ke laut.
Kali ini ia mendapatkan tangkapan sekitar 9 ekor. "Wah, kau lagi-lago dapat ikan besar, keberuntungan macam apa ini?" tanya Yanto terkagum-kagum.
"He he he, aku juga tidak tahu Bang, setelah aku cerai dengan istriku, akhir-akhir ini aku sering mendapatkan keberuntungan," kata Alga.
"Jangan bilang, mantan istrimu, yang selama ini bawa kesialan?" celetuk Arkan.
"Enggak lah Bang, ini mungkin keberkahan ku, balas budi alam, karena aku sudah menyekolahkan mantan istri hingga pendidikan tinggi, dan malah mengkhianati ku, jadi aku tidak menuntut apa-apa darinya, jadi alam yang membalasnya," kata alga tetap tersenyum.
"Wah bener nih," kata Yanto setuju.
Alga menghitung ikannya, dan semuanya ada 25 ekor, berarti ia kurang 5 ekor lagi. Tapi ia tak perlu khawatir, karena ia masih memiliki poin.
Gunakan poin untuk menunjukkan lokasi
[Poin digunakan 500 poin]
[Sisa poin 0 poin]
"Sepertinya di sana ada ikan lagi," kata kata Alga menunjuk ke arah barat. Ia pun menggerakkan kapalnya dan melaju di air menuju ke suatu tempat.
Alga lagi-lagi mendapatkan 7 ekor ikan. Alga berpikir, sepertinya ia kelebihan ikanya, Alga membuang 2 ekor ikan itu ke laut, karena ia cuma butuh 30 ekor saja.
"Eh Alga, kok kamu buang ikannya, kan itu ikannya besar," kata Arkan.
"Aku cuma butuh target 30 ekor saja kok," ucap Alga, mereka hanya melongo mendegar ucapan Alga, sejak kapan nelayan punya target dan setelah mencapai target malah ikanya di buang ke laut lagi.
"Sistem, berhubung kau tidak menyarankan ku untuk menjual atau memeliharanya, bolehlah aku memberi ikan ini pada mereka?" tanya Alga.
[Tentu saja, bahkan jika Anda buang ke laut kembalikan tidak masalah]
"Baiklah kalau begitu, aku akan berikan kepada mereka," ucap Alga dalam hati.
"Bang, aku udah selesai menjaringnya, jadi ikan ini aku berikan pada kalian," kata Alga.
Mereka bertiga terbelalak tak percaya. "Kau memberikan ikan yang kau tangkap?" tanya Yanto tak percaya.
"Iya, soalnya kalian bertiga hanya mengikuti ku, tapi kalian tidak ikut menjaring, jadi aku berikan saja pada kalian," kata Alga.
"Terima kasih, Alga. Kau benar-benar murah hati sekali," kata Yanto merasa sangat senang.
"Sama-sama, kalian ada teman-temanku," kata Alga.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...