Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vanya Sakit
Vanya sedang duduk terdiam diatas tempat tidurnya.
Ping
Ada beberapa pesan masuk diponsel Vanya yang ternyata dari Niko, Lalu Vanya pun mulai membukanya satu persatu,
📩Niko :
*Vanya? Kamu enggak apa-apa?
*Kamu kok pulang sama Pak Daffin?
*Kamu di ancam ya sama dia??
*Vanya??
Lalu ia pun membalas
📨Vanya : Aku enggak apa-apa kok😊
📩Niko : Beneran? Tapi kenapa tadi kamu pulang sama dia?
📨Vanya : Nik, Sebentar lagi kita ujian bisa enggak kamu enggak ganggu aku dulu aku mau fokus belajar dulu.
📩Niko : Oh ya udah kalau gitu, maaf kalau aku udah ganggu kamu.
Vanya mematikan dan menaruh ponselnya diatas meja, Ia mengantuk dan merasa sangat lelah, Vanya pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, Memejamkan matanya hingga akhirnya tertidur.
...----------------...
Keesokan harinya,
Vanya terbangun dengan tubuh yang lemas, Ia segera menuju kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Pagi Ma " Sapa Vanya di meja makan
"Pagi sayang, Loh kamu kenapa? Kok pucet banget mukanya " tanya Mama Vanya
"Masa sih Ma?" tanya Vanya meyakinkan
"Iyaa, Kamu sakit?" ucap Mamanya sambil mendekat pada Vanya dan memeriksa keningnya
"Kayaknya agak hangat, Udah kamu enggak usah masuk sekolah dulu ya istirahat aja dirumah" ujar Mamanya khawatir
"Enggak Ma, Enggak bisa nanti ketinggalan pelajaran bentar lagi kan ujian" ucap Vanya
"Tapi kamu sakit sayang, Jangan terlalu memaksakan diri, Mama takut kamu kenapa-kenapa nanti," ucap Mama Vanya dengan cemasnya.
"Tenang aja Ma, Minum obat juga sembuh, Masa Mamanya dokter anaknya tumbang gara-gara sakit ringan aja" ucap Vanya sambil tersenyum.
"Kamu ini ya, Bisa aja ngelesnya, Ya udah kamu enggak usah bawa motor dulu Mama anter aja siang juga nanti Mama izin sebentar buat jemput kamu" ucap Mama Vanya
"Siap Ma" ucap Vanya
Setelah sarapan Vanya diantar menggunakan mobil oleh Mamanya, Sesampainya di depan gerbang sekolah ia bertemu dengan Meta,
"Va tumben dianter nyokap si kimi ngambek lagi?" tanya Meta
"Enggak, Pagi badan gue agak enggak enak, Jadi dianterin sama dijemput aja nanti baliknya takut kenapa-napa katanya" ujar Vanya
"Oh gitu" ucap Meta
"Ya udah yuk masuk kelas nanti telat" ajak Vanya
"Ayo" balas Meta
Mereka pun masuk ke kelas nya dan mulai pelajaran jam pertama.
...----------------...
Kriiiiiiiiiinnnnnnggggggg....
Bel tanda waktu istirahat telah berbunyi, Seperti biasa Vanya dan teman-temannya pergi ke kantin untuk makan siang,
"Ta pesenin gue sekalian kayak biasa ya" ucap Fani kepada Meta
"Iyaa, Va lo juga mau kayak biasa?" tanya Meta
"Enggak deh, Gue enggak makan" ujar Vanya
"Loh kenapa? Lo lagi enggak enak badan juga harus makan lah, Nanti pingsan lho"ucap Meta
"Gue pesenin kayak biasa ya? "tanya Meta meyakinkan
"Ya udah deh iya" ujar Vanya pasrah
"Sakit apa lo Va? tanya Fani
"Tahu nih dari bangun tidur rasanya badan gue lemes banget" ujar Vanya
"Emang kemaren lo balik jam berapa abis jalan sama si Niko?" tanya Fani
"Jam 6 juga udah sampe ke rumah lagi" jawab Vanya
"Langsung balik berarti enggak kemana-mana dulu" ucap Fani
"Enggak mau kemana lagi abisnya" ujar Vanya
"Yah enggak seru dong " ucap Fani
"Iya emang enggak seru banget" ujar Vanya sebal
Soalnya ada si br*ngs*k yang ikut-ikutan batin Vanya
"Nih pesenan lo" ucap Meta pada Fani
"Nih Va punya lo juga" ucap Meta pada Vanya
"Si Riri kemana sih?" tanya Meta
"Tadi bilangnya mau ke kelasnya Evan dia buatin bekel katanya" ucap Fani sambil menyantap Bakso miliknya
"Aduh enggak kebayang gue gimana tampangnya si Evan pas nyoba masakan si Riri" ujar Meta
"Iya gue inget aja tuh pas dia buat brownies, Pahit banget mana keras kayak batu, Hadeh enggak lagi-lagi gue kapok kalau kerumahnya disuruh cobain masakan dia" ujar Fani kapok
"Hahaha parah lo sama temen sendiri juga"ujar Meta tertawa puas
Fani dan Meta menyantap makanannya
"Va kok enggak dimakan?" tanya Meta ketika melihat Vanya hanya mengaduk-aduk makanannya
"Iya lagi enggak pengen" ucap Vanya
"Daripada cuma lo aduk-aduk gitu doang mending kasih ke gue Va" ucap Fani
"Ya udah nih"ujar Vanya seraya mendorong mangkuknya ke Fani
"Fan orang si Vanya lg ga enak badan malah lo embat"protes Meta
"Udah enggak apa-apa orang enggak bakal ke makan sama gue juga, Gue ke kelas duluan ya"ucap Vanya sambil beranjak pergi.
Vanya tiba di kelas dan hanya ada ia seorang diri, Ia menaruh kedua tangannya di atas meja serta merebahkan kepalanya, Ia ingin tidur sebentar dan mulai memejamkan matanya.
Sekitar 5 menit ia membuka matanya dan mulai duduk kembali, Namun ia melihat ada 1 botol air mineral serta 1 bungkus roti di mejanya.
Dia mengambil air mineral ada sebuah catatan yang menempel disana
Note :
Harus makan, Supaya kuat belajarnya
Cepet sehat dan ceria lagi ya
Niko
Vanya tersenyum dan membuka botol air mineral lalu meminumnya, Sementara rotinya ia simpan terlebih dahulu.
Kriiiiiiiiiinnngggggg
Bel tanda istirahat telah usai, Para murid mulai berdatangan silih berganti masuk ke dalam kelas melanjutkan jam pelajaran berikutnya.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah