Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Kembali ke umur 19 tahun
Buk!
Brak!
Jessica didorong keluar dari kediaman keluarga Sanjaya bersama dengan barang-barangnya yang dilemparkan oleh para pelayan keluarga Sanjaya.
Tubuhnya yang kurus kering dengan luka bakar yang amat besar di bagian wajah sampai kepala membuatnya harus menggunakan wig, ia kini tersungkur di tanah dalam keadaan berantakan.
Dengan berlinang air mata, dia merangkak mendekati pria yang merupakan suaminya, memeluk kaki pria itu sambil terisak, ia berkata, "percayalah padaku, bukan aku yang menaruh racun di makanan kakek. Kau bahkan tidak mengizinkanku menginjak ruang makan, Jadi bagaimana bisa aku--"
"Diam!" Nolan dengan penuh amarah menendang Jessica ke samping dan menatap wajah Jessica dengan penuh kejijikan, "enyah dari hadapanku!" Bentak Nolan sebelum berbalik memasuki rumah kediaman Sanjaya.
"Tidak! Nolan! Kau harus percaya padaku! Bukan aku yang melakukannya!" Teriak Jessica masih berusaha untuk menggapai sang suami, tetapi perempuan yang merupakan sekretaris suaminya sekaligus teman masa kecil sang suami dengan cepat mencegahnya dan mendorong tubuh tak berdaya Jessica hingga kembali terjatuh ke tanah.
Bruk!
"Selamat, sekarang kau menjadi gelandangan buruk rupa! Jangan mati dulu, perhatikanlah papan videotron sepanjang hari, dan lihat pernikahanku dengan Kak Nolan akan segera digelar! Ah,,, Sepertinya kau perlu mengetahui sesuatu untuk membuatmu merasa lebih baik," Luna memberi kode pada para pelayan agar meninggalkan mereka lalu ia perlahan mendekati Jessica dan berbicara dengan pelan, "akulah yang menaruh racun di makanan pria tua itu," ucap Luna diikuti senyum jahat di wajahnya membuat air mata Jessica kembali menggenang.
Kakek Sanjaya adalah orang yang sangat baik, bagaimana bisa perempuan ular ini tega meracuninya sampai mati?
"Kau!!!" Jessica berteriak, meraih pakaian Luna dan dengan air mata berlinang berkata, "bagaimana bisa kamu melakukan itu pada kakek? Dia itu sangat baik, kau tidak layak untuk menyentuhnya!" Kata Jessica sembari air matanya terus menetes membasahi pipi sampai ke dagu membuat penampilan Jessica semakin tampak menyedihkan.
"Yaaa...." ekspresi menghina penuh kemenangan kembali muncul di wajah Luna saat ia dengan lembut menggerakkan jari-jari cantiknya memperbaiki wig Jessica yang berantakan, "aku juga tidak akan menyentuhnya dan dia pasti masih bisa hidup lebih lama lagi seandainya dia tidak terus mempertahankan pernikahanmu dengan Kak Nolan. Apa yang terjadi padanya semuanya adalah buah dari kekeras kepalaannya, kalau dia dengan cepat merestui hubunganku dengan Kak Nolan maka semua ini tidak akan terjadi," kata Luna tanpa sedikit rasa bersalah.
"A... Apa?" Hati Jessica terasa tersayat-sayat, "hanya karena itu kau,,, kmu membunuh kakek? Tidak cukup selama ini Kau menyiksaku, membuatku dibenci oleh semua orang termasuk kakek dan Nolan, bahkan membuatku menjadi cacat seperti ini, sekarang kau juga merenggut nyawa orang yang tidak bersalah? Kau... Apa kau masih punya hati?" Tanya Jessica tak percaya.
Luka bakar padanya disebabkan oleh Luna yang sengaja membakar gudang daur ulang sampah saat Jessica berada di dalam gudang. Tak hanya itu saja, anaknya yang seharusnya lahir ke dunia meninggal karena Luna mendorongnya dari kapal pesiar hingga ia mengalami keguguran dan hampir mati di lautan dingin.
Tetapi pada saat itu, bahkan Luna sama sekali tidak disalahkan, dialah yang kemudian disalahkan dengan tuduhan sengaja menggugurkan anak dalam kandungan dengan melompat ke laut.
Tak hanya itu saja, sudah banyak sekali penderitaan yang dialami oleh Jessica karena Luna, tapi saking pandainya Luna menutupi kejahatannya dan memutarbalikkan fakta, maka semua orang hanya tersenyum ke arah Luna dan memandang jijik serta marah pada Jessica.
Sekarang....
Bahkan setelah wajahnya rusak dan orang tidak pernah lagi memandangnya dan semua orang, bahkan termasuk kakek Sanjaya juga membencinya karena tipu muslihat yang dilakukan oleh Luna, Luna bahkan masih tidak berhenti dan malah membunuh kakek Sanjaya.
"Ha ha ha..." Luna tertawa konyol menatap Jessica, "kau tanya aku punya hati? Lihat dirimu konyol! Karena kau terus menggunakan hati, maka sekarang kau jadi perempuan cacat yang dibenci oleh semua orang!" Kata Luna menarik wig yang dikenakan oleh Jessica hingga membuat Jessica menampakkan luka bakar yang tersembunyi di atas kepala Jessica.
Luna kemudian berdiri, melangkah menjauhi Jessica yang terus menangis, "pergilah sebelum para penjaga datang mengusir mu. Pastikan kau tidak menampakkan wajahmu lagi di hadapan seluruh anggota keluarga Sanjaya!" Kata Luna selalu menutup pintu rumah.
Melihat pintu keluarga Sanjaya yang tertutup, Jessica kembali menangis sejadi-jadinya.
"Kakek! Kakek! Aku minta maaf, Ini semua salahku. Seandainya aku tidak lagi keras kepala dan dengan sukarela menceraikan Nolan, maka sekarang Kau pasti masih hidup. Tapi kini,,, bagaimana aku akan menembus kesalahanku? Karena aku,,, karena salahku kau... Kau... Maafkan aku kakek.... Aku akan menyusul mu dan jadi pelayanmu di alam baka," ucap Jessica membuka tas miliknya dan mengeluarkan sebuah pisau kecil, tanpa ragu mengiris pergelangan tangannya hingga darah membasahi lantai dan perlahan-lahan merenggut kesadaran Jessica.
.........
"Uh... Uh... Uh...." Jessica muda yang dalam keadaan polos ditindih seorang seorang pria kekar terombang-ambing dalam kenikmatan yang membuat mabuk kepayang.
Terasa hangat dan menggelitik yang membuat tubuh bergetar terasa nikmat dibawa ayunan gelombang seorang pria yang terus menghantamnya dengan keras.
Terlalu mengantuk... Tidak bisa membuka mata namun kenikmatan ini masih bisa terasa dengan begitu jelas.
"Ah ah ah...." Suara lirih Jessica membuat sang pria yang berada di atasnya hanya bisa berpasrah memejamkan mata dan tenggelam dalam gelombang kenikmatan sentuhan erotis dua orang yang tidak memiliki jarak.
Sampai seluruh tubuh bergetar dan perlahan-lahan melemas, barulah Nolan menghentikan gerakannya dan melemparkan tubuh ke samping, tak lupa menarik sang perempuan ke dalam pelukannya dan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.
Cup!
Sebuah ciuman mendarat di kening Nolan.
Deru nafas yang mulai teratur dari kedua insan itu pun menghiasi kamar sepanjang malam sampai pada keesokan paginya ketika Jessica membuka mata, dia terkejut melihat dada kekar tanpa busana yang berada di hadapannya.
Saat mendongak, betapa terkejutnya Jessica ketika ia melihat Nolan yang selalu tampan dan Bersinar kini berada di hadapannya.
Dengan segera, Jessica mendorong pria itu dan terkejut mendapati tubuh Mereka ternyata polos, Jessica pun segera menarik selimut menutupi dadanya.
"Apa yang kau lakukan?!!!" Teriak Jessica dengan cepat mundur ke belakang hingga akhirnya dia terjatuh dari ranjang.
Brak!
Nolan yang melihat itu pun dengan cepat mengulurkan tangannya untuk membantu Jessica, tetapi seperti tikus yang hendak diterkam oleh kucing, Jessica dengan cepat menjauh, wajahnya panik dan pucat sambil memegang erat selimutnya.
Air mata berderai di pipi Jessica saat suara serak dan gemetarnya terdengar, "bukankah kau sudah mengusirku dari rumah? Tidak cukup mengusirku dan membuatku mengalami masa-masa yang sulit di kediaman keluarga Sanjaya, sekarang kau masih mengincar ku?! Bukankah kau bilang kau selalu jijik melihat penampilanku?! Kenapa sekarang kau membawaku ke tempat tidurmu dan memaksaku melayani mu seperti seorang jallang?!"
Nolan yang baru bangun tidur pun merasa heran melihat sikap sang kekasih yang begitu aneh dan ketakutan melihatnya.
Jessica bahkan mengatakan omong kosong yang tidak masuk akal.
Nolan pun mengulurkan tangannya, untuk membantu sang kekasih menenangkan diri, "Sayang, Apa kau mimpi buruk? Aku--"
"Jangan sentuh aku dengan tangan busukmu!" Teriak Jessica segera menjauh, dia teringat setiap kata-kata penghinaan yang keluar dari mulut Nolan padanya.
"Bahkan anjing masih lebih baik dipelihara daripada Jessica!"
"Enyah dari hadapanku!"
"Perempuan busuk sepertimu layak masuk neraka!"
"Bahkan jika masih ada 1000 kehidupan untukku, Aku tidak akan pernah memilihmu hadir dalam hidupku!"
Banyak sekali kata-kata dari mulut Nolan yang telah menyakiti Jessica, tak terhitung jumlahnya sehingga setiap kali mengingatnya membuat Jessica gemetar ketakutan.
"Apa yang kau bicarakan?" Nolan begitu bingung, dia menatap Jessica dengan sangat heran.
Pada saat itu juga, pintu diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Kak nolan, aku datang. Maaf kemarin malam aku tidak datang, ibuku tiba-tiba masuk rumah sakit, jadi aku harus menemaninya semalaman di rumah sakit. Apa kau di dalam? Aku masuk sekarang ya," suara Luna dari balik pintu membuat kening Jessica mengerut.
Ini...
Kata-kata ini... Terasa familiar.
Handle pintu pun terputar, tetapi untungnya pintu tersebut dikunci sehingga orang di luar tidak bisa masuk.
"Kak Nolan, kau mengunci pintunya, kalau begitu aku akan menunggu di sini," suara manis Luna kembali lagi terdengar.
Pada saat itulah Jessica yang terdiam akhirnya mengingat sesuatu.
Jessica dengan cepat menatap pria di atas ranjang, di mana suaminya ini tampak lebih muda, selain itu, kamar tempat mereka berada ini ialah kamar di mana mereka pertama kali tidur bersama setelah menjalin hubungan sepasang kekasih dalam waktu 1 tahun.
Kalau begitu... Jangan-jangan.... Jessica langsung berlari ke kamar mandi, menyeret selimut yang masih menutupi tubuhnya.
Begitu tiba di kamar mandi dan melihat dirinya dalam pantulan cermin, mulut Jessica ternganga.
Mustahil!
Jessica dengan cepat meraba wajahnya dan kepalanya, ia memastikan bekas luka tidak ada lagi di sana, bahkan di tubuhnya yang lain pun semuanya..... Semuanya bersih!
"Ini.... Ini... Apa aku... Aku.... Aku kembali?" Kata Jessica tidak tahu harus menangis atau tertawa atas apa yang ia alami.
Ia kembali ke saat dimana dia berumur 19 tahun!
###...
Pohon Aras berbuah maca,
Orang waras silahkan baca...
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪