NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 ~ Bawa Ke Kamarku Saja?!

Beberapa hari ini Raina merasakan perubahan itu. Tidak lagi merasakan siksaan dari Marvin, bahkan pria itu selalu berlalu pergi saat melihatnya. Mungkin sudah tidak menyiksanya secara fisik, tapi dia menyiksanya secara batin. Membuat Raina jelas merasa jika dirinya tidak pernah di anggap ada.

Marvin bahkan tidak pernah menegur atau membalas sapaannya. Raina menyadari setiap perubahan itu, tapi dia juga bingung apa harus senang atau bagaimana saat ini. Mungkin senang karena tidak ada lagi kekerasan fisik, tapi mungkin juga tidak bisa disebut ini adalah kebebasan, karena dia tetap berada dalam penjara pernikahan Marvin yang entah kapan bisa berakhir.

Renungan atas apa yang sedang terjadi, membuat Raina terdiam cukup lama di teras samping. Duduk menyendiri sambil menatap taman yang sunyi dan sepi. Kakinya di tekuk dengan kedua tangan yang memeluknya. Tatapan lurus, namun kosong, lampu-lampu taman yang menyala sama sekali tidak menarik perhatiannya. Beberapa saat hanya terdiam dalam kesunyian itu, sampai suara deruman mesin mobil terdengar dari halaman depan. Raina tahu jika itu pasti suaminya yang pulang, tapi dia tidak berniat untuk menyambutnya atau menunggunya seperti beberapa hari ke belakang. Saat ini Raina hanya ingin menenangkan diri dan pikirannya sendiri. Sudah tidak mau terus berharap lebih pada pria yang bahkan tidak pernah mau menganggap kehadirannya.

"Nona, Nona"

Teriakan itu membuat Raina segera berdiri dan masuk ke dalam rumah. Melihat pelayan yang berlari ke arahnya sambil terus berteriak memanggilnya.

"Ada apa Mbak?"

"I-itu Nona, Tuan Muda kecelakaan"

"Hah? Beneran Mbak?" Raina berjalan cepat mendahului pelayan tadi, pergi ke ruang tengah. Melihat Bayu bersama Byan dan Marvin yang duduk di sofa bad dengan satu kaki terpasang gifs dan kepala yang di perban. "Ya Tuhan, apa yang terjadi? Kenapa Kak Marvin bisa seperti ini?"

Byan dan Bayu langsung menoleh pada Raina yang baru muncul. Melihat wajahnya yang khawatir, bahkan tangannya terlihat gemetar.

"Suamimu maksa untuk dibawa pulang saja, padahal kondisinya seperti ini. Tapi dia anti sekali tinggal di rumah sakit" jelas Bayu.

Raina menatap Bayu dan Byan secara bergantian, lalu melihat Marvin yang hanya diam saja dengan satu kaki dipasang gifs dan berselonjor di sofa itu. Kecelakaannya cukup parah hingga kakinya di gifs dan kepalanya juga di perban. Tapi mungkin tidak ada luka dalam yang berbahaya sampai Marvin bisa di izinkan pulang.

"Memangnya apa yang sudah terjadi, Kak?" tanya Raina pada Bayu dan Byan.

"Marvin kecelakaan, mobilnya menabrak pohon pinggir jalan. Entahlah, kenapa dia bisa menabrak pohon tidak bersalah itu" ucap Byan dengan sedikit gurauan.

"Ck, sebaiknya kalian bantu aku pergi ke kamar"

"Hah, menyusahkan saja" ketus Bayu, tapi dia tetap membantu Marvin untuk berdiri dengan satu kakinya, karena kaki sebelahnya di pasang gifs.

"Em, Kak, sebaiknya di bawa ke kamarku saja" ucap Raina dengan hati-hati, tangannya sudah gemetar takut akan kemarahan Marvin. "Karena kalau di lantai atas, akan sulit naik tangga. Sementara kamarku disini, jadi lebih mudah"

Byan dan Bayu saling melirik penuh arti, senyuman mereka sudah menunjukan apa yang ada dalam pikiran keduanya adalah sama.

"Apa-apaan kau ini? Kamar tamu saja, di rumah ini masih banyak kamar kosong, dan kenapa harus di kamar yang kau tempati. Aku tidak sudi!"

Bayu menghembuskan napas kasar dengan sedikit menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Sudahlah, kau menurut saja pada istrimu. Lagian kau takut apa kalau tinggal satu kamar dengan Raina? Dia tidak akan memperkosamu, seperti yang kau lakukan di malam pertama"

Marvin melirik tajam pada Bayu yang selalu berbicara terlalu nyata dan pedas. Namun, memang semuanya kenyataan. Baru saja dia akan kembali melontarkan penolakan, tapi kaki satunya lagi sudah di angkat oleh Byan, dan Marvin di gotong oleh kedua sahabatnya menuju kamar Raina.

"Tunjukan dimana kamarmu, Raina. Kita bawa saja pria keras kepala ini ke kamarmu" ucap Byan.

Raina langsung berlari mengikuti mereka, membukakan pintu kamarnya dan membantu mereka berdua membaringkan tubuh Marvin di atas tempat tidur. Meski pria itu terus protes dan menolak untuk tinggal di kamar ini.

Bayu menarik selimut menutupi tubuh Marvin, mendorong kepala Marvin yang sudah ingin kembali bangun hingga terjatuh di atas bantal. "Orang sakit jangan banyak protes. Tidur dan istirahat saja, masih untuk istrimu masih mau merawatmu yang keras kepala ini"

"Bayu sialan!"

Bayu dan Byan tidak memperdulikan, keduanya malah berbalik membelakangi Marvin. Menghadap Raina, dan Bayu menepuk bahu Raina.

"Raina, titip dia ya. Sekarang dia tidak bisa banyak melakukan apa-apa, jadi kau bebas mau melakukan apapun padanya. Kalau mau kau bunuh juga, terserah padamu"

"Haha, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan padanya sebagai bentuk balas dendam Rain, kami mendukungmu" timpal Bayu, dia melirik sekilas pada Marvin yang masih terbaring tak berdaya di atas tempat tidur, namun wajah dan tatapan matanya sudah menunjukan kesal yang luar biasa.

Raina hanya tersenyum masam melihat kelakuan dua teman Marvin ini. Tingkah mereka yang terkadang diluar nalar, tapi Raina juga bisa melihat kalau sebenarnya keduanya juga begitu peduli pada Marvin. Kalau tidak, mana mungkin mereka mau membawanya pulang ke rumah, dan saat kecelakaan juga mereka yang pertama kali di hubungi.

"Terima kasih ya sudah membawa Kak Marvin pulang"

"Iya Rain, santai saja" ucap Byan.

Setelah keduanya pergi, Raina melangkah pelan mendekat ke arah tempat tidur. Kedua tangan saling bertaut sedikit gemetar, tatapan mata sayu, namun tetap berusaha untuk berbicara meski ragu.

"Mau ganti baju dulu, Kak?"

Marvin memalingkan wajahnya, selain masih kesal dengan kedua temannya, tapi dia juga lebih tidak suka berada disini dan berbicara dengan istrinya di dalam satu ruangan yang bernama kamar.

"Aku siapkan dulu air hangat dan baju gantinya ya" ucap Raina lagi ketika diabaikan begitu saja oleh Marvin.

Raina pergi ke kamar mandi, membawa wadah berisi air hangat dan handuk kecil. Juga pakaian lengkap yang dia bawa dari kamar Marvin di lantai atas. Raina duduk di pinggir tempat tidur setelah semuanya siap.

"Kak, aku bantu lepas dulu pakaiannya ya" ucapannya begitu pelan, penuh ragu. Tangan yang gemetar perlahan membuka kancing kemeja Marvin dan melepasnya. Membantu Marvin untuk duduk bersandar agar lebih nyaman, tubuh besar pria itu membuatnya kesulitan dan hampir kewalahan menahan tubuhnya. Tapi akhirnya dia bisa membuat Marvin duduk bersandar.

Raina mengelap tubuh Marvin mulai dari pipinya dulu, tangannya masih gemetar, tatapannya sayu penuh ragu. Ketika matanya menatap tepat pada bola mata biru yang tajam itu. Seketika dadanya berdebar kencang tak karuan.

"Cepatlah! Kau jangan menjadikan ini kesempatan untuk menikmati tubuhku!" tekan Marvin.

Raina langsung mengerjap, dia segera melanjutkan membersihkan tubuh Marvin. Mengelap lembut bagian leher, turun ke dada hingga ke perutnya. Debaran kencang di dadanya sudah tak karuan, bahkan Raina berpikir jika Marvin mungkin bisa mendengar suaranya.

Hal yang paling menegangkan, adalah membuka celana suaminya ini. Raina menutup matanya saat dia membuka kancing pengait celana suaminya itu, suara resleting yang dia buka, medominan di ruangan sepi ini. Jantungnya berdebar lebih kencang.

Cepat selesaikan Raina, agar kamu bisa tenang.

Raina mengelap kaki Marvin yang tidak memakai gifs, lalu membantunya kembali memakai celana dan baju yang lebih nyaman untuk tidur. Sedikit kesusahan karena tubuh Marvin yang tinggi tegap, sementara dirinya yang kurus.

Saat ingin memasangkan piyama tidurnya, Raina sedikit mendekat ke tubuh suaminya, bahkan dadanya dan dada suaminya bersentuhkan karena dia memakaikan baju itu. Melirik ke sampingnya, dan Marvin pun sudah menatap ke arah yang sama, membuat keduanya saling menatap untuk beberapa detik saja.

"Aku bisa kancingkan sendiri!" ketus Marvin membuat Raina mengerjap kaget dan refleks berdiri dari duduknya. Setelah bajunya terpasang, Marvin langsung mengancingkan piyama tidur itu sendiri.

"Kalau begitu aku simpan dulu ini, Kak"

Raina berlalu membawa wadah berisi air itu dan pakaian kotor Marvin ke ruang ganti.

Bersambung

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!