NovelToon NovelToon
Kaulah, Pilihan Hati

Kaulah, Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Romansa
Popularitas:313.1k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Sequel
" Semerbak wangi Azalea."
" Cinta Zara."

" Sah."
Satu kata, tapi kata itu bisa berakhir membuatmu bahagia atau sebaliknya.
Zayn Ashraf Damazal akhirnya mengucap janji suci di depan Allah. Tapi mampukah Zayn memenuhi janji itu ketika sebenarnya wanita yang sudah resmi menjadi istrinya bukanlah wanita yang dia cintai?

Cinta memang tidak datang secara instan, butuh waktu dan effort yang sangat besar. Tapi percayalah, takdir Allah akan membawamu mencintai PilihanNya. Pilihan hati yang akan membawa mu menuju surga Allah bersama sama

" Kamu harus tahu bahwa kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang tidak di takdirkan untukmu." _Ali bin Abi Thalib.

" Perempuan perempuan yang baik untuk laki laki yang baik, laki-laki yang baik untuk perempuan perempuan yang baik pula." _ QS.An - Nur 26

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 : Ulah Kanaya

Aretha menunggu supir pribadi umi Nisa di pelataran parkir rumah sakit. Dia tidak membawa kendaraan pribadi. Beberapa hari belakangan ini, Aretha selalu berangkat dan pulang bersama dengan Zayn. Karena Zayn tidak ikut pulang ke rumahnya, jadilah Aretha menghubungi umi untuk menjemputnya.

Mobil mewah itu kini sudah terparkir cantik , Aretha membuka pintu dan berencana masuk ke dalam, tapi Zayn datang dan menahannya.

" Pulang bersamaku." Zayn menutup pintu mobil dan menyuruh supir umi Nisa untuk pulang lebih dulu.

Aretha terkejut. Zayn menarik tangan Aretha dan membawanya masuk ke dalam mobil.

Mobil Zayn melaju dengan kecepatan sedang. Seperti biasa suhu akan berubah mines sekian derajat saat hanya ada mereka berdua. Apalagi, suasana hati Zayn sedang buruk. Jadi tidak memungkinkan untuk Aretha mengajaknya berbicara.

Zayn memarkir kendaraannya di garasi rumah mewah Mahawira.

Aretha turun di susul Zayn.

Sepanjang langkahnya, Aretha terus memperhatikan sikap Zayn. Dan dari ekspresi nya, Aretha bisa memastikan jika Zayn sudah tau Kanaya pulang ke rumah.

Seketika, kesedihan datang menyelimuti perasaannya.

Mereka berada di ruang tamu, sepi.

Aretha dan Zayn tetap melangkah masuk hingga tiba di ruang keluarga .

Plaakk.....

Suara tamparan itu terdengar nyaring sekali membuat Aretha dan Zayn terkejut bukan main.

Kanaya terhuyung. Untung umi Nisa berdiri tepat di belakangnya hingga dengan sigap, umi Nisa bisa menangkap tubuh Kanaya yang hampir terjatuh.

Abi Dzaky marah besar, tangannya sampai gemetar dengan rahang yang mengeras. Netranya memancarkan kilatan amarah dan kesedihan di saat yang bersamaan.

Abi Dzaky kecewa dengan keputusan Kanaya yang pergi di hari pernikahannya hingga Aretha yang harus menanggung semuanya.

Kanaya memegang pipi kanannya yang terasa kebas. Wajar jika dia menerima murka kedua orang tuanya. Tapi sebenarnya, dia tidak berniat untuk pergi di hari itu, hanya saja ancaman datang padanya hingga mau tidak mau Kanaya harus menghilang.

Sepertinya Abi Dzaky belum puas, tangannya kembali terayun setelah Kanaya mampu berdiri tegak.

Tapi Zayn datang sebagai pahlawan dan menahan tangan mertuanya.

" Sudah Abi. Sudah cukup." Kata Zayn.

Aretha segera menghampiri Kanaya. Melihat Aretha mendekatinya , Kanaya seketika memeluk adiknya itu.

" Mbak minta maaf dek." Ucapnya sembari menangis.

Aretha membisu, dia tidak punya jawaban untuk permintaan maaf Kanaya. Yang Aretha lakukan hanya membalas pelukan kakaknya.

Abi Dzaky pergi dengan wajah yang menahan amarah, umi Nisa menyusul berusaha menenangkan suaminya. Tinggallah mereka bertiga.

Aretha mundur perlahan setelah Kanaya melepas pelukannya.

Zayn menatap Kanaya." Kau tidak apa apa?" Tanyanya lembut.

Kanaya mengangguk.

" Sebaiknya kamu masuk ke kamar dan istirahat." Lanjut Zayn.

Kanaya benar benar menuruti perkataan Zayn. Dia melangkah masuk ke dalam kamarnya.

Zayn berdiri sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Aretha di belakangnya hanya menatap dengan sendu. Lama mereka terdiam, hingga Aretha memecah kesunyian di situasi yang lumayan tegang.

" Mas.." Panggil Aretha.

Zayn terkesiap. Kejadian tadi mengalihkan perhatian nya hingga dia lupa jika ada Aretha di sana.

Zayn menoleh. Netranya bersitatap dengan Aretha. Wajah cantik nan teduh itu membuat hatinya berdesir. Jujur, Zayn takut Aretha marah karena sikapnya yang terkesan lebih memperhatikan Kanaya.

Karena itu, Zayn sigap menghampiri Aretha. Dengan penuh kasih sayang dia mengusap kepala istrinya yang tertutup jilbab panjang.

" Iya, kenapa? Ada yang kamu butuhkan?" Suara nya terasa begitu lembut menembus jantung Aretha.

Aretha menggeleng sembari tersenyum. Zayn sungguh bersikap manis padanya, dan itu membuat Aretha merasa bahagia.

" Ayo ke kamar. Hari ini aku sangat lelah." Ajak Zayn sekaligus kembali menarik tangan Aretha untuk ikut bersamanya.

Malam hari rumah mewah Mahawira seakan tidak berpenghuni. Sejak kejadian sore tadi, Abi Dzaky dan umi Nisa tidak pernah keluar kamar, mereka melewatkan jam makan malam, begitupun dengan Kanaya.

Zayn dan Aretha pun sama, mereka lebih betah berada di dalam kamar. Apalagi Zayn, ini kesempatan yang sangat langka untuk nya, Namun tidak dengan Aretha. Sebenarnya, dia risih. Aretha jadi tidak leluasa untuk bergerak. Apalagi, posisi Zayn yang berada di atas tempat tidur yang bisa dengan mudah memperhatikan semua gerak gerik Aretha.

Aretha mulai mondar mandir tidak jelas. Dia mengantuk, tapi tidak mungkin naik ke tempat tidur yang sudah di kuasai oleh Zayn.

Tingkah Aretha itu membuat Zayn sakit kepala. Dia menyimpan ponsel yang sedari tadi dia pegang setelah membalas beberapa chat dari rumah sakit.

" Apa yang kau lakukan?"

Aretha terlonjak kaget dengan teguran Zayn yang datang tiba tiba.

" Aaa..tidak ada." Ucapnya di barengi dengan gelengan kepala di sertai mimik wajah yang lucu. Dan ulahnya itu semakin membuat Zayn jadi gemas ingin mencubit pipi putih nan mulus itu.

Zayn melipat kedua tangannya di dada.

" Sampai kapan kamu akan merusak mata ku dengan berjalan mondar mandir tidak jelas seperti itu? Cepat tidur."

Aretha berdiri mematung menatap Zayn.

" Baiklah."

Aretha melangkah menuju lemari pakaian, di sana ada kasur mungil yang selalu menjadi pilihan pertamanya jika sedang dalam suasana hati yang buruk.

" Mau kemana?" Teriak Zayn.

" Tidur, tadi mas sendiri yang menyuruhku ."

Zayn menghela nafas.

" Maksudku, tidur nya di sini." Zayn menepuk kasur di sebelahnya.

Aretha melongo. Tanpa sadar dia menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan ide Zayn.

Zayn melihat itu. Dan seketika ekspresinya berubah jadi kesal.

" Kau tidak mau? Apa perlu aku yang turun dan menggendong mu? " Suaranya jadi naik setengah oktaf karena di landa ketidak sabaran.

Aretha mengalah, dengan langkah gontai, dia berjalan ke arah tempat tidur.

Senyum Zayn mengembang sempurna tatkala Aretha sudah merebahkan tubuhnya tepat di samping Zayn. Dan suatu keberuntungan buatnya, kasur Aretha tidak lah terlalu besar, tidak sama dengan ranjang yang berada di kamarnya di rumah mewah Brawijaya. Jadi dengan sedikit gerakan saja, tubuhnya akan langsung bersentuhan dengan Aretha. Dan memang sebenarnya itulah yang Zayn harapkan.

Zayn mematikan lampu dan turut membaringkan tubuhnya. Atmosfer jadi berubah hangat ketika posisi tidurnya dia hadapkan ke arah Aretha, meski Aretha membelakanginya, namun wangi tubuh istrinya itu mampu menggelitik indra penciumannya. Zayn menutup mata dan menghirup dalam dalam aroma memabukkan itu.

Tangannya jadi tidak sabar untuk menarik pinggang ramping Aretha agar rapat dengan tubuhnya. Zayn yakin hanya dengan satu kali tarikan saja, Aretha pasti sudah masuk ke dalam pelukannya.

Tapi apakah dia berani melakukannya? Tidak... itu hanya khayalan yang terasa nyata baginya.

Berbeda dengan Aretha, tidur berdua di kasur yang sama sudah cukup baginya. Aretha hanya berharap ini bukan yang terakhir kali dia bisa tidur berdua dengan Zayn, karena jika perpisahan itu benar benar terjadi, Aretha pasti akan hidup dalam kesendirian dan kesedihan yang sangat amat dalam.

Aretha tidak ingin menciptakan terlalu banyak kenangan manis antara dirinya dan Zayn, sebab akan ada rasa tidak ikhlas menerima jika akhirnya nanti mereka berpisah.

Malam berlalu begitu indah, Zayn masih bisa mengontrol dirinya, meski rasa gerah dan hawa panas menyelimuti seluruh tubuhnya. Bayangkan dia harus berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi hasrat yang membuncah demi mempertahankan kewarasan dan egonya yang setinggi puncak gunung Himalaya.

Ingin menyentuh, Zayn sungkan, ingin memeluk, Zayn ragu. Pertimbangannya terlalu banyak hingga pagi menjelang tanpa terjadi apa apa.

Seperti biasa, Aretha akan terbangun di jam tiga dini hari, menjalankan sholat, dzikir dan mengaji. Setelah itu barulah dia ke dapur.

Aretha membantu bibi di rumahnya untuk menyiapkan sarapan pagi. Biasanya akan ada umi Nisa yang sudah menggulung lengan gamisnya dan memasak makanan lezat untuk Abi Dzaky dan semua penghuni rumah, tapi pagi ini sedikit berbeda. Umi belum juga menampakkan batang hidungnya hingga Aretha sendiri yang harus menyelesaikan semua.

Sarapan sudah siap di atas meja. Waktunya memanggil seluruh keluarga untuk sarapan bersama.

Aretha ke kamarnya dan perlahan membuka pintu.

Namun, Aretha dikejutkan dengan kehadiran tamu yang tidak di undang di dalam kamar tidurnya.

Aretha menatap tajam ke arah wanita cantik itu.

" Apa yang mbak lakukan di kamar ku?"

...****************...

1
sherly
Zayn suka kali nyari Masalah dah tau dia cemburuan eh malah pengen tau cowok2 disekitar Retha....
sherly
alamak bisa melayang si Zayn sampai luar angkasa aaa.... cieee Zayn yg penting adalah kamulah pemenangnya
sherly
emang itu yg diharapkan Ama si Zayn ... kata cinta
Paris Sutiawan
Luar Biasa
Bak Mis
Setelah semua penjelasan retha smh zayn puas dan tidak pernah cemburu yg kelewat batas itu
SasSya
Zayn ini tipical orang introvert yang lurus gak punya teman
jdi za giniiii
tau sebegitu banyaknya teman2 Aretha di masa lalu , apalagi kebanyakan cowok ganteng,langsung " mbebek'i" wekwekwekwek😆😂😂😂😂

untung pawangnya pinter jawab

tiap hari udah ngadon , Semoga Zayn saset segera launching za miii🤲🏻🤲🏻🤲🏻
langsung 3 🤓🤭🤲🏻🤲🏻🤲🏻
SasSya
berasa anak tiri za dok🤣
yellya
sabar zayn 🤭
Emii
zayn bener2 yaaa pencemburu butaaaa, salah sendiri dia gak punya temen cewek ya thor
ir
" Umi segera menghampiri Aretha " gitu kali maksdnya ya kak, aku tadi baca ulang² akhirnya paham
ini kalo Zayn sachet ga jadi² kebangetan sih, di serang mulu tiap mlm sama pagi Aretha nya 🤣🤣
3 dhi: Iya, typo kak, maaf ya...othor perbaiki deh...makasih banyak koreksinya 😘😘😘🙏🙏🙏
total 1 replies
Chusnul Zazah
Masyaalloh Aretha cantik nan Sholehah hebat banget dalam menunduk sang suami cool yg lagi cemburu tingkat dewa, dengan cara elegan mengungkapkan semuanya dengan berani, akhirnya bisa meredakan hawa kecemburuan Zayn dan siap2 kamu menerima keganasannya 😂😂😂😂🤭
🌷💚SITI.R💚🌷
zayn cimburu yg ga jelas dia ug buat dia jg yg mrah
Fittar
tuh dengerin zayn...dengerin...
mau penjelasan apa lagi kamu dari aretha. sudah ya, nikmatin saja sekarang kebersamaan kalian dengan bahagia.
Eonnie Nurul
denger Zayn malu bertanya sesat di jalan tapi kebanyakan bertanya menyulitkan diri sendiri 🤣🤣
Aras Diana
lanjut thor
Emii
aretha yg sabar yaa kalo zayn kumat, padahal sardi udah bilangin, tapi dasar zayn aja keras kepala.. kalo zayn cemburu buta tinggalin ke rumah umi aza aja ya tha
Marlina Prasasty
untung hpnya Sardi tdk jd di banting gara2 kecemburuan tingkat dewa/Shy//CoolGuy/
Eonnie Nurul
sangat bagus aku baca dari umi Aza,Zara dan dan sekarang Zayn ♥️💕
sherly
aku jadi penasaran hub si Kanaya dan Rafael dimulai dr mana? kok bisa ?padahal si Rafael katanya diam2 cinta Ama si tatha malah terusan bergulat Ama si Kanaya...
Bak Mis
ini si Sardi ada "aja omongan nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!