NovelToon NovelToon
Suster Kesayangan CEO Lumpuh

Suster Kesayangan CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Ketos / CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ra za

Sebuah peristiwa nahas menghancurkan hidup Leon dalam sekejap. Bukan hanya tubuhnya yang kehilangan fungsi, tapi juga harga diri, masa depan, dan perempuan yang pernah ia cintai sepenuh hati. Sosok yang dulu dikenal sebagai CEO muda paling gemilang di kota itu kini terkurung di balik dinding kamar, duduk di kursi roda, ditemani amarah dan rasa hampa yang tak pernah pergi.
Kepribadiannya berubah menjadi dingin dan kasar. Setiap perawat yang ditugaskan akhirnya menyerah, tak satu pun sanggup bertahan menghadapi kata-kata sinis dan ledakan emosinya. Hingga suatu hari, hadir seorang suster baru. Gadis muda dengan sikap lembut, namun menyimpan keteguhan yang tak mudah runtuh.
Ia merawat Leon bukan sekadar menjalankan kewajiban, melainkan menghadirkan kesabaran, kehangatan, dan secercah cahaya di tengah hidupnya yang gelap. Namun, akankah ketulusannya cukup untuk meruntuhkan benteng hati Leon yang telah membeku? Ataukah ia akan bernasib sama. Pergi, meninggalkan Leon. dalam keterpurukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Mulai Bangkit

Setelah memastikan Leon tertidur dengan tenang, Nayla dan Nyonya Gaby perlahan keluar dari kamar. Pintu kamar ditutup perlahan, agar tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan pria itu. Di luar kamar, suasana terasa hening, namun hati Gaby bergemuruh.

Tatapan Gaby tertuju pada dahi Nayla yang terluka, meski sudah diobati. Rasa bersalah tetap menyeruak di dadanya. Bukan hanya sebagai seorang ibu, tapi juga sebagai wanita yang merasa Nayla telah terlalu banyak berkorban untuk Leon.

“Nayla…” ucap Gaby pelan, namun suara itu sarat dengan beban emosi. “Maafkan Leon, ya… Karena merawat anak saya, kamu jadi terluka. Apa setelah kejadian ini… kamu masih ingin tetap merawatnya?”

Nayla menatap Gaby dengan senyum lembut. Senyum yang menunjukkan kekuatan dan ketulusan, bukan kepura-puraan.

“Tidak apa-apa, Nyonya,” jawab Nayla lembut. “Hanya luka kecil. Nanti juga sembuh kan sudah Nyonya obati. Saya tidak menyalahkan Tuan Leon. Saya tahu, dia sedang tidak baik-baik saja. Saya akan tetap merawatnya… selama saya masih dibutuhkan.”

Mata Gaby mulai berkaca-kaca mendengar jawaban Nayla. Ia mengangguk perlahan, kemudian menggenggam tangan gadis itu.

“Terima kasih, Nayla. Hatimu benar-benar lembut. Aku beruntung kamu hadir dalam hidup Leon. Semoga setelah ini, dia tidak akan mengamuk lagi.”

Nayla hanya tersenyum. Belum sempat ia menjawab, suara langkah kaki terdengar mendekat. Seorang pria dengan jas hitam dan ekspresi khawatir datang dengan cepat. Rafa.

Rafa tahu betul bahwa Nyonya Gaby pulang terburu-buru dari kantor. Ia sudah menduga pasti ada sesuatu yang terjadi. Begitu semua urusannya selesai, ia langsung menyusul ke rumah keluarga Mahesa.

“Maaf, Tante… Bagaimana kondisi Leon?” tanya Rafa begitu sampai di hadapan mereka.

“Leon sudah tidur sekarang. Kondisinya sudah tenang,” jawab Gaby sambil menghela napas, masih terlihat lelah secara emosional.

Rafa kemudian mengalihkan pandangannya ke Nayla. Rasa penasaran dan khawatir tergambar jelas dari sorot matanya.

“Apa yang terjadi? Kenapa Leon bisa mengamuk lagi? Setahuku… sejak kamu merawatnya, dia tak pernah mengamuk seperti ini lagi.”

Gaby mendengarkan dengan seksama. Baru ia sadar, sejak tadi belum sempat bertanya pada Nayla tentang penyebab Leon mengamuk. Kepanikannya tadi membuatnya langsung berfokus pada putranya.

Nayla tampak menunduk sejenak sebelum menjelaskan.

“Tadi sore, Tuan Leon minta saya menemaninya ke taman kota. Kami baru saja berjalan beberapa menit… saat tiba-tiba Tuan Leon minta pulang. Rupanya, ia melihat mantan kekasihnya di sana.”

Rafa langsung mengangguk pelan, seolah mengerti.

“Clarissa…” gumamnya.

Gaby menatap Rafa penuh tanya. Rafa hanya memberi anggukan kecil sebagai penegasan.

“Sejak kecelakaan itu, Leon memang sangat terpukul karena ditinggal Clarissa,” ujar Gaby, suaranya mengandung nada pilu. “Tapi aku tak menyangka bayangan perempuan itu masih sekuat itu mengganggunya.”

“Leon butuh waktu, Tante,” ujar Rafa pelan. “Tapi dia juga butuh orang-orang yang bisa membantunya pulih… seperti Nayla.”

Nayla hanya tersenyum tipis mendengar ucapannya. Tak ada yang mudah dalam merawat seseorang dengan luka sedalam itu, namun ia juga tak bisa meninggalkannya begitu saja. Ia sudah terlanjur peduli.

“Bolehkah aku melihat Leon sebentar?” tanya Rafa.

“Silakan,” jawab Gaby, mengangguk.

Rafa pun melangkah pelan menuju kamar Leon. Di belakangnya, Gaby dan Nayla hanya berdiri, saling diam dalam lamunan masing-masing.

 

Rafa melangkah masuk ke dalam kamar Leon dengan perlahan. Udara malam yang tenang menyelimuti ruangan, hanya terdengar suara detak jam di dinding yang berdetak pelan. Di atas ranjang, Leon tertidur dalam diam, wajahnya tampak tenang, meski masih meninggalkan bekas luka batin yang belum sembuh.

Rafa berdiri di tepi ranjang, menatap sahabat sekaligus atasannya itu dengan perasaan campur aduk. Dalam hati, ia berkata lirih, “Kamu harus kuat, Leon. Kamu harus bangkit. Jangan biarkan mereka menang.”

Rafa hendak berbalik dan melangkah keluar, namun langkahnya terhenti ketika sebuah suara serak namun tegas memecah keheningan.

"Apa kau sudah tahu tentang mereka?" suara itu berat, namun jelas.

Rafa menoleh. Leon sudah terjaga, menatapnya lurus dari ranjang. Meski tubuhnya lumpuh, sorot matanya kini mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran dan semangat yang perlahan tumbuh kembali.

Rafa berjalan kembali mendekat, wajahnya sedikit menegang. Ia tahu siapa yang dimaksud Leon.

"Maaf, Leon..." ucap Rafa dengan nada bersalah. "Sebenarnya aku sudah lama tahu. Sejak awal aku ingin memberitahumu, tapi aku khawatir dengan kondisi mentalmu waktu itu. Aku takut kamu akan makin jatuh."

Leon menghela napas panjang. Pandangannya kosong menatap langit-langit kamar, seolah sedang memutar kembali semua kejadian menyakitkan yang baru ia ketahui.

"Kapan kau tahu?" tanya Leon pelan.

"Beberapa minggu setelah kecelakaanmu. Aku menyelidiki mereka diam-diam, tanpa instruksi darimu. Aku minta maaf soal itu," ujar Rafa jujur. "Tapi aku merasa harus mencari tahu, dan ternyata… hubungan mereka bukan sekadar kebetulan. Mereka sudah dekat bahkan saat kamu masih di ruang ICU."

Tangan Leon mengepal di atas selimut. Meski tidak bisa berdiri, hatinya masih bergejolak. Luka karena pengkhianatan Clarissa dan musuhnya Davin, tidak hanya menghancurkan hatinya, tapi juga harga dirinya.

"Apa mereka ada rencana lain?" suara Leon terdengar pelan, tapi kali ini tidak ada nada putus asa di sana. Yang terdengar hanyalah… amarah yang terpendam.

Rafa mengangguk, lalu duduk di kursi di samping ranjang Leon.

"Sejauh ini, dari data yang kukumpulkan, mereka bersama mempunyai rencana untuk menjatuhkan mu, yang mana Davin yang memang sudah lama menaruh dendam dengan mu. Merasa kini adalah waktu yang tepat, ditambah lagi Clarissa lebih memilih nya. dan sekarang Clarissa mendukung sepenuhnya rencana Davin.

Leon menutup mata. Hatinya perih, tapi kali ini bukan untuk menangis. Justru dari kepedihan itu, mulai tumbuh tekad. Kata-kata Nayla dan mamanya kembali terngiang di kepalanya.

“Kamu tidak sendiri.” “Kamu harus bangkit.”

"Terima kasih, Rafa," ucap Leon akhirnya. "Mulai sekarang, aku tak mau lagi dikasihani. Aku harus kembali, dengan cara apapun."

Rafa tersenyum lega mendengar ucapan itu.

"Itu yang ingin aku dengar dari kamu. Aku, Nayla, Tante Gaby... semua ada untukmu, Leon. Tapi perjuangan ini tetap harus kau yang pimpin. Jangan biarkan Clarissa dan Davin tertawa di atas kehancuranmu."

Leon menatap Rafa. Tatapan yang dulunya kosong, kini mulai berubah. Ada bara kecil yang menyala, menandakan awal kebangkitan seorang pria yang pernah runtuh, namun tak akan menyerah.

"Aku akan kembali. Bukan karena dendam. Tapi karena aku ingin membuktikan, bahwa aku bukan pria lemah yang bisa mereka injak sesuka hati."

Rafa berdiri dan menepuk bahu Leon perlahan.

"Dan ketika waktunya tiba, aku akan berada di barisan paling depan untuk menyaksikan mereka tumbang."

Keduanya terdiam, namun dalam diam itu, terbentuk tekad dan kesepakatan. Luka mungkin belum sembuh, tapi semangat untuk bangkit telah kembali.

1
Ika Yanti Unyil
setiap babnya panjang thor.bahasanya mengalir dengan alur yang menarik.meski banyak masalah di awal akhirnya keluarga mahesa mendapatkan kebahagiaan yang lengkap dan harmonis.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰🥰
ollyooliver
boleh ceritanya memyedihkan..terlalu bodoh jangan😌
ollyooliver
selama surat tanahnya belum sampai ke ibu tiri..knp meski tia takut dan pusing tinggal dmn? lagian mereka tdk akan mengambil rumah itu tanpa persetujuan dari pemilik sah.
ollyooliver
rumah atas nama siapa? kalau masih bapaknya..ya yg teruskan jelas anak kandung sebagai pemilik. kalau mau buat cerita memyedihkan jangan terlalu bodoh juga..hilang segala perhianasan dan pakaian. tapi yg berkuasa ttp anak kandung.
Mami Radifa
Rafaaa... Kamu hadir d waktu yg salah 😁😁😁😁🤭🤭🤭
Rezi Linda
sy kurang suka ada komflik,orang baik jangan ada musuh la yaa
YULIEN KANTOHE
semoda dbay tia dan rafa cepat sembuh ya.
YULIEN KANTOHE
enak aja leon minta mimi lagi sama nay 🤣🤣🤣🤭
YULIEN KANTOHE
congratulation baby arkana mahesa pratama 🎉🎉🎉
YULIEN KANTOHE: welcome baby Arkana Mahesa Pratama 🎉🎉🎉
total 1 replies
YULIEN KANTOHE
kasiang de rafa.nimbole ba dekat pa Tia kalau mo ciong rafa pa babou badan pasti Tia. mo muntah🤣 🤣🤣 sabar rafa.
YULIEN KANTOHE
wow,ada calon penerus pp rafa ini rupax.🤣🤣🤣
YULIEN KANTOHE
Tuai saja apa yg kau tabur clarisa.🤭
YULIEN KANTOHE
kiapa ngana langsung pucat clarisa.tako pa sapa nga ha.pa leon.karena leon ,rafa sudah tau nga p akal bulus.🤭🤣🤣🤣
YULIEN KANTOHE
pd kali kau ini klarisa.mencuri dokumen itu perbuatan. yg tidak baik klarisa.kau kira leon secepat itu luluh hatinya untuk berbalikarah padamu😄😄😄 mimpi.🤭
YULIEN KANTOHE
hati hati ada penyadap suara di ruanganmu leon.rafa cepat pecat manejer suruhan klarisa itu.berbahaya buat perusahaan.😄
YULIEN KANTOHE
klarisa rerlalu pd sekali.dia tidak tau kalau Rafa sudah tau gerak gerik manejer yg di jadikan clarisa mata mata.itu.🤭
YULIEN KANTOHE
pembalasan lebih kejam dari perbuatan lisa,supaya ngana tau itu.🤭🤣🤣🤣
YULIEN KANTOHE
tinggal menunggu tanggal main untuk lisa di hukum dalam penjara bawah tanah.🤭😄
YULIEN KANTOHE
awas saja kau lisa.pasti kau langsung di pecat
YULIEN KANTOHE
serunya di bab ini😄.next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!