Perjodohan yang sudah berlangsung selama 8 tahun, akhirnya kini berakhir dengan sebuah pernikahan. Ya, Jamie Shaga Richardo akhirnya resmi telah menikahi Sheana Zaen Xavier, putri dari Levi dan Lucia. Namun, dibalik pernikahan itu siapa sangka Jamie menyembunyikan sebuah rahasia besar dari semua orang.
Bahkan tidak hanya rahasia itu yang harus Shea hadapi dalam kehidupan pernikahannya? Akan tetapi, pihak lain yang sudah lama mengincar keluarga Richardo dan banyaknya rahasia dalam keluarga itu akan menjadi jalan terjal bagi pernikahan Shea dan Jamie?
Apakah Shea akan mampu bertahan dengan pernikahannya? Lalu rahasia apakah yang Jamie dan keluarga Richardo sembunyikan? Sheana Zaen Xavier yang akan mengungkap semuanya satu persatu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Couple Crazy
“Waah, sepertinya kalian semua memang sudah siap untuk menghadapi kematian. Baiklah, karena kalian semua bersikeras untuk mati, maka kami berdua yang akan menjadi malaikat pencabut nyawa kalian hari ini,” ujar Aaron sembari mengeluarkan senjata rahasianya. Sebuah belati panjang yang dia sembunyikan dengan baik di balik jas yang dia kenakan.
Tanpa buang waktu lagi, Aaron langsung menggila dengan menyerang musuh dihadapannya secara membabi buta. Teriakan kesakitan ketika belati kesayangan Aaron itu, menyentuh dan mengoyak kulit mereka tanpa ampun. Karena terlalu fokus dengan pertarungannya Aaron sampai tidak menyadari bahwa Zef tidak ikut bertarung dengannya.
“Aaron, semangat bertarungnya! Aku percayakan mereka padamu, sementara aku harus memastikan cucu kesayangan Papah Rayden dan Mamah Zhia baik-baik saja. Okay!” seru Zef yang sudah menjalankan mobilnya cukup jauh dari pertarungan Aaron dan anak buah Nigel.
“Sialan kau, Zef! Beraninya kau meninggalkan aku seperti ini. Awas saja kau nanti!” teriak Aaron yang merasa terkhianati, tapi Zef berpura-pura tidak mendengarnya dan tetap melajukan mobilnya.
Aaron sungguh tak percaya bahwa Zef akan meninggalkan dirinya sendirian, tanpa meninggalkan satu pengawal pun untuk membantunya. Seorang Aaron harus melawan sepuluh anak buah Nigel seorang diri? Sungguh saat bertemu dengan Zef lagi, Aaron akan menghajar wajah Zef sebanyak dua kali. Tolong ingatkan Aaro, jika sampai dia melupakannya.
...****************...
Beralih kembali pada pertarungan James dengan Nigel, dimana Shea jelas melihat perbedaan antara Jamie dan James yang sangat bertolak belakang. Jamie memang memiliki kemampuan bela diri, tapi tidak sebrutal James yang dia lihat saat ini. Hingga sebuah ide terlintas di benak Shea, dia pun segera turun dari mobilnya.
Jame, Hugo, Lysa dan para pengawal lainnya tengah bertarung mati-matian untuk membunuh para musuhnya. Dengan tangan kosong James mematahkan leher musuh yang berani berhadapannya. Tanpa perlu adanya lautan darah, James bisa dengan mudah mengirim musuh-musuhnya ke neraka.
Sejak awal yang menjadi target Nigel dan anak buahnya adalah Jamie, sehingga James terus terkepung oleh musuh. sampai Shea melihat bahwa seseorang mulai mengeluarkan senjata tersembunyi nya untuk melakukan serangan fatal di saat James fokus berhadapan dengan yang lainnya.
Dor … Dor … Dor ….
Tanpa buang waktu, Shea menembak para musuhnya dengan santai termasuk Nigel yang harus terluka di bagian bahunya. Jika saja dia tidak cepat menghindari tembakan itu, maka saat ini yang terluka mungkin bukan bahunya melainkan kepalanya. Tembakan dari seorang cucu mafia, bahkan pewaris klan Blacksky tentu tidak akan pernah meleset kecuali targetnya memiliki kemampuan untuk menghindari serangannya.
“Nyonya muda!” seru Hugo dan Lysa menatap Shea penuh haru, karena tembakan Shea berhasil mengurangi musuh yang harus mereka hadapi.
“Apa wanita itu sedang membantuku?” James menatap sosok Shea dengan tatapan tak percaya, tapi melihat mayat musuh di dekatnya dan sebuah belati di tangan mayat itu menandakan bahwa Shea memang telah berusaha melindunginya.
“Sialan, kita melupakan wanita itu!” umpat salah satu anak buah Nigel, “Apa yang harus kita lakukan sekarang? Haruskah kita mundur sekarang?” sambungnya.
“Kau dan yang lainnya urus wanita itu! Aku yang akan menghadapi Jamie sendirian,” perintah Nigel yang tidak ingin menyerah begitu saja.
“Baik, Tuan!” sahut para anak buahnya.
“Haish, bukan kabur disaat aku sedang berbaik hati memberikan kesempatan untuk melakukannya. Siapa sangka mereka lebih memilih untuk mati hari. Sial sekali, padahal aku seang tidak ingin bertarung karena bagian bawahku yang masih sedikit terasa nyeri,” gumam Shea sembari mengisi ulang senjatanya.
“Baiklah, kalau begitu aku kirim saja mereka dengan cepat ke neraka,” sambungnya.
Dorr … Dor … Dorrr ….
Shea menghindari pertarungan secara langsung, sehingga dia memilih untuk menggunakan senjata api untuk menyelesaikan pertarungan itu. Tapi siapa sangka anak buah Nigel memiliki kemampuan yang cukup merepotkan, dimana mereka bergerak dengan gesit menghindari setiap tembakan Shea. Sampai akhirnya seorang musuh, berniat untuk memukul Shea dari belakang.
Bugh ….
Suara pukulan yang cukup keras sontak mengalihkan perhatian Shea, tatapannya langsung bertemu dengan tatapan mata James yang tenyata mencoba melindungi Shea. Dengan smirk nya James berkata, “Kita impas sekarang! Aku tidak berhutang lagi kepadamu, karena aku juga menyelamatkan nyawamu.”
“Ya, anggap saja seperti itu! Namun, apakah kau mau bertaruh? Siapapun diantara kita yang berhasil membunuh musuh paling banyak, maka bisa meminta apapun dari orang yang kalah. Bagaimana? Apa kau tertarik? Kau tidak mungkin takut kalah dari wanita sepertiku, bukan?” Shea jelas sengaja memancing James agar menyetujui taruhan yang dia tawarkan.
“Seaorang James tidak mungkin kalah dari wanita sepertimu. Baiklah, ayo kita bertaruh dan aku pastikan kau menjadi budakku setiap saat,” ujar James yang menerima taruhan yang Shea ajukan.
“Hugo, Lysa! Tarik semua pengawal dari pertarungan, karena mulai sekarang aku dan James yang akan mengurus sisanya,” perintah Shea yang membuat Hugo dan yang lainnya ragu untuk melaksanakan karena itu cukup berbahaya.
“Lakukan saja apa yang dia perintahkan! Sudah lama juga aku tidak melihat cucu mafia keluarga Xavier menggila,” ujar Zef yang muncul bersama anak buahnya, “30 menit, Shea! Jika kau tidak berhasil membereskan mereka semua dalam waktu yang sudah aku tentukan, maka aku segera turun tangan untuk membantu,” lanjutnya.
“Baiklah, tapi aku pastikan kalian tidak perlu turun tangan lagi,” balas Shea menyetujui persyaratan yang Zef katakan.
“James, waktunya taruhan di mulai!” ujar Shea memberikan isyarat kepada James untuk memulai taruhan mereka.
“Siapa takut! Bersiaplah menjadi budakku, Nona!” balas James seraya tersenyum meremehkan.
Detik berikutnya pasangan itu benar-benar menggila, mereka membunuh setiap musuh yang berani berdiri dihadapannya. Shea tidak mungkin menggunakan tangan kosong untuk memenangkan taruhannya dengan James, dia meraih sebuah belati yang tergeletak sebagai senjatanya.
Sedangkan Jamie masih menggunakan tangan kosongnya, mematahkan setiap tulang musuhnya dan berakhir dengan lehernya. Pasangan gila, itulah yang terpikirkan oleh Zef, Hugo dan yang lainnya yang menyaksikan secara langsung pertarungan mereka.
“Sial, mereka benar-benar pasangan gila! Bagaimana bisa mereka membunuh anak buahku begitu mudah,” umpat Nigel yang menyadari situasinya sudah terpojok melihat anak buahnya satu persatu mati ditangan pasangan gila itu, “Lebih baik aku harus segera pergi dari sini untuk melaporkan kepada Tuan Cesar, bahwa kita terlalu meremehkannya!”
“Tuan dan Nyonya muda benar-benar pasangan gila! Bagaimana bisa mereka membunuh mereka semua hanya berdua saja,” gumam Lysa dengan tatapan penuh kagum pada kedua Tuannya itu.
“Aku seperti pernah melihat pasangan yang seperti ini.” Entah mengapa Hugo merasa tidak asing dengan pemandangan yang dia lihat saat ini.
“Tentu saja, karena mereka berdua terlihat seperti Levi dan Lucia yang sedang menggila,” ujar Zef.
Bersambung ….
nah lo rasain Rega penderitaanmu,,, apalagi kau akan jadikan kambing hitam oleh saudara tirimu
Semangat terus Thor .